NovelToon NovelToon
Surat Penuh Cinta

Surat Penuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta
Popularitas:69.3k
Nilai: 5
Nama Author: SANG PURNAMA

Kehidupan dua insan manusia yang berbeda latar belakang namun saling berkaitan secara tidak langsung.

Sahabat Pena...

Mungkin itulah yang membuat mereka terhubung hingga sekarang. Diawali dengan sebuah pertemanan melalui surat semenjak kecil namun tidak pernah sekalipun bertemu.
Hingga akhirnya mereka dipertemukan dalam sebuah ikatan pekerjaan.
Akankah mereka saling mengenali satu sama lain???

Serta, apakah surat yang selama ini mereka tulis dan terima hanyalah sebuah mainan belaka atau adakah diantara mereka yang menuangkan perasaan di setiap baitnya.

Dan bagaimanakah akhir dari pencarian mereka satu sama lain???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SANG PURNAMA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20

Menikah?? sungguh konyol. Bagaimana David bisa memikirkan suatu pernikahan apalagi dengan Rose seorang perempuan yang baru ia kenal beberapa hari yang lalu.

🍂

🍂

🍂

Ketika malam tiba David mengantarkan Rose pulang, namun terlebih dahulu ia menelpon Sekertaris Ren untuk mengantarkan Jessica pulang serta menghubungi Alex untuk bertemu dirumah Rose nantinya.

Sesampainya disana David dan Rose berjalan ke arah pintu rumah mereka dan disana sudah terlihat Alex, Jessica maupun Sekertaris Ren yang sepertinya mereka sudah sampai lebih dulu dibandingkan Rose dan David.

Rumah bergaya minimalis itu sangat bagus dipandang meskipun menurut David itu tidak cocok untuk seorang Artis terkenal seperti Rose.

David hanya belum mengenal sosok Rose maupun Jessica yang sebenarnya, mereka berdua bukan tipe gadis yang akan dengan mudah menghamburkan uang untuk gaya hidup mewah. Bahkan rumah yang mereka tempati sekarang saja sudah begitu bagus untuk mereka berdua.

Meskipun menjadi Artis terkenal tidak membuat Rose dan Jessica menjadi lupa diri akan asal usul mereka, dari pada menghamburkan uang untuk kemewahan gaya hidup. Mereka berdua lebih suka membangun sebuah panti asuhan dan memberikan dana disana setiap bulannya sebagai donatur tetap.

Karena mereka sangat tau bagaimana rasanya panti asuhan yang tidak memiliki donatur tetap, mereka akan merasakan kelaparan pada saat tidak adanya sumbangan yang diberikan kepada panti asuhan tersebut.

Rose dan Jessica pun mempersilahkan masuk kepada ketiga pria tamban itu yang diikuti oleh ketiga tanpa suara sedikitpun.

"Astaga mereka bertiga sangat cocok jika berkumpul. Sama-sama pendiam dan tidak banyak bicara"

Rose memperhatikan ketiga pria yang sudah duduk di kursi tamu mereka, namun ketiga pria itu tidak nampak akan berbicara sedikitpun. Jessica membawa nampan berisi minuman kepada para tamunya.

"Silahkan diminum, maaf seadanya" ucap Jessica sopan dan kembali duduk disamping Rose.

Ketiganya mengangguk dan mengambil gelas minuman itu dan lagi-lagi tanpa bicara sedikitpun. Meneguk beberapa kali dan kembali meletakkan gelas tersebut David diikuti Sekertaris Ren dan Alex. Sungguh pemandangan lucu untuk Rose dan Jessica yang seperti melihat robot tampan sedang minum didepan mereka.

"Saya ingin membuat kesepakatan disini dan memerlukan ijin kalian berdua" ucap David setelah beberapa saat terdiam setelah meletakkan gelas minumannya tadi.

"Kesepakatannya apa kalau kami boleh tau??" tanya Jessica menatap David serius.

"Cih, aku bahkan tidak suka melihatnya menatap laki-laki lain, apa-apaan ini" Sekertaris Ren menatap penuh keseriusan kepada atasannya dan Jessica.

"Begini biar saya jelaskan. Karena Perusahaan tidak ingin terjadi apa-apa kepada para Artis yang berada dibawah naungannya, jadi saya mengusulkan untuk Alex selaku supir sekaligus bodyguard untuk menjaga kalian selama 24 jam dan jika kalian berkenan Alex akan tinggal disini bersama kalian. Bagaimana??"

Jessica dan Rose saling memandang dengan maksud untuk saling meminta jawaban.

David yang melihat kebingungan di wajah kedua perempuan itu pun kembali melanjutkan ucapannya.

"Kalian tenang saja, ini hanya sementara sampai kami menemukan siapa dalang di balik pengiriman tadi siang. Kami hanya tidak ingin berita ini sampai ke telinga media dan menjadi konsumsi publik" lanjut David.

"Baiklah, jika itu memang yang terbaik untuk kami dan Perusahaan" sahut Jessica.

"Baguslah kalau begitu, apa disini ada kamar kosong atau kalau tidak ada Alex bisa tidur dimana pun" ucap David seenaknya sendiri.

"Tidur dimana pun, apa jika mereka menyuruh ku tidur di teras rumah, kalian ada mengiyakannya saja" Alex bersungut-sungut didalam hati mendengar penuturan bosnya itu.

"Tenang saja, kami mempunyai satu kamar kosong dirumah ini dan Alex bisa tidur disana" Mana tega Jessica membiarkan seseorang yang akan melindungi mereka malah harus tidur disembarang tempat.

"Nona Jessica memang yang terbaik, tidak seperti bos ku" Alex lagi-lagi mengumpat kepada David lewat hatinya karena mana berani ia berbicara secara langsung.

"Itu lebih baik dan apakah Alex sudah bisa menempati kamar itu malam ini??" tanya David lagi.

"Tentu saja, kamar itu tidak pernah dipakai dan selalu kami bersihkan jadi bisa digunakan kapanpun" tutur Jessica menjelaskan.

Setelah negosiasi berhasil dan Alex sudah berada dikamar yang telah tersedia untuknya dengan merapikan barang-barang yang telah ia bawa terlebih dahulu sejak tadi.

Sekarang tersisa mereka berempat saja disana dan sepertinya suasana kembali tegang dan hening.

"Untuk beberapa hari kedepan kalian tidak perlu pergi ke Perusahaan, tenangkan lah diri kalian dahulu sebelum kembali beraktivitas" perintah David.

"Tapi bagaimana dengan beberapa jadwal pemotretan dan syuting iklan yang sudah ditetapkan" tanya Rose.

Akhirnya sedari tadi Rose angkat bicara setelah terdiam cukup lama dan hanya membiarkan Jessica mengatasi semuanya.

"Kalian tidak perlu khawatir, Perusahaan yang akan mengatur ulang jadwal tersebut. Karena yang terpenting sekarang adalah kesehatan kalian" tutur David lagi.

"Baiklah, kami akan mengambil libur beberapa hari kedepan" sahut Rose.

Setelah di rasa cukup untuk membahas kesepakatan itu, David beserta Sekertaris Ren pun undur diri untuk pulang berbarengan dengan Alex yang terlihat keluar dari kamar barunya itu. Sepertinya Alex sudah selesai membereskan semua perlengkapannya.

"Baiklah kalau begitu kami permisi, jaga diri kalian baik-baik" ucap David.

"Kalau ada apa-apa kalian bisa langsung hubungi kami" sambung Sekertaris Ren.

"Apa-apaan mereka berdua tidak seperti biasanya, kekhawatiran yang terpancar di bola mata kalian sangat berbanding terbalik dengan wajah datar dan dingin kalian. Sungguh menggelikan"

Alex kembali menertawakan kebodohan dari sikap kedua atasannya itu yakni David dan Sekertaris Ren. Dia paham betul apa makna dari tatapan kedua pria itu.

David dan Sekertaris Ren pun menuju mobilnya masing-masing dan berkendara meninggalkan kediaman Rose dan Jessica setelah selesai berpamitan tadi.

Sudah 3 hari Rose dan Jessica tidak melakukan rutinitas kesibukkan mereka sebagai seorang Artis dan Manager. Hari ini pula bertepatan dengan akhir pekan yaitu hari minggu dimana setiap orang melepaskan penat setelah bekerja beberapa hari.

Begitupun dengan Jessica dan Rose meskipun mereka tidak bekerja beberapa hari belakangan namun tetap saja hari minggu ialah hari mereka untuk bersantai apalagi dengan kedatangan seorang teman baru yaitu Alex yang akan menemani hari mereka kedepannya.

Seperti pagi ini ketiganya Rose, Jessica dan Alex bersiap untuk pergi ke supermarket membeli bahan makanan dan beberapa keperluan rumah. Mereka bertiga sudah siap dengan baju santainya namun tetap aura kecantikan dan ketampanan mereka terpancar

Lihatlah betapa tampannya Alex meskipun hanya menggunakan celana jeans dan baju lengan panjang, tidak dapat dipungkiri bahwa wanita mana saja akan terpincut oleh ketampanannya.

Begitu pula dengan Jessica dan Rose yang saat ini juga sudah siap dengan baju yang simpel namun tetap terlihat sopan dan menarik.

Merek bertiga sudah siap dan tinggal berangkat saja.

"Ayo kita berangkat" ucap Jessica kepada Rose dan Alex yang masih duduk di sofa ruang tamu.

"Oke ayo" Rose beranjak dari tempat duduknya begitupun dengan Alex.

Ketiganya pun berjalan menuju ke pintu rumah dengan Alex yang berjalan lebih dulu dari kedua perempuan itu.

Alex pun membuka pintu tersebut.

"Apa yang sedang Tuan Muda lakukan disini, anda juga Sekertaris Ren??" tanya Alex bingung.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Lah itu ngapain si David pagian hari kerumah orang, ngga ada kerjaan bang 🙄🙄

1
it's me oca -off
em , hhh pada ga seneng aurel
✰͜͡w⃠JENINA༄㉿ᶻ⋆
lanjut lg dong
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Kok ngk lanjut thorrrr... bikin pinisirin aja... lanjut donk🤔🤔🤔
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Knp ngk up thorrr...🤔🤔
Yunia Afida
takut di rebut alex ya
lanlan
suka tidak suka klo yg masak orang yang kita cinta pasti rasanya enak kan pak David 🤭🤣🤣
lanlan
sangking asiknya berbelanja dan debat jadi gk sadar klo ada yg ngawasin sambil ambil foto mereka
lanlan
mode cemburu duo cogan 😂😂😂
lanlan
apa isi kotak nya ya . sampai membuat mereka meradang 🤔🤔
lanlan
wkwkwk belum juga menikah dh gk bisa berkutik,saat rose bicara gitu . langsung bungkam tuh mulut nya
Dave Navarro
wkwkwk cieee salting ya rose, merah tuh pasti pipi
Dave Navarro
buset jahat bnr si aurel berarti baik nya di dpn doang fans doang ya?
Dave Navarro
wkwkwk gengsi" jg dimakan ya vid?
Dave Navarro
nh bnr itu klo kgk suka gk ush dimakan
Dave Navarro
untung si rose percaya sm alasan mereka
tp itu siapa yg kirim surat nya?
HIAT DOLO "🅱🅸🅱🅰🅷🦈
mudah bagi David siapapun yang meneror rose,
💋ᴰᵉᵈᵉรωεεƭყˡᵉⁿ🤎•§¢•🦢🍒
aduhh aurel makan punggir jalan kebanyakan itu malah lebih enak dr pada diresto2 mahal loo...
Dave Navarro
nh lho alex di interogasi ada apa ya? 🤔😅
HIAT DOLO "🅱🅸🅱🅰🅷🦈
makanya hati2 lah Lex, jangan sampai jadi sasaran empuk David sama sekretaris ren
HIAT DOLO "🅱🅸🅱🅰🅷🦈
ayo lah vid sadar lah kalau rose itu sebenar nya vero
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!