NovelToon NovelToon
Love At First Sight

Love At First Sight

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Tamat
Popularitas:333.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Adine Indriani

Ketika jatuh cinta, tidak ada yang bisa memberi alasan pasti. Hanya merasakan dan tidak bisa menghentikan.
Cinta Henry pada Cynthia, gadis biasa yang melamar menjadi sekretarisnya.
Benarkah itu cinta pada pandangan pertama.

Dua orang yang berbeda latar belakang. Henry Elfred seorang CEO perusahaan British Oil & Gas, keturunan Inggris dan Jawa, berasal dari keluarga kaya raya yang penuh intrik kotor dan drama, sedangkan Cynthia hanya gadis biasa dan sederhana.

Cinta mereka terhalangi karena Henry hanya bisa menikahi seorang puteri pengusaha untuk memperluas wilayah kekuasaan perusahaannya di Indonesia. Begitu banyak rintangan untuk bersama dengan wanita yang dicintainya.

Bisakah Henry menyakinkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adine Indriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20 Kemana Perginya Bintang-Bintang

*Aku mendengar,

Suara tawa,

Berjalan bersama,

Genggaman erat tangannya,

Berjalan menyusuri sungai Thames.

Kubalas candaannya,

Membalas senyumannya,

Menoleh padanya,

Mataku silau terhalau terik,

Wajahmu tertutup,

Hanya sanggup melihat bayangan*.

Matanya terbuka, terbangun di malam hari. Kali ini bukan mimpi buruk, Cynthia bisa merasakan seperti nyata sedang bersama dengan Steven. Menyusuri Thames meskipun tidak bisa melihatnya dengan jelas, tetapi Cynthia yakin itu Steven. Menoleh ke kanan dan melihat jam, waktu menunjukkan tengah malam.

Cynthia membuka jendelanya, menatap rembulan yang terang tepat di atas kepalanya.

Kemana perginya bintang-bintang?

Ribuan lampu perkotaan yang menyoroti langit menyebabkan Skyglow, gugusan bintang-bintang itu entah tidak terlihat lagi. Seperti keadaan pada siang hari, ketika langit berwarna biru menyembunyikan bintang-bintang. Padahal aku yakin galaksi ada di sana. Seperti keberadaan Steven, perasaannya mengatakan jika dirinya ada di suatu tempat.

Jika terangnya cahaya malam ini telah menyembunyikanmu, reduplah. Aku ingin melihat Milky Way dengan mata telanjang.

Deeerrrttt, deeeerrrrrttt.

Cynthia terkejut setengah mati. Ponselnya bergetar tengah malam begini, dari nomer yang tidak dikenal. Cynthia ragu mengangkatnya, hanya perasaannya mengatakan harus menjawabnya.

“Ha-halo …,” ucapnya pelan.

“Nona Cynthia, ini Yonglex,” ucapnya.

“Apa?”

Cynthia bergegas memakai pakaian dan memasukkan beberapa di dalam tas jinjing besar. Membuka pintu rumahnya, Yonglex sejak tadi sudah berada di depan pintu untuk menjemputnya. Suasana masih gelap dan hanya ada satu penerangan malam. Cahayanya lebih terang menghiasi sekitar, diantara bintang-bintang tertutup awan.

“Apa aku akan pergi sendirian ke London?” tanya Cynthia memastikan.

“Tidak, nona,” balas singkat Yonglex.

Perasaan ini muncul lagi, ketika ada suatu peristiwa yang akan terjadi tetapi belum tahu apa itu. Seluruh tubuhnya mengilu, seperti disengat aliran listrik dengan volt kecil. Tidak mematikan hanya membuat tubuhnya terasa aneh.

Memasuki sebuah hangar pribadi dengan pintu masuk khusus yang terbuka dengan pengawalan khusus. Seperti biasa, pesawat jet yang sudah siap terbang dengan baling-baling yang memutar. Yonglex mengambil tas jinjing dari tangannya dan membantunya untuk naik keatas. Ketika masuk, Cynthia terkejut dan ragu di sana sudah ada Henry yang duduk.

Sikapnya acuh tidak melihat kedatanganku.

Wajahnya sangat serius membaca laporan berupa lembaran kertas-kertas. Saking canggungnya Cynthia hanya membungkuk sekali tanpa menyebut namanya. Cynthia tidak ingin mengganggunya konsentrasinya. Henry memberikan kode dengan jarinya seperti memutar, Yonglex langsung menyadari perintahnya untuk segera take off.

Seorang pramugara datang menghampiri dan menawari minuman jus, kopi atau sampanye.

“Apakah ada minuman yang bisa membuatku tidur?” tanya Cynthia pada pramugara itu.

Wajahnya mengingatkanku dengan seseorang yang sering kulihat. Siapa ya?

“Kami punya teh Chamomile dan Lavender?” balas pramugara ramah.

“Apa saja boleh,” ucap Cynthia.

Cynthia menyadari jika pramugara itu seperti aktor korea favoritnya. Cynthia tertegun memastikan pramugara itu benar Ji Chang Wook atau bukan. Cynthia menoleh ke belakang hingga pramugara itu pergi ke kitchen.

Mata Henry tiba-tiba memergokinya yang tidak berkedip melihat sosok pramugara itu dari atas hingga ke bawah. Cynthia terkejut karena sorot mata Henry yang tegas dan kejam. Cynthia menenggelamkan dirinya dengan selimut yang disediakan.

Pramugara itu datang lagi dengan secangkir teh Lavender yang harum. Aromanya memang membuat tenang, rileks dan sebentar lagi bisa membuatnya tertidur. Henry baru saja menghabiskan segelas sampanye, hingga gelas itu diisi kembali oleh pramugara. Masih sama berkutat dengan tumpukan kertas, sedangkan Cynthia masih saja tidak digubrisnya.

Cynthia bosan dan belum bisa tidur, dirinya berjalan kearah belakang untuk membasuh wajahnya. Setelah 10 menit berlalu, Henry menyadari jika Cynthia belum kembali dari sana. Henry memberikan kode pada Yonglex untuk melihat keadaannya. Ketika tirai itu disibak ternyata Cynthia sedang asyik mengobrol dengan Ji Chang Wook KW.

Terdengar suara renyah tawa Cynthia hingga ketelinga Henry, membuat panas hatinya. Yonglex paham jika Bos nya itu tidak senang. Hingga segera memberikan kode keras pada Ji Chang wook untuk berhenti berbicara dengan Cynthia. Akhirnya Cynthia kembali ke tempat duduknya dengan wajah yang penuh senyuman.

Sembari meleraikan tubuhnya, memasang headphone ditelinganya dan mencoba memejamkan mata. Berusaha untuk tidur dalam perjalanan yang cukup melelahkan itu. Sedangkan Henry merasa geram melihat senyumannya yang dihasilkan dengan berbicara dengan Ji Chang Wook gadungan.

Sial, pramugara itu bisa membuatnya tersenyum seperti itu.

Dua jam berada diketinggian 50.000 kaki dari daratan, Cynthia akhirnya bisa pulas. Hingga kepalanya hampir jatuh dari tepi sandaran. Henry menyadari Cynthia akan jatuh ke lantai jika dibiarkan.

Kenapa tidak dibuat lay down sandarannya.

Tiba-tiba apa yang dipikirkan Henry benar terjadi, kepala Cynthia merosot dari tepian. Henry menahan dengan lengannya. Jantungnya berdegup karena mengkhawatirkannya. Sedangkan dirinya tetap tertidur sangat pulas.

Kasihan Cynthia! Mungkin setiap malam masih bermimpi buruk.

Henry menurunkan sandaran tempat duduknya dan membaringkan kepalanya hingga menjadi nyaman. Wajahnya yang selalu saja membuat Henry terpukau, raut lugunya ketika tertidur. Sungguh sangat menggemaskan. Bagaimana bisa Henry melepaskan tatapannya. Seandainya bisa mengulang waktu, Cynthia masih dalam dekapannya.

“Steven, jangan pergi … kembalilah!”

“Steven, jangan … jangan terjun ke sana … Steveeen,” teriak Cynthia hingga terbangun.

Henry sudah ada dihadapannya sembari mengelap keringat yang memenuhi dahinya.

“Tenanglah … sebentar lagi kamu akan bertemu dengan pria yang selalu datang ke mimpimu.” tegur Henry. Setelah itu Henry meninggalkan Cynthia ke tempat duduknya semula. Cynthia hanya memandangnya, berpikir apakah barusan benar Henry yang dikenalnya. Rasanya sangat berbeda. Mengapa Henry begitu dingin dan kasar.

Pramugara itu datang kembali membawakan menu croissant sandwich dan susu hangat untuk Cynthia. Makanan favorit Cynthia, senyumnya kembali melebar melihat makanan yang dibawa itu.

“Ini untukku? … semuanya?” tanyanya tidak percaya. Ini terlihat lezat. Aromanya membangkitkan selera makannya. Bermimpi buruk memang obatnya adalah makanan yang disukai dan segelas susu hangat.

“Kamu mau … Hen …,” ucapannya tidak jadi diteruskan. Sebaiknya aku tidak bertanya pada Henry palsu itu.

Cynthia meneguk segelas susu hangat yang membuat tenggorokannya lega. Cara yang aneh ketika memakan croissant sandwich pertamanya. Dengan membelahnya menjadi dua, hingga seluruh isinya keluar semua. Apa yang dilakukan Cynthia menarik perhatian Henry hingga menoleh ke sikap anehnya itu.

Aku ingin melihat 144 lapisan yang indah itu dan rongga yang berbentuk sarang lebah.

Begitulah cara Cynthia menikmati croissant kesukaannya.

Raut wajah Henry yang mendelik merasakan ketidakwajaran. Cynthia tidak peduli hanya melahap semuanya hingga membuat bibirnya belepotan. Sembari mengangguk-angguk dan memejamkan mata sesekali, merasakan kenikmatan yang tiada tara. Potongan tipis smoke beef, telur yang ditumbuk bersama dengan parutan keju, mustard, mayonnaise, merica, garam dan helaian daun lotus yang membuatnya renyah. Sempurna.

***

“Beberapa menit lagi kita akan landing, Bos,” ucap Yonglex.

“Baiklah, siapkan semuanya,” balas Henry.

“Apa kita sudah sampai di London?” tanya Cynthia penasaran.

“Ya, Nona,” jawab Yonglex.

Cynthia mencari tas jinjingnya, tiba-tiba Yonglex dari arah belakang membawakannya.

“Terima kasih, Yonglex,” ucap Cynthia yang mulai panik. Seluruh tubuhnya merasa gemetar karena akan kembali ke kota yang membawanya pada banyak kenangan. Ketika jet itu sudah berhenti di hangar, Cynthia menyadari sesuatu jika Henry tidak beranjak dari bangkunya.

“Apa kamu tidak turun?” tanya Cynthia ragu.

“Aku hanya menepati janji, menemukannya dan membawamu padanya. Pergilah padanya.” tutur Henry dingin. Bahkan matanya tidak menatap Cynthia.

“Tenang Nona, aku akan menemanimu,” ujar Yonglex sedikit menenangkan Cynthia.

Cynthia merasa sedih karena sikap Henry yang berubah sangat dingin, angkuh padanya. Bahkan belum pernah Henry bersikap seperti itu sejak menjadi sekretarisnya. Cynthia meninggalkan pesawat jet dan Henry di sana. Sembari masuk ke dalam mobil yang siap membawanya pada Steven. Nama yang selalu disebut dalam mimpinya.

Cynthia menoleh pada pesawat itu sekali lagi, dirinya berharap Henry berubah pikiran. Namun tidak ada yang terjadi. Hingga Cynthia menyadari sesuatu, jika tas jinjingnya terbuka sedikit. Cynthia gagal menutupnya dan membuka apa yang membuatnya sulit tertutup.

Sebuah surat dan kotak perhiasaan.

Cynthia membuka surat itu bertuliskan,

Sesuatu yang berharga akan sulit digapai,

Masa lalu atau bukan, aku tidak peduli,

Aku hanya mengenal satu nama,

Dan itu buka perpisahan,

Melainkan kebahagiaan,

Meskipun bukan denganku. [Henry Elfred]

Matanya mulai berkaca, menoleh kebelakang pesawat jet yang menghilang dari jangkauan mata memandang. Titik titik airmata yang mulai menodai kertas surat itu. Tinta yang memudar karena rintikan. Membuat sejuta kenangan indah menyeruak bertubi-tubi bagai serangan. Menusuk hatinya berkali-kali hingga kerasnya tangisan.

***

Adegan yang tidak ditampilkan.

Ketika Henry melihat pramugara itu bisa membuat Cynthia tersenyum, seketika itu Henry memberi pesan singkat pada Yonglex untuk mengirim pramugara berwajah tampan seperti Ji Chang Wook kw itu ke antartika. Melatih anjing-anjing husky milik Henry.

Berani-beraninya dia membuat wanitaku tersenyum seperti itu.

Lalu, kertas-kertas laporan bertumpuk yang dibaca Henry hanya kertas tanpa tulisan apapun. Buat gaya saja seakan-akan sibuk. Padahal dengan mata di dahinya Henry selalu memperhatikan kearah Cynthia.

***

Pencet Like, Vote, Rate 5, Tambahkan ke favorit dan jangan lupa komen yang banyak ya )

1
Dewi Farida
ahirnya sadar juga kau alan👍
Dewi Farida
terbuat dari apa hatimu al, sdh dihianati tapi msh mau menerimanya
Dewi Farida
Hendri.... awas kau 👊
Dewi Farida
aku malah suka di part ini
Dewi Farida
aish... ketahuan deh
Dewi Farida
ceritanya seru, kaya film action
Idriaty Manopo
lanjut thot
Anonim
ah, msh gak rela hendry meninggalkan cynthia
Anonim
sedih, kok hendry hrs mati, kasihan cynthia
Anonim
waduh, sadis banget ceritamu thor
Anonim
sama2 punya anak tunggal ya
Anonim
suami yg tdk ada duanya
Anonim
sadis dan kejam ceritamu autor
Anonim
kecewa dgn cynthia, kasihan hendry
Anonim
kasihan hendry, sebelsama cynthia yg mendua
Anonim
cynthia sepertinya mendua hati, dia jatuh cinta dgn hendry, tapi meri dukan steven?
Anonim
kalau steven msh hidup, akankah cintya meninggalkan hendry?
🌻Ruby Kejora
hai...ocha udah mampir...boomerang lagi ke utk kakak..semgat update trus ya.

boom balik karya ku

the thunder's love
Fatma Saleh Al Aidid
sabar Alan ada Sabrina yg patut diperjuangkan
Kimmeldy - Meldy
seruuu


🥰🥰

ditunggu lagi Kaka salam dari basecamp
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!