NovelToon NovelToon
Pasangan Beda Usia

Pasangan Beda Usia

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Cintamanis / Perjodohan / Nikahmuda / Poligami / Duda / CEO / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: riena

Kata orang cinta itu buta? Memang, karena kita tidak pernah tahu pada siapa cinta itu akan berlabuh.

Disini adalah kumpulan cerbung tentang pasangan beda usia dengan berbagai lika likunya.

Follow Ig @ rii.ena

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Memilih Pergi

Rumah dalam keadaan sepi, mbak Nana, seperti biasa, selalu berada di belakang, Alfian memang tidak membolehkan mbak Nana terlalu berkeliaran di sekitar rumah jika pekerjaan-nya sudah selesai.

" Sa, Bu Dewi mana ? Belum pulang sekolah ? "

Saka yang duduk bermalas malasan sembari mendengarkan musik di kursi yang ada di balkon, menatap ke arah Dinda yang berdiri di depan pintu.

" Ibuk ke Bali, pagi tadi berangkat "

" Oh "

" Din, bisa kita bicara ? "

Cegah Saka ketika melihat Dinda membalikkan badannya untuk menuju ke kamarnya sendiri.

Dinda mengangguk, memilih duduk di kursi tepat berada di depan Saka.

" Kamu masih membenci diriku, Din ? " Saka menatap lekat lekat wajah Dinda yang sedikit pucat.

Dinda menggeleng, menatap ke arah pintu pagar masuk, mengawasi apakah Alfian sudah pulang atau belum.

" Dinda ingin membencimu, Sa, tapi Dinda tidak bisa "

Saka tersenyum.

" Kamu belum berubah, Din "

Dinda kembali menatap wajah Saka, mengamati apa apa saja yang sudah berubah pada Saka, karena selama tinggal bersama, Dinda lebih banyak menunduk.

Saka hanya terlihat semakin dewasa.

" Kamu yang sekarang pasti membenci Dinda ya, Sa, maafin Dinda, Sa ! Dinda gak tahu kalau Bu Dewi, mama-mu "

Saka memilih diam, menunggu kata kata selanjutnya yang akan keluar dari mulut Dinda.

" Kehadiran Dinda di rumah ini, pasti sudah membuat kamu gak nyaman, dan ...."

" Dan ...." Saka mengulangi ucapan Dinda yang belum bersambung, terlihat ada keraguan di wajah Dinda.

" Tidak ada gunanya lagi Dinda di sini, Sa, jika kamu dan buk Dewi akhirnya terganggu dengan kehadiran Dinda, biarlah Dinda yang pergi, Dinda..."

" Din " Saka menggeleng.

" Kamu gak salah, aku yang sudah membuat kamu mengambil jalan pintas, kamu tidak bisa mundur Din, kamu dan Papa pasti sama sama terluka jika kamu pergi "

Dinda mengusap sudut matanya yang tiba tiba basah.

" Jika kamu memutuskan pergi dari kehidupan Papa, bagaimana dengan Bapak dan ibumu ? Ketika kamu menikah dengan Papa saja, mereka sudah cukup malu, apalagi jika sampai ...."

Saka menggeleng gelengkan kepalanya.

" Kamu tahu dari mana ? "

" Nonik " Saka berucap pelan.

Dinda terkejut, tetapi hanya sesaat.

" Aku tidak sengaja bertemu dengannya kemarin, dia menceritakan gosip tentang dirimu yang menyebar, tetapi dia tidak tahu jika pria yang menjadi suamimu adalah Papaku "

Dinda tersenyum masam.

" Maaf Din, aku tidak bermaksud mengusir-mu, maaf, maaf "

" Aku tahu, aku akan pergi dari sini "

Dinda berdiri dari kursinya, ia tidak bisa lagi menahan tangisnya.

Dinda merasa bodoh sekali.

Inilah akibatnya karena mempunyai niat yang tidak baik, diawal pernikahan, ikatan suci pernikahan bukan sarana ajang balas dendam.

" Din, kamu salah faham, dengarkan aku dulu ! "

Saka mencekal lengan Dinda.

" Tinggal-lah di tempat yang lain, maksudku, Eh...."

Saka terlibat bingung mencari kata kata yang pas agar Dinda tidak tersinggung.

" Papa cukup punya uang untuk memberikanmu tempat tinggal yang lain, agar aku bisa melupakan dirimu dari hatiku dan bisa menganggap mu, sebagai istri dari Papa, dan Mama, wanita mana yang tidak akan terluka melihat suaminya memasuki pintu kamar perempuan yang bukan dirinya, maaf Din, aku juga merasa sakit tiap kali melihat Papa masuk ke kamarmu "

Saka bisa melihat jika mobil yang biasa dikendarai Papanya mulai mendekati pintu depan.

Dinda juga dapat melihatnya.

" Baiklah, Sa ! Dinda akan pergi "

" Din, maaf ! "

Saka tidak tega melihat Dinda yang terluka, ia bisa melihat lewat mata Dinda yang terus mengeluarkan air mata.

...*****...

Dinda mengunci pintu kamarnya, Kembali menangis kuat di balik pintu.

Ia merasa hatinya membatu gara gara dendam, ia terlalu polos jika mengira Bu Dewi baik baik saja selama ini, walaupun Dinda tahu alasan Bu Dewi memintanya sebagai istri dari suaminya untuk apa, Bu Dewi sudah menjelaskan semua.

Dinda merasa dirinya sangat bodoh sekali, dan Dinda juga lupa jika masih ada satu hati yang terluka, Saka.

Setelah puas menangis, Dinda mengemasi semua pakaiannya, dan memasukkannya ke dalam koper.

Alfian masih berada di dalam kamar dirinya dan Dewi, ya semua barang barang pribadi Alfian, seluruhnya ada dikamar utama, Alfian tidak berniat untuk memindahkannya. Di samping Alfian juga masih menjaga perasaan Dewi.

Dewi tetaplah Istrinya, ibu dari anaknya. Pada Dewi juga segala harapan dan impian indah dalam berumah tangga pernah Alfian gantungkan dulu ketika ia dan Dewi memulai hidup baru.

Tetapi jalan hidup tiap orang tidak ada yang tahu, tidak pernah terbersit sedikit pun di benak Alfian untuk memiliki istri lain selain Dewi.

Rahasia takdir, hanya Alloh yang tahu, bahkan malaikat pun tidak pernah di beritahu.

Tepat ketika Saka dan Alfian berada di kamar mereka masing masing, mungkin sedang Sholat, Dinda pergi meninggalkan rumah kediaman Alfian, dengan mata yang membengkak, dan air mata yang terus mengalir.

Dinda lebih memilih Sholat di mesjid di pinggir jalan yang akan di temui-nya nanti.

...*****...

Alfian dan Saka sama sana menunggu Dinda yang belum turun dari dalam kamarnya, keduanya sekedar berbincang ringan tentang kuliah Saka.

Keduanya sama sama memilih tidak menyinggung apa yang mereka rahasiakan.

Setelah menunggu hampir dua puluh menit, Alfian sudah tidak sabar.

" Kemana Dinda, kenapa lama sekali belum turun juga "

Alfian menggerutu pelan, kepalanya mendongak menatap ke atas.

" Papa mau aku memanggilnya untuk turun agar makan bersama ? "

Tawar Saka.

" Gak perlu, biar mbak Nana saja "

Saka hanya mengangguk, hatinya sedikit cemas.

Apakah gara gara omongan aku tadi sehingga Dinda menjadi tersinggung dan mengurung diri di kamar ?

" Mbak Dinda-nya tidak ada di dalam kamar, sudah di cek di kamar mandi juga tidak ada termasuk ...."

Mbak Nana melaporkan setelah turun dengan langkah tergesa.

" Termasuk apa ? "

Alfian berseru tidak sabar.

" Pakaiannya juga tidak ada "

Ujar Mbak Nana takut takut.

Alfian menatap tajam pada Saka.

Saka menggelengkan kepalanya, tidak mungkin ia akan jujur.

Alfian berdecak, mengambil kunci kontak mobil, berlari ke luar.

Din, maksudnya bukan seperti ini.

Saka masih diam mematung, menatap bayangan tubuh Papanya yang menghilang di balik pintu luar yang sudah tertutup.

......*******......

...🌸🌸🌸🌸🌸...

1
Ran Aulia
Luar biasa
Effrynna dwy
Lumayan
Magda Nuraini Nursyirwan
Aku membaca kali kedua,cerita bagusnya Riien,menyesalkan dan sesak kelakuan Aisyah,kerasnya sifat wanita,tertutup,gengsian padahal betapa baiknya Syam banyak mengubah dgn hijrah diri lebih baik,qodarullah mereka bercerai atas kerasnya Aisyah,kasihan Fatimah 😭😭😭
Afternoon Honey
maksudnya lapak ijo KBM kah? dan yg satunya apa, ngak paham saya...
ah kecewa...
dite
salah sih kalo dibilang si dinda korban napsu alfian.. yg ada itu pilihan dia sendiri. resiko dr pilihannya.
dite
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
dream
Aisah ini guru, tapi kok gak bisa di gugu dan di tiru.... laki2... kl kamu gituin terus lama2 bosen.... bisaa di tinggalin karena bodohmu
dream
Dengerin tuh Aish.... jgn alay bin lebay.... sebel jadinya
dream
Biarpun si Sam salah, apa yg di bilang semua bener, knp gak berbenah diri, bikin Sam cinta mati, kl gini kesenengan si Lili, ngerusak rmh tangga kamu, lagian Sam gak 100 persen salah, dia langsung ceraikan lili, dan cerita jujur sama kamu Aish.... binun aku sama kamu
dream
oh.... si Yasmin sepupu sama Tristan selingkuhan Liana
dream
kasih servis lah yg ok biar si Sam tambah cinta.... ayok pertahanin pernikahanmu, kamu bukan pelakor kok,
dream
Laki mah tukang boong, tapi hebat loh Sam mau cerita n minta pengampunan, dia juga gak salah 100 persen, Si lili yg parah
dream
duh kenapa gak di injek aja si nonik.... gak tau malu...
dream
usir aja si Ninik..... rese banget, aisyah juga gak tegas, usir benalu.... jijik....
Qaisaa Nazarudin
Cerita nya bagus banget,Baru baca bab 1 aja aku udah jatuh cinta dgn ceritamu ini thor,Tapi aku kesel dan kecewa banget,kenapa harus pindah lapak? mana aku gak tau lagi lapak yg mana😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Qaisaa Nazarudin
Loh lapak itu di mana thor?? aku gak tau..aduuh kok pindah sih??kecewa sekali😭😭😭
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah akhirnya Dinda memilih kabur kesini..🤲🏻🤲🏻
Qaisaa Nazarudin
OMG Dinda mau kemana??kok aku deg degan campur sesak🥺🥺😩😩
Qaisaa Nazarudin
Gagal apanya..Sekarang aja Saka udah kelimpungan,kebakaran jenggot..😅😅😅
Qaisaa Nazarudin
Duh terjaru sekali aku dgn jubungan adek abang ini,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!