NovelToon NovelToon
Mrs. Gilang Baskara

Mrs. Gilang Baskara

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahmuda / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:7.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Delfi Sofya

Awal yang penuh dengan penderitaan dan perjuangan untuk Marsya yang hanya seorang pekerja di sebuah hotel.

Selama menjadi istri seorang Gilang Baskara, Marsya hanya dapat bersabar dan berdoa menghadapi sikap suaminya.

Ada satu titik balik dimana Tuhan menjawab doanya, suaminya itu perlahan mulai berubah. Tapi...

Satu minggu menjelang kelahiran anaknya, Marsya pergi mempersiapkan surat perceraian tanpa sepengetahuan Gilang.

Apa sebabnya?

Penasaran dengan kisah Marsya dan Gilang?

Simak selengkapnya. Jangan lupa masukkan ke dalam favorite kalian ya, agar jika aku update kalian bisa jadi orang pertama yang baca.

Thankyou readers tersayang author❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delfi Sofya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch.19

Jam makan siang para pekerja.

Semua orang membubarkan diri mencari sesuatu yang bisa menganjal perut mereka.

Ada yang menuju kantin perusahaan dan ada pula yang pergi ke beberapa resto terdekat sesuai selera masing-masing.

Sementara semua orang pergi, Gilang baru saja terlihat mendatangi kantor dengan mobil sport miliknya yang ia parkiran di halaman perusahaan.

Ia berjalan masuk menuju lobby, keadaan disana terlihat sepi hanya ada seorang resepsionis yang menyapa dirinya.

Gilang lalu menaiki lift khusus menuju lantai atas tempat ruangannya berada.

Saat pintu lift terbuka terlihat Doni yang masih berada di meja kerjanya.

Bunyi lift yang terbuka mengalihkan pandangan Doni pada lift itu.

Saat melihat atasannya yang datang, Doni buru-buru berdiri menyambut atasannya itu.

“Tuan.” Sapa Doni sambil membungkukkan badannya.

Gilang mengangguk lalu berkata “Kau pergilah untuk makan siang terlebih dulu. Aku akan berada di ruangan sambil mengecek beberapa dokumen.”

Saat akan membuka pintu ruangan presdir, Gilang tiba-tiba teringat sesuatu hingga membuat ia menghentikan langkahnya.

“Oh iya. Jam berapa pertemuannya sebentar dan di mana?” Tanya Gilang.

“Di jadwal pertemuan akan di lakukan jam 2 siang di Eastern Restaurant tuan.” Jawab Doni.

“Masih ada banyak waktu. Pergilah isi perutmu itu.” Kata Gilang sambil menghilang di balik pintu ruangan itu.

Doni menunduk memberi salam, kemudian ia pun mengambil dompet serta ponsel dan kunci mobil miliknya yang berada di atas meja kerja dan pergi dari tempatnya sekarang menuju tempat yang bisa membuat perutnya kenyang.

Kembali pada Gilang.

Ia langsung mendudukkan dirinya pada kursi kebesarannya. Menyalakan laptopnya untuk mengecek pasar saham saat ini.

Tengah fokus memperhatikan informasi saham, tiba-tiba ponsel milik Gilang yang berada di saku celananya bergetar membuat fokusnya terganggu.

Gilang mengeluarkan ponselnya, melihat nama mama yang tertera pada layar.

“Iya halo mah.” Jawab Gilang sambil menyandarkan tubuhnya pada kursi itu.

Halo Gilang. Bagaimana kabar kamu?” Tanya Lily Baskara.

“Baik mah. Bagaimana dengan kabar mama dan papa disana?” Tanya Gilang balik.

“Kami baik. Kamu dimana sekarang?”

“Di kantor mah.”

“Lalu bagaimana dengan Marsya jika kamu pergi?”

“Gilang mempekerjakan seorang ART mah, jadi Marsya tidak sendiri di rumah.”

“Oh. Bagus kalau begitu, setidaknya ia tidak merasa bosan sendiri.” Jawab Lily Baskara.

“Gilang papa menyuruh mu untuk mengambil cuti seminggu.” Keluar sudah tujuan Nyonya Baskara menelpon Gilang.

“Hah. Untuk apa?” Tanya Gilang kaget.

“Papa menyuruh mu untuk datang kesini bersama Marsya, kata papa hitung-hitung agar kalian bisa honeymoon.”

“Ah iya satu lagi. Papamu bilang iya tidak menerima penolakan apapun darimu.” Jawab nyonya Baskara lagi.

“Tapi bagaimana dengan pekerjaan ku disini mah.” Gilang masih belum ingin menyetujui rencana kedua orangtuanya itu.

“Ada Doni bukan? Lagipula kamu hanya akan mengambil waktu seminggu bukan berbulan-bulan bahkan tahun.” Kekeh Nyonya Baskara.

“Apa kamu juga tidak kasihan pada kami yang sudah tua ini, kami kan juga ingin memiliki cucu. Itu sebabnya papa menyuruh kalian untuk mengambil waktu berdua bersama.” Kata Nyonya Baskara lagi.

Astaga. Aku lupa memberitahu mereka jika Marsya tengah mengandung cucu mereka sekarang. Batin Gilang, ia baru saja teringat tentang berita penting ini.

Karena sibuk dengan pekerjaannya membuatnya lupa memberitahu kedua orangtua nya.

Apa aku iya kan saja permintaan mereka, aku juga ingin melihat reaksi mereka saat melihat perut Marsya yang sudah mulai membuncit itu. Pikirnya lagi.

Gilang tersenyum penuh arti dengan idenya itu.

”Gilang … Gilang. Kamu dengar mama tidak sih?” Tanya Nyonya Baskara yang dari tadi menunggu jawaban Gilang.

Gilang tersentak kaget setelah mendengar namanya di panggil dari seberang sana.

“Baiklah mah. Besok Gilang dan Marsya akan berangkat kesana.” Jawab Gilang masih tersenyum-senyum.

“Yey. Baiklah kami akan menunggu kalian disini. Nanti akan ada yang menjemput kalian di bandara.” Balas Nyonya Baskara kegirangan.

“Iya mah.”

“Ya sudah mama tutup telfonnya. Kalian hati-hati selama perjalanan.” Jawab Nyonya Baskara sambil mematikan sambungan telpon.

Tunggu kejutan kami mah pah.

Gilang masih memikirkan ekspresi orangtuanya nanti, hanya karena ingin memberi kejutan itu membuatnya tersenyum sendiri seperti orang gila.

Gilang tidak sadar Doni sedang memperhatikan dirinya dari depan pintu ruangan.

Ada apa dengan tuan Gilang. Kenapa tuan senyum-senyum sendiri. Batin Doni merasa heran dengan tingkah atasannya itu.

Tadi seusai mengisi perutnya, Doni buru-buru kembali. Ia lupa memberikan berkas yang akan di bahas di dalam pertemuan nanti.

Itu sebabnya Doni sekarang berada di depan pintu melihat atasan nya itu, ia sudah mengetuk beberapa kali tapi tidak ada respon dari dalam.

Akhirnya ia pun memberanikan diri untuk mengecek keadaan di dalam, yang ia dapati malah atasannya itu sedang tersenyum tidak jelas.

“Permisi tuan.” Ujar Doni lagi dengan sedikit mengeraskan suaranya. Membuat Gilang mengalihkan pandangannya.

“Oh Doni. Masuk.” Jawab Gilang.

“Maaf tuan, saya ingin memberikan berkas yang nanti akan di bahas di pertemuan itu.”

“Berikan pada ku.” Jawab Gilang sambil mengulurkan tangannya.

“Ini tuan.”

“Doni, aku akan pergi selama seminggu ke perancis mengunjungi keluarga ku. Ini juga atas perintah Bapak Kevin Baskara yang terhormat itu.” Ujar Gilang.

Doni masih setia menunggu kelanjutan kata-kata atasan nya itu.

“Kau yang akan menghandle semua pekerjaan selama aku pergi. Semangat Doni.” Kata Gilang dengan senyuman menyebalkan di bibirnya.

Sudah aku duga. Kata Doni dalam hati sambil menghela napas berat.

Pekerjaan ku akan bertambah dan waktu tidur ku pun akan berkurang. Pikir Doni lagi.

Gilang yang melihat perubahan wajah Doni rasanya ia ingin sekali tertawa.

“Ah iya satu lagi. Tolong kau siapkan tiket penerbangan untuk ku dan untuk Marsya.” Kata Gilang lagi.

“Baik tuan.” Jawab Doni lemas.

“Sedikit lagi waktu pertemuan, kita bisa pergi sekarang. Ayo!” Ajak Gilang.

Presdir dan sekertaris itu pun melangkah keluar dari ruangan menuju tempat yang sudah di tentukan.

1
Erina Munir
brarti udh tamat ya thor critanya gilang
Erina Munir
outhoor...ibunya n adiknya marsya manaaa
Erina Munir
ok aja lah thoor
Erina Munir
othor ..kok ibunya Marsya ga d.munculin..dri marsya lahiran juga ga d kabarin...othor lupa niih
Erina Munir
hahaaaa /Good//Good//Good//Good/
Erina Munir
thoor leo apa kabar tuh ..yg menghasut penduduk ha mau pindah
Erina Munir
naahh klo akurkan baguus tuuh
Erina Munir
baguus thor...jauuh2 deh ye uler kadut
Erina Munir
s leo meurerun yg moto
Erina Munir
bner2 marsya..
egois kamuuu...
Erina Munir
baliik ...marsyaa gankesian km sm bayi ken
Erina Munir
makanya...jdi orang tuh jujur...terbuka smnistri..klo udh begini kan luh jug yg susaah
Erina Munir
yaahhh..
Erina Munir
nnti asinya gimana..Marsya.mkm ga kesian sm bayi kamu...😔
Erina Munir
sukur deh klo k tangkep lgi...semoga ads titik terangnya
Erina Munir
jungkir balik luh gilang d tinggal Marsya
Erina Munir
hayyuu ngomong apa lgi niih
Erina Munir
waaduuh...jngn2 Elena nih dateng rmhnya gilang saat gilang ga ada...jdi Marsya yg kena dampratan
Erina Munir
ya ampuun yg baca jd ga sabar niih...ayo Marsya tanyaiiin ...k gilaang
Erina Munir
ga nyadar2 nih orang...klakuannya kaya gitu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!