💐💐 NOTED DARI AUTHOR, HATI - HATI DARAH TINGGI KALO BACA NOVEL INI💐💐😜
***
Mencintai dan Dicintai
Menyakiti dan Tersakiti
---
Malik dan Kania, disatukan dalam perjodohan namun tidak dalam suatu tekanan. Menerima dengan lapang dada perjodohan yang dilakukan oleh Kakeknya Malik atas dasar bakti pada sang kakek.
Tak ada benci pada awalnya meski butuh waktu saling menerima hingga rasa cinta diantara mereka mulai tumbuh dan bersemi.
Namun badai sedikit demi sedikit mulai menghantam mahligai rumah tangga mereka.
Akankah Malik dan Kania berpisah pada akhirnya?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emaknya Queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AC – 19
Happy reading...
Malik membawa Kania menikmati bulan madu mereka di Turki. Mengunjungi beberapa spot destinasi wisata di Negara tersebut sembari mengeratkan ikatan hati satu sama lainnya. Senantiasa agar rumah tangga mereka ke depannya akan selalu harmonis dan romantis.
“Kamu bahagia, sayang?.” Tanya Malik pada Kania sambil memeluk erat istrinya itu dari belakang kala mereka sedang menikmati saat romantis menaiki balon udara di Cappadocia.
Kania tersenyum lalu berbalik menghadapkan dirinya pada Malik.
“Sangat!.” Ucap Kania sambil membelai wajah Malik lembut.
Malik tersenyum bahagia lalu mengecup bibir Kania sekilas dan kembali lagi memposisikan Kania seperti sebelumnya agar dia dapat kembali memeluk istrinya sambil menikmati indahnya pemandangan Cappadocia dari
atas balon udara yang mereka sewa.
Menghabiskan enam hari di Turki untuk berbulan madu, setelah itu Malik dan Kania bertolak kembali ke Indonesia. Membawa kenangan dan cerita bahagia momen bulan madu mereka.
**
“Sayang?.” Panggil Malik saat dirinya dan Kania sudah kembali dari bulan madu mereka di Turki. “Lagi ngapain sih?.”
“Ini aku lagi misahin oleh – oleh buat Kakek, Ayah, Bunda, Papa sama Mama. Sama untuk anak - anak di kantor.” Ucap Kania yang sedang sibuk memisahkan oleh – oleh yang ia beli di Turki dalam tas yang berbeda.
“Hem.” Sahut Malik singkat. “Kapan mau ke tempat orang tua kita?.”
“Terserah kamu aja.” Sahut Kania yang masih sibuk dengan kegiatannya.
“Lusa aja ya. Hari ini dan besok kita istirahat dulu.” Ucap Malik yang kemudian inisiatif membantu istrinya yang tampak asyik sendiri itu.
Kania tampak mengangguk mengiyakan usul Malik.
“Oh iya sayang, soal pekerjaan gimana?.” Tanya Malik di sela ia membantu Kania merapihkan oleh – oleh.
Kania menghentikan kegiatannya. “Hem, soal itu ya?....”
“Kenapa?.” Tanya Malik. “Aku bukan suruh berhenti loh. Cuma pindah. “
“Iya ngerti.” Sahut Kania.
“Jadi?” Malik bertanya lagi. “Mau ya?. Jadi kan kita bisa deket terus. Biar aku gampang ngawasin nya juga.”
“Kenapa juga aku harus diawasin coba?.” Tanya Kania sambil memandang Malik. “Emang aku anak kecil apa?.”
Malik setengah terkekeh. “Masalahnya, istri aku itu kan terlalu cantik dan seksi, jadi harus antisipasi dari para pebinor.” Ucap Malik yang membuat Kania setengah merona.
“Dih, bisa aja gombalnya Pak Malik Abraham.” Ledek Kania sambil menoel dagu suaminya. “Belajar darimana itu gombalan?.”
“Tapi suka kan?.” Malik meledek balik sambil memainkan alisnya membuat Kania terkekeh geli.
“Engga sih.” Sahut Kania.
“Bener nih, ga suka?.” Malik menggoda sambil menatap Kania.
“Bener.” Sahut Kania cepat. “Bukan hanya suka, tapi cinta.”
Malik seketika tersenyum lebar. “Sini.” Menarik Kania agar lebih dekat. “Makasih ya.”
“Untuk?.” Tanya Kania.
“Hati kamu, cinta kamu., diri kamu seutuhnya. Aku laki – laki yang beruntung K.” Ucap Malik tulus. “Makasih sudah membuka hati kamu.”
“Sama – sama, M. Terima kasih yang sama dari aku juga.” Balas Kania dengan senyumannya.
“Jadi, mau ya pindah ke Abraham Company?.” Ucap Malik sembari bertanya penuh harap agar Kania mau pindah ke Perusahaan pusat agar bisa selalu dekat dengannya. Toh, Malik memang antisipasi mengingat kalau istrinya itu cantik dan bisa membuat pria lain terpesona pada kecantikan Kania, terlebih lagi wanita itu termasuk orang yang ramah.
“Hem, aku sih mau aja. Tapi apa Kakek dan orang tua kamu ga keberatan kalau aku kerja disana?.” Ucap Kania.
“Ga akan keberatan mereka juga. Justru seneng pasti.” Sahut Malik. “Yang penting kamu mau pindah kerja bareng aku.”
“Tapi jangan buru – buru ya, aku selesaikan dulu dua proyek wedding yang udah on schedule, sekalian aku pamitan sama anak – anak.” Ucap Kania dan Malik mengiyakan.
“Kasih tau aja kapan kiranya kamu sudah siap untuk pindah.” Ucap Malik sumringah.
“Oke Bos.” Sahut Kania. “ Ya udah selesaikan ini dulu deh, biar cepet selesai.” Kania melanjutkan mengatur oleh – oleh yang ia bawa dari Turki.
***
“Assalamu’alaikum.” Ucap Malik dan Kania saat keduanya tiba di rumah orang tua Kania. Malik sebelumnya menyarankan untuk terlebih dahulu mengunjungi kedua mertuanya itu untuk membawakan oleh – oleh yang sudah mereka siapkan saat Malik dan Kania berbulan madu di Turki.
“Wa’alaikumsalam.” Sahut Papa dan Mama Kania, yang memang sudah menunggu putri satu –satunya itu dan menantu mereka. “Malik, Kania anak Mama sama Papa yang ga ada duanya di dunia.” Sambut Mama Kania
dengan wajah sumringah sambil memeluk putri kesayangan dirinya dan suami.
Malik dan Kania pun terkekeh. “Apa sih Ma?.” Ucap Kania sambil memeluk kembali sang Mama dan kemudian mencium tangan wanita itu dengan takdzim.
Diikuti dengan Malik yang juga mencium tangan sang mama mertua. “Apa kabar Ma?.” Sapa Malik.
“Alhamdulillah baik Malik.” Jawab Mama mertuanya. “Yuk masuk.”
Malik mengangguk lalu segera menghampiri Papa Mertuanya yang sudah berdiri untuk menyambutnya dan Kania tampak bergelayut manja di lengan papa mertuanya itu.
“Apa kabar Pa?.” Sapa Malik sopan pada sang papa mertua. Tersenyum melihat Kania yang tampak manja pada papanya.
“Ih, ga ada malu – malunya sama suami. Gelendotan gitu sama papanya.” Celetuk mamanya Kania.
“Orang kangen juga sama pacar pertama.” Sahut Kania asal, Malik tetap tersenyum. “Kania bawain papa teh apel tuh. Pasti Papa suka.” Ucap Kania yang tau dengan sangat kalau Papanya lebih menyukai segala jenis teh daripada kopi.
“Makasih anak Papa tersayang.” Ucap Papanya Kania sambil memencet hidung putri kesayangannya itu.
“Buat mama, apa?.” Tanya mamanya Kania pada anaknya.
“Tuh Pashmina aneka warna. Spesial mantunya tuh yang milihin.” Ucap Kania santai.
“Oh ya?.” Mamanya Kania sumringah. “Aduh mantu mama perhatian banget.”
“Heem .. modus.” Canda Kania sambil menoleh pada papanya.
Dan si papa mengangguk angguk seperti mengiyakan ucapan Kania dengan wajah yang lumayan kocak, membuat keempat orang itu akhirnya tertawa dan terus bercengkrama hingga sore tiba, dan Malik serta Kania berpamitan dengan kedua orang tua yang bahagia melihat pernikahan anaknya sudah tampak harmonis meski diawali dengan perjodohan itu.
***
To be continue ....
Jangan lupa tinggalkan Jejak, dengan cara Komen dan Like . Terima kasih.
Dlu wajar Kania marah dan kecewa tp dia Menghindari masalah itu yg disesali dari Kania, kalau masih cinta dan perluas diperbaiki kenapa tdk dioertahankan krn pada dasarnya Malik tdk menyentuh Erika, tp Kania memlih mengakhiri dan menghindar. kalau masih mencintai kenapa cari org lain utk pelampiasan itu namanya kamu menyakiti org lain dan melibatkan Jhon dalam masalah mu padahal hati kamu belum move on. seandainya Kania sdh ikhlas dgn perpisahan dan sdh move on barulah memulai hubungan baru bukan cari pengganti dan pd akhirnya kau menyakitinya yg ga tahu masa lalumu.
mntul thorr
smngtt trz thorr dg karya" nya dn sukses sll
trlepas malik da,alsn mnikhi rika ...hrsny jgn lh ap pun itu alsn nya sm sj mnghkianati prnikh ny dg kania... mna ad istri d madu dsarr mlik egois dn muna