NovelToon NovelToon
Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia

Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Fantasi / Mafia / Romansa-Teen school
Popularitas:112.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dhilah

Pertama kali pindah ke sekolah sebagai cucu yayasan. Membuat Olive jadi memiliki beban, karena Olive tidak ingin ada yang tahu bahwa dirinya bagian dari keluarga pemegang saham. Olive ingin hidup normal seperti anak-anak yang lainnya, bisa berbaur dengan banyak usia tanpa memandang derajat.

Brukkk!

"Maaf kamu gapapa?" Tanya Pria itu.
"Ng--"
"Heh! Kalo jalan lihat pake mata. Main nabrak aja." Kata Perempuan itu.
"Lu apaan sih Gita, gua yang nabrak bukan dia. Maaf ya." Ujar Pria itu.
"Iya kak, aku gak apa. Permisi." Ucap Olive buru-buru pergi.

Beberapa hari berlalu Olive diam-diam mengamati kegiatan pria itu. Dikantin,

"Ahhh! Kak Alden. Itu tuh." Ujar Salah satu teman Olive.
"Dia siapa?" Tanya Olive.
"Lu lihat dulu deh orangnya gimana, dia cucu yayasan sekolah kita." Jelas Teman Olive yang lain.

Saat Olive melihat orang itu, ia terkejut karena secara kebetulan tatapan mereka bertemu. Alden dan 2 temannya mendatangi meja Olive dkk.

Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 19 - Terbongkar

Murid pun mulai bubar, namun tiba-tiba saja ada yang meneriakkan nama Olive.

"Belinda Olivia Nugraha!" Teriak pria paruh baya yang ternyata adalah papa nya.

Olive menyesal karena membongkar apa yang tidak di ketahui orang tua nya sama sekali. Orang tua Olive hanya tau jika Olive menginap di rumah teman ketika di rawat di rumah sakit.

"Ikut papa ke ruang kepala sekolah, mama mu juga disana." Lanjut papa.

Alden yang ingin meluruskan kesalahpahaman di tahan oleh Olive. Olive tidak ingin menambah masalah lagi. Akhirnya dia beranjak ke ruang kepala sekolah sendiri. Di perjalanan Belden yang mendengar papa nya ke sekolah Olive langsung bergegas kesana, karena dirinya ikut berbohong.

Alden mengikuti Olive, sepanjang koridor Alden Olive menjadi pusat perhatian. Ternyata di parkiran juga sudah ada ayah Alden.

"Kebetulan kamu juga datang, masuk ke dalam." Ucap ayah membuat Alden kaget dan menunduk.

"Kan udah di bilang, jangan ikut kak." Bisik Olive.

"Nggak apa, biar sekalian daripada di rumah di omelinnya." Bisik Alden.

"Maaf kak, jadi ikutan kena masalah." Bisik Olive menyesal.

"Nggak masalah. Ini juga akibat kesalahan aku kok. Tenang aja." Bisik Alden.

"Bisik-bisik apa kalian di luar. Ayo, masuk sekarang. Ada bunda juga di dalam." Ujar ayah.

Olive Alden menunduk dan masuk ke dalam ruang kepala sekolah. Di dalam sudah ada pak Firman, Gitta, Ilona serta yang membantu rencana mereka.

Plakkk!

Suara tamparan mengenai pipi pak Firman.

"Kamu tahu apa yang sudah anak mu perbuat ke anak saya?!" Marah mama.

"Mah, aku nggak---"

"Diam kamu nak, biar mama selesaikan dulu yang satu ini." Tegas mama membuat Olive menunduk.

"Kamu! Apa kamu pantas di sebut perempuan hah? Mengatai anak saya ******! Kamu lupa pekerjaan mama mu apa?!" Geram mama.

Gitta menunduk takut, bahkan sampai gemetar.

"Saya tidak akan menghukum kamu karena perbuatanmu. Secepatnya kamu akan di asingkan di pulau terkecil satu keluarga. Jangan harap bisa kabur dari sana." Tegas mama.

"Nyonya, tolong beri satu kesempatan untuk saya perbaiki sikap saya. Saya janji tidak akan mengulanginya. Jangan mengasingkan kami nyonya." Mohon pak Firman.

"Nyonya, kami hanya mengikuti perintah. Kami tidak bersalah. Tolong jangan hukum kami juga." Ucap siswa yang membantu rencana Gitta.

"Nyonya, jika sejak awal saya tahu bahwa Olive adalah anak dari keluarga Nugraha saya tidak akan pernah melakukan hal itu." Ucap Gitta gugup.

"Mah, pah udah ya. Aku beneran sekarang udah nggak apa, kemarin udah di rawat di rumah sakit semalam. Kebetulan om dan tante Fausta datang juga ngira nya kak Alden yang kenapa-napa. Masalah di sekolah sebelumnya jangan di bahas lagi, sekarang kan aku udah di sini. Aku mohon." Pinta Olive.

Adlan dan Thalia merasa bersalah serta menyesal karena tidak perhatian dengan putrinya. Mereka bahkan menyalahkan diri sendiri karena putrinya selama ini menyembunyikan penderitaannya. Putrinya sudah sangat dewasa.

"Kalo mama sama papa mau hukum mereka, beri mereka diskors beberapa hari saja. Biarkan mereka mengintrofeksi diri mereka. Aku juga akan ikut menyerahkan fasilitas karena sudah berbohong ke mama dan papa." Lanjut Olive.

Baik dari keluarga Nugraha maupun Fausta sangat memahami sikap putra Putri mereka yang tidak ingin menghukum menggunakan kekuasaan. Mereka memiliki kesamaan, padahal sikap orang tua nya seperti mafia yang bisa membunuh siapapun yang menyentuh keluarga nya.

Tiba-tiba pintu terbuka, Semua yang di ruangan terkejut karena ada wanita lansia memasuki kantor kepala sekolah.

"Kalian, tinggalkan kantor ini terlebih dahulu. Sekarang!" Tegas wanita lansia itu.

Olive yang melihat kedatangan wanita lansia menundukkan kepala. Dia adalah oma (Nenek) dari papa nya. Segera Pak Firman, Gitta, Ilona dan yang membantu rencana Gitta meninggalkan ruangan.

"Mamah? Sejak kapan datang?" Tanya Adlan.

"Kenapa? Mama sudah lama membiarkan masalah menimpa olive cucu mama. Mama kira kalian tahu dan akan bersikap tegas. Malah sekarang terjadi lagi di sekolahnya sendiri. Kalian bisa tidak jangan terlalu sibuk dengan dunia kerjaan, perhatian kalian itu sangat di butuhkan oleh putra dan Putri kalian." Tegas Oma.

"Oma... " Ucap Olive terharu mendengar itu.

"Selama ini Oma tidak tinggal diam sayang, Oma selalu meminta pengawal bayangan untuk mengawasi kalian. Termasuk keluarga Fausta, karena ini pesan terakhir juga dari Fausta sendiri sebelum Oma pergi dari negara S itu menuju kesini. Jangan kalian kira kami hanya diam saja." Tegas Oma lagi.

Kali ini Adlan, Gibran, Thalia dan Rania menunduk menyesal merasa bersalah. Alden sangat mengenal wanita lansia ini, karena dirinya sangat kagum dengan wanita lansia ini masih bisa bela diri saat melawan penjahat yang tidak mengenalinya.

"Maafkan kami, mah karena sudah lalai menjaga anak-anak kami." Ujar Adlan.

"Kami janji tidak akan mengulangi itu dan akan lebih tegas lagi serta mengurangi kegiatan kami untuk memperhatikan mereka." Sambung Gibran.

"Kalian bahkan tidak tahu menahu jika anak kalian ini pergi ke bar." Ucap Oma membuat Olive Alden seperti kejatuhan batu dari langit.

Karena setelah dibela habis-habisan tiba-tiba dibuka juga kesalahannya. Baik Adlan dan Gibran melototi putra Putri mereka.

"Oma... kami tidak meminum Alkohol kok. Lagi pula, itu bar juga punya kak Belden jadi aku berani pergi ke sana." Ujar Olive sambil menunduk.

"Iya, kami tidak akan menyentuh itu. Anda bisa tanyakan pada pelayan disana apa yang kami pesan." Sambung Alden yang ikut menunduk.

Klek!

Belden memasuki ruang kepala sekola dan kaget karena ada Oma nya disana.

"Oma?" Panggil Belden.

Olive melirik Belden, meletakkan jempol di leher. Belden merutuki dirinya langsung datang ke sekolah.

"Bagus kamu juga datang, karena kamu yang mengizinkan adik mu pergi ke bar kan?" Tebak Oma.

"Hehe... Oma. Bukankah lebih baik jika mereka larinya ketempat bar milikku di banding keluar kota berdua saja. Kita lebih tidak tahu apa yang mereka lakukan bukan?" Ucap Belden yang mendapat tatapan tajam dari semua yang ada diruangan terutama sang adik yaitu Olive.

"Kakak, awas kau ya." Ujar Olive dengan bahasa isyarat.

"Kamu benar juga. Mungkin oma sudah memiliki cicit tanpa menduga." Sahut Oma.

"Oma... " Rengek Olive memeluk oma nya karena merasa malu.

"Ah, sudahlah. Kali ini kalian masih kami para tetua bebaskan. Karena ini reunian tidak terkira, ouh ya sabtu ini kita adakan makan malam bersama kebetulan Fausta juga akan datang ke sini nanti malam. Masalah orang itu biar oma yang urus." Ucap oma.

"Oma, jangan terlalu keras menghukum mereka ya? Aku sungguh tidak masalah. Lihat aku baik-baik saja sekarang." Ujar Olive.

Ona sengaja menepuk pundak leher Olive sebelah kiri yang memiliki luka lebam dan saat itu juga Olive merasakan sakitnya.

"Akhh!" Olive mengaduh sakit.

"Seperti itu baik-baik saja?" Omel oma membuat Olive cemberut.

"Minta obat resep lagi, jangan sampai kamu kena demam lagi." Ucap Oma.

"Iya Oma." Sahut Olive menurut.

"Tapi---"

"Oma tahu kamu nggak suka obat biar oma yang urus itu. Anak sama papa nya sama saja, susah minum obat. Tapi, selalu saja sakit." Omel Oma lagi membuat Olive dan Adlan menunduk.

Alden menunduk sambil tersenyum merasa gemas dengan tingkah Olive dan dia baru tahu jika ternyata Olive tidak menyukai obat. Alden semakin tertarik dengan Olive tanpa ia sadari pun dirinya sudah jatuh hati pada Olive hanya dalam hitungan kurang dari seminggu.

Bersambung...

1
Nice story
Oktia Kurnianingrum
sudah kuduga sebelumnya Thor, kalu Vina itu temen kecil yg di tunggu tunggu Alden 😁
lanjut Thor jangan buat Oliv sama Alden berpisah ya cuma gara2 Vina
Oktia Kurnianingrum
kereeenn ceritanya gak sabar ngu Thor up lagi,bikin penasaran 🙂semangat 👍
Zahroni Nur Hafid
hi kk, dpt salam boomlike, bintang 5 dan favorit dari novel [Terlemah yang tak terkalahkan]

Ditunggu feedbacknya kk, trima kasih...
yan
lanjut thor semangat yH buat buat up nya
floufrouu
seandainya kita serumah thor. Mungkin udah aku bantu segala lelahmu supaya aku gak galau nunggu lanjutan wkwk
LisSari 🐬
mampir kk
yan
lanjut thor semangat yH buat buat up nya
pink biru
awalnya aq g yakin cerita ini menarik tapi tetep aq baca ternyata sampai d bab ini cerita semakin menarik. . .
Mata Diam
ayo author semangat terus buat bikin cerita ini lagi ya.aq tunggu.muachhhh會沽
pink biru
makin seru
virshere ads
Authooooor! Aku suka sama ceritanya! Crazy up, please *puppy eyes*
ruby sunn
Thor aku jarang banget nih komen di karya org, tapi aku gregetan mau komen disini soalnya ceritanya bagus dan aku kepo parah sama lanjutannya!!!
seblak dower: hai kak, mampir ya dikarya ku. mana tau tertarik juga.
total 1 replies
SizzlingTeapot
Ya Tuhan, do'aku cuma satu. Semoga authorku sehat terus biar bisa lanjut update dan jalani kegiatan sehari-harinya *piw piw
champagnefabulous
selalu mendukung,majuuuuuu trus
sunshinegyspy
Ampun pala eike pusing mak, menunggu lanjutannya bikin galau‾
Zizi Suartini
Thor, i love you!! Aku mau bilang itu karena cerita ini moodbosterku banget!
moonjuice
Ampun pala eike pusing mak, menunggu lanjutannya bikin galau‾
BeijingBand
yg liat update langsung baca + coment like dong!!!
Taehyung
mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!