Seorang wanita bernama Andini di jodohkan oleh seorang Pria yang sangat dingin, Meski di nikahi dan menjadi istri nya yang pertama, Andini tak merasakan di pandang ada kehadirat nya di rumah itu, karena laki-laki itu memiliki wanita lain yang diam-diam ia temui di luar sana.
entah apa yang membuat laki-laki itu menikahi nya dan memperlakukan nya seperti ini, Andini mencoba menutup mulut nya, menutup mata nya, menerima suami nya bersama wanita lain.
Karena ia tahu tak ada cinta di antara mereka.
Akan kah ada hari bahagia untuk Andini?, Yuk disimak!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20 - Demi Uang
Pagi itu.
Andini datang ke kampus setelah beberapa hari ia tidak masuk karena mengurus pernikahan nya.
"Andini."Sapa Puspa dan Pitha. Andini tersenyum menyambut sapaan Kedua sahabatnya.
"Murung Banget sih Din, semangat dong."Ucap Puspa.
"Andini kenapa?."Sebuah pertanyaan dari belakang lekas membuat Ketiga wanita itu terkejut menoleh.
"Fandi."
"Andini kenapa Pus?."Tanya Fandi lagi.
"Kamu hak apa-apa kan Andini?, kamu sakit??" Tanya Fandi yang mengkhawatirkan keadaan Andini sejak kemarin.
"Iya, Andini lagi sakit, makanya dari kemarin gak ke kampus."Saut Puspa.
Andini melihat Puspa yang mencoba menyembunyikan masalah nya. "Tapi sekarang da sembuh dong." Sambung Pitha merangkul Andini.
"Bagus lah, semangat ya Andini."Ucap Fandi.
"Makasih Fandi."Balas Andini.
Lalu kedua mata Andini melihat Marcel menatap nya dari arah lain, Andini pun menundukkan kepala nya menghindari tatapan dari Marcel.
"Aku kekelas dulu ya Fan."Ucap Andini, Fandi tersenyum mengangguk. Puspa dan Pitha yang tahu Andini menghindari Marcel pun terheran.
Di kelas.
"Kamu kenapa Din?, kok ngindarin Marcel, oh iya, Marcel tahu dari mana kalau kamu dan cowok itu mau nikah?." Tanya Puspa.
Andini menghela nafas berat, menundukkan pandangan nya ke bawah. "Iya, Calon suami aku kakak nya Marcel."Ucap Andini.
"Apa?." Puspa dan Pitha terkejut dengan nada teriak, membuat pandangan beberapa orang di kelas teralihkan ke arah mereka.
"Sssstttt, jangan berisik dong, sebenarnya sih kalau bisa aku gak mau ada yang tahu kalau aku akan menikah."Ucap Andini
"Kok bisa sih Din, kebetulan banget sih Martin kakak nya Marcel."Ucap Puspa
"Aku juga kaget pas tahu kemarin."Balas Andini.
"Ya ampun kasihan banget sih Marcel, padahal dia kayak nya cinta sama kamu Din."Ucap Pitha merasa iba pada Marcel.
"Usah sok tahu dech."Ucap Andini.
"Keliatan kali Din, lagian kita juga Percaya kalau kamu dan Marcel saling suka kan?." Tanya Pitha.
Puspa menyenggol Pitha untuk berhenti berbicara hal yang akan membuat Andini sedih.
•••
Saat selesai kelas.
Andini duduk di taman kampus membaca buku sembari menunggu kedua sahabat nya mengfoto kopi sesuatu.
Tiba-tiba sepasang kaki berdiri di hadapan Andini, mengharuskan Andini untuk mengangkat kepala nya.
"Marcel."
"Kenapa?" tanya Marcel.
"Kenapa apa?" saut Andini.
"Kenapa menghindar?." tanya Marcel.
"Hanya perasaan kamu saja." balas Andini.
"Oh iya cel, makasih karena udah baik selama ini sama aku, udah kasi aku kerjaan, tapi aku minta maaf mulai hari ini aku berhenti kerja, karena.." belum selesai Andini menjelaskan.
"Karena Martin minta kamu berhenti?" Ucap Marcel menyambung kalimat yang memang ingin Andini ucapkan.
Andini pun mengangguk kan kepala nya perlahan bercampur ke gugupan.
"Jadi kau benar ingin menikah dengan nya?."tanya Marcel. Andini lalu menoleh Marcel yang kini sudah duduk di samping nya. Andini mengangguk ragu.
"Karena dia kaya?, dan kau tak perlu lagi bersusah-susah kerja di cafe ku?." Ucapan Marcel membuat Andini terkejut, mengerutkan kening nya tak percaya Marcel akan mengatakan itu padanya.
"Terserah apa yang kau pikirkan."Ucap Andini datar, lalu ia bangkit berdiri untuk pergi. Marcel pun hanya duduk diam meratapi wanita itu berlalu pergi dengan penuh kekecewaan.
Kemarin Malam setelah Martin pulang membawa andini membeli perhiasan dan daun pernikahan, Martin yang baru saja mendaratkan pantat nya di kursi di datangi Frans.
Marcel yang ingin meminta penjelaskan dari kakak nya itu tentang pernikahan yang dadakan ini tidak sengaja mendengar pembicaraan Martin dengan sekertaris nya itu.
"Frans, setelah dia menjadi istri ku, kau tahu apa yang harus kau lakukan?, aku tak ingin dia berkerja karena akan merusak citra ku, berikan sebuah yang dia perlukan dan aku tak ingin mendengar ada keluhan dari dia atau pun keluarga nya kalau kita tida tepat janji, berikan apa yang menjadi hak nya. "Ucap Martin.
"Baik Tuan saya kan melakukan semua nya."Balas Frans. Martin pun mengangguk sembari menyandarkan tubuh nya di sandaran kursi dengan rasa lelah nya.
Marcel yang mendengar pun mengepalkan tangan nya, penuh kecewa ia pada Andini yang di nilai melakukan ini demi hidup nyaman. mengurungkan niat nya untuk bertanya Marcel kembali ke kamar nya dengan kesal.
rumit ya masalahnya, ngeri ngeri sedap klo ada di antara Marcel, Martin dan Andini.
ini jd salah satu tragedi RT antara saudara.
awal nikah dh salah karna untuk pelarian saja krna kurang komunikasi dan tidak ada ketegasan jd berakhir, dan setelah berakhir baru sadar Martin klo dia dh sayang sama Andini.
Apapun kejadiannya klo sudah jodoh pasti di pertemukan....
Semoga Dewi dan Martin bisa menemukan kebahagiaannya.
Terutama Andini dan Marcel semoga berjodoh....😘