Seorang wanita bernama Tiara Indah Soraya yang merupakan wanita yang sukses dengan kariernya sebagai desainer dan pemilik butik terkenal.
Tapi dibalik kesuksesannya tidak sebanding dengan kisah cintanya. Diusianya yang sudah dipenghujung kepala 2 membuatnya selalu diteror oleh ibunya untuk segera menikah.
Setiap hari ibunya selalu bertanya tentang laki laki bahkan dia juga sering menjodohkannya dengan banyak laki laki tapi semuanya selalu berakhir dengan ketidakcocokan.
Hal itu membuat ibunya sangat frustasi karena di usianya yang sudah tua dia ingin sekali menimang cucu dari putri tunggalnya.
Hingga akhirnya dia bertemu dengan Rivan dan besoknya langsung diajak menikah tanpa mengetahui asal usul dari pria tersebut.
Bagaimana kehidupan Tiara setelah menikah dengan Rivan? apakah rumah tangga mereka akan bahagia atau malah sebaliknya.
yuk ikuti dan baca novel keduaku ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aura Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyelidiki
Sementara itu disebuah restoran yang mewah seorang wanita paruh baya sedang duduk disalah satu ruangan VIP yang ada di restoran tersebut. Wanita tersebut memesan ruangan VIP untuk bertemu dengan seseorang. Wanita yang sangat cantik meskipun usianya sudah tidak muda lagi. Penampilannya juga elegan menandakan bahwa dia adalah seorang wanita yang terpandang dan kaya raya.
Dan kebetulan restoran yang dia kunjungi adalah sebuah restoran terkenal di Jakarta yang merupakan restoran milik putrinya. Jadi semua pelayan di restoran sudah dipastikan mengenal wanita tersebut yang merupakan ibu dari bos mereka.
Wanita itu adalah Amel, bunda dari Rivan dan saat ini dia sedang menunggu seseorang yang sudah diajaknya janjian buat ketemu di restoran tersebut. Sebenarnya waktu yang dia tentukan untuk bertemu masih setengah jam lagi, tapi entah kenapa dia datang lebih duluan karena dia sudah sangat penasaran mulai dari kemaren pagi.
Sebenarnya ibu Amel juga sedang sibuk bekerja di perusahaannya, tapi karena rasa penasarannya membuat dia meninggalkan pekerjaannya. Dia sangat ingin mengetahui sosok wanita yang diceritakan oleh Rivan kemaren pagi. Dan tanpa sepengetahuan siapapun dia ingin mencari tau soal wanita yang diceritakan oleh Rivan
Berkali kali dia melirik jam tangan mahal yang melingkar dipergelangan tangannya. Sambil melihat kearah pintu berharap orang yang diajaknya ketemuan segera datang karena waktu sudah beranjak siang. Dan tidak lama seorang pelayan datang dan memberitahukan bahwa orang yang memiliki janji dengannya sudah datang dan saat ini sedang menunggu di luar.
" Maaf nyonya wanita yang memiliki janji bertemu dengan anda saat ini sedang ada diluar" kata pelayan di restoran tersebut memberitahukan keberadaan orang yang ditunggunya sedari tadi.
" Ya sudah suruh dia masuk " sahut ibu Amel memberikan perintah.
Meskipun dia dari keluarga terpandang dan kaya raya, sosoknya sangat berwibawa, ramah dengan siapapun dan tidak pernah membedakan derajat seseorang.
Pelayan tersebut keluar dan segera memanggil orang yang diundang oleh ibu Amel. Dan tidak lama pintu kembali terbuka dan sudah ada sosok wanita yang diajaknya bertemu dengannya. Ternyata wanita yang diajak ketemuan dengan ibu Amel adalah ibu Dewi yang merupakan istri dari pak Sigit yang juga salah satu pengusaha di Jakarta meskipun tidak sesukses dengan perusahaan dari keluarga ibu Amel.
Awalnya Dewi tidak percaya bahwa dia diajak ketemuan dengan Amel yang notabene nya mereka tidak saling mengenal. Mereka juga tidak pernah bertemu, hanya saja ibu Dewi mengetahui tentang sosok ibu Amel, entah itu dari cerita suami ataupun teman rekan bisnis suaminya ataupun dari berita televisi dan media cetak . Karena memang keluarga ibu Amel adalah keluarga kaya raya dengan perusahaan beberapa cabang yang sudah sukses.
Semalam ibu Dewi sangat terkejut saat mendapatkan telepon dari ibu Amel dan mengajaknya ketemuan. ' Ada masalah apa sampai ibu Amel mengajakku ketemuan?' bertanya dalam hati tidak percaya dengan yang ucapan ibu Amel tadi malam.
Ibu Dewi langsung masuk saat dipersilahkan oleh pelayan restoran untuk memasuki ruangan yang sudah dipesan oleh ibu Amel. Dia sangat terkesima begitu melihat ibu Amel yang langsung berdiri dari duduknya menyambut dirinya dengan senyuman yang ramah. Mungkin benar kata orang bahwa dia adalah wanita yang baik dan ramah karena dia langsung tersenyum begitu melihat kedatangan ibu Dewi.
" Mari silahkan masuk bu Dewi" mempersilahkan ibu Dewi untuk segera mendekat padanya, lalu dia menjulurkan tangannya mengajak bu Dewi berjabat tangan begitu sudah ada didepannya.
" Iya terima kasih Bu Amel atas undangannya" membalas jabatan tangan Bu Amel.
" Mari silahkan duduk" mengajak bu Dewi untuk duduk di sofa yang saling berhadapan dan hanya dibatasi oleh meja kecil.
Mereka berdua langsung duduk saling berhadapan dan pelayan tadi langsung memberikan buku menu pada bu Dewi untuk memesan minuman dan makanan sesuai dengan seleranya.
Setelah memesan makanan dan minuman pelayan tersebut langsung beranjak pergi meninggalkan dua wanita yang ada di ruangan VIP tersebut.
" Sebelumnya saya mau minta maaf karena sudah menyita waktunya bu Dewi untuk bertemu dengan saya" ucap Bu Amel mengawali pembicaraan mereka.
" Tidak bu Amel saya malah senang bisa bertemu dengan ibu dan kebetulan saya juga tidak sibuk" sahut bu Dewi yang belum mengetahui maksud dari pertemuannya dengan bu Amel.
" Baiklah kita mulai saja ya" tidak ingin membuang buang waktunya. " Maksud saya mengajak bertemu dengan bu Dewi, hanya ingin mencari informasi tentang seorang wanita" lanjutnya sebelumnya mengatakan maksudnya.
Bu Dewi dengan antusias mendengarkan ucapan bu Amel karena sedari tadi malam dia sangat penasaran dengan telepon dari Bu Amel yang mengajaknya ketemuan.
" Maaf apa Bu Dewi mengenal dengan wanita yang bernama Tiara?" tanya bu Amel memulai menginterogasi bu Dewi.
"Tiara..?" bertanya balik sambil mengerutkan alisnya untuk berfikir sejenak.
" Iya... wanita yang kapan hari menghadiri pesta pertunangan putri ibu" mencoba membantu ibu Dewi mengingatkan Tiara, yang dia dapatkan infonya dari Rivan bahwa mereka bertemu di acara pertunangan putrinya ibu Dewi.
" Ohh... mbak Tiara?" langsung mengingat begitu bu Amel memberitahukan bahwa Tiara yang dimaksud adalah salah satu tamu undangan di acara pertunangan putrinya.
" Apa ibu tau tentang wanita yang bernama Tiara ini bu?" tanya bu Amel begitu antusias dengan senyuman yang terbit di bibirnya.
" Ya pasti saya kenal bu, dia itu salah satu orang yang hadir di acara pertunangan putri saya" jawab bu Dewi juga ikut tersenyum.
Bu Amel terus tersenyum. ' Akhirnya tidak sia sia juga aku mengajak bu Dewi bertemu, karena memang dia mengenal Tiara' batin ibu Amel begitu senang usahanya akan berhasil menyelidiki wanita yang bernama Tiara tersebut.
Saat mendengar cerita dari Rivan kemaren ibu Amel merasa bahwa wanita yang bernama Tiara tersebut adalah wanita yang baik. Meskipun mereka belum pernah bertemu sama sekali tapi hati kecil ibu Amel mengatakan bahwa dia adalah jodoh anaknya yang sudah lama membujang bahkan usianya sudah sangat matang untuk memulai berkeluarga.
" Apa saya boleh bertanya dan mengetahui tentang identitas wanita yang bernama Tiara bu?" tanya ibu Amel dengan hati hati jangan sampai ibu Dewi merasa tersinggung dengan apa yang dilakukannya bahwa saat ini dia sedang menyelidiki identitas wanita tersebut.
Ibu Dewi langsung menautkan kedua alisnya begitu mendengar pertanyaan Bu Amel yang ingin mengetahui identitas tentang Tiara. 'Kenapa ibu Amel sangat ingin tau identitas mbak Tiara? apa telah terjadi sesuatu pada Tiara dengan keluarga Sanjaya?' batin Bu Dewi yang juga merasa khawatir karena menurutnya Tiara adalah wanita yang baik. Tidak mungkin dia memiliki masalah dengan keluarga Sanjaya. Sejenak dia diam masih berfikir dan bingung dengan apa yang harus dia katakan pada Bu Amel.
## Kira kira bu Dewi akan menceritakan tentang Tiara pada ibu Amel apa tidak ya? baca terus kelanjutan ceritanya. Jangan sungkan untuk memberikan masukan dengan memberikan komentar dan juga selalu beri dukungan dengan cara kasih like, hadiah dan vote kalian.