Rizar Abran Maulana seorang pria tampan dan sholeh sudah jatuh cinta kepada seorang wanita cantik yang dia temui di sebuah pesta tapi wanita itu tidak menyadarinya, hingga suatu saat sahabatnya ingin menjodohkannya dengan adik kandungnya sendiri yang ternyata adalah wanita yang selama ini Rizar cari.
Jihan Addara Puteri seorang wanita cantik yang merupakan seorang artis dan model papan atas, Jihan yang biasa dipanggil Darra tidak menyangka kalau hidupnya sangat menyedihkan, disaat pacar yang dia cintai mengkhianatinya dan selingkuh dengan sahabatnya sendiri, sekarang Darra harus menerima perjodohan dengan pria yang sama sekali tidak dia kenal.
Akankah Rizar bisa membuat Darra jatuh cinta kepadanya dan menerima Rizar sebagai suami seutuhnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Acara Penghargaan
✈️
✈️
✈️
✈️
✈️
Darra dan Amel keluar dari kantor managemennya.
"Ra, tunggu!"
"Ada apa sih, Mel?"
"Kamu kenal sama Eriska? kok kamu kaya yang ga suka gitu sama dia, perasaan kamu dan dia belum pernah bertemu deh," seru Darra.
"Iya, aku sama dia memang belum pernah ketemu tapi kamu tahu ga siapa dia?"
Amel menggelengkan kepalanya...
"Dia itu mantannya Mas Rizar, dan dia kayanya masih mengharapkan Mas Rizar untuk kembali deh."
"Whatt, serius? pantesan saja tadi buku novelnya berjudul sang mantan, ternyata itu cerita dia sama Mas Rizar. Wah kamu harus hati-hati Ra, takutnya dia bakalan merebut Mas Ri dari kamu."
"Enak saja, ga bakalan aku biarin pelakor itu mengganggu rumah tanggaku."
"Bagus, aku dukung kamu Ra."
Darra pun masuk ke dalam mobil Amel dan menyuruh Amel mengantarkannya ke rumah. Tadinya Darra berniat meminta Rizar untuk menjemputnya, tapi karena ada si bibit pelakor makannya Darra lebih memilih jalan aman.
Sesampainya di rumah, Darra langsung turun.
"Mel, turun dulu yuk katanya mau oleh-oleh."
"Asyikkk...ya jelaslah mau turun," sahut Amel dengan antusiasnya.
Darra dan Amel pun turun dan melangkahkan kakinya menuju rumah.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
"Loh, kok sudah pulang? kan Mas bilang hubungi Mas kalau mau pulang, biar Mas jemput kamu," seru Rizar yang menghampiri Darra dan langsung memeluknya.
"Ga apa-apa, kan ada Amel yang nganterin Darra."
"Woi bisa ga, ga main peluk-pelukkan di depan seorang jomblo," seru Galih dengan kesalnya.
"Ya ampun, ada Mas Galih ternyata," sahut Darra.
"Allohuakbar Darra, badan aku gede loh masa ga kelihatan," kesal Galih.
"Maaf Mas Galih, soalnya pandangan aku hanya tertuju sama suami aku seorang makannya aku ga sadar kalau ada Mas Galih disini."
"Ih, kok istriku sudah mulai bisa gombal sih," seru Rizar dengan mencolek hidung Darra.
"Iya dong."
"Mulai deh," sindir Galih.
Mereka tidak sadar kalau dari tadi Amel berdiri mematung di depan pintu dengan pandangannya menatap Galih. Galih menoleh ke arah pintu dan pandangan keduanya bertemu.
"Ra, kamu bawa teman kesini?" tanya Galih.
Darra tersadar dan melihat ke arah pintu...
"Astagfirullah, Amel kok malah diam di situ sih? sini masuk."
"Ah iya."
"Mel, kenalkan ini Mas Galih temannya Mas Rizar."
"Hai, Amel."
"Galih."
Keduanya saling pandang dengan senyuman yang terbingkai di wajah keduanya, sementara tangan mereka masih saja bersalaman dan seolah tidak ada yang mau melepaskab satu sama lain.
"Woi, salamannya sudah kali kaya adegan di sinetron aja," goda Darra.
Amel dan Galih pun langsung melepaskan tangan mereka dengan canggung, bahkan keduanya terlihat salah tingkah.
Mereka berempat duduk berkumpul sembari makan makanan yang Darra beli di jalan.
"Ra, jangan lupa minggu depan acara penghargaan di salah satu stasion televisi," seru Amel.
"Ya ampun aku lupa!" teriak Darra membuat ketiga orang itu terlonjak kaget.
"Ya Alloh sayang, kaget," seru Rizar.
"Ah, maaf Mas. Habisnya Darra kaget soalnya Darra belum pesan gaun, mana ada designer yang bisa buat gaun kurang dari satu minggu," sahut Darra dengan cemas.
"Kamu itu kebiasaan deh, Ra. Pelupa banget, padahal aku sudah memberitahu kamu sebulan yang lalu," keluh Amel.
"Bagaimana dong, Mel?"
"Ya ampun gitu aja kok ribet, nanti Mas yang pesenin gaun buat kamu. Mas punya teman pemilik butik."
"Mas, ini acara bergengsi loh seluruh rakyat Indonesia akan melihatnya jadi----" Darra memainkan jari-jarinya, ucapannya terhenti karena takut menyinggung perasaan suaminya.
"Jadi apa? kamu takut gaunnya jelek dan murahan?" tanya Rizar yang tahu isi otak Darra.
"Maaf Mas."
"Kamu tenang saja, Mas tahu kalau istri Mas itu artis terkenal jadi gaunnya pun harus yang bagus. Kamu percaya deh sama Mas, kamu akan suka dengan gaunnya."
"Serius Mas?"
"Iyalah."
"Terima kasih Mas."
Darra langsung memeluk suaminya dan itu lagi-lagi membuat Galih dan Amel hanya mendelikkan matanya.
"Mas Galih sama kaya Mas Ri, sopir truk antar kota?" tanya Amel.
"Uhuk...uhuk...uhuk..."
Galih yang sedang sibuk mengunyah makanan, tiba-tiba tersedak dengan pertanyaan Amel.
"Apa! sopir truk antar kota?" seru Galih terkejut.
Galih menatap Rizar yang saat ini sedang terkekeh, dulu dia juga sangat terkejut saat mendengar Darra menyebutnya sebagai sopir truk antar kota.
Sementara Amel dan Darra hanya saling pandang menatap aneh kepada kedua pria yang ada di hadapan mereka itu.
***
Sudah dua hari ini, Darra di tinggalkan oleh Rizar. Rizar berjanji kalau saat acara penghargaan itu dia akan pulang dan menemani istrinya tercinta.
Darra baru saja merebahkan tubuhnya di atas sofa, karena ia baru pulang shooting.
Tok...tok...tok...
"Astaga, siapa sih?"
Dengan langkah gontai, Darra pun melangkahkan kaki menuju pintu.
"Maaf Mbak, apa benar ini rumahnya artis Jihan Addarra Ar-rasyid?"
"Iya saya sendiri."
"Oh ini Mbak, ada kiriman paket."
"Dari siapa?"
"Di sini tertulis dari Rizar Ibram Maulana."
"Hah...coba mana?"
Kurir itu segera memberikannya, "Tolong Mbaknya tanda tangan dulu di sini."
Darra segera menandatanganinya dan setelah itu dengan perasaan senang, Darra segera masuk dan membukanya. Betapa terkejutnya Darra saat melihat gaun warna hitam yang di kirim oleh suaminya.
"Wow, indah sekali gaunnya," gumam Darra dengan kagumnya.
Darra melihat-lihat dan mencoba gaun itu, keningnya berkerut saat melihat merk baju itu.
"Ini kan salah satu butik terkenal dan harganya juga sangat mahal, kok Mas Rizar bisa membeli gaun di sana? setahuku untuk beli gaun di butik itu harus yang sudah jadi member tetap," gumam Darra.
Darra tidak memikirnya terlalu dalam lagi, dengan senangnya dia berputar-putar dan berlenggak-lenggok di depan cermin.
***
Tibalah waktunya, malam penghargaan untuk para insan pertelevisian yang sukses dan berpreatasi. Malam ini banyak sekali artis-artis terkenal dan para pengusaha juga yang datang sebagai tamu VIP.
Darra duduk dengan anggunnya bersama Amel, dan ternyata tanpa di duga Darra duduk bersebelahan dengan Eriska.
"Astaga, ternyata si pelakor juga datang," batin Darra.
Acara pun di mulai, banyak grup band juga yang mengisi suara di acara itu. Tibalah saatnya pengumuman siapa pemenang kategori artis pemeran utama terbaik.
"Dan....pemenang kategori artis pemeran utama terbaik, jatuh kepada....."
Suara pembawa acara terhenti membuat semua artis yang masuk kategori merasa deg-degan, termasuk Darra yang saat ini terlihat berpegangan tangan dengan Amel.
"Pemenangnya jatuh kepada......selamat untuk Jihan Adarra Ar-rasyid pemenang kategori pemeran utama terbaik."
Suara tepuk tangan sangat riuh, membuat Darra merasa terkejut sekaligus terharu. Berbeda dengan Eriska dan Jeslin yang terlihat sangat tidak senang dengan kemenangan Darra.
Darra maju ke depan panggung dengan senyum yang terus tersungging di wajah cantiknya. Sedangkan Dion yang memang datang, sangat terpukau dengan penampilan Darra yang anggun dan sangat cantik.
Setelah menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua orang, Darra pun turun dari panggung. Ucapan Darra yang mengucapkan terima kasih spesial untuk seseorang membuat para wartawan langsung menyerbu Darra.
Waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam, Darra dan Amel pun memutuskan untuk pulang. Di lobi para wartawan sudah menunggu kehadiran Darra untuk mencari jawaban atas ucapannya di atas panggung tadi. Mereka penasaran, siapa orang yang saat ini sedang dekat dengan Darra karena setahu mereka Darra tidak pernah mengenalkan ataupun jalan dengan seorang pria.
"Ya ampun Mel, aku capek tahu tapi lihat deh di sana para wartawan banyak banget," keluh Darra.
"Ya mau ga mau kamu harus jawab Ra, soalnya tidak ada jalan lagi pintu keluarnya cuma satu."
"Mana Mas Rizar ga datang lagi, katanya mau datang tapi sampai sekarang ga kelihatan batang hidungnya," kesal Darra.
"Sabar Ra, mungkin Mas Ri lagi tanggung banyak kerjaan."
Bruk...
Jeslin berjalan dan sengaja menyenggol pundak Darra.
"Ooppss sorry.."
"Apaan sih, mau cari gara-gara?" bentak Darra.
Jeslin tersenyum sinis dan melangkah meninggalkan Darra.
"Dasar ulet keket," seru Amel.
"Ya sudahlah Mel, terpaksa deh kita harus keluar tapi kamu jagain aku ya, aku ga mau jawab pertanyaan mereka dulu nanti kalau sudah waktunya aku akan bilang kalau aku sudah menikah tapi tidak sekarang," seru Darra.
"Siap...."
Amel segera merangkul Darra tapi baru saja satu langkah, tiba-tiba Dion datang.
"Kamu butuh bodyguard? aku bisa jagain kamu sampai kamu masuk mobil."
"Ga usah."
"Ayolah Ra, wartawannya banyak kamu ga mungkin bisa melewati para wartawan itu."
"Aku bilang ga usah ya ga usah, ngeyel banget sih jadi orang, yuk Mel!" ketus Darra.
Tapi lagi-lagi Dion menahan langkah Darra dan kali ini Dion menarik tangan Darra. Sedangkan dari kejauhan Eriska sedang melihat ke arah Darra.
"Apa dia pacarnya si artis sombong itu?" gumam Eriska.
Tiba-tiba Eriska terkejut karena dari pintu keluar, terlihat seorang pria tampan menerobos para wartawan dengan setelan jasnya sembari di tangannya membawa buket bunga yang sangat cantik.
"Rizar, ya ampun dia tampan banget pasti dia kesini mau ngucapin selamat kepadaku terus bunga itu buat aku dan dia mau balikkan sama aku," gumam Eriska dengan bahagianya.
Eriska memang menjadi salah satu pemenang dalam kategori penulis novel terbaik dan filmnya yang di bintangi oleh Darra langsung booming dan mendapatkan rating tertinggi.
Eriska merapikan penampilannya dan dengan senyumannya Eriska melangkahkan kakinya ingin menghampiri Rizar. Sedangkan Darra belum menyadari kedatangan Rizar karena sibuk berseteru dengan Dion yang terus saja memaksa Darra.
Eriska terus berjalan menghampiri Rizar, di saat tinggal beberapa langkah lagi, Eriska menghetikan langkahnya dan bersiap menyambut Rizar dengan senyumannya. Tapi sayang, Rizar melewati Eriska begitu saja dan itu membuat Eriska melongo.
Rizar mendekati Darra dan menarik tangan Darra.
"Mas..."
"Sudah aku bilang, jangan deketin dan sentuh milikku," seru Rizar.
"Siapa sih kamu? selalu saja mengganggu dan mengaku-ngaku kalau Darra itu milikmu."
"Darra memang milikku karena dia adalah istriku, jadi aku peringatkan lagi untuk terakhir kalinya jauh istriku," seru Rizar.
Dion hanya bisa diam, begitu pun Eriska yang merasa terkejut dengan ucapan Rizar yang bilang kalau artis yang dia benci itu adalah istrinya.
Rizar melepas jasnya dan memakaikan ke tubuh Darra, kemudian merangkul pundak Darra.
"Yuk sayang, kita pulang."
Darra pun tersenyum dan pergi bersama Rizar. begitu pun Amel yang mengikuti keduanya dari belakang. Darra mengeratkan pelukkannya kepada Rizar saat melewati wartawan yang menyerbu Darra, Darra menyembunyikan wajahnya di dada Rizar begitu pun Rizar yang berusaha melindungi istrinya dari para wartawan yang ingin mewawancarainya.
Jepretan demi jepretan kamera wartawan menghujani Darra dan Rizar, sudah di pastikan besok pagi bakalan ada berita yang lagi-lagi akan menjadi trending topik.
Rizar segera membuka pintu mobilnya dan menyuruh Darra agar segera masuk, setelah di rasa Darra sudah aman, Rizar pun masuk ke dalam mobil dan segera melajukan mobilnya meninggalkan tempat acara.
Amel masuk ke dalam mobilnya sendiri, sementara itu Eriska masih diam mematung melihat kepergian Rizar dan Darra.
"Jadi Rizar sudah menikah dengan artis sombong itu? tidak, aku sama sekali tidak percaya. Aku benar-benar tidak rela kalau Rizar menikah dengan wanita lain, pokoknya Rizar harus menjadi milikku," gumam Eriska dengan mengepalkan tangannya.
✈️
✈️
✈️
✈️
✈️
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU