Azara Amora adalah gadis cantik berambut panjang dan bertubuh pendek
Bryan Jason Willy, cowok tampan, bertubuh tinggi,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nurdahlia Awani hrp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 18 berubah
"Ara sayang Abang,jangan tinggalin ara sendirian"ara mendekat ke arahku lalu memelukku erat
Aku langsung terperanjat, mendengar suara tembakan dari arah luar. Aku dan Ara segera berlari keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi disana.
Tubuhku mendadak melemas, lututku seakan tak mampu untuk berdiri. Aku terjatuh, kenapa ini terjadi? Siapa, siapa yang melakukan semua ini?! Mami, dan Papi, sesosok orang yang aku sayang, saat ini sudah tergeletak di lantai dengan bersimpuh darah. Sementara, pelakunya sudah berlari keluar.
Dengan sekuat tenaga, aku berlari kearah keduanya. Menangis dengan sekencang-kencangnya, memeluk tubuh keduanya.
___
Aku membuka mata perlahan, mendapati diri berada di ruangan serba putih nan bersih ini. Ku tatap ada Ketiga temanku, sedang berdiri di sampingku. Aku langsung berlari keluar, mencari keberadaan kedua orang tua ku.
"Ara, Mami gue mana? Papi gue juga mana?" Aku bertanya tanpa henti. Ara segera berlalu kepelukanku, membuatku terdiam.
"Mami sama Papinya Abang lagi ...," Ara menghentikan ucapannya, ketika terdengar isakan darinya.
"K-kenapa? Mami kenapa?" Ara mendongak kearahku. "Mereka lagi diurus, kita nunggu aja ya. Semoga mereka bisa terselamatkan," aku menitikkan air mata. Tuhan, kenapa? Kenapa ini terjadi padaku.
Ara menghapus air mataku, sejak kapan gadis ini berubah dewasa? Kemana ia bawa sikap polosnya itu? Ara tersenyum kearahku.
"Yaudah, Ara ketoilet bentar ya. Nanti Ara nyusul ke ruangan kamu," Ara berjalan meninggalkanku. Aku pun segera kembali kedalam ruangan itu. Entah sejak kapan ada luka di kepalaku.
Kulihat teman-temanku sedang terduduk dengan pipi yang basah. Mungkin mereka turut merasakannya.
"Siapa yang ngelakuin ini sama mereka!?" Karell bertanya penuh emosi, tangannya berkepal.
"Gue juga gak tau, orangnya langsung pergi ketika lihat gue. Pokoknya gue akan balas perbuatan mereka!" geramku. Ketiganya mengangguk, lalu menepuk pundakku bersamaan.
"Yan, gimana sama Ara? Lo mau masih bertahan?" Mereka membicarakan hal lain, mungkin sengaja agar aku sedikit lebih melupakan apa yang terjadi.
"Gue juga gak tau, gue mau terus bertahan apa nggak. Ara cuman pacar tantangan dari kalian kan? Ntahlah, gue gak tau," jawabku. Sedikit tak rela jika kehilangan gadis itu.
BRAK!
Kami semua sontak menatap kearah Ara yang sedang berdiri, menjatuhkan sebuah napan berisi makanan. Ara nampak berkaca-kaca, bulir bening jatuh melintasi pipinya.
"J-jadi, selama ini kalian jadiin Ara sebuah objek tantangan? Ara pernah buat salah apa sama kalian? Kenapa kalian tega sama Ara? Ara benci kalian!" Ara berlalu pergi meninggalkan kami yang masih tertegun. Merasa bersalah dengan apa yang telah aku lakukan.
"Gimana ini? Kalau Ara kenapa-kenapa gimana?" Gue langsung bangkit, berlari kembali mengejear Ara. Gadis mungil itu terus berlari.
"Ara, tunggu!" Ara tak menghiraukan teriakanku.
Rintik-rintik berjatuhan, mengenai diriku yang masih berlari. Aku menahan tangan Ara, Ara memberontak ketika aku memeluknya erat.
"Lepasin Ara! Ara benci kamu!" ucapnya dengan isakan.
"Dengerin gue dulu, Ra!" Ara berhenti menangis.
"Awas!" Ara melepas pelukannya, dan mendorong tubuhku menjauh darinya.
Aku memegangi kepalaku, darah segar mengalir dari kepalaku. Kepalaku terbentur akibat Ara mendorongku dengan keras.
BRUK!
Aku membulatkan mata sempurna ketika mobil menabrak, hingga membuat tubuh Ara terpental.
"ARA!"
#Bersambung
aduduh gimana ini
Gimana nih guys, kasian Aranya!😭
kasihan kali Ara nya ya
penasaran dengan selanjutnya
anak" bryan kak gimana ketemu sama anak sabahat papanya😁😁
jangan lupa mapir di KARYA ku yaaa🙏❤️🖤
awas az klo Bryan sampe luluh
lucu
semangat thor lanjutin up nya. di tunggu epsd selanjutnya, aku suka dengan ceritanya, menarik😍