Seorang pemuda bernama Li Hao tiba-tiba saja dipindahkan ke daratan asing tanpa mengetahui alasan yang jelas.
Sebuah layar tiba-tiba saja muncul di hadapannya, dia diberikan sebuah System yang bisa membuatnya menjadi kuat dalam waktu singkat.
Namun, tidak ada satupun penjelasan yang menjelaskan alasan Li Hao dipindahkan. System yang diberikan padanya seperti sebuah program tanpa adanya kehidupan, dan ia harus menjelajahi daratan asing tersebut untuk bisa bertahan hidup.
Apakah Li Hao mampu bertahan hidup di daratan yang bukan dunianya lagi, dan mencari tau alasan kenapa dirinya dipindahkan?
Baca terus novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon XERA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pemicu
Li Hao memasuki kamarnya dan mengambil sebuah buku yang berisi tentang Elemen, ia kemudian membuka halaman-halaman buku tersebut dengan cepat.
“Benang Elemen,” Li Hao bergumam saat menemukan halaman yang berisi tentang 'Benang Elemen', ia duduk di atas kasur dan kemudian membacanya dengan serius.
Selang beberapa waktu, Li Hao menutup buku tersebut sembari menghela napas panjang, ia menyadari kalau Benang Elemen hanya bisa ditemukan jika menutup mata dan fokus.
“Kenapa Xia Zhan tidak memberitahuku tentang ini? Apa dia lupa, atau sengaja melakukannya?” Li Hao bertanya-tanya dalam hati, namun ia dengan segera menepis semua itu. “Ya, sudahlah... itu tidak penting. Lebih baik sekarang aku mencari benang elemen.”
Li Hao duduk bersila dan kemudian memejamkan matanya.
Sekitar setengah jam berlalu, Li Hao secara tiba-tiba membuka matanya saat mendengar suara ketukan pintu, ia baru ingat kalau Xia Zhan sedang menunggu dirinya di luar rumah.
Li Hao buru-buru keluar dari kamarnya dan membuka pintu rumahnya, ia bisa menemukan seorang perempuan berambut putih kini sedang memasang ekspresi wajah kesal dengan kedua tangan yang melipat di depan dada.
“Apa yang kau lakukan?” tanya Xia Zhan yang berusaha menahan amarahnya.
Li Hao sendiri menggaruk kepalanya yang tidak gatal sembari tersenyum pahit. “Itu... aku sedang mencari benang elemen yang kau maksud, tapi tak kusangka akan memakan banyak waktu.”
Xia Zhan menyipitkan matanya, ia ingin mengumpat tetapi langsung mengurungkan niatnya. “Lalu, bagaimana hasilnya?” tanyanya penasaran.
“Belum...” Li Hao menggeleng pelan saat menjawab itu.
Alis Xia Zhan sedikit mengerut. “Memangnya kau sudah melakukannya berapa lama?”
“Sekitar 30 menit?” Li Hao sedikit ragu dengan jawabannya.
“Aneh... seharusnya dalam jangka waktu segitu seseorang sudah bisa menemukan benang elemennya, tapi kenapa Li Hao tidak? Padahal jika dilihat dari bakatnya, dia tidak buruk.” Xia Zhan merasa ada sesuatu yang janggal, ia kemudian menatap Li Hao dengan teliti lalu bertanya, “Apa ada sesuatu yang sedang kau sembunyikan dariku?”
“Hm?” alis Li Hao sedikit terangkat sebelum mengangkat pundaknya sembari menggeleng pelan. “Tidak ada sama sekali.”
Xia Zhan menyipitkan mata dan melihat raut wajah Li Hao baik-baik, ia menghela napas panjang karena tidak menemukan tanda-tanda kalau pemuda itu sedang berbohong.
“Sepertinya kau sedikit berbeda dengan orang pada umumnya. Ada beberapa kasus kalau seorang kultivator sangat sulit menemukan Benang Elemennya, dan bahkan ada yang menemui kebuntuan dalam hal tersebut,” Xia Zhan berkata, lalu melanjutinya, “Namun, aku sempat mendengar kalau ada cara yang efektif mengenai kasus ini.”
“Apa itu?” Li Hao langsung bertanya.
“Pemicu,” jawab Xia Zhan cepat.
Kepala Li Hao sedikit miring saat mendengar itu, “Pemicu? Apa maksudmu?”
“Dari beberapa kasus yang kubaca, pemicunya bisa bermacam-macam. Salah satunya adalah, kau memikirkan sesuatu yang membuatmu bahagia ataupun sedih,” Xia Zhan menjelaskan. “Seperti meluapkan emosi sehingga membuat elemen dalam dirimu terpicu.”
“Emosi...” gumam Li Hao. “Memikirkan sesuatu yang dapat membuatku bahagia atas sebaliknya, dan itu akan memicu Benang Elemen yang tengah bersembunyi.”
“Yap, tepat sekali!” Xia Zhan mengangguk kuat sebelum melanjutkannya, “Tapi, jangan berpacu dengan kasus ini saja... maksudku, ada berbagai macam cara yang bisa membuatmu menemukan Benang Elemen.”
Li Hao terdiam sejenak untuk mencerna semua itu, ia menatap ke langit-langit dan memutar otaknya.
Selang beberapa waktu, Li Hao kembali menatap perempuan berambut putih di depannya. “Kalau begitu, kita tunda saja belajarnya. Aku akan fokus untuk mencari cara menemukan Benang Elemen. Jika sudah berhasil, aku akan mengabarimu.”
Xia Zhan mengangguk tanpa berkomentar lebih jauh. “Baiklah... aku pergi, jangan lupa untuk memakan makananmu.”
Xia Zhan berbalik usai mengatakan itu.
“Ya...” Li Hao mengangguk, lalu menutup pintu rumahnya. “Pemicu, ya?”
Li Hao memutuskan untuk memikirkan itu nanti dan memilih untuk memakan makanan yang sebelumnya diberikan oleh Xia Zhan.
...****************...
Waktu terus berlalu, tak terasa satu minggu sudah berlalu.
Di alam bawah sadarnya, saat ini Li Hao sedang berdiri tepat di hadapan kelima buklet batu. Selama beberapa hari terakhir ia sudah melakukan berbagai macam cara untuk menemukan Benang Elemen, akan tetapi tidak ada tanda-tanda dirinya menemukan hal itu.
“Sialan! Ini sungguh membuatku frustasi,” Li Hao bergumam dengan raut wajah yang rumit. “Apa yang harus kulakukan? Waktuku sudah terbuang sangat banyak.”
Li Hao diam di tempatnya dalam waktu yang lama, lalu berjalan mendekati salah satu buklet dan memegangnya dengan tangan kanannya, “Pemicu... pemicu... pemicu...” Li Hao terus menggumamkan hal tersebut, sampai akhirnya senyum lebar terukir di wajahnya karena berhasil menemukan cara lainnya. “Apakah dengan aku mengalirkan qi, itu bisa disebut sebagai pemicu?”
Li Hao terdiam sejenak sebelum mengalirkan qi-nya ke buklet yang terdapat lambang api.
Whooosh.
“Batu ini... menyerap qi yang kualirkan?” senyum Li Hao semakin lebar. “Ternyata mengalirkan qi adalah pemicunya!”
Li Hao memegang buklet batu tersebut dengan kedua tangan dan mengaliri qi-nya dengan lebih deras.
Beberapa saat kemudian, buklet batu dengan lambang api bergetar hebat dan Li Hao yang masih mengaliri Qi-nya langsung berhenti, lalu mundur beberapa langkah.
Li Hao bisa melihat kalau buklet batu tersebut perlahan melayang di udara dengan fluktuasi energi yang dahsyat.
“Hawa di sekitarku mulai panas,” gumam Li Hao, semakin menjauh untuk mengurangi hawa panas itu.
Crack!
Sesaat setelah Li Hao menjauh, buklet batu tersebut mengalami keretakan dan tidak lama setelahnya meledak dengan suara yang begitu keras.
Duar!
Li Hao tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya, hanya menutupi matanya dengan kedua lengan untuk melindungi diri dari serpihan batu yang berhamburan akibat ledakan batu tersebut.
“Luar biasa...” Li Hao berdecak kagum saat menemukan sebuah bola api yang sedang melayang di udara. “Itu adalah perwujudan dari elemen api.”
Pandangan Li Hao kemudian teralih ke buklet batu lainnya. “Jadi begitu, semua elemen yang kupunya saat ini tidak langsung aktif. Aku harus mengaliri dengan qi untuk bisa mengaktifkannya.” Li Hao bisa menyimpulkan masalahnya dengan cepat. “Tapi, apa semua orang dengan lima elemen mempunyai kasus yang sama sepertiku?”
“Ya, sudahlah... itu tidak penting.” Li Hao menepis seluruh pertanyaan yang ada di otaknya. “Lebih baik aku mengabari hal ini pada Xia Zhan. Waktu yang kupunya untuk tinggal di wilayah sekte Gunung Empat Pedang tersisa kurang dari dua minggu, aku harus cepat berlatih dengannya.”
Li Hao kemudian memutuskan untuk keluar dari alam bawah sadarnya.
...****************...
Saat ini, Li Hao sedang berdiri di teras rumahnya dengan kedua tangan yang melipat di depan dada, ia bisa melihat langit yang kini sudah berada di waktu tengah malam.
“Seharusnya dia sudah kemari dan memberikan makan malam padaku, tapi kemana dia?” Li Hao bertanya-tanya dalam hati.
Setelah menunggu beberapa waktu, Li Hao menguap dan dirinya belum menemukan tanda-tanda kedatangan Xia Zhan. “Kurasa dia punya urusan mendesak dan tidak bisa datang kemari. Kalau begitu, aku akan membicarakannya hal ini besok...”
Li Hao memasuki rumahnya dan memutuskan untuk beristirahat.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.