NovelToon NovelToon
Kenzy Dan Nandini

Kenzy Dan Nandini

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahmuda / Duniahiburan
Popularitas:91.5k
Nilai: 5
Nama Author: Karina the dark

Nandini adalah seorang gadis remaja yang cantik, berkulit putih, rambut lurus hitam pekat panjang, mata yang bulat indah.

Nandini yang baru putus dengan sang pacar yang bernama Tomy karena di selingkuhi pun harus menerima kalau dirinya akan di jodohkan dengan seseorang yang bahkan tidak di kenalnya sama sekali.

Kalau pun Nandini tau, Nandini pasti bakal menolaknya karena pria ini adalah dambaan setiap kaum hawa, yang dimana nantinya Nandini akan terus merasakan sakit hati karena popularitas pria yang di jodohkan nya bertolak belakang dengannya yang hanya mahasiswi biasa. Namun dugaan nya itu salah besar!

Akankah keduanya saling jatuh cinta? Atau malah akan sebaliknya?

Hem ... jangan lupa ikuti terus kisahnya deh, karna novel ini masih ongoing ya🤗

Bantu support karyaku ini♥️

Tinggalkan jejaknya dengan mengklik love, favorit, komen and dukungannya, ya🥰

Salam santuy dari author_lemot😍

RIMU06♥️💚🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karina the dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia Besar

Setelah menghabiskan rotinya, mereka berdua pun mulai pergi ke pasar, sebelumnya Kenzy mengajak Nandini ke Mall, tapi Nandini menolaknya dan malah memilih ke pasar.

Sesampainya di pasar, Kenzy pun terlihat jijik untuk turun dari mobilnya, namun karena Nandini sudah turun duluan Kenzy pun mulai memberanikan diri turun dari mobil dan mengejar Nandini, namun sayang ... Kenzy malah kehilangan jejaknya Nandini dan membuatnya bingung harus mencari Nandini ke sebelah mana.

Kenzy hanya berputar-putar saja di pasar itu dan malah bertemu dengan kedua sahabatnya yaitu Joan dan Diki.

Joan yang melihat Kenzy sedang celingak-celinguk itu pun langsung berniat untuk menghampirinya.

"Lagi ngapain lu bor di pasar?" tanya Joan yang membuat Kenzy kaget dan membulatkan matanya sempurna.

"G___ gu___ gue___, gue lagi nyari makanan buat jadi tumbal kulkas gue di rumah yang udah kosong, elo tau kan Dik, kalau gue tinggal sendiri, ya, kan?" gugupnya dan langsung menyenggol lengannya Diki.

"Iyah elo emang tinggal sendiri, tapi masa iya lu juga harus belanja turun tangan sendiri sih, itu yang kata lo ada yang bantuin di rumah, kemana?" balas Diki.

"Yang bantuin dari mana, udah gak ada, sekarang gue mau apa-apa sendiri ajah, kalian mau ikut ke rumah gue atau enggak?" tanyanya basa-basi dan berharap keduanya menolak, Kenzy berdoa untuk itu.

"Boleh juga tuh, gue kan belum tahu rumah lo yang baru dimana, ayo?" balas Joan dengan senyum nya yang menyungging.

Goncangan pun terjadi dalam hatinya Kenzy kala Joan ingin ikut dengannya, perlahan Kenzy pun menelan salivanya kasar dan menggaruk tengkuknya yang mungkin tidak gatal.

Kenzy bingung harus berbicara apa lagi, karena gak mungkin kan Kenzy membiarkan Joan dan Diki ikut ke rumahnya karena nanti mungkin Nandini akan pulang dan Kenzy berharap Joan tiba-tiba di telpon dan ada urusan yang tak bisa di tinggalkan.

Pengharapan demi pengharapan Kenzy meminta semoga Joan tidak jadi ikut ke rumahnya dan ... benar saja tiba-tiba telponnya Joan berdering dan Joan pun mengangkatnya, ada kelegaan dalam hatinya Kenzy, namun Kenzy belum bisa tersenyum karena takutnya itu telpon bukan yang penting.

Kenzy terus saja berdoa agar Joan pulang dan tidak ikut ke rumahnya.

Setelah selesai menelpon Joan pun menampilkan mimik wajahnya yang tidak ceria lagi, entah apa yang membuatnya menjadi cemberut seperti itu.

"Gimana, elo mau ikut ke rumah gue apa enggak?" basa-basi nya.

"Gak jadi, lain kali aja gue mampir ke rumah lo, ajak si Diki aja kalau lo butuh temen, lumayan kan buat di suruh ini itu," Joan pun tertawa lalu menyenggol tangannya Diki dan membuat Diki sedikit canggung namun ikut tertawa juga.

"Ya udah gapapa, kalau gue di suruh-suruh gue terima, emang boleh gue ikut ke rumah lo?" kata Diki dan membuat Kenzy kembali berpikir sebelum menjawab ucapannya Diki itu.

"Gue duluan Ken? Dik duluan, ya?" pamitnya, Kenzy dan Diki pun hanya mengangguk saja.

Setelah itu Joan pun pergi.

"Dik, elo yakin mau ikut gue? Kan lo tahu sendiri kalau si rumah gue ada bini orang, ntar lo mau lagi," ucapnya ngasal agar Diki tak jadi ikut.

"Yakin lah gue, emang itu bini orang nya cantik bor? Mau dong gue, kan gue udah lama jomblo!" balasnya sambil tersenyum kikuk.

"Ya udah, elo boleh ikut gue ke rumah, tapi elo harus janji sama gue, kalau nanti elo tahu rahasia besar gue, please elo jangan ember?" ucapnya meyakinkan Diki untuk bisa menjaga rahasia besarnya.

"Hah? Elo punya rahasia apa? Jangan bilang lu nyimpen istri orang terus bunting karna ulah lo, hayo ngaku siah?" balas Diki yang asal ceplos aja.

"Ngomong apaan dah, bukan itu. Ya udah yuk masuk dulu aja ke mobil gue, entar gue ceritain semuanya sama lo, tapi elo harus janji dulu, sekarang janjinya?" tegasnya sambil melangkahkan kakinya menuju ke mobilnya terparkir dan Diki pun mengikutinya.

Keduanya pun telah duduk di kursi mobil dan mulai bercerita layaknya perempuan.

"Iya gue janji sama lo, gue gak akan ngebocorin rahasia besar lo itu!" sambung Diki yang sudah duduk tenang di jok mobil di belakangnya Kenzy, karena Kenzy yang melarangnya duduk di depan.

"Okay. Gue pegang janji lu, awas kalau bocor, gue gak akan segan bikin lu sekarat di tangan gue sendiri!" ancamnya.

"Siap bos. Serem amat anjir ancamannya, ya udah apa buruan?" balasnya sudah tak sabar atau dirinya akan mati penasaran dengan rahasianya Kenzy.

"Sebenarnya gue udah nikah?" kata Kenzy langsung pada intinya dan membuat Diki membulatkan matanya tak percaya dengan yang di bilang Kenzy barusan.

Setelah mendengar ucapan itu, Diki malah tertawa seakan Kenzy sedang bergurau. Tapi lucunya dimana anjim!

"Kenapa malah ketawa? Gue serius Dik," sambungnya sambil membalikkan seluruh tubuhnya ke belakang dan menghadap Diki.

"Okay. Gue bakalan lebih serius nanggapi nya, ayo lanjut, elo nikah sama siapa? Gue gak pernah tahu pun elo nikah, gak usah ngada-ngada!" balasnya masih tak percaya dengan ucapannya Kenzy.

"Gue udah serius ini, gue udah nikah dua minggu yang lalu, cuman gue mem-private pernikahan gue ini dan mungkin elo bakalan lebih gak percaya kalau gue sebutin nama ceweknya?" kata Kenzy.

"Pastinya, ya udah bilang aja dulu, percaya atau enggaknya gimana bukti aja, bukti yang paling menguatkan bukan?"

Kenzy pun mengangguk. "Nandini, Nandini adalah istri gue?"

Diki yang mendengar ucapannya Kenzy pun langsung tertawa terbahak-bahak seolah Kenzy sedang bergurau, dan kenapa ceweknya harus Nandini. Ya, memang Diki akui, kalau Nandini memang cewek yang cantik di kampus, pria manapun pasti tergila-gila dengannya, tapi tidak dengan sahabatnya yang ini, karena awalnya Kenzy benci dengan Nandini sehingga itu membuat Diki tak mempercayai ucapannya barusan.

"Elo masih gak percaya kalau Nandini istri gue?" sambung Kenzy.

"Ya enggak lah, siapa yang mau percaya coba, kalau ada buktinya baru kan gue percaya,"

"Okay ... kita tunggu aja, dia lagi belanja. Mungkin sebentar lagi dia akan naik ke mobil ini!" Diki pun mengangguk dan menyandarkan kepalanya ke belakang lalu memainkan ponselnya, sambil mendengar lagu lewat headset, lalu memejamkan matanya sambil menunggu bukti yang ingin di tunjukkan Kenzy tadi.

Kenzy pun harus keluar dari dalam mobilnya untuk membantu Nandini yang membawa lima kantung plastik belanjaan dan menyimpannya di jok belakang dekat Diki.

Nandini pun masuk ke dalam mobil dan belum menyadari adanya Diki begitu pun dengan Diki. Tak lama Kenzy pun ikut masuk ke dalam mobilnya dan duduk di jok pengemudi.

Saat Nandini ingin melihat ke belakang, ternyata Nandini di kaget kan dengan adanya Diki.

"Masya Allah ... sejak kapan dia ada disini?" tanya nya sambil mengusap-usap dadanya karena kaget, Diki yang mendengar itu pun langsung mengerjapkan matanya dan memandang wajahnya Nandini yang cantik itu.

"Ya Allah ... aku ada dimana? Sejak kapan ada bidadari cantik di depan ku?" celotehnya dan membuat Nandini melemparkan boneka kecil yang ada di mobilnya Nandini.

"Ada di planet Pluto, sejak kapan lo disitu?" tanya Nandini yang masih menatap wajahnya Diki.

Diki pun malah tersenyum kikuk. "Planet Pluto? ngomong apaan si lu Nandini, elu ngapain disini?" balasnya belum menyadari dan terlihat heran.

"Ih ... elu yang ngapain ada di mobil gue?" kata Nandini.

"Mobil lo? Tadi gue naik mobilnya Kenzy kok, kenapa jadi elo, elo mau macem-macem sama gue?" ngasal memang jawabnya.

"Macam-macam otak kau tuh macam-macam. Udah langsung jalan aja, kita pulang ke rumah, aku capek," ucapnya kepada Kenzy dan Kenzy pun mengangguk, sedangkan Diki masih bingung.

★★★

Sesampainya di rumah. Nandini, Kenzy dan Diki pun mulai masuk ke dalam rumah itu. Diki masih bingung dengan sesuatu yang di lihatnya, kenapa Nandini kok bisa di rumahnya Kenzy? Pikirnya!

"Tunggu dulu dong, ini sebenarnya ada apa sih, gue bingung sumpah?" Diki pun duduk di sofa.

Kenzy pun harus menyimpan kantung plastik itu dulu sebelum kembali mengobrol dengan Diki, setelah selesai Kenzy dan Nandini pun duduk di kursi di depannya Diki.

"Mau ngapain sih, udah deh aku mau beres-beres dulu?" Kenzy pun memegang tangannya Nandini dan tidak mengizinkan Nandini untuk pergi.

"Apa benar Nandini ini istri lo, Ken?" tanya Diki.

"Ya iya istri gue, kalau bukan ngapain dia ada di rumah gue, lo fikir gue mau mesum sama anak orang, gila lu!" balas Kenzy.

"Ya ... gue gak percaya aja, soalnya kan gak ada acara pernikahan lo sama Nandini,"

"Waktu itu kan gue udah cuti di kampus barengan sama dia, itu acara pernikahan gue berlangsung, dan ini poto gue sama Nandini waktu nikah," balasnya sambil memberikan ponselnya yang ada foto dirinya dan Nandini.

Diki pun melihatnya lalu manggut-manggut dan sedikit menyunggingkan senyumnya. "Kalian cocok banget, cantik sama ganteng, tapi Joan, gimana?" ucapnya.

"Gue juga gak tau, tapi gimana dianya aja, kalau dia mau dia sendiri yang akan bilang dan menghindar dari Joan, iya kan sayang?" Kenzy pun tersenyum dan Nandini pun hanya mengangguk saja.

"Aku juga gak tahu harus bilang apa sama Joan nanti, biar waktu saja yang menjawabnya." balasnya, lalu berdiri dari tempat duduknya dan menuju ke dapur untuk menyiapkan air untuk Kenzy dan Diki.

Setelah itu kembali ke dapur dan mulai menyiapkan bahan untuk memasak hari ini, Kenzy dan Diki pun terus mengobrol hingga akhirnya Diki pun harus pulang.

Tak lama dari itu, Kenzy pun langsung masuk ke kamarnya dulu untuk mengambil sesuatu, tanpa sepengetahuan Kenzy dan Nandini, Keyla bisa dengan bebasnya masuk ke dalam rumah nya Kenzy.

Dan kebetulan Nandini sedang berjalan ke arah luar dan membuka pintu itu, Keyla yang melihat pintu terbuka pun merasa senang karna Keyla mengira itu Kenzy, tapi setelah nampak seseorang ternyata itu bukan Kenzy.

"Nandini? Elo ngapain di rumahnya Kenzy? Elo masih butuh duit, kok jam segini belum pulang?" kata Keyla yang sudah menatap Nandini sedari tadi.

"Elo tau aja Key, emangnya kenapa? Lagian bukan elo juga kan yang bayar gue," balasnya.

"Ya memang bukan gue, kalau cuman beres-beres kan harusnya udah pulang?" sebelum Nandini menjawab pertanyaan nya Keyla, tiba-tiba Kenzy keluar dari kamar dengan bertelanjang dada dan itu membuat Keyla salah paham dengan Nandini.

"Sayang?" panggil Kenzy yang tak mengetahui kalau disana ada Keyla dan ucapan Kenzy itu mampu membuat Keyla terdiam mematung untuk sesaat.

"Elo mau ngapain sama Kenzy? Elo udah mesum sama dia?" tuduhnya.

"Enggak lah, siapa yang mau mesum, elo gak liat kalau gue lagi bawa sapu,"

"Ini gak seperti yang lo kira, gue hanya gerah jadinya buka baju, gue fikir gak ada kalian berdua, makanya gue berani kayak gini!" ucapnya lalu kembali masuk ke dalam kamarnya.

"Gue tetap gak percaya, gue fikir lo enggak gitu lho Nan, ternyata elo lebih menghanyutkan dari apa yang gue lihat sebelumnya, dasar lo munafik!" umpatnya lalu pergi dari kediamannya Kenzy.

Keyla pun pergi dengan air mata yang sudah membasahi pipinya itu, fikiran nya kacau, hati nya sakit bukan main, Keyla jadi berfikiran jelek soal Nandini dan Kenzy, bahkan Keyla pun berniat menyebarkan apa yang sudah di lihatnya dan mungkin akan di lebih-lebih kan.

Nandini pun langsung menghampiri Kenzy di kamarnya dan mulai ber sedekap dada di hadapan nya Kenzy.

"Kamu tuh ngapain sih keluar gak pake baju segala? Kalau Keyla jadi salah paham gimana?" ucapnya kesal.

"Salah paham gimana sih, biarin aja lah, lagian kita juga gak ngelakuin apa-apa, aku cuman gerah aja tadi?"

"Aku ngerti, ya udah lah gimana kamu aja,"

Nandini pun hendak pergi namun dengan sigap Kenzy pun menarik tangannya Nandini dan memeluknya dengan mesra.

Nandini pun diam tanpa merespon apapun, Kenzy pun mulai melepaskan pelukannya dan malah membalikkan tubuhnya Nandini jadi menghadapnya.

"Nah gini kan jadi tambah enak," ucapnya sambil tersenyum.

"Tambah enak apanya? Jangan kasih teka-teki gitu dong,"

"Tambah enak meluknya gitu," ucapnya lalu Kenzy kembali memeluk tubuhnya Nandini dari depan.

Nandini pun membalas pelukannya Kenzy, tangannya Kenzy pun kembali berulah, Kenzy melepaskan pelukannya lalu mengangkat wajahnya Nandini dan mencium lembut keningnya Nandini.

**Cup!

Cup**!

Ciuman yang kedua berhasil mendarat di bibir nya Nandini dan itu menjadi candu buat Kenzy.

Kenzy pun mulai membopong tubuhnya Nandini dan menidurkannya di kasur, kalau sudah bertemu kasur sudah tak aneh lagi perlakuan mereka berdua yang ujung-ujungnya langsung dalam kenikmatan.

Kenzy pun mulai membelai-belai wajahnya Nandini dan tak henti-hentinya menciumi wajahnya Nandini, kali ini Nandini hanya pasrah dengan perlakuan suaminya itu.

"Jangan kencang-kencang, please?" mohon nya sambil memegangi tangannya Kenzy.

"Iya, pelan-pelan aja," Nandini pun mengangguk.

Kenzy pun mulai memainkan tangannya di daerah sensitifnya Nandini dan sore hari ini menjadi permainan mereka yang sudah menjadi candu untuk masing-masing.

Nandini pun tetap menikmati sentuhan lembut dari jari-jemari sang suami dan tanpa ragu Nandini pun mendekatkan bibirnya ke bibir Kenzy dan ciuman itu kembali memanas.

1
Susi nabila
lanjut....💪💪
nursarati
lanjuuuttt
ツ Snowy ࿐
Crazy up thor! 💪💪
Susi nabila
wah ternyata ada.up ya ...
setelah sekian lama aku kirain udah aja cerita nya....
lanjut... ...
udah mulai ada konflik ya.....💪💪💪💪💪🥰🥰
RIMU06: iya maaf ya, ternyata aku nya sibuk , sibuk kursus, cari kerja, terus kerja , ujian juga.🙏🙏😊
total 1 replies
nursarati
akhirnya up lagi sampe lupa ma ceritanya.. lanjuuuuttt
RIMU06: maaf ya, selama ini aku sibuk ngurusin kursus, ujian, kerja juga..🙏
total 1 replies
Dyan Maelani
kenapa ga pernah di up ka
RIMU06: maaf ya, lagi gak fokus sama perhaluan, aku nya lagi sibuk magang sama melamar kerja sanasini
total 1 replies
Dyan Pratama
kenapa ga di up ka
RIMU06: maaf ya karena udah lama gak bisa up, othor lagi sibuk terus gak ada waktu luang sama sekali
total 1 replies
Dyan Maelani
ayo lanjut lgi thor
Dyan Maelani
lanjutt lagi thor
Ahmat Hapids
gilang jodohnya hasna
nursarati
lanjuuuuttt
ツ Snowy ࿐
Waaahhh kayak nya gilang bakal keterima di perusahaan lakik nya nandini nih 🤭
RIMU06: semoga saja keterima ya
total 1 replies
nursarati
salah nandini juga sih kenapa nggak jujur aja dr awal biar jelas semua
RIMU06: temannya yang lebih tepatnya lagi, karena bilang nya temen
total 1 replies
Umbu Fandri
lanjut thor
Dyan Maelani
lanjutt lagi dong Thor..
lanjutnya jangan lama" bikin kangen..
Dyan Maelani: aku udah kangen sama ceritanya nandini sama kenzi
total 2 replies
Dyan Maelani
lanjuttt thorr
no name
semangat upnya thor 💪
nursarati
bikin makin seru dong thor biar tambah greget bacanya
RIMU06: harus gimana nih bikin alurnya coba kasih masukan yang seru itu
total 1 replies
nursarati
lanjuuuuttt
nursarati
selamat ortu baruu.. tinggal nunggu jooh randri nih.. semangat othor💪🏻💪🏻👍🏻👍🏻
RIMU06: Randri bakalan berjodoh sama siapa nih kira-kira?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!