NovelToon NovelToon
Auristela (Mu'Alaf Cantik)

Auristela (Mu'Alaf Cantik)

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:583.4k
Nilai: 4.6
Nama Author: RahmaYesi.614

Kisah perjalanan seorang wanita yang pindah keyakinan demi pria yang dicintainya. Namun, setelah menikah, bukan kebahagiaan yang didapatnya. Dia kehilangan bayi yang bahkan belum sempat dilahirkannya, lalu pada hari itu juga dia di ceraikan oleh pria yang dianggapnya akan mencintai dan melindunginya.

Akankah dia tetap teguh dengan keyakinan barunya? Lalu bagaimana kelanjutan kehidupannya. Yuk, saksikan kisahnya dalam novel "Auristela (Mu'alaf cantik)"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RahmaYesi.614, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alista

Sambil menunggu mobil diperbaik. Dave mengajak Auri untuk makan di resto seberang jalan. Dia mengemudi mobil Auri ke depan resto, sementara Auri menyeberang jalan dengan berjalan kaki. Dia menolak untuk ikut masuk ke mobilnya bersama Dave. Khawatirnya terjadi fitnah atau munculnya isu isu lain yang tidak mengenakan. Terlebih dirinya baru saja bercerai dan perceraian itu pun diisukan dengan isu selingkuh.

Setibanya di resto, Dave langsung memesankan makanan untuk Auri dan dirinya.

"Aku benar benar bahagia, akhirnya bisa bertemu kamu lagi." Ungkap Dave.

"Aku tidak." Sambung Auri yang membuat raut bahagia di wajah Dave berubah merah padam.

"Heh, Dave. Aku hanya bercanda." Auri tersenyum.

"Benarkah?"

Auri mengangguk, lalu dia mengeluarkan hp dari dalam tasnya. Ada notif pesan dari nomor yang tidak tersimpan dikontak hp nya.

"Ada apa Auri?" Tanya Dave bingung melihat ekspresi aneh diwajah Auri.

"Eh, enggak kok Dave. Ini ada pesan dari teman." Mulai membaca pesan dari nomor asing itu.

#Assalamualaikum, Auri.

Ini saya Al Fatih.

Apa benar Sekretaris saya sudah

membayar tagihan perbaikan mobil?

Auri tersenyum membaca pesan itu. Dia melupakan Dave yang masih terus menatapnya. Dan Auri segera membalas pesan tersebut.

#Walaalaikumsalam.

tagihannya sudah dibayar.

Terimakasih.

Hanya pesan singkat saja yang Auri kirim. Lalu dia kembali memasukkan hp kedalam tasnya.

"Dari siapa? Kok senyum senyum sih?" Goda Dave.

"Mh, biasa dari teman. Dia mengatakan sesuatu yang lucu." Bohong Auri pada Dave.

Dave pun tersenyum, meski sebenarnya dia tidak begitu yakin dengan jawaban Auri. Tapi apa boleh buat, dirinya bukan siapa siapa yang berhak menanyakan tentang itu pada Auri.

Tidak begitu lama, makanan pun tiba dimeja mereka. Auri dan Dave menyantap makan siang itu dengan baik. Mereka juga sedikit bercanda untuk mencairkan suasana hening sembari menikmati makanan.

Sementara itu, di kantornya. Adin dan Erna baru saja menyelesaikan pembahasan projek mereka bersama Al Fatih dan Alista. Setelah dirasa semuanya beres, Adin menyarankan agar mereka makan siang bersama. Saran itu disetujui oleh Erna, Al dan juga Alista.

Mereka pun pergi menuju restoran yang direkomendasikan sendiri oleh Alista. Katanya makanannya enak dan tempatnya juga nyaman untuk tempat makan beramai ramai.

"O ini toh tempat favorit Alista." Ujar bang Adin begitu tiba di restoran.

"Iya, bang. Aku suka banget makan disini." Mencuri pandang pada Al yang sama sekali tidak menatap padanya.

"Ok juga. Sepertinya saya akan suka." Sambung Erna yang langsung mulai melangkah memasuki resto.

Dan saat mereka masuk, disambut gembira oleh pelayan resto. Mereka diantarkan menuju meja khusus tempat tamu VIP saat kebetulan mengunjungi resto mereka. Dan tanpa mereka sadari, dari puluhan penggemar yang ada di resto itu, justru ada sepasang mata yang menatap sinis pada mereka.

"Selamat datang di restoran kami. Kebetulan, ini kali pertama mas Al datang ke resto kami, kan?" Ujar menejer resto yang langsung menyambut kedatangan tamu VIP mereka itu.

"Benar begitu, mas Al?" Tanya Bang Adin penasaran. Karena, resto ini merupakan resto yang sering dikunjungi artis. Jadi, Adin kira Al sudah pernah datang ke resto ini setidaknya dua atau tiga kali saja.

"Belum. Ini memang pertamakali saya mampir disini." Jawab Al malu malu, yang membuat Alista tersenyum senang bahkan dengan hanya melihat wajah Al yang bersemu.

"Baiklah, untuk mas Al yang baru pertama datang, kami akan menyajikan menu terbaik dan terlezat." Menawarkan pada Al dan juga yang lainnya.

"Ok, silahkan sajikan. Kami setia menunggu." Ucap Erna dengan menunjukkan wajah ceria penuh senyumnya itu.

Saat menunggu makanan mereka tiba, Al mendapat telepon dari Haris. Dia pun melangkah sedikit menjauh dari bang Adin, Erna dan Alista. Sedangkan Alista, izin untuk ke toilet.

"Lain kali ibu jangan lupa bawa hp lagi. Al khawatir loh buk." Ucap Al melalui sambungan telepon.

"Ya sudah, kalau begitu ibu sama Rizki istirahat saja dulu. Aku bentar lagi juga pulang. O iya buk, jangan lupa minta tolong Haris belikan makan siang buat ibu sama Rizki." Celotehnya.

Al tersenyum, saat mendengar omelan ibu. Lalu, dia pun mengakhiri pembicaraan itu. Al kembali melangkah menuju meja tempat bang Adin dan Erna yang sedang asik berbincang. Namun, pada saat itu, ada seorang waiter yang tersandung dan jatuh. Sialnya, minuman dan makanan yang dibawa oleh waiter itu jatuh ke lantai. Percikan makanan itu mengenai bagian betis celana Al.

"Oh ya ampun, mas Al saya minta maaf." Hendak mengelap celana Al yang kotor.

"Tidak apa mbak. Silahkan berdiri. Saya bisa bersihkan sendiri." Melangkah menjauhi waiter itu. Dan Al pun langsung menuju toilet tanpa memperdulikan panggilan dari Erna dan bang Adin yang terkejut melihat kejadian yang dialaminya.

"Kamu harusnya hati hati. Mas Al itu tamu penting kita." Bentak menejer pada waiter itu.

"Maaf. Saya benar benar tidak sengaja." Ucapnya sambil membereskan pecahan gelas dan piring, serta tumpahan makanan dilantai.

"Ya sudah, bersihkan cepat. Lalu segera kebelakang." Melangkah meninggalkan waiter itu. Sementara yang lain ada yang menatap iba dan juga ada yang menatap kesal pada waiter itu.

Dan Al, sudah selesai membersihkan celananya. Untung dia memakai celana jeans hitam, jadi tidak begitu terlihat deh basahnya. Saat Al keluar dari toilet, dia melihat Alista memaki seseorang di koridor menuju toilet wanita.

"Kenapa? Kamu kaget ya bisa ketemu aku disini?" Tanya Alista dengan wajah juteknya.

"Mama apa kabar, dek?" Tanya wanita bercadar itu dengan nada suara yang sangat pelan.

"Mama? Kenapa bertanya Mama, hah. Bukankah kamu sendiri yang memilih meninggalkan Mama demi lelaki itu." Mengalihkan pandangannya.

"Maafkan kakak, dek. Tapi sungguh, kakak tidak pernah melupakan kalian. Kakak sangat merindukan, kamu, Mama sama Papa." Jelas Wanita bercadar itu dengan suara sendu menahan tangis.

Al yang menguntip dari kejauhan berusaha mengingat siapa sebenarnya wanita yang berbicara dengan Alista. Sampai akhirnya dia teringat, gamis itu adalah gamis yang dipakai Auri saat pagi tadi dia tidak sengaja menabrak mobilnya.

"Auri? Mereka bersaudara? Oh Tuhan. Wajar saja, mata Alista mengingatkan aku pada Auri." Bisik Al pada dirinya sendiri.

1
Haida Royana
lho kog ngono ,bpkne Auri
Endang Sulistia
y udah rud...latihan dari sekarang ya 🤭😄😄😄
Endang Sulistia
jodohnya aurel
Endang Sulistia
kampret kau vin
Mama Gezkara
Luar biasa
Mama Gezkara
kak othor.... aku suka sekali dengan ceritanya... semangat yaaa
❣@Sha_Putrie❣
kurang pas sih Thor menurutku nama Calvin untuk putra pemilik pondok pesantren he..he..
Lilik Setyorini
Luar biasa, mangkin seru ceritanya, penuh inspiratif
Susanti Liau
Biasa
Susanti Liau
Buruk
Ika
bagus banget ceritanya
Neulis Saja
kayanya pas Al sama auri utk merajut mahligai rumah tangga karena keduanya sama2 tersakiti oleh org yg dicintainya. okay lah i agree 👌
Neulis Saja
kalau mau bunuh diri udah lanjutkan saja kenapa malah berharap ada yg nolong hah?
Neulis Saja
it's better to get a divorce
Neulis Saja
ehm kalau lakinya yg setia,istrinya yg selingkuh atau sebaiknya suami yg selingkuh istrinya yg setia ah dunia hanya memperdaya manusia saja bagi yg tipis iman mungkin setipis tisu
Neulis Saja
menyimak dari pembicaraan Al Fatih dan gio kayanya yg selingkuh adalah marsya masa iya anak masih kecil ikut dgn bapaknya yg hrs ninggalin karena kerja, hrsnya dan lebih deket dgn ibunya ini malah lebih deket dgn bapaknya, dari sini jadi curiga ?
Neulis Saja
ehm suri, you have to be patient because Allah is with those who are patient
Neulis Saja
auri, don't cry show that you are strong and you are not a weak woman 💪
Neulis Saja
tdk mengerti dgn Kelvin ko menyalahkan auri dia terjatuh di kamar mandi kenapa bawa2 tdk patuh sama suami keluar rumah, hai kau Kelvin Jaka sembung lho! suami macam apa kau menyalahkan yg kecelakaan yg tdk disengaja yg nama terpeleset bisa siapa saja dan bisa kapan aja tahu agama tapi gemblung lho 😲
Neulis Saja
auri, if you are in doubt leave, and if you are sure you must Istiqomah to your religion ☝️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!