NovelToon NovelToon
Lelaki Pengganti

Lelaki Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:43.1k
Nilai: 5
Nama Author: Gilva Afnida

Dua insan yang sama-sama masih memiliki hati yang terluka disatukan karena suatu keadaan yang mendesak.

Tak pernah terbayangkan oleh Lily, hamil di luar nikah dan menikah dengan pria lain yang bukan ayah kandung dari si janin. Pria itu bernama Azril.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gilva Afnida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 - Kepolosan (2)

Lily membulatkan mulutnya setelah mendengar penjelasan Azril. Lalu menutupi wajahnya dengan selimut karena malu dengan ketidaktahuannya.

"Sudahlah, gak usah malu. Hanya aku yang mendengarnya." Azril berusaha menenangkan Lily. "Jadi gimana? Kamu gak ada acara kan?"

Lily menyibakkan selimutnya dan menatap Azril dengan wajah penuh selidik. "Kamu beneran mau ngajak aku ke acara kayak gitu? Kenapa gak dateng sendirian aja?"

"Sebenarnya aku malas untuk datang ke acara seperti itu, kerjaanku lagi banyak dan dateng ke acara kayak gitu tuh sangat melelahkan. Tapi mau bagaimana lagi, itu permintaan dari temanku. Jadi aku ingin kamu juga pergi untuk menemaniku disana." Tentu saja Azril tak akan mengungkapkan alasan yang sebenarnya. Bahwa dia ingin membuat Meyda mundur dengan kedatangan Lily sebagai istrinya. Dirinya sudah lelah dengan Meyda yang terus mengejarnya.

"Apa kamu yakin, aku hanya perlu datang dan menemanimu disana?"

"Iya, soalnya kalau sendirian pasti akan membosankan."

"Aku gak akan disuruh ini-itu seperti kemarin kan?"

Azril yang semula menatap layar ponselnya, menengadahkan wajah dengan satu alis yang meninggi. "Maksudnya?"

"Kan kemarin kamu juga gitu, bilang mau mengajakku pergi tapi nyatanya pergi ke restoran terus menyuruhku ini-itu untuk membantu karyawanmu."

Azril kehilangan kata-katanya. Dia hampir lupa kalau dirinya belum meminta maaf pada Lily tentang persoalan itu. "Maaf."

"Apa?" Suara Azril begitu lirih mengucapkan maaf. "Kamu ngucapin apa tadi?"

Helaan napas keluar dari mulut Azril. "Maaf." Kali ini Azril mengucapkannya dengan sedikit lantang.

"Untuk?"

"Untuk kesalahanku kemarin saat memaksamu untuk membantu di restoran."___"Aku lupa kalau kamu lagi hamil. Sebenarnya aku ingin mengajak Safira, tapi dia malah kabur. Waktu itu aku udah gak ada waktu untuk mengajak orang lain. Jadinya aku terpaksa membuatmu untuk ikut." Ada perasaan bersalah dalam hati Azril saat mengucapkannya.

Dalam benak Lily, ia tersenyum. Butuh sedikit waktu rupanya untuk Azril meminta maaf padanya. "Baiklah, aku maafkan."

***

"Alat kelaminnya sudah terbentuk ya, Bu. Tapi masih belum terlihat jelas apakah jenis kelaminnya laki atau perempuan." Dokter terus menggerakkan transduser di atas perut Lily yang masih nampak rata.

Azril yang juga berada dalam ruangan, ikut menyaksikan gambaran hitam putih yang tertera di layar lcd. Matanya mengembun saat ia menatap gambar janin yang terus bergerak, mengingatkannya tentang anak yang sudah tiada. Jika sekarang anak itu masih hidup dan terus bertumbuh, pasti anak itu sudah berada di pelukannya sekarang.

"Tapi semuanya normal kan, Dok?" tanya Lily sambil menatap gambaran janinnya di layar lcd. Apa perasaan haru bercampur bahagia saat melihatnya.

"Semuanya normal dan baik-baik saja." Dokter menyuruh perawat untuk menyeka gel yang membasahi perut Lily. Lalu kembali duduk di depan mejanya. Menulis suatu resep vitamin dan nasihat penting di buku kehamilan milik Lily. "Saya tuliskan resep vitamin dan pastikan untuk selalu minum setiap hari sesuai dosisnya ya, Bu."

Lily duduk kembali di kursi roda setelah merapikan baju panjangnya dengan bantuan perawat. "Baik, Dok."

"O iya, sebaiknya anda jangan beraktivitas terlalu lelah dan banyak pikiran." Dokter menyerahkan resep tersebut pada perawat. Lalu menatap Azril yang sudah duduk di sebelah Lily. "Saran saya juga jangan terlalu keras saat berhubungan ya, pak. Kehamilan istri anda masih rawan, jadi sebaiknya berhati-hati saja."

Dokter mengatakannya pada Azril, namun Lily yang merasa malu mendengarnya. Lily menengok ke arah Azril yang terlihat biasa saja. Ucapan dokter terlalu mengada-ada bagi Lily, dirinya disentuh Azril saja belum pernah, apalagi berhubungan dengan pelan-pelan.

"Lalu, kapan istri saya bisa pulang, Dok?" Akhirnya giliran Azril yang bersuara.

"Wah, kayaknya sudah gak sabar ya." Dokter dan perawat terkekeh, menatap Lily dengan tatapan usil.

Sedang Lily nampak bingung mengartikan maksud dari ucapan dokter dan perawat. Berbeda dengan Azril yang terlihat cuek dengan ucapan dokter. Benaknya merasa tak tenang karena dirinya ingin segera urusan ini selesai. Dia harus segera memantau kondisi restoran. Meskipun sudah ada Damar yang menjabat sebagai manajer, pikiran Azril tetap terus tak tenang jika belum mendatangi restoran secara langsung.

"Kalau siang nanti hasil lab sudah keluar dan menunjukkan hasil yang baik. Istri anda sudah diizinkan pulang nanti malam."

***

Seperti perkataan dokter, malam sekitar pukul delapan, Lily sudah bersiap untuk pulang setelah jarum infus dilepas oleh perawat. Tubuhnya sudah kembali terasa segar dan mulai merindukan kasur empuk yang berada di rumah.

Rani memasukkan beberapa barang milik Lily dan memastikan tidak ada yang tertinggal. Dia baru saja datang, setelah Lily menghubungi dirinya bahwa dia sudah dibolehkan pulang malam ini. Sebenarnya Rani ingin Lily pulang esok pagi saja, karena hari sudah begitu malam. Namun Lily tetap bersikukuh untuk pulang malam ini juga, karena merasa tak betah jika terlalu lama menghirup udara rumah sakit.

"Suamimu mana?"

Ada perasaan geli di benak Lily jika ia mendengar kata 'suami'. Sekali lagi masih asing ditelinganya ketika mendengar gelar itu. "Ke restoran."

"Sibuk banget ya?"

"Iya." Lily menjawab asal, dia sebenarnya juga tak mengetahui alasan Azril yang selalu datang ke restoran disaat ada Damar yang bisa mengurusnya.

"Kalau ibu mertuamu mana? Apa dia juga gak datang?"

"Sebentar lagi juga datang kok." Mata Lily menangkap kedatangan ibu mertuanya yang masih berjalan menuju kamar melalui jendela. "Nah, itu ibu udah datang."

"Assalamualaikum." Salam Aminah saat ia membuka pintu kamar.

"Wa'alaikumsalam." Lily dan Rani menjawab dengan serempak.

"Kamu yakin mau pulang sekarang? Gak besok aja?" Pertanyaan Aminah serupa dengan pertanyaan Rani.

Lily menyunggingkan senyumnya dan berkata, "Gak bu, sekarang aja. Lily udah gak sabar kepengen pulang."

"Ya sudah, ibu ke ruang administrasi dulu."

"Udah diurus mas Azril kok, Bu." Lily mencegah ibu mertuanya yang sudah membalikkan badan.

"Oh ya? Terus dia kemana?"

"Tadi pergi ke restoran, ada urusan yang mendadak katanya."

"Dasar anak itu, sudah tahu istrinya lagi repot mau pulang. Malah sibuk ngurusin pekerjaan."

"Sudahlah, Bu. Aku gak apa-apa kok."

Setelah semuanya beres, mereka bergeges pulang menggunakan mobil milik Aminah. Beberapa kali Lily diam saat ibunya dan ibu mertua tengah sibuk bercakap-cakap membahas bisnis makanan. Pandangan Lily mengarah ke jendela kaca mobil, memikirkan segala hal yang terus berisik dalam pikirannya. Lalu dia teringat akan pekerjaan yang pernah ditawarkan oleh ibu mertua.

"Bu, apa pekerjaan yang ibu tawarkan tempo hari lalu masih ada?"

"Masih, ada apa memangnya?"

"Apa bisa Lily datang besok untuk melamar?"

"Ya ampun! Kamu ini baru sembuh, gak usah macem-macem dululah," omel Rani menatap gemas pada putrinya yang tak memikirkan kesehatannya.

"Iya, Nak. Ingat kata dokter, usia kandunganmu itu masih kecil, masih rawan. Jadi sebaiknya berhati-hati dulu dalam beraktivitas. Jangan sampai kamu kelelahan lagi. Tawaran pekerjaan akan selalu ada khusus untukmu. Jadi kamu gak usah khawatir, kamu bisa melamar kapanpun kamu mau," jelas Aminah menasehati Lily.

1
🌹 Mommy caeeeem 😍
author yg Baek hati,,yg cantik,,yg ramah dan yg penting rajin menabung,,,
tolong donk,, kalo up yg banyak" 🤭😂😂
mamak"e wonk
semangat Author 💪💪💪🥰🥰🥰
mamak"e wonk
Alhamdulillah hubungan azril & lilly menjadi lebih naik lagi..🥰❤️❤️
semoga tambah cinta ❤️❤️
mamak"e wonk
semoga ada hikmah nya 😊
semangat thor 💪💪💪
Dina Sutarlim
bagus
mamak"e wonk
Rasain~ sakitkan...belum seberapa di banding kan rasa malu& sakit yg lili alami 🥴😌
mamak"e wonk
nah..ke pergok mama mertua dah...😁
mamak"e wonk
semoga permasalahan antara lilly.dan azril cepat melumer...agar rumah tangga nya rukun dan penuh cinta 🥰🥰
mamak"e wonk
🤣🤣🤣
dasar kulkas so romantis...
mamak"e wonk
helleh preett lah~ 😁
mamak"e wonk
lama betul Up nya thor~ apa kabar??
mamak"e wonk
lancar betul mulut mu bicara...
mamak"e wonk
Isti yg hamil bukan darah daging nya haram untuk menunaikan kewajiban nya...tunggu masa nifas selesai baru izab qabul kembali baru sah di mata agama menunaikan hak dan kewajiban seorang istri...
mamak"e wonk
Cieeeee..... udah cemburu..😁
cemburu tanda cinta,marah tandanya sayang 🥰🥰💃💃💃💃
mamak"e wonk
sirubah licik berubah jadi anggora...tapi jgn lupa mereka mempunyai kuku & taring yg sama...😤
ochie wegiftproject
lanjut thor.... hihi
ochie wegiftproject
waduh.... gimna ni akhirnya
mamak"e wonk
penasaran
ochie wegiftproject
apa alasannya thorrr
mamak"e wonk
kasihan juga di cuekin suami..walau gak cinta tapi wanita hamil butuh d perhatikan juga..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!