" Tanda tangani surat pengalihan perusahaan Wisesa Grup, kalau tidak mau, kalian semua akan kami siksa "Gertak Vera, ibu tiri Hardiansyah.
Dengan disaksikan istrinya Kiara, Hardiansyah menandatangani pernyataan penyerahan pengelolaan perusahaan.
Juna menantu Hardiansyah mendengar dibalik pintu baja, ia bersembunyi di lorong bersama Alissa istrinya yang baru melahirkan satu minggu.
Aruna Putri Permana yang baru berusia satu minggu dibawa Jono dan Isah, supir serta pengasuh setia keluarga Hardiansyah, mereka telah menunggu Juna yang lewat lorong di rumah kecil disebelah rumah utama sampai dua jam tak kunjung datang, sehingga mereka berpendapat kalau keluarga Hardiansyah telah dibunuh maka untuk menyelamatkan Aruna sebagai keturunan Wisesa, Jono dan Isah lari ke Jogja.
AFfandra cowok tampan anak Ferdiansyah harus pindah sekolah ke Jogja di SMA Aruna sekolah bahkan sekelas dengan Aruna.
Tasya, ikut pindah ke sekolah Ffandra dan sekelas dengan Ffandra juga Runa.
Penasaran? baca ya cerita ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tika77h, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 20 Nasehat Bu Arini ke Tasya
Hari terus bergulir tak terasa mereka sudah bulan ketiga tahun ajaran baru, Tasya belum bisa punya teman yang dekat terutama cewek untuk berkeluh kesah, paling hanya dengan Sesil, sementara ia tak begitu tertarik dengan urusan pribadi orang lain juga, karena otaknya lebih diutamakan untuk mikir pelajaran.
" Aaah sudah beberapa bulan aku disini tak punya teman teman untuk membantu menjatuhkan Aruna si cewek sok cantik sendiri, padahal di Jakarta banyak deh cewek cewek yang lebih cantik darinya, dia saja kelihatan kampungan," gerutu Tasya,
" Tadi pagi aku dengar Oom Ferdi pengin ngajak makan Pak Jono cs makan malam, aku harus cari siasat untuk ngerjain Aruna," guman Tasya,
" Tasya maju kedepan!" tunjuk Bu Arini guru sejarah, ia kesal sedang pelajaran melamun saja. Dan dengan sigap Tasya bangkit.
" Tasya Tasya seragam masih baru, kok ya dibuat ngepres ditubuh, kamu enggak malu bentuk tubuhmu dilihat teman laki laki," ucap Bu Arini lirih setelah Tasya dekat.
" Apa sengaja beli bahan kurang?" lanjut Bu Arini.
" Atau ingin menunjukkan postur tubuh sexxiimu ke para cowok, Sya, kalau ada cowok jahat kamu bisa jadi sasaran empuknya lho," tandanya lagi.
" Bu, mau nyeramahin atau mau memberi pertanyaan?" kesal Tasya, ia menganggap Bu Arini guru reseh, guru yang tak suka lihat murid cewek cantik dan modis, apalagi Tasya dengar Bu Arini kaya Bu Siska belum bersuami.
" Ibu wajib menasehatimu, kamu duduk di depan, kakinya nyekangkang tadi Ibu lihat dalamnya lho, kalau yang di depan guru laki laki, atau ada cowok kedepan, kamu bisa dilecehksn lho," Bu Arini dijawab oleh Tasya tetap sabar tidak kesulut emosi.
" Lihat tuh teman teman walau tak berhijab tetapi semua pakai baju panjang," memang Tasya di sekolah ini terkenal nenggunakan baju seragam hanya setinggi lutut juga ditubuh ngepas, sehingga lekung tubuhnya terlihat jelas,
" Kenal Tasya?"
" Ya tahu sajalah, yang bajunya ketat body nya ok banget, dia anak pindahan dari Jakarta paling cantik di sekolah ini sayang tak bersahabat," ya semua siswa disini tentu akan jawab begitu tentang Tasya.
" Oh iya dia pacarnya Ffandra anak pindahan dari Jakarta juga, dia juga tampan, tetapi si Ffandra lebih tertarik pada Aruna cantik juga sih cuman tidak modis kaya Tasya."
" Aku juga sering lihat si Tasya kadang bawa mobil sendiri, keren banget dia mobilnya saja buatan Eropa mahal tentu, mesti si Tasya anak orang kaya, bahkan terkaya di sekolah ini."
" Ngomong ngomong si Tasya berada di rumah Ffandra ya, tentu Ffandra setiap hari ngelihat bodynya di rumah, kata teman yang pernah lihat dia di rumah selalu pakai celana pendek juga atasan tek berlengan, waaah Ffandra seneng selalu lihat kulitnya, apa bisa kuat ya."
Paling paling anak anak di sekolah pas istirahat atau jam kosong sempat ngrumpi umpamanya ngegosip tentang Tasya hanya sebatas itu saja, ya sebatas yang mereka lihat, mereka tak akan ngegosip yang tak nyata, takut ke fitnah saja.
Bel jam terakhir berbunyi, anak anak siap duduk manis untuk doa penutup di pimpin oleh Ffandra di klas 11 ipa2, teman teman sekelas tahu tadi Tasya di suruh maju ke depan oleh Bu Arini, tetapi mereka tak ada yang ambil pusing, cuma yang di depan dengar kata kata Bu Arini,
" Sepertinya Bu Arini tadi risi lihat cara duduk Tasya, aku hanya dengar kalau beliau lihat ********** Tasya," kata Rani ke Aruna, Aruna tak menanggapinya, dalam hati ia sangatlah males cerita yang berhubungan dengan Tasya, karena setiap pagi Tasya selalu kirim pesan dengan bahasa kearah mengintimidasinya.
" Haii, cewek sook cantik, awas kalau kamu nanti dekat dekat sama Ffandra, kamu tahu aku setiap hari tahu ********** Ffandra, demikian Ffandra jadi kalau Ffandra dekati kamu itu karena ia ingin nyoba cewek kampungan, cewek ndeso yang sok sok an, ngaca deh kamu ya," pesan pesannya tak pernah Runa balas, ia hanya suka membacanya dan kebanggaan bagi Tasya setiap kali kirim pesan selalu centang dua warna biru, Tasya tertawa ngakak di kamar biasanya.
" Hhhmmm rasain hatimu cewek kampungan, sangat sakit, sedih bahkan terpukul dengan kata kataku, itu belum seberapa, tunggu ya aku juga sebenarnya tak sabar untuk ngerjain kamu sampai sedalam dalamnya," Tasya bicara sendiri setiap mau berangkat sekolah bisa menyempatkan untuk kirim pesan menohok pada Aruna.
Sementara Aruna setiap membaca kiriman pesan dari Tasya hatinya kaya diiris iris pisau yang tajam, perih rasanya, sempat ia selalu berkaca kaca matanya. Ia kadang tak ingin baca kirimannya, cuman rada ingin tahu yang ditulis oleh Tasya sedemikian besar, dan berakhir dengan hati yang sangat sakit, cuman selama ini Aruna masih menutup semua hinaan lewat media yang dilakukan Tasya, belum lagi di status Tasya yang hanya ditujukan untuk Aruna wajahnya ditempatkan pada tubuh nenek nenek, bertuliskan Mbah Mijo mau ke pasar???, sempat ia screenshot, Aruna manusia biasa bukan seorang bidadari kaya dalam cerita dongeng, ia jelas daadaanya nyesek banget lah dengan sikap Tasya, cuma ia selalu diam tetapi manusia tentu ada batas kesabarannya.
" Haruskah ia kubalas kebalikannya, buat status pakai photo Tasya, dibuat tubuh dengan pakaian dress panjang, wajahnya di buat secantik mungkin, biar terlihat kaya bidadari," batinnya, dan Aruna telah berhasil membuat foto Tasya dengan baju dress panjang, wajahnya dibuat secantik mungkin, terus di pasang di status hanya khusus untuk Tasya saja juga,
" Waaooo, cantiiik kaya bidadari dari ibukota, "dan Tasya berkomentar,
" Ada cewek kampung yang ngiri ya, abis tadinya merasa cantik sendiri di sekolah ini, ternyata masih ada yang lebih cantik, hoooeeee," balasan dari status Aruna.
Nyesek banget nich daadaa Aruna, anak ini tak bisa untuk sahabatan nyatanya di sekolah teman teman pada hati hati kalau dekati dia, sekali ada yang dekati contohnya Sesil malah di jadikan orang suruhan, makanya sekarang Sesil juga sedikit demi sedikit menjauh dengan alasan fokus pada belajar.
" Sil, belikan cemilan di kantin," saat istirahat selalu saja Tasya minta dibelikan cemilan, sekali dua kali tak apalah tidak ngasih uang, eeehhh malahan keterusan, Sesil mending bawa cemilan dari rumah kaya Runa juga.
" Sil, kamu kena pengaruh Runa lagi, abis jadi menjauhiku," pesan Tasya.
" Sya, aku lebih baik fokus belajar deh, otakku tak mampu ditambahi beban yang lain, maklum aku kurang cerdas," pesan Sesil.
" Maksudmu apa?" pesan Tasya.
" Masa enggak tahu maksudku sih Sya," pesan Sesil.
" Apa aku membebani kamu? " pesan Tasya.
Sesil tak bales, lama lama membosankan abis ngomongnya selalu membuat masalah.
Akhir pekan minggu pertama bulan ke tiga tahun ajaran baru, telah menuju musim penghujan, Ferdi sesuai janjinyan ngajak makan malam bersama di sebuah restoran terkenal di kota gudeg, Pak Jono bertiga datang, mereka di akhir pekan ini tak menengok rumah di kota sebelan timurnya dan Aruna pakai celana panjang dengan atasan bermotif, ia selalu simpel rambul kalau sekolah selalu di kucir ekor kuda, sekarang di urai sepanjang dibawah bahu beberapa centi, tetap terlihat cantik alami walau hanya pakai bedak tipis, tentu tak berlipstik abis masih SMA, toh bibirnya terlihat merah pink, Ferdi selalu tak berkedip kalau melihat Aruna, di otak selalu bilang Alissa Alissa, sampai ia mengucek ucek mata agar bayangan Alissa hilang di matanya, dan seketika jsntungnya kaya mau copot saat Aruna duduk di kursi depan Ferdi di meja besar sehingga ngumpul bareng satu meja.
" Alissa, maaf Aruna namanya ya Pak Jono, maklum sampai lupa namanya," Ferdi bisa memutar lidah padahal ia tak lupa nama gadis di depannya, karena memori otaknya lagi ke Alissa, akhirnya mulutnya seketika mengucap nama itu. Jono sama Isah jantung juga serasa mau lepas mendengar Ferdi memanggil nama itu, sedang Ffandra yang di sebelah Papanya mencubit lengannya.
" Waduuh Papa menyebut Alissa, gawat nich nanti di kamar Mama sama Papa perang seru nih, semoga tak pada pukul pukulan," batin Ffandra, sedang Mamanya bibirnya menjadi manyun dan matanya menatap Ferdi dengan tanda tanya besar bahkan mencubit paahaa suami sangat keras.
" Mas, masa keliru sih malu maluin," ceplos Mia istrinya.
" Enggak papa, tante abis jarang ketemu ya bisa lupa," ucap Aruna.
" Iya Oom, kalau dengan Tasya kan setiap hari tentu takan lupa!" Tasya ngomong dengan memandang culas pada Aruna, dan Tasya yang lagi mainan ponsel langsung ngetik.
" Drrt" masuk ke ponsel Aruna.
" Hmmm rasain, lu kesel kan Papanya Ffandra saja lupa nama lu, tengiik ," pesan from Tasya, Aruna membiarkan ponsel ber drttt drrtt, ia tetap duduk manis sambil menulis pesanan makanan yang tadi diminta oleh Oom Ferdi untuk ditulis setelah pramusaji datang mendekati.
****
Ffandra POV,
Akhir pekan kedua di bulan september, aku tak bosan bosan bermain ke rumah Aruna, bahkan pagi ini iaku di ajak Pak Jono sekeluarga ke rumah yang di Solo, dan Papanya sekalian titip agar aku ke gerai roti. Pak Jono sekeluarga hampir setiap akhir pekan memang selalu nengok ke rumah di kota itu. aku mengira kalau Aruna menyukaiku tetapi terbentur oleh Tasya juga karena dia merasa masih lebih fokus ke sekolah karena masih SMA kata dia dulu tak ingin otaknya di tambahin beban pikiran lain selain buku buku,
" Ffandra, kata Sesil cinta itu lebih banyak nyesek di daadaa, otaknya bisa jadi enggak fokus pada pelajaran jadi sering melamunin orang yang dicintai, sebaiknya hindari dulu pada cinta kamu Run, otakmu jangan kotori dulu dengan cinta, itu akan lebih menyenangkan kamu bisa bermain dengan Sisi, Rinda maupun lainnya, mending kalau sudah cinta langsung nikah saja," aku ingat betul kata kata Runa, jadi ia benar benar sangat menikmati masa jomblonya itu, tetapi benar ya kata kata Sesil yang ia sampaikan pada Runa, itu yang terjadi padaku, bagaimana selama aku pindah sekolah ketemu Runa, yang jelas jelas lebih cantik ketimbang Tasya aku langsung jatuh hati padanya, otakku penuh dengan nama Runa kemanapun pergi, aku lebih betah berada di sekolah karena disitu aku bisa berada diantara Runa.
Aruna sama Ferdi dan Mia, di mulai dgn keakraban sm Jono dan isah, juga Ffamdra, sehingga hati nya sudah tertata, bahkan sebelum ketemu Juna sama Alissa, Aruna tidak tahu kalau mereka masih saudara.