NovelToon NovelToon
SECOND LOVE

SECOND LOVE

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Duda / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:364k
Nilai: 4.9
Nama Author: poppy susan

Gibran Tanuwijaya Gilbert, duda anak satu yang harus merelakan kepergian istrinya disaat lagi sayang-sayangnya, cinta Gibran sangat besar terhadap almarhum istrinya sehingga membuat Gibran menutup hatinya rapat-rapat untuk wanita manapun.

Kehadiran Livia yang merupakan guru sang anak mampu memporak-porandakan hatinya. Livia yang merupakan seorang janda tanpa anak itu sangat menyayangi anak Gibran begitu pun sebaliknya.

Akankah Gibran tetap menutup rapat hatinya atau akan menuruti keinginan anaknya yang sangat menginginkan seorang Ibu?

Supaya nyambung dan kalian tahu siapa Gibran, kalian baca dulu CINTA DOSEN GENIUS...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20

💔

💔

💔

💔

💔

Selama dalam perjalanan tidak ada pembicaraan diantara Gibran dan Livia, keduanya terdiam.

"Mas, aku berhenti di depan saja biar aku naik taksi," seru Livia.

Gibran tetsentak, dia sampai lupa bilang kalau Gilsya sakit dan meminta dirinya membawa Livia ke rumah sakit.

"Maaf, bisakah kamu ikut aku ke rumah sakit?"

"Ke rumah sakit?"

"Iya, Gilsya sakit tadi malam dia tiba-tiba demam dan sekarang sedang dirawat di rumah sakit dia minta aku membawa kamu ke rumah sakit."

"Ya Allah, aku sampai lupa tadi kan Gilsya ga masuk. Ya sudah Mas, aku mau ikut ke rumah sakit mau melihat keadaan Gilsya."

Tidak lama kemudian, mobil Gibran pun sampai di rumah sakit. Livia hanya bisa mengikuti Gibran dari belakang.

Ceklek....

"Sayang..."

"Papi..mana Bu Livianya?"

"Hallo sayang!"

"Bu Livia."

Gilsya merentangkan kedua tangannya dan Livia pun menghampiri Gilsya lalu memeluknya.

"Ya ampun, kamu sakit apa sayang?"

"Gilsya demam, Bu."

"Sudah makan belum?"

"Belum Bu, tadi saya mau menyuapi Gilsya tapi katanya nunggu Bu Livia," seru Suster.

"Oh gitu ya, ya sudah sekarang Gilsya makan dulu ya biar Ibu yang suapin kamu."

Gilsya mengangguk dengan antusiasnya, suster pun pamit sedangkan Gibran kembali duduk di sofa dan mengotak-ngatik laptopnya lagi.

Gilsya makan dengan lahapnya membuat Gibran tersenyum. Gibran memperhatikan Livia yang begitu sangat lembut memperlakukan puterinya, bukan karena di hadapan Gibran saat tidak ada Gibran pun Livia memperlakukan Gilsya dengan lembut.

"Wah Gilsya hebat, makannya habis," seru Livia.

"Iya dong Bu, kan Ibu yang suapin Gilsya."

Livia duduk di samping Gilsya. "Mau mendengarkan dongeng ga?"

"Mau..mau..mau Bu."

Livia pun mendekap Gilsya dalam pelukannya kemudian mengusap kepala Gilsya, lalu Livia pun mendongengkan cerita untuk Gilsya. Gibran yang sibuk dengan laptopnya hanya bisa menyunggingkan senyumannya, Livia memang punya sifat keibuan.

Tidak lama kemudian, ternyata Gilsya sudah tidur. Perlahan Livia mengangkat kepala Gilsya dan memindahkannya ke atas bantal, kemudian menutup tubuhnya dengan selimut.

"Mas, Gilsya sudah tidur sepertinya aku pamit pulang dulu."

Gibran mengangkat wajahnya melihat Livia dan melihat jam tangan yang melingkar di tangannya itu.

"Pasti kamu belum makan siang kan? ayo aku akan mentraktir kamu makan siang!" ajak Gibran.

"Ah tidak usah Mas, aku bisa makan di kontrakan saja."

"Tidak, ini sudah lewat jam makan siang dan itu gara-gara Gilsya yang ingin bertemu denganmu jadi sebagai ucapan terima kasih, aku akan mentraktirmu makan siang."

"Tapi Mas----"

"Tidak ada tapi-tapian, aku paling tidak suka dibantah."

Gibran pun mengambil kunci mobil dan berjalan duluan keluar, Livia dengan terpaksa mengikuti langkah Gibran. Gibran mengajak Livia makan di sebuah restoran.

"Maaf, bukannya aku mau ikut campur tapi kamu kenal dengan Damar Sugiono?" tanya Gibran.

"Sangat kenal."

"Berarti benar dong kata dia kalau kamu itu calon istri dia?"

"Bukan calon istri, lebih tepatnya mantan istri."

"Apa?"

Livia menatap Gibran. "Damar itu mantan suami aku Mas."

"Oh, kenapa bercerai dengannya padahal dia salah satu pengusaha sukses dan hebat?"

"Dia selingkuh dengan sahabatku sendiri," lirih Livia dengan menundukkan wajahnya.

Gibran merasa terkejut dengan ucapan Livia. "Bodoh, wanita cantik dan lembut seperti ini disia-siakan," batin Gibran.

"Yakin, dia selingkuh? memangnya kamu sudah melihatnya secara langsung?" tanya Gibran.

"Iya...dan hasil dari perselingkuhan itu sudah menghasilkan seorang anak yang sebaya dengan Gilsya."

"Demir, maksud kamu?"

"Iya."

Mata Livia terlihat berkaca-kaca dan Gibran pun tidak melanjutkan lagi obrolannya karena dia tahu masih ada luka dihati Livia. Tidak lama kemudian, makanan pun datang mereka makan dengan hening tidak ada yang berbicara sedikit pun.

Sementara itu, dari kejauhan ada seorang wanita yang sedang memperhatikan Gibran dan Livia.

"Jadi itu Gurunya Gilsya," gumamnya.

Ya, dia adalah Nasya. Nasya saat ini sedang makan siang, dia tidak sengaja melihat Gibran masuk ke dalam restoran yang sama dengannya.

"Sepertinya Kak Gibran memang benar-benar suka sama Guru Gilsya, soalnya tidak biasanya Kak Gibran mau makan berdua dengan seorang wanita. Aku aja sering ngajak dia makan tapi selalu saja ditolak padahal ada Gilsya juga," batin Nasya.

"Sebentar ya, aku ke toilet dulu!" seru Gibran.

"Iya Mas."

Gibran pun bangkit dari duduknya dan pergi menuju toilet, Nasya yang melihat Gibran pergi langsung menghampiri Livia.

"Kamu Gurunya Gilsya kan?"

Livia mengangkat wajahnya dan menatap wanita cantik yang saat ini sedang berdiri di hadapannya dengan wajah angkuhnya. Livia terlihat berpikir, hingga akhirnya Livia ingat kalau wanita itu adalah saudara kembarnya Mami Gilsya.

"Iya Mbak, aku Gurunya Gilsya."

"Ada hubungan apa kamu dengan Kak Gibran?"

Livia mengerutkan keningnya. "Maksud Mbak apa ya?"

"Jangan pura-pura bodoh, aku tahu kamu sengaja mendekati Gilsya karena kamu ingin mendapatkan hati Kak Gibran kan? jangan mimpi, Kak Gibran itu akan menikah denganku bahkan orang tuaku sudah merencanakan pernikahan kami jadi stop jangan dekati Gilsya lagi dan jangan cari muka lagi kepada Kak Gibran."

Setelah mengucapkan itu, Nasya pun dengan cepat meninggalkan restoran. Livia hanya bisa terdiam mencerna kata-kata yang keluar dari mulut kembaran Mami Gilsya itu.

"Maksudnya apa? aku tidak punya pemikiran ingin mencari perhatian Mas Gibran, aku memang suka anak-anak dan sayang sama anak-anak bukan kepada Gilsya saja," batin Livia.

Tidak lama kemudian, Gibran pun kembali dan Gibran tampak celingukan karena mejanya sudah kosong dan Livia sudah tidak ada disana.

"Kemana dia?"

Gibran memeriksa ponselnya dan disana ada pesan masuk dari Livia yang isinya dia pamit pulang duluan.

"Loh, kok pulang duluan? tumben? apa barusan aku terlalu lama ya di toilet?" gumam Gibran.

Gibran pun tidak ambil pusing, dia langsung membayar makanannya dan kemudian kembali ke rumah sakit.

***

Sore ini Gilsya sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah sehat. Oma Tasya, Oma Rubby, dan juga Nasya sudah ada di rumah sakit untuk menjemput kepulangan Gilsya.

"Papi, Ibu Livia kemana? kok ga ada?" tanya Gilsya.

"Ibu Livia pulang sayang."

"Kenapa Papi tidak melarangnya? Gilsya kan ingin pulang sama Bu Livia," seru Gilsya dengan wajah yang cemberut.

"Gilsya, disini kan ada Tante jadi Gilsya pulang sama Tante saja ya," seru Nasya.

"Tidak, Gilsya maunya Ibu Livia," rengek Gilsya.

"Gilsya cucu Oma yang paling cantik, Ibu Livia harus pulang katanya ada kepentingan mendesak, Oma janji nanti Oma minta Ibu Livia datang ke rumah," bujuk Oma Rubby.

"Benar ya Oma, jangan bohong."

"Iya Oma janji."

Gilsya pun hanya bisa cemberut, Gibran menggendong Gilsya menuju mobilnya. Nasya merasa sangat kesal, biasanya Gilsya selalu nempel kepadanya tapi sekarang semenjak kehadiran Livia, Gilsya jadi tidak nempel lagi seperti dulu.

💔

💔

💔

💔

💔

Jangan lupa

like

gift

vote n

komen

TERIMA KASIH

LOVE YOU

1
Milk banana
wahai damar Dajjal. mending Lo Ama Monica aja, soalnya sama ( sama-sama Dajjal!!! )
Patrick Khan
.monica buang kelaut aja
Milk banana: ya setuju, jika anda bosan dengan kelakuan Monica, lemparkan saja ke laut~
total 1 replies
Patrick Khan
.monica gk berubah blas ya😠
Patrick Khan
.anak kecil selalu jujur😁
Patrick Khan
wah gk bener ini damar nie😡😡
Lila Susanti: apakah yg namanya sugiona suka selingkuh ??/Silent/
total 1 replies
Patrick Khan
.pindah siniiii😊
we
alur cerita menarik seru semangat kakak
we
jailnya gilsya
Maria Magdalena Indarti
tengkyuu thor.
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: Cerita Gilsya di judul "THE BEST COUPLE"
total 1 replies
Maria Magdalena Indarti
conggrat Livia & Gibran. rukun, setia, bahagia
Maria Magdalena Indarti
Gibran was was nih saingan sm anaknya
Lila Susanti: suka ma karakter bee , ceria bw energi postif
total 1 replies
Maria Magdalena Indarti
syukurlah Livia ktm ortu yg kaya raya
Maria Magdalena Indarti
jadi deh Livia n Gibran.
Monica emang ga waras mau membunuh bapak angkat nya.
ga waras, Gila
Lila Susanti: pantes neneknya demir benci bgt sama demir. anknya di bunuh monica, ud dr awal abis lahiran di tinggal , jd makin tambah benci ke monica. pelampiasannya ke demir
total 1 replies
Maria Magdalena Indarti
Monica sdh gila
Maria Magdalena Indarti
kenapa ada orang jahat spt Monica. apa ga punya hati
Maria Magdalena Indarti
Livia sgt tulus
Maria Magdalena Indarti
semoga Livia n Gibran jodoh
Maria Magdalena Indarti
nasib Livia malang
Maria Magdalena Indarti
Livia termakan omongan monica. bodoh
Maria Magdalena Indarti
gilsya jail
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!