NovelToon NovelToon
Menikah Karena Melanggar

Menikah Karena Melanggar

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Perjodohan / Nikahmuda / Fantasi Urban-Percintaan Modern / Tamat
Popularitas:4.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Alfiana

JUARA 3 LOMBA YOU ARE A WRITER SEASON 6, KATEGORI PRIA✨

"Aku berjanji tidak akan melakukan hubungan sebelum pernikahan, Mah. Jika aku melanggar maka aku siap untuk menikah!"

Melvin putra Atmadja, seorang remaja tingkat akhir di universitas Gunadarma yang terikat janji pada ibunya sebagai jaminan penolakan perjodohan yang dilakukan kedua orangtuanya.

Perjodohan yang dibuat orang tuanya ia tolak begitu saja dengan alasan masih belum siap untuk menikah, kedua orangtuanya menyetujui dengan syarat bahwa Melvin tak akan melakukan hubungan di luar batas sebelum pernikahan, apabila berani melanggar maka ia harus siap menikahi gadis yang di tidurinya.

Akan tetapi jebakan yang teman-temannya berikan justru membuat Melvin harus melanggar janji nya sendiri, dan terpaksa menikahinya sesuai janji yang telah diucapkannya.

Pernikahan yang di lakukan secara paksa membuat sosok Melvin tak pernah menghargai apalagi mencintai gadis yang telah menjadi istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencetak tanda lagi

Kanaya memoles bekas Melvin menggunakan foundation, ia tidak mau jika sampai ada yang melihat merah-merah di lehernya hasil Melvin semalam. Sejak pagi Kanaya tak bicara sama sekali pada Melvin, begitupun sebaliknya mereka sama-sama diam.

Melvin sudah keluar duluan untuk sarapan, tetapi Kanaya di kamar masih harus sibuk menutupi semua bekas kerjaan Melvin semalam.

"Kanaya." Panggil Mami Yuli dari luar kamar.

Kanaya segera menyelesaikan urusannya, ia buru-buru membuka pintu dan keluar dari kamar nya.

"Selamat pagi, Mi." Sapa Kanaya dengan senyuman manisnya.

"Kamu sudah selesai? Semua orang sudah menunggu kita dibawah untuk sarapan." Ujar Mami Yuli dibalas anggukan kepala oleh Kanaya.

Kanaya mengikuti langkah Mami Yuli menuju lantai bawah unjuk sarapan, sesampainya di meja makan terlihat sudah ada Melvin dan Papi Heryawan disana.

"Selamat pagi, Pi. Maaf telah menunggu lama," sapa Kanaya tersenyum ramah.

"Tidak apa-apa Nak, ayo duduklah!" Tutur Papi Heryawan menunjuk kursi di sebelah Melvin.

Kanaya menarik kursi di sebelah Melvin, ia tak memandang Melvin sama sekali karena rasanya cukup kesal atas kejadian semalam. Kanaya mengambil piring lalu memasukkan nasinya dan juga lauknya ke piring.

"Ini." Ucap Kanaya seraya memberikan piring berisi nasi dan lauk kepada Melvin.

Melvin menatap Kanaya sesaat, kemudian ia langsung menyantap makanan yang diberikan oleh Kanaya, sementara Kanaya hanya memakan sebuah apel.

"Naya, kamu tidak makan?" tanya Mami Yuli melihat menantunya hanya makan buah.

"Sebenarnya sejak pagi perutku tidak enak, Mi. Aku akan mual jika makan," jawab Kanaya mengusap perutnya sendiri.

"Kamu mau sesuatu? Biasanya ibu hamil kan menginginkan sesuatu?" tanya Mami Yuli mengerti keadaan istrinya.

"Iya, aku sedang ingin makan bubur Mi. Tapi aku akan membelinya nanti, sekalian aku kuliah." Jawab Kanaya menjelaskan.

"Kenapa harus nanti, Naya. Ada suami kamu yang akan membelinya," ujar Papi Heryawan.

Melvin tersedak makannya, Kanaya yang melihat merah lantas mengambil segelas air dan memberikan nya pada Kanaya, bahkan tangannya tanpa sadar mengusap punggung Melvin pelan.

"Ya ampun Vin, pelan-pelan makan nya." Tegur Mami Yuli menggelengkan kepalanya.

Melvin tak menjawab, ia masih mengatur nafasnya setelah tersedak, ekor mata Melvin lalu melirik ke arah Kanaya yang masih setia mengusap punggung nya.

"Hentikan." Ucap Melvin pelan hingga hanya Kanaya yang mendengar nya.

Kanaya menghentikan usapan tangannya, ia menghela nafas lalu kembali duduk dengan benar di tempatnya.

"Vin, setelah ini antar istrimu memenuhi keinginan nya, dan ini juga demi anak kalian." Ucap Papi Heryawan mengingatkan.

"Aku tidak bisa, Pi. Aku ada pekerjaan, hari ini aku akan mulai datang ke kantor." Balas Melvin menolak.

"Itu bisa besok, yang terpenting istrimu ini makan, apa kau tega melihatnya hanya makan buah saja?" Sahut Mami Yuli dengan tegas.

Melvin menghela nafas, ia tak mendapat pembelaan dari siapapun dan pastinya jika menolak maka itu hanya akan sia-sia saja.

"Baiklah." Pungkas Melvin pasrah.

Setelah selesai sarapan, Melvin akhirnya mengajak Kanaha berkeliling untuk mencari bubur. Selama perjalanan tidak ada pembicaraan dari keduanya, namun tiba-tiba bayi dalam perut Kanaya merengek dengan membuat Kanaya mual.

"Vin, hentikan mobilnya aku ingin muntah." Ucap Kanaya menutupi mulut nya sendiri.

"Apa, kenapa tiba-tiba?" tanya Melvin panik dan buru-buru menghentikan laju mobilnya.

Saat mobil sudah berhenti, mual Kanaya justru hilang, hal itu membuat Melvin menatap Kanaya karena wanita itu tak kunjung turun.

"Kenapa masih disini, kau tidak mau keluar?" tanya Melvin mengerutkan keningnya.

"Tidak, mual ku sudah hilang." Jawab Kanaya membuat Melvin geram.

"Kau--" ucapan Melvin terhenti saat Kanaya memegang tangan nya dan mengarahkan nya ke perut wanita itu.

"Jika kau ingin marah, coba saja padanya." Potong Kanaya mengangkat dagunya berani.

"Ck lupakan! Kita harus cepat mencari bubur nya dan pulang, aku banyak pekerjaan." Desis Melvin kembali menjalankan mobilnya.

"Tidak usah, aku langsung ke kampus saja, lagipula aku sudah membawa buku nya." Sahut Kanaya menunjukkan tas yang ia bawa.

"Kau kuliah dengan pakaian seperti ini?" tanya Melvin menatap Kanaya dari kepala sampai kaki.

"Memangnya kenapa, pakaianku sopan kok?" tanya Kanaya ikut menatap dirinya.

Baju Kanaya itu memang normal, hanya saja dress yang Kanaya pakai memiliki bentuk kerah dada yang sedikit turun hingga leher dan tulang selangka Kanaya sangat terekspos.

"Pakaianmu itu terbuka!" seru Melvin sambil bersungut kesal.

"Biarkan saja, setidaknya aku masih menggunakan baju dan tidak polos." Balas Kanaya santai.

"Kau menantang ku?" tanya Melvin pelan tetapi penuh penekanan.

"A-apa? Tidak, siapa yang menantang mu?" tanya Kanaya balik dengan terbata.

Melvin tak menjawab, ia kembali menghentikan mobilnya di pinggir jalan, kemudian tanpa aba-aba langsung menyupkan lehernya ke dada Kanaya, menggigit dan mencetak tanda merah cukup besar di bagian dada Kanaya.

"Melvin!!!" pekik Kanaya mendorong Melvin menjauh.

WAHH NGADA-NGADA NIH MELVIN😂

BERSAMBUNG..................................

1
Nurjana Bakir
semangat
Rahmaniar
suka ceritanya bagus 👍👍
cetom😘😘
kasur torrrrr
cetom😘😘
perkemahan
Qaisaa Nazarudin
Cari oengasuh yg muda,yang genit, hujung2 nya jadi PELAKOR,rumah tangga anak mantu yg berantakan, Biasanya kan gitu..
Qaisaa Nazarudin
Hanya satu cara utk membatalkan Perjodohan itu,Mervin harus nolong Rey cari bukti kebejatan Pandu di luar sana..
Qaisaa Nazarudin
Lagian Kanaya ngenyel banget,dan terlalu keras kepala,kayak gak ada gari lain aja..
kyo
baru baca ditahun 2025 tpi semua cerita othornya sangat menarik 🤩
kyo
Luar biasa
Dewi Yuliani
Alhamdulillah
Mami Radifa
/Angry//Awkward//Grievance//Grievance/tega amat Thor sama jomblo"yg lagu baca kebucin an pasangan ini /Whimper//Whimper/
Mami Radifa
Seneng ortu mereka baik" semua walau pada kaya raya /Rose//Rose//Rose//Rose//Grin//Grin//Grin/
Mami Radifa
Salut amabortu nya Marvin /Good//Good//Good/
Mami Radifa
Buat nampol s ulet bulu aku kirim/Bomb//Bomb//Bomb//Bomb//Cleaver//Cleaver//Cleaver//Cleaver//Cleaver/
Sri Tati
Luar biasa
nobita
akhirnya happy ending . makasih thor... luar biasa... hebattt
nobita
ya ampun lama lamas sikapnya Malvin jadi tengil... tapi aku suka...
nobita
terhibur sekali aku bacanya... sambil senyum sendiri... Malvin dan Kanaya...
nobita
haduuh ngakak parahhh... lucu banget... yg di godain Kanaya... yg senyum senyum akyuuu....
nobita
sekarang Malvin sebucin bucinnya sama Naya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!