NovelToon NovelToon
Natasha Finding Love

Natasha Finding Love

Status: tamat
Genre:Patahhati / Duniahiburan / Single Mom / Hamil di luar nikah / Romansa / Cintapertama / Berbaikan / Tamat
Popularitas:541.1k
Nilai: 5
Nama Author: RenMk

Natasha Finding Love
_________________

"Saya masih single bukan karna susah move on. Saya masih single karna saya sedang menyiapkan diri untuk orang yang mengharapkan saya dalam doanya," ~ Natasha

"Kalau memang kamu jodohku, biarlah waktu yang menjawabnya. Tapi bila tidak, semoga kita bahagia dengan jalan kita masing-masing," ~ Raka

Karena has rat sesaat, Natasha harus menanggung perbuatannya.

_________________

Novel ini adalah lanjutan dari novel
Pertama~ My Butler
Kedua~ Sekar & Raja Phinisi
Ketiga~ My Personal Tour Guide
_________________

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RenMk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Mau Kamu Tetap Hidup

Deni yang tengah berci uman dengan Diana, rupanya menyadari keberadaan Sasa yang melihat adegan itu.

 

“Diana, kamu ke kamar duluan. Bentar lagi aku susul,” ucap Deni mengusap perut buncit Diana.

 

Seluruh jiwa dan raga Sasa rasanya runtuh seketika menyaksikan adegan yang tak pernah dia bayangkan. Kondisi tubuh dan pikiran yang sudah lelah terpontang panting mencari Deni membuat air mata Sasa meluncur dengan wajah kecewanya.

 

“Sa…” sapa Deni mulai berjalan mendekati Sasa.

 

Sasa berusaha mengontrol suara tangisnya. Bahunya nampak tersenggal senggal dengan wajah yang ditutupi kedua tangannya.

 

“Sa… sorry. Aku baru saja menikah dengan Diana. Dia mengandung anak ku,” ucap Deni dengan tubuh tegangnya. Dia juga bingung harus bersikap seperti apa kepada Sasa. “Bayi kami kembar,” jelas Deni lebih lanjut.

 

Rasa kecewa Sasa semakin dalam setelah mendengar ucapan Deni. Dengan emosi dan amarah yang berkobar, Sasa membuka wajahnya yang sudah berderai air mata.

 

“Jadi kalau anak perempuan itu kembar kenapa?!” tanya Sasa dengan suara lantangnya. “AKU JUGA HAMIL, OM!” Sasa menunjuk nunjuk dadanya menekan kan kalau dirinya juga sama dengan perempuan yang sudah dinikahi Deni. “Perut ku juga ada nyawa anak mu…” suaranya getir mencari keadilan untuk dirinya dan bayi di perutnya.

 

“Sa… ini benar-benar di luar kendali ku,” sambung Deni mencoba meraih bahu Sasa. Tapi karena rasa kecewanya, Sasa seolah merasa jijik bila dirinya disentuh oleh Deni. Sasa terus menghindar bila tangan Deni mencoba meraih tubuhnya. “Aku mohon kamu tenang. Jangan nangis. Aku pasti akan bertanggung jawab,” ucap Deni. “Jujur dari dalam lubuk hatiku yang terdalam, aku melakukannya dengan hati juga, Sa. Bahkan sampai detik ini… Aku masih mencintai mu,” ucap Deni justru semakin membuat dadaa Sasa terasa sesak.

 

“Terus apa arti ini semuA?!... Hegzz… Kamu mau aku jadi istri ke dua mu?! HaA?!” Bentak Sasa mendorong dadaa Deni.

 

Sedih sekali rasanya Deni melihat Sasa, perempuan yang dia cintai menangis. Ingin sekali dirinya menenangkan emosi Sasa. Tapi bagaimana caranya?

 

“Beri aku sedikit waktu, Sa.” Jari tangan Deni meraih jari-jari Sasa secara perlahan.

 

“Mungkin takdir kita emang enggak bersama.” Sasa menarik tangannya agar tidak disentuh Deni.

 

Cukup sudah bagi Sasa perjuangannya untuk mendapat pertanggung jawaban dari Deni. Semuanya sia sia. Penantiannya selama seminggu tinggal di Melbourne hanya memberikan hasil yang pahit.

 

Dengan sisa tenaga yang ada, Sasa berlari menuju lift untuk meninggalkan tempat itu. Tidak ada yang harus dia bahas lagi dengan Deni.

 

“Aku gak mau melihatmu lagi, Deni,” ucap Sasa sambil menghapus air mata di pipinya. Tapi sayangnya air mata itu terus saja mengalir karena hatinya benar-benar terasa sakit.

 

Joy yang melihat Sasa menuju lift, dirinya mencoba mengejar Sasa dengan menggunakan lift yang lain. Lokasi café yang ada di lantai 2 itu membuat Joy yakin kalau Sasa akan pergi keluar dari lokasi hotel karena screen lift yang dinaki Sasa menuju ke bawah.

 

“Sa…….! Sasa……!” Teriak Joy sambil berlari menghampiri Sasa yang kini sudah ada di sebrang jalan dari bangunan hotel. “Sa……! Hati-hati jalannya rame!”Joy semakin panik karena dirinya berusaha untuk menyebrang tapi lalu lintas untuk pejalan masih merah.

 

Kekuatiran Joy akhirnya terjadi juga.

 

BRUGHHHH!

Tubuh Sasa terlempar ke tepi jalan karena ditabrak oleh mobil.

 

“Sasaaaaa!” Joy berlari sekuat tenaga menghampiri Sasa yang sudah tergeletak.

 

Banyak orang barlarian untuk menyelamatkan Sasa. Pemilik mobil yang menabrak pun ikut turun dari mobil untuk menolong Sasa.

 

Joy sangat panik melihat darah keluar dari kepala. Kaki dan tangannya lecet mengeluarkan darah.

 

“Sa… bertahanlah. Aku tahu kamu kuat,” ucap Joy sambil berlarian membantu suster dan dokter menuju ruang IGD. Matanya merah menahan air mata.

 

“Please wait outside (mohon tunggu di luar),” ucap salah satu suster dengan merentangkan tangan untuk menghalau Joy yang ingin masuk ke ruang IGD.

 

Joy sangat tidak tenang harus menunggu di depan ruangan itu. Mengingat banyaknya darah yang keluar dari kepala Sasa, Joy takut akan ada hal yang lebih buruk menimpa Sasa. Dia pun berniat mencari cara untuk menghubungi orang tua Sasa. Tapi baru saja dirinya membuka layar handphone, ada panggilan masuk dari Raka.

 

“Joy… aku baru aja sampai di hotel tempat kamu sama Sasa menginap. Kalian ada di kamar nomor berapa?” tanya Raka.

 

“RAKA!... Cepat ke sini! Ke rumah sakit. Sasa kecelakaan. Ada di ruang IGD sekarang,” ucap Joy mengesampingkan perasaannya untuk memiliki Sasa.

 

“Ha?! Kecelakaan gimana? Kenapa bisa kecelakaan? Rumah sakit mana? Kamu kirim alamatnya, aku ke sana sekarang.”

 

Tidak membutuhkan waktu yang lama, akhirnya setelah beberapa menit, Raka sampai di rumah sakit dimana Sasa menjalani perawatan.

 

“Joy…” sapa Raka sedikit terengah-engah karena berlarian.

 

“Ka.” Joy mulai berdiri dari duduknya. Mukanya sangat pucat bisa dilihat Raka.

 

“Gimana Sasa?”

 

“Udah beberapa kali suster keluar masuk buat ngambil alat-alat,” jawab Joy menoleh ke pintu IGD.

 

Tak lama kemudian, ada seorang dokter yang keluar dari IGD.

 

“How is she, doctor (Bagaimana dia, dokter)?” tanya Raka cemas.

 

“She lost a lot of blood. She needs blood donation soon. Unfortunately we don’t have it (Dia kehilangan banyak darah. Dia butuh donor darah. Sayangnya kita tidak memilikinya),” jelas dokter.

 

“Please check mine. I hope I can give it to her (Coba cek punya ku.  Ku harap bisa memberikannya untuknya),” sambung Raka meremas lengan dokter itu.

 

Tanpa pikir panjang lagi, dokter itu segera menyuruh salah satu suter untuk mengecek kondisi tubuh dan darah Raka apa layak untuk diberikan ke Sasa. Ternyata golongan darah Raka dan kondisi tubuh Raka layak dan bisa mendonorkan ke Sasa.

 

Ambil sebanyak yang kamu butuhkan, Sa. Aku mau kamu tetap hidup, batin Raka ketika dirinya berbaring untuk diambil darahnya. Yang ada di pikiran Raka saat ini hanyalah untuk menyelamatkan nyawa Sasa.

 

______

 

Pagi yang cerah mulai nampak. Joy yang sadari kemarin duduk di samping Sasa setelah operasi mulai terbangun saat Sasa meraba rambut kepalanya.

 

“Sa…” sapa Joy yang kemudian mengusap mata dan wajahnya. “Akhirnya kamu sadar juga…” Joy mulai memeluk tubuh Sasa dengan hati-hati.

 

“Gimana janinku, mas?” tanya Sasa dengan suara lemahnya. Air matanya mengalir lagi sambil meraba perutnya.

 

“Dia ga pa pa. Dokter bilang dia baik-baik aja. Untung aja aku cepat menemukan pendonor darah buat kamu. Terimakasih, Sa… Aku senang kamu bisa cepat sadar,” ucap Joy yang kemudian mengecupp kening Sasa cukup lama.

 

Rupanya adegan ciumm kening itu dilihat oleh Raka. Sangat jelas karena pintu kamar itu terbuka setengah.  Raka yang tadinya mau masuk ke kamar Sasa mulai menghentikan langkahnya saat melihat Joy mencium kening Sasa.

 

“Kamu harus cepat sembuh. Kamu ga perlu kuatir lagi mencari Deni. Kalau memang dia bahagia dengan pilihannya sekarang, kamu juga berhak bahagia.” Joy mengusap usap kedua pipi Sasa dengan tangannya. “Aku siap buat jadi ayah untuk bayi mu ini, Sa.” Joy menurunkan tangannya ke perut Sasa untuk merabanya.

 

*****

Bersambung…

*****

1
Diah Andini
Luar biasa
Diah Andini
Iklannya please dicabut aja
Diah Andini
Otw baby baru sama raka
Diah Andini
Akhirnya luluh juga
Diah Andini
Jadi ruwet
Diah Andini
Tinggalin aja Saaa buang ke laut si deni
Queen
Sasha harusnya menjadi wanita elegant. Suka boleh, tapi harus jaga sikap
Jangan terlalu mencolok di mata orang
Jaga jarak ke Raka sha, jual mahal sedikit tidak masalah
Clara Evelin
ini iklan 18+ gitu kah? /Smile/
Th. Ranz
Sukaaaaaaa
di wish
ini memang tokoh wanitanya tipe murahan ya...kok lama2 sebel ya
aira aira
otw baby girl
Anisatul Azizah
apakabar iklan intim kamu dg Gadis???????????
Anisatul Azizah
ya ampun Den.. Den, kowe ki ngopo??
Anisatul Azizah
Sa.. kamu ni gampang bgt emosi jg gampang bgt luluh loh. Pergi dr Bintan sembunyi2 ke Salatiga, dirayu dikit luluh. Nangis2, dibaikin dikit luluh...
Anisatul Azizah
spesial kok ngajakin Gadis toh Om Om..
Anisatul Azizah
alangkah baiknya..
'maaf Sa aku g tau Gadis diajak kesini'
atau, 'udahlah Pa, Ma.. sekarang aku in relationship dg Sasa. Gadis cm masa lalu, gak perlu diungkit lagi. Tolong hargai Sasa'
ini cuma dag deg aja, hadeeeeeh
Anisatul Azizah
lah kamu juga mak mak.. keterlaluan, udah tau mau kerumah Sasa pake ajak Gadis, eh didalem runahnya bahas 'sayang dulu sama Raka putus'
Anisatul Azizah
Tante Kasih, Om Galang.. paling gak jelasin dikit lah kenapa harus ajak Gadis kerumah Sasa...
Anisatul Azizah
masalahnya Ka, gak jelas bgt emang kamu sm Gadis itu.. dikenalin ketemu sama Sasa n Al, trs kalian berdua ngobrol sendiri. Gak jelasin siapa Sasa/Al ke Gadis. Tiba2 bikin iklan dg adegan intim, sekarang ngejar2... take down 'kalo kamu gak suka'..
Anisatul Azizah
iklan minta di take down, giliran ada konser cello gercep mau hadir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!