Kania Tamara seorang gadis yang cantik anak dari Saras Dan Rudi wijaya.
mempunyai seorang sahabat bernama Fahira Orlando. apakah persahabatan mereka tetap utuh saat mereka mencintai seorang pria yang sama?
akankah keegoisan mereka mengalahkan persahabatan yang telah mereka lalui sejak masih kecil?
silahkan klik untuk membaca ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon muliyana setia reza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perusahaan Sanjaya Adiguna Grup
Sanjaya dan Afdhal benar-benar sibuk, perusahaan mereka mengalami penurunan harga saham sebesar 50%. Mereka berusaha mencari sebab kenapa Saham mereka turun sangat drastis.
"Bagaimana Pi Sudah ketemu penyebabnya?" Tanya Afdhal.
"Belum Nak, Papi dan yang lainnya sedang mencari penyebab harga saham kita turun. Papi yakin ada orang dalam yang sedang bermain-main dengan perusahaan kita" Ucap Sanjaya.
"Papi tenang saja, kita pasti akan segera menemukan orang itu" Sahut Afdhal.
Sanjaya pergi dengan berkas-berkasnya, sementara Afdhal memikirkan sebuah ide.
"Akan aku buat kamu keluar, jangan panggil aku Afdhal. Jika aku tidak bisa menangkapmu" Gumam Afdhal.
Afdhal fokus memeriksa semua data-data sebelumnya, Sampai larut malam pun Ia masih menyelidiki tentang penyebab turunnya saham milik perusahaan milik keluarga
Afdhal sangat lelah, Ia pun tertidur di sofa kamarnya. Dengan masih memakai kemeja kerja yang sedari tadi belum Ia ganti.
Tya yang melihat lampu kamar Sang Putra segera menghampiri Afdhal.
"Jam segini kenapa lampu masih hidup?" Gumam Tya.
Tya lalu melihat Sang Putra, ternyata anaknya sedang tertidur di sofa.
Tya pun mengambil laptop yang masih digenggam Afdhal, tak lupa Ia menyimpan semua data-data yang telah dikerjakan Anaknya itu.
Usai meletakkan Laptop dan beberapa berkas, Tya bergegas pergi dan mematikan lampu kamar Anaknya.
"Selamat tidur sayang" Ucap Tya lalu menutup pintu kamar Afdhal.
Sanjaya yang sedang mencari istrinya itu, melihat istrinya baru saja keluar dari kamar Anak mereka.
"Sayang!!" Panggil Sanjaya.
Tya kaget, hampir saja Ia berteriak keras.
"Papi!!" Ucap Tya dengan nada sedikit tinggi.
"Papi bisa tidak jangan buat aku kaget" Sambung Tya kesal.
"Maaf sayang, habisnya kamu mengendap-endap seperti itu" Sahut Sanjaya.
"Ya mau bagaimana lagi Pi, anak kita sepertinya sangat lelah gara-gara perusahaan kita mengalami penurunan harga saham" Ucap Tya.
"Papi tahu bagaimana perasaan Anak kita, sebaiknya kita ke kamar Sayang. Aku ingin istirahat".
"Baiklah Papi" Balas Tya.
Mereka berjalan menuju kamar, Tya dan Sanjaya merebahkan tubuh mereka di ranjang. tak selang beberapa menit mereka pun tertidur.
Keesokan Paginya.
Afdhal menemukan titik terangnya, dia akhirnya tahu dalang dibalik ini semua.
"Panggilkan Bapak David sekarang!!" Perintah Afdhal pada salah satu karyawannya.
Afdhal lalu menghubungi pihak berwajib untuk menangkap David..
Tok...tok..
"Masuk" Ucap Afdhal.
"Ada apa nak Afdhal memanggil saya?" Tanya David seolah tidak terjadi apa-apa.
"Pak David pasti tahu mengapa, Bapak saya panggil kesini. Bapak telah berdedikasi tinggi di perusahaan ini selama hampir 10 tahun. Tapi bapak membuat saya kecewa" Ucap Afdhal yang sangat kecewa dengan David.
"Kecewa? Maksud kamu apa Afdhal?" Tanya David sok polos.
"Lihat saja sendiri!!" Ucap Afdhal lalu melemparkan beberapa berkas dan foto.
David terkejut, usahanya untuk mengelabui Afdhal dan Sanjaya akhirnya terbongkar juga.
"Sudah, tidak perlu dijelaskan lagi. Saya sudah tahu semuanya. Seharusnya Bapak bisa bekerja dengan baik, tidak cukupkah gaji yang kami berikan kepada anda sehingga anda melakukan perbuatan yang tidak terpuji seperti ini, kami mengalami kerugian yang sangat besar" Ucap Afdhal dengan nada tinggi.
"Gara-gara kamu semuanya kacau, sialan" Teriak David.
Afdhal tersenyum sinis, wajah aslinya akhirnya terlihat juga. David begitu tamak, tidak hanya berbuat curang Ia bahkan korupsi sampai triliunan.
Tok..tok..
"Masuk!!" Ucap Afdhal.
Mereka pun masuk, David tidak bisa berbuat apa-apa lagi, Ia pasrah karena sudah ketahuan.
"Kami kesini karena ada laporan dari saudara Afdhal, dengan laporan memalsukan data dan menggelapkan uang. Saudara David kami tahan" Ucap Polisi.
"Cepat bawa dia Pak, Saya tidak ingin melihat wajahnya lagi" Ucap Afdhal.
Sanjaya Adiguna yang baru saja datang ke kantor sangat terkejut, ada 2 polisi yang membawa David pergi bahkan memborgolnya. Segeralah Sanjaya menghampiri Afdhal.
"Kenapa ada polisi nak? Dan kenapa David bisa diborgol seperti itu?" Tanya Sanjaya heran.
"Dia pantas mendapatkannya Pi, Dialah penyebab turunnya harga saham dan Dia juga yang telah korupsi" Jelas Afdhal.
Sanjaya benar-benar tak habis pikir, orang kepercayaannya malah menusuk Ia dari belakang. Bahkan David sudah seperti keluarganya sendiri.
1 Minggu kemudian.
"Afdhal cepat sini!!" Panggil Kania.
"Ada apa Sayang?" Tanya Afdhal.
"Lihat Afdhal, anak laki-laki itu sangat lucu" Ucap Kania sambil menunjuk anak kecil yang sedang berjalan gontai.
Afdhal sangat senang melihat senyum manis Kania, Kania benar-benar menggoda.
"Kamu ingin segera memiliki anak sayang?" Tanya Afdhal yang lalu dipelototi oleh Kania.
"Apaan sih kamu Afdhal" Ketus Kania.
"Kalau mau ya tidak apa-apa, kita bisa mempercepat proses pernikahan kita" Sahut Afdhal.
"Dasar otak mesum" Teriak Kania lalu melemparkan air ke wajah Afdhal.
Mereka sedang berlibur ke Pantai Mutun, terletak di kabupaten pesawaran.
Kedua orangtua mereka sedang asik duduk di tempat peristirahatan kecil yang disediakan di sekitar pantai sambil menikmati pemandangan Pantai yang indah.
greget gw mah😶😶😶😶