seorang pemuda bernama Aryan, Aryan Pratama Radja bermimpi menjadi super Mega star sepak bola Dunia.
Dari menjadi tulang punggung keluarga hingga mengharumkan tanah air.
"Aku lahh Sang Super Starr... Arrghh"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mpi Apriyanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 20 : Tujuan
Setelah keluar ruangan Aryan dengan sumringah berlari di lorong dengan semangat "Woah...hahaa..." dengan semangat mengabaikan orang di sekitar.
"Hei kalem bro, ada apa mengapa kau begitu?...apa kau baik baik saja. " Cegat Tama melihat perubahan Aryan menempel telapak tangannya pada kening Aryan
Aryan menepis tangan Tama " Apa apaan kau ini, aku baik baik saja. " Bantah Aryan
"Lalu mengapa kau begitu heboh?... Bukankah kau galau tadi?... " Tanya Tama
"Aku berhasil lolos seleksi. " Aryan antusias
"Woah... Benarkah?... Scout mana yang memilih mu?... " Tanya Tama tak kalah antusias
"Sama seperti mu liga Belanda...hahaa... "
"Benar 'kan ucapan ku kita pasti akan bermain bersama.... Hahaa... "
"Benar, apa kau sudah menghubungi orang tua mu?. " Tanya Aryan
"Sudah, semua dokumen akan dibantu oleh pelatih Andre. Kau bagaimana?. " Tanya Tama
"Sama seperti mu semua dokumen di bantu pelatih Andre. " Jawab Aryan
Setelah Aryan menghubungi ibunya dan menyerahkan sisanya pada pelatih Andre. Setelah proses seleksi berakhir semua peserta membubarkan diri, Aryan berjalan keluar stadion di sambut teman temannya yang menonton sedari tadi.
"Woah... Mantap super star kita ini...!!. " Sambut kiki merangkul pundak Aryan
"Kau terpilih akademi mana?. " Tanya Ridwan
"Aku terpilih akademi liga Belanda. " Jawab Aryan
"Kau?. " Tanya kiki pada Tama yang berdiri di samping Aryan
"Aku sama seperti Aryan, liga Belanda. " Jawab Tama
"Baguslah, kau ada teman di sana. "
"Woah... Hahaa... " Semua teman Aryan dan Tama bersorak atas keberhasilannya telah terpilih akademi Eropa sebelum pulang mereka merayakan dengan berkeliling kota Bandung hingga sore menjelang.
Mereka berhenti di kawasan lembang menikmati sore hari di temani secangkir kopi panas dengan pemandangan langit jingga di hamparan kerlip kota Bandung.
"Apa yang akan kalian lakukan setelah gantung sepatu?. " Ridwan bersuara di tengah keheningan
"Mungkin aku akan menjadi pelatih. " Jawab Tama
"Bagaimana dengan mu, Ar?. " Tanya Tama pada Aryan
"Hmm,... Mungkin rata rata pesepak bola setelah gantung sepatu akan menjadi pelatih sama seperti mu tetapi... " Aryan berhenti sejenak menyesap kopi panas sedikit " Alih alih menjadi seorang pelatih, aku lebih ingin memiliki klub sepak bola ku sendiri. "Lanjutnya
" Woah mantap tuu Ar... Aku bisa dong menjadi pemainnya... Hahaa... "Ucap kiki tertawa
" Tidak,... "Aryan menoleh pada teman teman nya "tetapi kalian akan menjadi staf klub ku. " Ucapnya tersenyum "kalian tertarik?. "
"Hahaa... Tentu saja... " Ucap mereka serentak
Ketika senja memang waktu yang tepat untuk berbicara, melahirkan ide ide tersembunyi di temani lukisan ciptaan Tuhan di langit jingga. Jika seorang pesepak bola pensiun mereka akan menjadi pelatih tetapi berbeda dengan ku selain menjadi seorang super star di Eropa aku juga bermimpi memiliki klub sepak bola ku sendiri, yang akan di rintis selagi aku mewujudkan mimpiku, yang bertempat di berbagai benua, benua pertama yang ingin aku taklukkan yaitu kawasan Asia bagian Tenggara letak Indonesia berada tidak bahkan seluruh kawasan Asia, dengan klub ku sendiri yang mengharumkan nama tanah air ku dan menjadi kebanggaan tersendiri.
"Bagus, kalian akan menjadi staf manajemen klub, dan Tama yang akan mengambil posisi pelatih. " Ucap Aryan memaparkan
"Bro, aku tidak akan langsung menjadi seorang pelatih butuh proses untuk itu. " Timpal Tama
"Betul, dan aku juga butuh proses mencari uang untuk merintis sebuah klub. " Balas Aryan
"Tama kau serius sekali .... "
"Hahaa.... " Semua orang tertawa dengan kepolosan Tama dia hanya menggaruk kepala yang tidak gatal menyadari kepolosannya dan ikut tertawa, bagaimana pun membutuhkan waktu untuk merintis sebuah klub dari nol berbeda jika membeli klub yang terkendala krisis dana dan terancam bangkrut
Sore itu di isi dengan rencana mereka akan merintis sebuah klub yang di pimpin oleh Aryan karena dia yang memiliki ide itu dan juga mereka segan terhadapnya karena Aryan memiliki jiwa solidaritas tinggi pada kawan kawannya tidak sungkan untuk membantu jika sedang dalam susah, dan berjiwa seorang pemimpin dia bisa mempimpin hidupnya tanpa seorang ayah bahkan membantu keluarganya di usia yang masih muda di mana anak seumurannya lebih senang bermain untuk kesenangannya sendiri. Yang dia ucapkan merintis sebuah klub bukan hanya sebuah omong kosong belaka Aryan di kenal dengan karakternya yang berambisi mencapai tujuannya mereka yakin dia bisa mewujudkan keinginannya dan sudah sewajarnya mereka mendukungnya.
"Balik yo, takut terburu ke maleman. " Ajak Aryan di angguki semua orang " Rumah kau di mana Tama?. "
"Di simpan. " Jawab Tama nyengir dengan polos
"Hahaa... "
"Ouh... Dia balik sendiri yaa bro..." Ucap Aryan dengan enteng
"Ehh jangan dong... " Ucap Tama dengan cemas
"Hahaa... Makanya jangan maen maen sama mang Aryan. " Ucap kiki
Niat hati ingin mengerjai Aryan, namun di kerjai balik oleh Aryan, namun mereka tetap mengantarkan Tama walaupun habis jadi bulan bulanan mereka.
Aryan telah sampai di depan rumahnya setelah pamitan pada teman temannya segera masuk kedalam "MA...! Mama...!, " Aryan mencari keberadaan ibunya
"Iyaa Ar, Mama di dapur..." Ibunya menyahuti, Aryan segera menuju kedapur
"Maa...! Aku berhasil lolos seleksi... Aku terpilih akademi Eropa... " Ucap Aryan dengan gembira
"Selamat nak, kau berhasil mencapai tujuan mu... Mama selalu mendoakan mu... " Ucap Ibunya sembari merangkul Aryan dalam pelukannya di hiasi tangis yang membasahi pipinya
"Iya Maa, aku berhasil... " Aryan melungkupkan kepala matanya berkaca kaca berusaha tegar menahan tangisnya tidak pecah, dia berhasil mencapai langkah awal menuju tujuannya namun itu artinya dia juga harus siap untuk berpisah dengan ibunya dengan waktu yang lama
Setelah menenangkan emosionalnya "kapan berangkatnya?. " Tanya ibu
"Setelah berkas yang di perlukan selesai di proses, pelatih akan menghubungi ku. "
"Baguslah, sekarang kau mandi setelah itu makan malam. " Ucap Ibu Aryan mengelap matanya yang sembap
"Iya maa ... " Aryan segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelah itu makan malam bersama
Kami malam di ruang tengah dengan beralaskan karpet sederhana, ibu memasak lauk pauk cukup banyak mungkin setelah aku mengabarinya aku lolos seleksi dia sengaja untuk merayakan keberhasilan ku, kami dengan khidmat menyantap makan malam ini mungkin suasana ini akan ku rindukan setelah berangkat ke Eropa, aku segera mengambil ponsel jadulku dengan layar yang retak sana sini untuk mengabadikan momen kebersamaan kami.
Setelah makan malam aku masuk kedalam kamar mengecek sistem untuk melihat kemajuan ku.
MENU
* PROFILE
* ATTRIBUT
* QUEST
* STORE
* TRAINEE SUPER FOOTBALL
* LOTTERY
* INFO
(NOTE : Tingkatkan sistem untuk mengaktifkan lebih banyak fasilitas sistem)
PROFILE :
Sistem MASTER SUPER STAR FOOTBALL 0.1
Lv : 2( 190/1000 EXP NAIK LEVEL )
Name : Aryan Pratama Radja
Born : 19 April, 2000
Age : 15 Tahun
Country: 🇮🇩 Indonesia
High : 168 cm
Foot : R
Tier : 40 ( Amatir )
Keberuntungan : 99 %
Keterampilan :
> HANTU FLIPPO INZAGHI
Penguasaan : 45,55 %
> Canon Ball
Penguasaan : 50,65 %
> Predator Ball
Penguasaan : 40,25 %
> Bahasa
Inggris : 85 %
ATTRIBUT:
SPED : B +
ACC : C+
CON : B
PAS : B
SHOT : B
TAC : C
STR : B +
STA : 1399/2000( B )
Mental: C +
*INFO
# 1 Pesan
>SELAMAT PENGGUNA TELAH MENYELESAIKAN MISI QUEST!!