NovelToon NovelToon
Cahaya Dalam Kegelapan ( Sebuah Ketulusan)

Cahaya Dalam Kegelapan ( Sebuah Ketulusan)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Duda / Tamat
Popularitas:55.9k
Nilai: 5
Nama Author: selvi_19

sebuah kebahagiaan hilang dalam sekejap karena terjebak dalam lingkaran yang tak pernah dia inginkan, semua orang yang melihat kehidupannya berada dalam kebahagiaan tetapi kenyataannya tidak seperti yang mereka lihat.

"aku tak pernah menginginkan kehidupan seperti ini dan apa aku masih bisa merasakan kehidupan seperti dulu lagi". Sintia

"andai dulu aku mencari kebenaran lebih dulu pasti jalannya tak seperti ini".Ilham

Bertemu kembali dengan orang di masa lalu sangatlah menyakitkan saat dirinya tak seperti dulu lagi, itulah yang Sintia alami saat bertemu kembali dengan ustadz Ilham. pertemuan itu membuat ustadz Ilham selalu memimpikan Sintia sedangkan Sintia selalu bermimpi bertemu dengan seorang wanita yang tidak dia kenal yang memintanya untuk menikah dengan suaminya dan menjaga anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi_19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kuat Tidak Kuat harus Berdiri

"ketika aku ingin menyerah kenapa aku masih di berikan kesempatan untuk hidup dan apa maksud dari mimpi yang sering menghampiri ku itu, siapa wanita itu lalu pria dan anak laki laki itu juga siapa, dan kenapa aku juga mengendong seorang bayi". monolog Sintia dalam hati lalu menerima suapan dari Zahra

Zahra sendiri tidak tau apa yang terjadi pada Sintia karena saat dia memasuki apartemen dan masuk ke kamar Sintia, Sintia sendiri sudah dalam keadaan seperti itu.

"nona minum obatnya dulu". ucap Zahra dan menyerahkan obat pereda nyeri

Sintia mengambil obat itu lalu meminumnya, sejak bangun Sintia hanya diam saja dan tidak banyak bicara, keadaan Sintia membuat Zahra sangat khawatir

"sebaiknya nona istirahat dan jika membutuhkan sesuatu nona bisa memanggil saya". ucap Zahra dan Sintia hanya menanggukan kepalanya

setelah Zahra keluar, Sintia merebahkan dirinya dan memiringkan badannya lalu menggunakan tangannya sebagai bantal, Sintia sudah tidak bisa membendung air matanya, tujuh tahun lamanya Sintia bersikap baik baik saja dihadapan semua orang.

sedangkan di kantor Bagaskara uring uringan atas penolakan Sintia dan hari ini untuk pertama kalinya Sintia menolak dirinya bahkan meninggikan suaranya, Bagaskara memijat dahinya

"siapa yang telah membuat mu berubah Sintia". monolog Bagaskara

"tuan". panggil Jhon

"ada apa". jawab Bagaskara

"maaf tuan bukan ikut campur urusan tuan hanya saja saya ingin mengatakan sesuatu, mungkin penolakan nona Sintia terhadap tuan karena nona ingin hidup seperti yang lain apalagi nona masih berumur dua puluh tujuh tahun pasti ada keinginan hidup berumah tangga dan nona tidak ingin menghabiskan hidupnya sebagai Simpanan". ucap Jhon

"tapi aku tidak pernah menganggapnya sebagai Simpanan Jhon". ucap Bagaskara

"saya tau tuan selama ini tuan sangat membantu nona Sintia tetapi semua itu nona Sintia balas dengan melayani tuan tanpa adanya ikatan pernikahan sehingga membantu nona berpikir dirinya sebagai Simpanan ataupun menjual dirinya untuk apa yang tuan berikan untuknya". ucap Jhon

"tuan pikirkan jika itu terjadi pada putri tuan bayangkan saja tuan saya tau tuan tidak memiliki anak perempuan, bagaimana perasaan tuan dan bagaimana perasaan putri tuan". sambung Jhon

"tuan sebaiknya biarkan nona Sintia menemukan kebahagiaan dan sudah cukup selama tujuh tahun ini nona hidup dalam kegelapan yang mengikuti kemanapun dia pergi". ucap Jhon

Bagaskara diam saat mendengar ucapan Jhon dan memejamkan matanya.

"sebaiknya kamu keluar Jhon". perintah Bagaskara dan Jhon keluar dari ruangan tuannya

Bagaskara memikirkan apa yang di ucapkan Jhon tetapi di satu sisi dia tidak rela jika Sintia meninggalkannya dan apa yang di katakan Jhon ada benarnya menurut Bagaskara.

"argh". umpat Bagaskara lalu meninggalkan mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang

"hallo tuan". jawab Zahra di seberang telepon

"bagaimana keadaan Sintia". tanya Bagaskara

"keadaan baik baik saja tetapi sejak nona siuman nona tidak berbicara satu katapun tuan". jawab Zahra dan Bagaskara memijat dahinya saat mendengar jawaban Zahra

"hmmm jika ada apa apa hubungi saya dan beritahu setiap harinya tentang Sintia". ucap Bagaskara

"baik tuan". jawab Zahra

setelah menanyakan keadaan Sintia Bagaskara mematikan sambungan teleponnya dan keluar dari ruangannya dengan perasaan gundah gulana.

Diapartement Sintia duduk di atas ranjang sambil melihat keluar jendela, saat tadi dirinya tertidur mimpi yang sama terus menghampiri dirinya sehingga membuat tidur Sintia tidak tenang

"dunia nyata hidup seperti ini saat tidur terus bermimpi yang sama kenapa tidak ada ketenangan sama sekali". monolog Sintia dalam hati sambil melihat sepasang burung yang sedang singgah di pohon

Sintia turun dari ranjang dan membuka pintu menuju balkon saat sampai di balkon Sintia memejamkan matanya merasakan hembusan angin yang menyejukkan.

"Bunda". teriak seorang anak laki laki sehingga membuat Sintia membuka matanya

"jika seperti ini terus aku bisa gila kenapa setiap aku memejamkan matanya mimpi itu menghampiri ku". ucap Sintia

"nona ternyata ada di sini". ucap zahra

"ada apa Zahra". tanya Sintia

"tidak ada nona hanya khawatir saja saat tidak melihat nona di dalam kamar". jawab Zahra

"Zahra buat janji dengan dokter Vivi". ucap zahra

"dokter Vivi". tanya zahra dan di anggukan oleh Sintia

"kenapa nona ingin menemui dokter Vivi, apa nona merasa sedang tidak baik baik saja". monolog Zahra sambil mengirimkan pesan pada dokter Vivi

"nona baik baik sajakan". tanya Zahra

"aku baik baik saja hanya ingin berkonsultasi saja pada dokter Vivi". jawab Sintia

dulu saat awal awal berada di London Sintia sering berkonsultasi pada dokter Vivi karena tidak merasakan ketenangan dan trauma akan apa yang terjadi pada dirinya, lima bulan Sintia selalu berkonsultasi pada dokter Vivi yaitu seorang psikiater hingga akhirnya Sintia bisa menerima kenyataan dalam hidupnya. sekarang Sintia merasakan kegelisahan itu datang kembali sehingga dia ingin melakukan konsultasi kembali.

"kata dokter Vivi besok nona bisa menemuinya karena hari ini dokter Vivi baru tiba di Indonesia". ucap Zahra dan Sintia menanggukan kepalanya

dokter Vivi sering bolak balik Indonesia London karena pekerjaannya, sebenarnya dokter Vivi tinggal di London hanya saja beberapa bulan sekali dokter Vivi ke Indonesia.

"Zahra tinggalkan aku sendirian". ucap Sintia

"baiklah nona dan jangan melakukan perbuatan yang akan merugikan nona". ucap Zahra lalu meninggalkan Sintia

Setelah kepergian Zahra, Sintia masuk ke dalam kamarnya lalu membuka lemarinya dan mengambil hijab yang beberapa hari yang lalu dia temukan di lemarinya.

"apa masih pantaskah diriku memakai ini dan menjalani hidup seperti dulu bahkan aku sudah lupa bagaimana cara sholat dan mungkin saja aku sudah tidak bisa membaca ayat suci Al-Quran". monolog Sintia lalu terkekeh

"sangat lucu bukan takdir ini, dulu aku seorang guru yang mengajari anak anak mengaji dan tata cara sholat tetapi sekarang aku tidak bisa melakukan semua itu bahkan meninggalkan kewajiban itu selama tujuh tahun ini dan melakukan sebuah dosa yaitu zina". ucap Sintia

"argh". teriak Sintia sambil menjambak rambutnya

"seberapa kotornya diriku ini sekarang hiks hiks". tangis Sintia

"argh".

pyaar

pyaar

pyaar

Sintia melemparkan semua alat alat makeupnya sehingga membantu semua barang barang itu pecah. Sintia menjatuhkan dirinya di lantai dan menumbuhkan semua matanya dengan memeluk jilbab pemberian ustadz Ilham. sedangkan Zahra yang berada di balik pintu yang sedikit terbuka ikut menetaskan air matanya saat melihat Sintia yang sangat rapuh.

"aku yakin nona adalah wanita kuat sehingga memberikan ujian seperti ini pada nona dan aku yakin saat nona dapat melewati ujian ini maka akan ada kebahagiaan untuk nona". ucap Zahra lalu meninggalkan kamar itu karena tidak sanggup melihat Sintia yang begitu rapuh

1
ary rachmawati
🤩🤩🤩🤩🤩👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
ary rachmawati
mungkin ini yg menyebabkan dilarangnya seorang istri menceritakan perlakuan suaminya ke istrinya kpd orang lain, krn yg dikuatirkan timbul rasa spt yg dialami aida ke suaminya kania... 🙏🏼🙏🏼
selvi_19: makasih sudah mampir
total 1 replies
New Oppo Medan
udah d bc,, tinggal lanjut an y aja Thor 🙂
New Oppo Medan
cantik2 dan ganteng2
ma" athif 😊
siiip ka lngsng cus meluncur 😅😅😅
Rhysna
bukanka nama mamanya Ilham mawar kenapa d sini tertulis Fatimah
ma" athif 😊
ka boleh g ilhamnya akun pinjem buat jd suamiku di tuker boleh dech 😅😅😅😅
selvi_19: jangan ntar gak ada yang bisa buat Sintia berbunga bunga lagi 😁
total 1 replies
ma" athif 😊
mau dong ka boncapnya 😅😅
mawar
mau bgt kk aplg yg asisten mantan sintia yg ketemu laki2 dmasa lalu yg sering ngebully
mawar: dtggu kk
total 2 replies
Maisyaroh
mau bngt dong Thor.....
My Hanni Hartono
Mau banget thor
ma" athif 😊
ilham aku padamu 😘😘😘😘 slmt ya Sintia mau jadi calon umi 😅😅
Ajeng Ina
Alkhamdulillah... akhirnya hamil lagi sintia.,. selamat buat ilham dan Sintia menjadi orang tua
selvi_19
maaf baru ke up ya sebenernya up-nya dari semalam dan baru lolos sekarang
My Hanni Hartono
Alhamdulillah semua bisa teratasi tanpa harus ilham jadi anak durhaka becik ketitik olo ketero
ma" athif 😊
kapok ma" nya ilham
Maisyaroh
emng y...mamanya si Ilham ini kyknya cocok tinggl d pesantren biar dia d ajrrkn LG tntng mnghargai n mensyukuri hidup ini...pdhl udh tua tp kok y sikapnya masih kyk ank SMA yng labil...kasian anknya yng jd korban..lnjt....
selvi_19
update besok ya
My Hanni Hartono
Untung ada cctv walaupun mulut tidak bicara tapi allah maha adil dan melihat
ma" athif 😊
rasain tuch bu marwah kena semprot ilham sama abinya habisnya jahat bngt..... ka klo bisa up nya tiap hari apa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!