NovelToon NovelToon
Mantan, Will You Marry Me?

Mantan, Will You Marry Me?

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:427k
Nilai: 4.7
Nama Author: EmakJomblo

Bagi Alysia Mareana kisahnya bersama Bagas Adiputra telah luruh dan membentuk sebuah kenangan yang disebut masa lalu. Tapi siapa yang dapat mengira jika ada benang masa lalu yang belum putus dan hendak mengikat mereka kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EmakJomblo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Murka

Sudah dua hari sejak pertanyaanku, Bagas sama sekali tak pernah terlihat oleh mataku. Laki-laki itu langsung terbang ke Papua malam harinya karena ada urusan pembangunan cabang di sana.

Sore itu dia tak menjawab pertanyaanku.

Awalnya aku merasa biasa saja karena aku memang tidak ada lagi rasa pada Bagas. Namun ada yang aneh di sini, aku mulai resah karena sama sekali tak mendapat kabar darinya.

“Nungguin kabar ya?”

Riando datang ke meja kerjaku bersama godaannya.

Sialan memang sahabat seperti ini.

“Apaan, jangan mengada-ada!” balasku sambil menatapnya datar.

Aku menyibukan diri dengan computer sebelum suara pak Yonatan terdengar memanggilku.

“Alma, ke ruangan saya sekarang!”

“Bos manggil!”

Riando menyikut pelan lenganku.

Masalah di Paris aku belum menceritakan kepada Riando, aku tahu sikap dan sifat laki-laki itu serta apa yang akan dilakukannya kalau aku sampai menceritakan peristiwa itu. Asal tahu saja, Riando itu 11,12 Bagas kalau berhubungan denganku.

Pernah sekali dia memukuli seorang teman semasa SMA karena orang itu dengan sengaja menyiram seragamku hanya untuk melihat warna bra yang kugunakan saat itu.

Dan aku tak ingin mengambil risiko Riando harus kehilangan pekerjaan karena membelaku yang diperlakukan tidak baik oleh Pak Yonatan.

“Iya, gue nggak budek!” cibirku.

Setelahnya aku melangkah menuju ruang CEO.

“Bapak manggil saya?” tanyaku sopan.

Pak Yonatan tampak tersenyum menggoda, senyum yang baru kali ini kulihat dan sangat ku benci.

“Kamu ikut saya rapat di luar,” titahnya.

Aku melotot.

Dia benaran mengajak aku rapat?

Helo pak Yonatan itu punya dua sekretaris, Bu Yesi dan Mas Hendra. Mas Hendra sudah resign sejak sebulan lalu. Untuk sementara masih sedang dicari penggantinya. Semuanya masih dihandel sama bu Yesi. Sejauh ini baik-baik saja, jadi kenapa hari ini Pak Yonatan malah mengajakku?

Jangan-jangan dia mau modus.

“Bu Yesi sedang sakit dan kandidat yang cocok untuk klien hari ini adalah kamu. Kita akan bertemu Andrea Hirata.”

Andrea Hirata? Tiba-tiba aku menjadi sangat antusias, oke Andrea adalah salah satu penulis favorit yang sejak lama ku idolakan dan menjadi editor karyanya adalah salah satu dari sekian banyak mimpiku.

Aku bahkan melupakan masalah kalau mungkin pak Yonatan sedang modus. Ini juga masih siang, dia tidak akan melakukan aksi Jesika-Mirna seperti yang dia lakukan di Paris. Tapi Bagaimana jika dia nekat? Tidak mungkin, Bang Andrea Hirata pasti akan menolongku.

Ya, daripada aku pusing memikirkan perasaan aneh berkaitan dengan Bagas Adiputra mending aku mengiyakan ajakan pak Yonatan untuk bertemu Andrea Hirata.

****

Pukul 8 malam, pertemuan kami selesai dan berhasil tanda tangan kontrak dengan Andrea Hirata dan aku sebagai editornya. Astaga mimpi apa aku semalam sampai benar-benar jadi editor dari seorang penulis yang sangat terkenal seluruh Indonesia. Aku sudah akan bergegas untuk pulang karena ini sudah cukup jauh dari jam pulang kerja.

“Ke mana Alma?” tanya Pak Yonatan dengan cukup kalem. Laki-laki itu bahkan menyentuh lenganku.

Dia tidak tahu bahwa dia sudah berada dalam daftar hitamku.

“Pulang pak, sudah tidak ada lagi kan? Hasil pertemuan hari ini akan saya laporkan dan kirim melalui email,” sahutku.

“Makan dulu, kamu pasti belum makan malam. Tadi kita hanya cemil sedikit.”

Oh rupanya Pak Yonatan tidak tahu malu.

“Bapak lupa atau pura-pura lupa atau memang kehilangan urat malu? Saya sudah tahu kelakukan Bapak dan Bapak pikir saya akan menerima ajakan makan malam ini dengan bodohnya? Mohon maaf pak, saya tidak sebodoh itu!” tandasku penuh emosi.

Aku keluar dari pelataran restoran mewah itu dengan hati begitu kesal.

Suhu udara di luar langsung terasa begitu menusuk tulang, aku merapatkan kemeja blazerku karena merasakan hawa dingin mulai menggelitik tubuhku. Aku mengambil ponsel dan mengumpat saat benda pintar itu sama sekali tidak menyala.

Kesialan ini jangan sampai berlanjut.

Aku mengedarkan pandangan sekira di seluruh depan restoran melihat potensi yang dapat membantuku pulang. Hingga mataku menangkap sosok yang sudah dua hari tidak kulihat matanya memerah dan rahangnya mengeras.

Oh jangan bilang dia melihat aku bersama pak Yonatan tadi.

Tanpa aba-aba laki-laki itu masuk ke dalam restoran dengan aku yang masih mematung dibelakang.

Habislah pak Yonatan!

Tiba-tiba aku tersentak sadar dan langsung berlari menyusulnya, semoga Bagas tidak membunuh pak Yonatan.

Dengan gegabah ku lihat ia menghampiri pak Yonatan yang tampak baru akan berdiri dari duduknya. Ditarik kerah lelaki itu dan memberikan pukulan mentah tepat di wajahnya. Aku menjerit entah karena terkejut atau ketakutan, tapi sepertinya Bagas tidak peduli dengan jeritan itu.

“Apa yang lo lakuin dengan istri gue lagi hah??”

Bagas mencengkram kerah kemeja yang digunakan pa Yonatan dengan kuat.

“Kau sudah gila Bagas? Jangan buat keributan di sini”

Aku berucap saat mulai menyadari dengan pandagan orang-orang pada kami.

“Memangnya kenapa? Seorang pria yang jelas-jelas menyukai istriku mengajak makan malam di sebuah restoran mewah bahkan menyentuh lengan istriku dan aku membiarkannya?”

Aku dapat melihat Bagas yang menahan emosinya yang sudah hampir tersulut.

Sekali lagi dia memukul Pak Yonatan hingga membuat laki-laki itu tersungkur tidak berdaya. Astaga Bagas benar-benar hampir membunuh bosku.

Tanpa aba-aba laki-laki itu menggenggam tanganku dan mulai menyeret aku keluar dari sana, hingga menciptakan drama rumah tangga. Karena aku menolak. Helo aku harus memeriksa keadaan pak Yonatan jangan sampai dia mati dan membuatku dan Bagas menjadi tersangka.

“Lepaskan aku Bagas!”

Aku berteriak dengan keras dan berusaha melepaskan diri darinya. Aku mencoba untuk menghampiri pria yang sudah terbatuk-batuk darah di lantai. Astaga kami benar-benar menciptakan kehebohan di restoran ini.

“Jangan membuatku membunuhnya Alysia Mareana!!”

“Maaf Pak,” ucapku tertahan. Setelahnya aku benar-benar diseret seperti sapi gila.

***

“Apa yang kau pikirkan? Ini sudah malam dan kau mau berduaan dengan seorang pria, apa kau masih menganggapku suamimu? Aku baru kembali dan pergi menjemputmu dan Riando berkata sedang bersama Yonatan. Kau tahu aku takut terjadi apa-apa denganmu. Kau pikir aku tidak khawatir dan cemburu begitu, kau pikir aku bisa melihat lelaki lain menyentuhmu!! Apa kau tidak mangerti kenapa aku seperti ini? Aku hanya tidak ingin kau diberikan minuman lagi seperti malam itu! Aku hanya tidak ingin sesuatu terjadi padamu! Apa itu salah? Ku tanya apa itu salah?”

Suara Bagas terdengar mengudara.

Dia tidak membawaku pulang ke rumah orang tuaku, maupun orang tuanya. Dia membawaku di sebuah rumah yang entah siapa pemiliknya. Kami tidak mungkin memperdengarkan pertengkaran hebat ini di depan orang tua masing-masing.

Tiba-tiba tanpa kusaradi air mataku menetes, entah apa yang sedang kutangisi, aku terduduk di lantai sementara Bagas langsung masuk ke dalam kamar mandi di kamar ini.

30 menit setelahnya tubuhku lelah karena menangis.

Ku dengar langkah Bagas yang mendekat dan mengangkat tubuhku serta merebahkan di ranjang.

“Bagas,” cicitku kecil.

Kurasakan ada pergerakan di atas tempat tidur, Sepertinya laki-laki juga ikut berbaring di atas ranjang. Aku membiarkannya memelukku dari belakang.

“Bagas.”

Aku kembali bersuara dan membalikan tubuhku untuk menghadapnya. Aku membuka mata dan melihat wajahnya.

“Maaf,” ucapku pelan. Dan entah kenapa aku lalu mengusap wajahnya.

“Maaf aku juga sudah kasar padamu.”

Bagas menggenggam lengan kiriku dan melihat tanda merah di sana bekas cengkramannya tadi lalu meniupnya perlahan.

“Kau tahu kan bahwa aku selalu mencintaimu.”

Dia tersenyum lalu mencium bibirku dengan gemas dan dengan gilanya aku malah membalas ciuman itu.

1
Nadia
awalnya kupikir ceritanya bagus, gak taunya makin kesini makin aneh aja
Nyai Darkini
baru baca judulnya ko udh gimana gitu,so sama aja aku baca kisah hidupku hi hi hi/Chuckle/
Lina Ningdyar
bagus ceritanya, sempat kebawa emosi di awalll
Elis Nurida
bagus sekali
pixie
wkwkwkwk...nyebut mantan ...
Rina Fachyuliani
baru nemu bacaan yg sdh lama ada tp baru dibaca aku suka seperti aku baca cerpen dimajalah aneka yess
Nicky
ya bener,,cinta sejati mengikutkan sertatakan dalam suka maupun dukanya...Bagas cinta tp juga egois realitanya waktu 6thn itu lama,,
dapurnya tinah
lah .. aneh keluarga garda terdepan bela anak sendiri,lah ini?hemmmm tingkat imajinasi mu wow thor 👍😭
Nurhayatins Aqil
ha..ha..ngga kebyng bgmn reaksx diandra
Salma
sy jengkel am alma Kya prempuan murahan sj
Erna Novidiana
Kecewa
Nur hikmah
hihihiji...alma
Nur hikmah
waw alma ma bgas punya baby twins trnyta......mnisya tpi takdir mmpermsinkn mreka
Nur hikmah
q sykua alma g msu klah ma ganesa...ayo alma lwan ganesa....jgn biarkn bgas ma ganesa
Nur hikmah
aduh tmbh rumit.....q ko sedih klw mrka cerai ...jgn lh thor
Nur hikmah
aduh keromatisan mereka g krasa.....sekali2 jgn d skip dong thor
Nur hikmah
aduh...gawat nih thor.....
Nur hikmah
aduh q g suka situasi sperti ini.......bgas bnr2....n alma ku mhon thor jgn smpe pa yonathan miliki alma meski q g rela bgas sm alma lgi
Nur hikmah
nyesek....g hrusyaaa bgas nmpar alma....uuuh mnyebalkn bgas buang laut aj thor
Nur hikmah
q mlai numbung...bgas tanggung jwab nikahi ganesa krn d kira ganesa hmil sma damian kkaky bgas....tpi kty bgas anak itu bkn anky kakakya....gt kn thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!