NovelToon NovelToon
Luka Hati Istri Pertama

Luka Hati Istri Pertama

Status: tamat
Genre:Poligami / Patahhati / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Susi swan

Pengorbanan seorang istri demi kebahagiaan sang suami, mengharuskan Hanum berbagi bukan cuma raga tapi juga hati. "Saya terima nikah dan kawinnya Amalia binti Ahmad dengan seperangkat alat sholat di bayar tunai."
"Sah.... sah"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susi swan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Kembali

Hanum menatap kedalam manik mata Ilham, ada rasa penyesalan disana tapi Hanum hanya diam tak bergeming saat dirinya di bawa dalam pelukan sang suami.

Sampai kata cinta itu merdu terdengar di telinganya "I love you, sayang."

Hanum tak berhenti menangis, "Seandainya Mas hubungan kita masih seperti dulu, sebelum orang ketiga yang kau hadirkan itu datang, mungkin aku akan sangat bahagia mendengar kata cintamu, tapi sikapku sekarang hanya karena bakti ku kepadamu." ucap Hanum dalam hati.

Ilham melepas pelukannya, menghapus sisa-sisa air mata yang masih mengalir di sudut netra mata cantik istrinya, mengecupnya singkat dan berkata, "Jangan menangis lagi, aku berjanji setelah ini hanya akan ada air mata bahagia yang akan mengalir dari sudut matamu sayang."

Hanum mengangguk, saat Ilham mengucapkan janji yang Ilham sendiri tak akan mampu untuk menepatinya nanti.

"Ya sudah yuk sarapan Mas, aku buat nasi goreng kesukaan kamu ya?"

"Iya, Mas ganti baju sekalian bersiap-siap untuk ke kantor." ucap Ilham seraya mengecup kening Hanum.

Tak ingin membuang waktu, Hanum lantas berjalan ke dapur mempersiapkan sarapan untuk suaminya.

***

"Mas malam ini gak pulang ya sayang," ucap Ilham di sela sarapannya.

"Iya."

"Kamu mau ada kegiatan apa hari ini?" tanya Ilham lagi.

"Nggak ada Mas paling mau melanjutkan yang kemarin, pembagian baju untuk anak-anak yatim di panti asuhan."

Mendengar kata panti asuhan, Ilham menghentikan suapan terakhirnya, sambil terus menatap Hanum.

Hanum yang ditatap se intens itu hanya bisa mengedipkan matanya.

"Ada apa Mas kok lihatnya begitu?" tanya Hanum.

"Sejak kapan kamu peduli dengan panti asuhan ini Dek?" tanya Ilham dingin.

"Bukankah dari sebelum menikah dengan Mas Ilham, Hanum memang suka kesana untuk berbagi." ucap Hanum mengingatkan.

"Iya, Mas tau cuma semenjak kapan kamu benar-benar peduli lagi dengan panti asuhan itu?"

"Semenjak Mas meminta ijin untuk menikah lagi." lirih Hanum.

Deg

Ilham tersentak dengan jawaban istrinya. Jawaban Hanum membungkam Ilham hanya untuk bertanya kenapa?"

"Tepatnya setelah Mas bilang ingin menikah dan mempunyai keturunan, semenjak itu aku lebih sering berada disana hanya untuk bermain dengan anak-anak yang kurang beruntung karena tidak memiliki orang tua."

"Mereka dilahirkan walaupun orang tua nya membuang mereka, tapi aku yang sangat berharap mempunyai darah daging sendiri sampai saat ini Allah bahkan belum percaya kepadaku." ucap Hanum berkaca-kaca.

Ilham merasa terpukul dengan jawaban istrinya, sejahat itukah dirinya hingga rasa sakit itu hanya Hanum yang merasakan.

Ilham meraih tangan Hanum, mengecupnya dan meminta maaf, "Maaf sayang, maafkan aku."

Hanum tersenyum dan menggelengkan kepalanya, "Ini bukan salah Mas Ilham."

Ilham berdiri dan merengkuh Hanum dalam pelukannya, "Nanti saat Amel mengandung dan melahirkan, kita yang akan merawat anak nya sayang, kamu akan tetap menjadi ibu agar keluarga kita tetap utuh."

"Tapi bagaimana dengan Amel Mas?"

"Dia tetap menjadi ibunya, hanya hak asuh anak akan menjadi milik kita." ucap Ilham.

Banyak pertanyaan dalam benak Hanum, hanya saja ia bingung bagaimana caranya ia bertanya.

"Dalam hidup ini tak akan ada orang tua, yang akan memberikan anaknya untuk diasuh orang lain Mas, apalagi alasanmu menikah dengan nya karena memang ingin mempunyai anak, jangan melakukan kesalahan lagi dengan cara memisahkan ibu dari anaknya." ucap Hanum dalam hati.

Ilham mengurai pelukannya, mencium lama kening istrinya, "Semua akan baik-baik saja, hemm."

Hanum mengangguk lemah, "Iya Mas."

"Ya sudah Mas berangkat dulu ya sayang, takut macet kalo kesiangan."

"Iya."

Hanum lantas berdiri menyiapkan bekal dan juga tas yang akan dibawa suaminya bekerja. Berjalan beriringan dengan sang suami hingga pintu depan rumah.

Ilham masuk kedalam mobil, sebelum dia benar-benar pergi ia berkata, "Lakukan apa yang membuatmu bahagia tapi yang ku pinta hanya satu, jangan pernah punya niat ataupun pikiran untuk meninggalkan ku! Kamu mengerti sayang."

Hanum mengangguk paham apa yang Ilham katakan, "Aku tak akan pernah meninggalkanmu Mas sebelum kamu yang dzolim dan meninggalkan ku lebih dulu," ucap Hanum dalam hati.

Ilham menginjak pedal gas nya meninggalkan garasi rumahnya. Hanum melambaikan tangan, hingga mobil yang di kendarai sang suami hilang ditelan ujung jalan beraspal.

***

Mobil berhenti didepan rumah seorang wanita, dan tanpa menunggu pemiliknya membuka pintu, si wanita ini masuk dan langsung mencecarnya dengan banyak pertanyaan, "Kok lama banget sih Mas, udah jam berapa ini?"

"Kan jalanan sudah mulai padat, ya wajar kalau aku agak lama jemput nya."

"Hhh, alasan Mas aja. Bilang aja ga bisa jauh dari Mbak Hanum." sinis nya.

"Kita mau berangkat bareng apa mau bertengkar, ini masih pagi loh." geram Ilham.

"Ya sudah ayo berangkat." ajaknya.

Perjalanan pagi diwarnai dengan kebisuan antara Amel dengan Ilham, hingga saat mobil mulai masuk parkiran Amel berkata,"Aku turun di lobi saja Mas."

Sontak Ilham menoleh saat Amel meminta itu, "Yang benar saja Mel, kamu mau semua orang tau hubungan kita."

"Biarkan saja orang tau, kalau aku sudah menjadi istrimu."

"Tidak," jawab Ilham tegas. "Kalau kamu masih mau menunjukan identitasmu sebagai istri siri ku, ku tunggu surat pengunduran dirimu di atas meja kerjaku." ancam Ilham.

Amel menegang mendengar ancaman dari Ilham, walaupun tinggal di rumah juga tidak buruk, tapi kerja di perusahaan Ilham itu adalah impiannya, ia tak akan membiarkan impiannya itu berakhir sia-sia.

Dan juga iya, kalau Amel langsung hamil dia akan aman, tapi kalau lama dan dia tidak bekerja akan ada sekertaris baru yang menggoda suaminya, itu akan jadi bumerang untuknya sendiri.

Amel menggeleng samar, "Ya sudah aku ikut apa yang Mas katakan."

"Jadilah istri yang penurut karena aku suka dengan itu!" tegas Ilham.

Mobil memasuki area parkir dengan Amel yang keluar terlebih dahulu, tak lama disusul Ilham yang juga keluar dan berjalan ke arah pintu masuk.

Amel yang tergesa-gesa tak sempat memperhatikan sekitar, ia langsung masuk lift menuju lantai tempat nya bekerja.

"Selamat pagi Pak Ilham," sapa pegawai yang berada di meja resepsionis.

"Pagi juga."

"Pak Ilham, maaf ada yang ingin bertemu dengan bapak," ucap pegawainya.

Kedua alis Ilham bertaut, berfikir seingatnya dia tak punya janji dengan siapa pun! "Siapa yang mau bertemu denganku?" tanya Ilham bingung.

"Dia bilang teman lama Bapak sewaktu kuliah dan sekarang orang nya sedang menunggu di ruang tunggu yang ada di lobi Pak," jawab nya sopan.

"Ya sudah saya langsung temui saja, terima kasih infonya."

"Baik Pak."

Ilham melihat seorang laki-laki dengan tinggi badan yang hampir mirip dengan nya dan postur tubuhnya, seperti ia mengenali orang tersebut.

"Rio?" sapa Ilham.

Dan yang di sapa pun membalikan tubuhnya, lalu tersenyum ramah.

"Astaga bro lama tak jumpa bagaimana kabarmu?" sapa Ilham.

"Baik, Alhamdulillah kamu sendiri gimana? lama lho kita tak bertemu tepat nya setelah kamu menikah, gimana kabar istrimu sudah punya anak berapa sekarang?" tanya Rio antusias.

"Aku baik, Hanum juga baik, kalo untuk anak gue belum diberi kepercayaan minta doanya aja." ucap Ilham.

"Pasti selalu gue do'ain yang baik-baik buat lo."

"Terima kasih, ngomong-ngomong ada apa kemari, tumben?" tanya Ilham.

"Sebenarnya ada yang mau gue omongin sama lo, ini tentang bisnis yang baru gue rintis dan rencana gue mau ngajak loe kerja sama gimana?" tanya Rio.

"Oke ayo pindah ke kantor gue biar enak ngomong nya." ajak Ilham.

Ilham membawa Rio masuk kedalam ruangan di kantornya, mereka duduk dan membicarakan bisnis yang ditawarkan Rio, tak lama terdengar suara ketukan pintu.

Tok … tok … tok

"Masuk," ucap Ilham dari dalam.

Amel masuk membawa minuman untuk Ilham dan untuk tamu nya, tapi tanpa di sadari Amel saat mata mereka saling bertatap, jantung Amel seperti terkena hantaman palu.

Deg.

"Rrr … rio."

***

1
Rina Arie
good
kesya nasya
mungkin dia hamil , tapi paling itu anaknya si Rio deh kayanya
kesya nasya
belum juga mulai udah pata tu hati 😭😭
Tining Revi
mulia sekali hatimu hanum. kamu akan bahagia. dan penyesalan sepanjang hidup akan dirasakan ilham ketika tau istri kedua nya hanya batu kerikil dijalanan.
Evy
Hamil... mungkin itu kejutan nya...cuma masih perlu dipertanyakan..
itu anak siapa?
Evy
Tak perlu dipertahankan suami yang plin plan begitu...masih ada yang siap menunggu jandamu...
Evy
Patah hati dong ...
Juju Siti Julaeha
secepat nya tinggal kan Ilham ,biar Hanum berjodoh dengan saka
Juju Siti Julaeha
semoga jodoh ya bang saka sama Hanum
Shane Samuel
bagus
🕊🏡⃟ªʸ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ𝙎𝙯yKᵝ⃟ᴸ 𝙋otek: terimakasih kak sudah mampir, sehat selalu ya🤗💜🙏
total 1 replies
Ony Syahroni
tamat ya thor aku masih berharap ada boncap lg, akhir yg sedih dan menyenangkan, aku tunggu karyamu berikutnya thor, sehat sll utkmu smg lancar semua utusanmu dan thank y
🕊🏡⃟ªʸ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ𝙎𝙯yKᵝ⃟ᴸ 𝙋otek: makasih sudah mampir kak, sehat selalu🤗💜🙏
total 1 replies
Ony Syahroni
lanjut thor aku tunggu!!!!
Abdur Rohman
ceritanya cukup bagus walau sedikit berbelit-belit.
🕊🏡⃟ªʸ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ𝙎𝙯yKᵝ⃟ᴸ 𝙋otek: terimakasih kak sudah mampir, semoga sehat selalu🤗💜🙏
total 1 replies
Oktavia
ini ibu amel kaya….. kok kd pelakor dan hidup sendiri katany. dulu rio yg kirim uang ke amel😀. konsisten donh thor
Oktavia
kan baru nyari ya… sdh menuduh orng saja. emang diri nya yg pelakor
Oktavia
orng gila
Oktavia
sdh tidur sama orng lain, kok ga tau salahnya… sdh menjadi orng ketiga kok ga tau salahnya
Oktavia
dalam islam ada masa idah kan…. ini istrinya hamil loch
🕊🏡⃟ªʸ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ𝙎𝙯yKᵝ⃟ᴸ 𝙋otek: ada kak, masa iddah istri yg bercerai saat hamil itu selama 9 bln sampe si anak lahir🤗
total 1 replies
Ony Syahroni
trmksh thor aku tunggu karyamu berikutnya, sehat sll dan semangat
Ony Syahroni
tamat ya thor, aku sedihbanget thor kasian ilhamngapa gak to dikasih sehat dl sampai ktm reyhan,yah semua tergantung othor sih, aku tunggu karya berikutmu, smg to lahirannya lancar thor aku doakan author sll sehat dsn dlm lindungan Allah SWT, amin semangat thor
🕊🏡⃟ªʸ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ𝙎𝙯yKᵝ⃟ᴸ 𝙋otek: aamiin, makasih ya kak sudah mampir 🤗💜
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!