NovelToon NovelToon
For A Great Love

For A Great Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:261k
Nilai: 5
Nama Author: vie

Kiand Radea merasa sudah mengambil keputusan yang tepat untuk merantau ke jakarta, demi melunasi hutang sang ayah yang terbaring lemah, setelah sang Ibu meninggal. Empat tahun berjuang, akhirnya Kiand resmi menyandang gelar S. Ars dengan nilai yang memuaskan, dan mendapatkan pekerjaan di salah satu perusahaan ternama di bidang Kontruksi dan Property

Pertemuannya dengan Pandu di lift, membuat Kiand terjerumus kedalan masalah yang di akibatkan oleh Pandu, sehingga memaksanya untuk masuk kedalam kehidupan pandu. Apakah Kiand mampu untuk tetap bertahan, dengan segala sikap Pandu yang menurutnya sangat menyebalkan? atau mungkin akan ada Cinta yang tumbuh karena pertemuan yang intense?

Pandu Bagaskara adik dari presiden direktur sekaligus wakil presdir di perusahaan tempat Kiand bekerja. memiliki wajah tampan dan sempurna, serta kekayaan yang melimpah membuat Pandu menjadi pujaan setiap wanita, namun siapa sangka Pandu justru sedang merasakan luka yang begitu dalam hingga sulit dia obati, dan membuatnya bersikap dingin kepada lawan jenis. pertemuannya dengan Kiand merubah pandangan Pandu tentang arti cinta yang sesungguhnya. Apakah Kiand bisa menjadi obat untuk luka Pandu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 18 cinta sendiri

POV Kiand

Tak bisa aku pungkiri rasa itu terus bergeliat di dadaku, apa mungkin aku mencintai Pak Pandu? pelukan itu? bagaimana aku bisa merasa aman saat melihat Pak Pandu tadi? Ohh Kiand, bangun, sadar semua ini hanya pura-pura, berhenti berharap lebih, ingat Pak Pandu sangat mencintai Bu Bintang. Selaian Arga, Pak Pandu berhasil membuat otakku mau pecah hari ini, isi kepalaku seolah di penuhi wajahnya dan bayang-bayang hangat pelukannya.

"Hai..." Bu Bintang terlihat membuka tirai dan berjalan ke arahku

"Ehh Bu Bintang! " Aku sedikit terkejut dan berusaha

bangun saat dia mendekat

"Istirahat aja nggak papa" Bu Bintang menahan bahuku agar aku tetap berbaring "Bagaimana kondisimu? " tanyanya lembut. Pak Pandu memang tak salah mencintai wanita secantik dan selembut Bu Bintang.

"Saya sudah lebih baik bu! " Jawabku tersenyum

" Syukurlah " Sahutnya

Kami terdiam hanya saling melempar senyum, aku bisa melihat dari mata Bu Bintang, seperti ada yang ingin dia bicarakan, namun sulit untuk di ucapkan, macam pembaca pikiran orang aja, tapi memang benar, Bu Bintang terus menatapku lalu tersenyum dan kemudian memalingkan pandangannya.

"Pak Pandu tadi lagi beli minum" Tak tahu apa yang harus ku ucapkan, dan akhirnya aku berpikir ituk bicara seperti itu agar kami tidak saling canggung.

"Oh iya, tadi aku ketemu dia di luar" ucap Bu Bintang

"Dia sangat mencintai kamu Kiand! " Kata-kata Bu Bintang terdengar aneh di telingaku dan sukses membuatku terkejut.

"Maksud Ibu? " tanyaku langsung menoleh dan fokus menatapnya

"Yah, Pandu sangat mencintaimu, aku bisa lihat dari sikap Pandu yang begitu ketakutan saat kamu pingsan" jelasnya, membuat perasaanku semakin tak karuan, apa benar yang aku dengar?

"Ohh i-tu i-ya bu" jawabku kikuk

"Pandu sangat khawatir sama kamu Ki, dan aku tahu, aku melihat wajah panik pandu, dia juga menangis, sama saat aku kecelakaan empat tahun lalu. Bahkan sepanjang perjalanan ke rumah sakit Pandu sama sekali tak melepaskan tanganmu, dia terus memanggil namamu agar kamu segera sadar" jelas Bu Bintang. Aku tak ingin berpikir jika Pak Pandu memiliki rasa yang sama, aku pikir semua yang dia lakukan hanyalah pura-pura, agar Bu Bintang semakin yakin jika Pak Pandu mencintaiku.

"Bagus deh bu, sekali-kali bikin dia panik, salahnya ninggalin saya lama di ruangannya" Aku bertingkah biasa saja, meski dalam otakku banyak pertanyaan rumit yang tak bisa aku jelaskan

"Kamu beruntung Ki, Pandu bukan laki-laki yang mudah jatuh cinta, dan saat dia jatuh cinta, dia akan menjaga orang yang dia cintai meski nyawa dia taruhannya"

Seandainya saja apa yang Bu Bintang pikir itu sebuah kebenaran, mungkin ya, aku akan merasa beruntung, sayang... cinta pak Pandu hanya untuk Bu Bintang bukan untukku

"Hehhe iya bu! "

"Jaga dia, jangan pernah sakiti hatinya, dia sudah terlalu sakit karena aku" ucapan yang begitu tulus keluar dari bibir mungil Bu Bintang

Aku hanya tersenyum, seandainya aku bisa, sayang tapi itu tak mungkin, aku tak bisa menjaganya, karena yang di inginkan Pak Pandu hanyalah wanita sempurna yang duduk di hadapanku.

"Pasti sedang gosipin saya ya? " Suara Pak Pandu terdengar, saat membuka tirai

"Pede sekali anda? " sahutku sambil tersenyum "Rugi ngomongin bapak sih! "

"Jelas Pede, apa lagi bahan pembicaraan kamu kalau bukan saya? " Pak Pandu berdiri di samping Bu Bintang dengan tangan kiri yang di masukan ke saku celanan dan tangan kananya membawa sebuah plastik

"Sok tahu! " sahutku.

Pak Pandu mengeluarkan minuman botol, lalu memberikannya pada Bu Bintang "Minum dulu! "

"Makasi" Senyum Bu Bintang terlihat begitu manis saat menatap wajah Pak Pandu. Jelas saja Pak Pandu susah move on.

"Bentar lagi kamu akan pindah ke kamar rawat, sabar ya! " ucap Pak Pandu

"Kok Pindah? sayakan sudah sehat! saya mau pulang aja! " tolakku

"Enak aja, selama dokter belum mengijinkan kamu pulang, yah saya tidak akan mengijinkan kamu pulang juga! " jawabnya

"Pak saya udah sembuh kok! " rengekku

"Nggak ada tawar menawar dengan saya! "

"Bu Bintang, tolong dong, bilangin Pak Pandu, saya harus pulang! " Aku meminta Bu Bintang untuk membantuku membujuk Pak Pandu agar mengijinkanku pulang

"Maaf Kiand, benar kata Pandu, selama dokter belum mengijinkan kamu pulang, kamu belum boleh pulang ! " Sekali tiga uang Bu Bintang dengan Pak Pandu

"hmm baiklah! " gumamku kecewa.

...****************...

Setelah dua jam di ruang IGD akhirnya aku di h pindahkan ke ruang rawat VIP yang berada di lantai lima rumah sakit, ruangan ini seperti hotel bintang lima, semua fasilitas lengkap dan dengan kualitas terbaik, bahkan luas ruangan ini lebih besar dari kontrakan ku.

Pak Pandu masih setia menjagaku, tadi saat aku akan pindah ke ruangan ini, Bu Bintang lebih dulu pulang, karena masih ada pekerjaan yang belum di selesaikan.

"Pak! " panggilku, karena dia terus asik duduk di sofa sambil memainkan handphonenya

"Hmmm" jawabnya tanpa menoleh ke arahku

"Kapan saya bisa pulang? " tanyaku, karena jujur aku mulai bosan

"Nanti kalau dokter sudah membolehkan kamu pulang! " jawabnya

"Saya kepikiran Arga! "

"Jefry lagi on the way ke sini bawa Arga, jadi kamu tenang aja! " sahutnya masih pokus dengan handphone di tangannya

"Pak, apa bapak bener nangis pas saya pingsan? " aku mencoba menanyakan apa yang Bu Bintang katakan tadi.

"Uhukuhukk....! " suara batuk Pak Pandu " siapa bilang saya nangis? " dia berusaha mengelak

"Bu Bintang tadi cerita" jawabku

"Ohhh..., bagus deh jadi aktingku berhasil" jawabnya kembali fokus pada handphonenya

"ohh jadi itu akting? " tanyaku kecewa

Tak ada jawaban dari Pak Pandu, dia masih saja fokus pada handphonenya, dan itu membuatku kesal. Aku benar-benar bosen, pak Jefry dan Arga juga belum datang.

"Aduhhh... aduhhh sakit banget!" Aku meringis kesakitan sambil memegang kepalaku

"Ki, Kiand! kamu nggak papa? " Pak Pandu berlari kearah ku dengan wajah panik

"Sakit banget pak! " aku terus meringis kesakitan

"Saya panggil dokter ya? " Pak Pandu dengan cepat hendak meraih Nurse Call, namun langsung ku cegah

"Jangan Pak! "

"Kenapa? kamu kesakitan, biar dokter lihat kondisi kamu" ujar Pak Pandu, dia benar-benar mengkhawatirkan kondisiku

"Aku nggak papa" Aku tersenyum kearahnya

"Loh bukannya kepalamu sakit? " tanya Pak Pandu dengan wajah heran

"Baguskan aktingku? " sahutku

Pak Pandu hanya menatapku kesal, tak ada kata yang keluar dari bibirnya.

"Maksud kamu apa berpura-pura seperti itu, itu nggak lucu! " ujarnya. Aku bisa lihat kekesalan dari raut wajah Pak Pandu "Aku pulang, sebentar lagi jefry dan Arga akan datang" Sepertinya aku salah sudah melakukan hal itu, Pak Pandu sangat marah sepertinya.

Saat Pak Pandu akan membalikan tubuhnya, dengan cepat ku raih tangan Pak Pandu, bukan ini yang ku mau, aku melakukan itu hanya ingin tahu, apa Pak Pandu mengkhawatirkan ku

"Pak... " panggilku, dia hanya menoleh lalu melepaskan tanganku

"Pak Saya minta maaf! " Aku berusaha turun dari tempat tidur, untuk mengejar Pak Pandu, tapi selang infus ini membuatku sulit berjalan lebih cepat.

Saat Pak Pandu akan membuka pintu, Arga dan Jefry sudah berada di depan pintu sedang aku masih berusaha mendekat ke arah Pak Pandu sambil mendorong tiang infus, dia tampak tidak perduli padaku.

"Loh mau kemana? " tanya Pak Jefry

"Kak Kiand! " Arga langsung memelukku sambil menangis " Kakak nggak papa? kenapa kakak bisa masuk rumah sakit? "

"Kakak nggak papa Ga, besok juga kakak sudah bisa pulang, " jawabku menenangkan Arga "Kamu gimana? kamu nggak papa? kok lama banget datengnya? " tanyaku mengkhawatirkan kondisi Arga.

Pak Pandu dan Pak Jefry masih berdiri di depan Pintu, sedangkan Aku dan Arga berada tak jauh dari tempat tidur

"Lo belum jawab pertanyaan gue? lo mau kemana? " tanya Pak Jefry pada Pak Pandu, aku hanya bisa menatapnya tanpa bisa berkata apa-apa

"Gue mau pulang, disini kan udah ada Arga, sama Lo. besok acara Mas Candra, gue harus siap-siap" jawabnya jutek

"Ohhh, ya udah hati-hati" ujar Pak Jefry

"Hmmm...! gue titip Kiand, kalau ada apa-apa langsung hubungi gue" Pak Pandu pergi begitu saja tanpa menoleh ke arahku, jujur hatiku rasanya sakit, aku tak percaya Pak Pandu akan marah seperti itu

Dengan rasa kecewa aku kembali ke tempat tidur,

"Ada masalah? " Tanya Pak Jefry mendekat ke arahku

"Nggak kok pak" jawabku berusaha tersenyum

"Kalau ada masalah bilang aja, Pandu memang sulit di tebak anaknya" Pak Jefry duduk di samping kiriku, dan Arga berdiri di samping kananku

"Nggak kok pak, beneran nggak ada apa-apa" jawabku

"Gimana kondisi lo? udah baikan? " tanya Pak Jefry

"Udah jauh lebih baik pak, saya malah sudah siap pulang sekarang" jawabku

"Kakak, gimana ceritanya kakak bisa ke jebak lift?" tanya Arga ,

" kakak nggak tau kalau ternyata ada pemadaman listrik, jadi waktu kamu telpon itu, kakak langsung turun naik lift nggak taunya lift mati" jelas ku pada Arga

"Hmm maaf ya kak , udah bikin kakak khawatir" Arga memelukku

Ketika hatiku yakin jika rasa ini benar adanya , aku sadar aku pasti akan kecewa , dia hanya mencintai orang yang justru sudah melukainya, tanpa menyadari ada aku yang siap untuk menjadi sandaran dan obat bagi setiap lukanya.

1
Kadek Ety
Kisahnya sangat dalam dan mengharukan
Nur Aini
ceritanya bagus
Eneng Sutirah
ah senengnya happy ending....makasih othor cantikku
Susi Mardiana
belum rela Kisah mereka selesai Thor...
secara nunggu nya berpuluh purnama
vie: nanti ada novel selanjutnya, dukung terus ya
total 1 replies
Eneng Sutirah
ah senangna liat si cantik up lagi...udah lama banget d tunggu ...hatur nuhun gelis❤️
pisces
syukur deh semua berjalan baik dan bahagia stlh kesakitan dan halangan selama ini, semoga ke depannya tdka ada kendala yg berarti sampe menikah
Susi Mardiana
tissu mana tissu...
Kiand nk mw ngerjain pak Pandu dlu???
keenakan pak Pandu nya lgsg dimaafkan...
Author juga harus tanggung jawab Up banyak2...krn sy udh nungguin 1thn lebih...
Susi Mardiana
di tunggu double up nya Thor...
pisces
sejak dulu noval sll ada buat kiand, laki2 yg sangat baik
pisces
ikut deg2an deh gmn reaksi kiand ketemu pandu yg gak jls ujungnya, semoga mereka cpt menyusul jefry nanda
Anna Mutia Feranita
akhirnya setel skian purnama....
Susi Mardiana
semangat berkarya Thor...
di tunggu kelanjutannya...
vie
makasi ya semuanya maaf nunggu lama
Eri'e Fitriasari
akhirnya setelah sekian lama aku menunggu up mu 🥺
pisces
ya Allah sudah 100 abad aku nunggu nih lanjutan pandu kiand akhirnyaaaaa bisa baca lagi nih novel
welcome back thor
Khaira Yunizar
aku malah sudah lupa dengan cerita nya🤭😂😃. semangat tor...
Nesya Nesya
akhirnya setelah sekian purnama up jga,,,
vie
setelah hampir satu tahun akhirnya baru bisa masuk ke akunku, sempat rusak hpnya lupa pasword jd males buat log in, mau lanjutin kisah ini masih ada yang mau baca gak ya
Bermain bersama Raiyya: Mau kaaa, aku nungguin lho
total 3 replies
BirVie💖🇵🇸
ngorek informasi tentang Pandu yaa Kiand 🤭
BirVie💖🇵🇸
untung yg menyelamatkan Pandu adalah Kiand...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!