NovelToon NovelToon
NAYANIKA

NAYANIKA

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Contest / Perjodohan / Tamat
Popularitas:122.7k
Nilai: 5
Nama Author: Hana 9898

mata yang indah dan memancarkan daya tarik...

aku pun akan tertarik dengan cara mu memandang ku.

bukan perihal kau itu di agung kan, bukan pula karena kau di sanjung.

aku jatuh hati tepat pada pandangan pertama di antara pertemuan 2 mata yang indah.

mungkim, menurut mu pernikahan kita di lakukan karena perjodohan,

kau salah,

karena memang sudah takdirnya Tuhan kita mengikat aku dan kau dalam satu ikatan halal bernama kan pernikahan.

M. Faris Azam
** **

aku tahu,

mungkin memang begini lah takdir memberiku jalan terbaik. di balik senyum yang penuh dengan nada nyaring menyenangkan gendang telinga orang lain, ada tangis dan pilu tertahan dalam batin.

tertahan karena memang begitu lah aku melakukan nya.

aku pergi,
jangan cari aku lagi.

karena kebahagiaan mu bukan ada pada diriku lagi....

Amirah Jilan Fakhira
** **
Hai iiii,
ini cerita yang akan saya buat. tema nya mungkin sedikit sama dengan orang lain diluar...perjodohan.

namun, semoga dengan membaca novel ini ada banyak kisah dan pelajaran yang bisa di Terima readers semua,,,

so there,.... stay tune❤

salam hangat

Ismi hana rizky

@ismirizky9898

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana 9898, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sakit

18.

Beberapa minggu berlalu, sama seperti yang diminta kakek azam kalau lelaki itu akan berkunjung setiap minggu ke rumah ami. Menikmati sarapan disana, atau sekedar bertamu karena menurutnya, rumah ami adalah salah satu rumah yang begitu menenangkan.

Mereka setipe, tidak suka keributan sehingga sangat menyenangkan kalau tinggal sendiri.

Beberapa kali, kakek azam datang dengan cucu sepupu nya, atau bibi yang waktu lalu, namun itu sama saja, ami juga menyukai lelaki itu.

“bawa ini kakek,,, makan lah dengan bibi nanti” titip ami untuk sekotak kue kering yang di buat nya semalam

“ah, kau baik sekali,,,,” jawab si kakek menerima. Meski tidak boleh memakan nya banyak banyak, kakek azam begitu berterima kasih.

Sejak dulu dia berharap mendapat kan seorang cucu perempuan yang bisa di ajak bermain, bukan orang lain. Tapi semua nya tidak bisa terjadi, karena orangtua azam sudah meninggal sejak azam kecil….

“kalau bertemu dengan ku, tidak usah menggunakan penutup wajah itu, seperti beberapa waktu yang lalu. Aku juga tidak akan memberitahu orang lain seberapa menawan nya kau” jujur si kakek membuat ami sedikit jengkel

“kakekkkkkkk,, amira hanya kurang nyaman saja kakek, kalau orang lain melihat wajah ami, sedikit risih dan mengganggu. Kalau di depan kakek, ami akan membuka nya, tidak perlu khawatir…” jawab ami tersenyum

“hemmm, saya ada sesuatu yang mau disampaikan….” Ucap kakek itu

“ya kakek?” Tanya ami menunggu

“tidak apa kan,kalau ku bawa cucu ku azam kesini?” Tanya nya sedikit memohon

“hemm,, pak azam? Sebenarnya tidak masalah kakek,,,asalkan jangan membahas tentang yang waktu lalu, aku akan tetap menolak nya” jawab amira terus saja menolak

“hais, susah sekali kau di ajak berkompromi….” Kesal si kakek

“bawa saja pak azam, juga bibi. Ami akan siapkan sarapan dan makan siang untuk kita,,,” ucap ami sebagai penutup

Entah lah, dia selalu tidak siap ketika akan bertemu dengan seseorang bernama azam. Ami sudah sepakat dengan azam untuk tidak mengikuti permintaan lelaki tua itu, namun sangat sulit rasanya kalau kakek azam selalu bertanya akan hal begitu.

** **

Beberapa hari berlalu, masih di temani dengan berkas perusahaan yang saat ini sedang di bahas bersama dengan hansel dan lira,

Ami mendapat sebuah telepon. Sebuah panggilan dari kakek azam

“assalamualaikum nona, saya ammar asisten tuan azam” ucap asisten azam, ammar

“ah, walaikumsalam pak ammar, ada apa?” Tanya amira izin pergi dari sana

“panggil saja ammar nona. Tuan zikra sedang berada di rumah sakit, sejak beberapa menit yang lalu, tuan besar memanggil manggil nama nona. Tuan azam meminta saya menelepon anda” terang ammar membuat amira sedikit syok

“kakek di rumah sakit? Bagaimana bisa?” Tanya amira cukup panic

“seperti nya bisa di jawab langsung oleh dokter nya nona, mohon konfirmasi nona, agar saya bisa langsung menjemput nona” lanjut ammar membuat amira tidak piker panjang,

“baiklah. Aku di perusahaan IRA ART, jemput aku di bawah” ucap amira kemudian izin pada hansel juga lira. Semua berkas di serahkan kepada 2 orang itu, saat ini, kakek zikra benar benar menjadi sesuatu yang prioritas.

“ugh….” Ami merasa sedikit pusing, pergi dia keruang tunggu sebentar. Masuk kedalam lalu meminum obat yang ada di tas nya, menunggu sejenak agar lebih rileks tubuh itu.

“lama menunggu?” Tanya amira kepada ammar yang saat ini sudah di depan perusahaan,

“tidak nona” jawab ammar sungguh lembut, membuat amira sedikit berjarak pada llelaki itu,

“bagaimana keadaan kakek?” Tanya ami

“sepertinya kurang bagus nona. Saya akan tancap gas agar bisa cepat sampai disana” jelas ammar tidak membuang waktu,

Tidak menunggu lama sampilah mereka di rumah sakit. Ami langsung mengikuti azam yang sudah menunggu di depan rumah sakit, raut wajah khawatir pun jiwa yang tidak tenang

“bagaimana keadaan kakek?” Tanya ami focus pada jalan nya

“masih kurang baik” jawab azam singkat

“terima kasih sudah mau datang melihat kakek” ucap azam sesaat berada di Lift, ami hanya tersenyum paksa, sulit untuk tersenyum saat ini

“nona amira….” Sebut dokter yang menunggu kedatangan amira sejak tadi

“ah, dokter. Sudah baik kah keadaan kakek?” Tanya amira khwatir, azam sedari tadi juga menatap wajah khawatir wanita itu, tampak dari mata dan alis yang berkerut

“doakan saja lekas membaik nak amira” jawab si dokter sambil tersenyum, memperlihatkan keadaan kakek azam yang terpsang kan oksigen, infus dan tertidur di atas kasur itu

“kenapa bisa seperti ini?” Tanya ami beralih pada azam,

“tuan zikra seperti nya mengkonsumsi gula berlebih. Mungkin memakan beberapa makanan manis terlalu berlebihan” jelas si dokter membuat amira merutiki dirinya sendiri,

Salah nya sendiri memberikan kue kue kering itu pada kakek azam. Padahal, kakek tua itu sangat sulit menolak aroma kue kue kering kesukaan nya. Tidak bisa di percaya, meski sudah setua itu, kakek azam menyukai cookies,

“apakah kue kering yang ku berikan bi?” Tanya ami pada bibi yang duduk di samping kakek azam

“seperti nya nona.” Jawab si bibi membuat amira terdiam, merasa sangat marah pada dirinya, kecewa dan pasrah…

Azam yang melihat amira terlihat frustasi karena kue kering itu, menarik ujung tas amira,

“kakek akan baik baik saja” jelas azam sambil menatap kea rah amira, sedang amira menampakkan raut sedih pada azam

“ini salahku!” begitu arti pandangan itu,

“itu bukan salahmu” lanjut azam membuat ami menunduk,

“saya akan menjaga kakek disini” ucap amira pada azam

“selama kau suka” jawab azam melepas pegangan itu,

Amira rasanya sedikit tenang, beberapa orang disana akhirnya membubarkan diri, membiarkan amira, azam dan kakek nya saja yang tinggal

“bagaimana pekerjaan mu?” Tanya azam tiba tiba

“baik pak azam,” jawab ami menunduk, memegang ujung jilbab nya

“kakek sering sekali menceritakan tentang hari minggu di rumah mu kepadaku,” ucap azam, ami hanya tersenyum

“tidak ada yang special disana pak azam, hanya sarapan pun beberapa cemilan ringan saat kakek datang” tambah ami sekali lagi,

“kau tahu bukan, kalau kakek sulit untuk berteman dengan orang baru,,,” datar dan sedikit berbass, begitu suara azam

“tapi kakek bisa akrab dengan ku” jawab amira selurus dengan azam, datar

“pak azam, mungkin pekerjaan bapak lebih banyak dari saya, saya bisa menjaga kakek untuk anda” ucap ami memberani kan diri, dia kurang nyaman berbicara dengan azam

“aku mau menemani kakek hari ini” putus azam, membaringkan tubuhnya di atas sofa yang ada di kamar itu,

“kau sudah makan siang?” Tanya azam tiba tiba,

“tidak usah pak azam, saya akan pesan sendiri” jawab ami PD

“yang ingin memesankan siapa?” Tanya azam membuat ami kesal,

Ami memayunkan bibirnya, meski tidak tampak dari luar, tapi azam bisa tahu karena mata amira mengatakan nya,

“NAYANIKA…” batin azam menutup mata nya,

“saya pesan makanan untuk kita berdua pak azam” ucap ami berani,

“tidak usah. Nanti akan disiapkan oleh bibi,,,” jelas azam membuat jari amira berhenti membuka aplikasi online pemsanan makanan

“oh…” jawab amira. Ruangan itu kembali hening,

Ke dua orang itu hanya diam diaman, tidak ada suara hanya ada suara pasien monitor yang sedang menghitung kadar oksigen, kadar darah, juga hal lainnya,

Senyap,,,

Sunyi….

Mereka tertidur menunggu kakek bangun

**

**

**

Salam hangat

Ismi hana rizky

1
Yuyun Rohimah
lanjut
Yuyun Rohimah
novelnya banget thor
mau nangis baca bab yang ini 😢😢
dini mayliana
baru mulai baca,
tetap semangat berkarya buat author..
Ida Saidah
nabila sma azam aj trn ranjang kan ank2 bisa pnya ortu yg lengkap
Ida Saidah
knp azam gk bil kamar smakin sma Andika azam skr pelupa ya
Ida Saidah
jgn2 sakit y amira bohong akal2an miranda
Nurazizah Imran
lanjut
Sutriani
ya allah sedihhh banget endingnya ya thor😭😭😭
Sutriani
ag nangesss😢😢😢
meyztie
Putraaa
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
lanjut
Yuli Harmina
judulnya apa min...
hana 9898: sebenarnya bukan lanjutan nya sih kak, ini hanya cerita yg beberapa pemeran di novel sebelah dimasukin😅
total 4 replies
Yuli Harmina
😭😭😭😭😭kenapa akhir ceritanya menyedihkan seperti ini....tokohnya harus meninggal😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
meyztie
Syediiih
Nuning Riza Fariz
😭😭😭😭
Winda
sedih baca part ini Thor 😭😭😭😭😭
Arisah Surja
suksen Thor..ceritamu bgus Thor..mudah2an amira sembuh hidup bahagia dngan Azam..
Lusi Yani
thor kau berhasil membuatku menangissssss_s_s
Nuning Riza Fariz
😭😭😭 sedih banget ceritanya
semoga amira sembuh dan semua berakhir bahagia 💖💖💖
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!