happy reading ☺️
Cerita ini menceritakan tentang seorang gadis yang bernama Nadira Winta gadis yang baru saja lulus dari SMAnya. Nadira dan teman-temannya pun merayakan hari kelulusan nya dengan berlibur. Tak di sangka waktu perjalanan pulang mereka kendaraan yang mereka tumpangi rusak, akhirnya Mereka memutuskan kan untuk mencari bantuan tapi nihil tidak ada seorang pun yang lewat di jalan sepi itu. Kevin yang merupakan kakak Nadira Winata mengingat bahwa di dekat situ ada rumah tuannya tanpa ragu-ragu Kevin pun memberikan Kunci rumah itu Dengan syarat jangan memasuki kamar tuan saya jelas Kevin pada Bu ladi guru Nadira.
Tapi Nadira yang terlena akan keindahan ruangan itu Mulai melangkah kan kakinya masuk ke kamar itu akibat kecerobohan nya Nadira malah terjebak dengan pria pemilik ruangan itu.
Akankah Nadira bisa terlepas dari jebakan pria itu?
Dan siapa sebenarnya pria itu.
Buat yang penasaran baca langsung ya cerita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devii💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berpapasan
Happy reading 😊
Hari ini genap sudah umur Nadira 18 tahun perayaan ulang tahunnya kali ini berbeda dari biasanya, biasanya Kevin hanya memberinya hadiah atau semacamnya. tapi kali ini Kevin membawa adik semata wayangnya itu makan di restoran mewah. ia ingin menunjukkan bahwa ia memiliki banyak uang walaupun nantinya uangnya tidak akan habis seberapa.
Nadira tersenyum lebar paskah mendengar penuturan kakaknya itu.
Tiupan angin menerpa setiap inci wajahnya saat gadis itu tertawa lepas merasakan dinginnya hawa malam.
Suasana restoran memang beda batin Nadira terpesona saat melihat bangun kokoh tertata sempurna. jika dilihat hanya kalangan atas yang sanggup makan di sini tidak kelas kakap seperti kami batinnya.
Melihat ekspresi takjub adiknya itu Kevin tersenyum. wajar saja ini pertama kalinya ia membawa adiknya itu ke tempat seperti itu
"Pilih semua makanan yang kau suka" bisiknya senyuman Nadira melebar
"Benarkah? nanti kakak tidak punya uang" tanyanya sedikit
cemberut
"Puaskan saja perut buncit mu itu" kekeh Kevin tertawa
"Oke akan ku buat perutku semakin besar pulang dari sini" duduk dan melihat menu apa yang akan di cobanya.
"Cepat ma, nanti kelamaan Angel masih mau ke rumah teman Angel lagi "ucapnya tak sabaran
Intan hanya menghela nafas mendengar setiap ocehan anaknya itu.
"Kita makan di restoran mana" tanya Indra kepada istri dan anaknya tetapi mereka berdua tidak menyahut
"Delicious restoran aja Om biar dekat berhubung Angel juga mau pergi ketemu temannya"
Sesampainya di resto Angel jadi tidak nafsu untuk makan pikirannya terus saja beralih para sahabatnya itu. "ayo pilih makanannya katanya mau cepat ketus intan pada putrinya.
Dengan sudut matanya, Gilang melihat Nadira sedang mengobrol dengan santainya bersama seorang pria sebentar-sebentar mereka tertawa sambil mencicipi hidangan di depannya.
Dia cantik sekali tapi siapa pria bersamanya itu? gumam Gilang
"Cepat Gilang pesan makanannya "suara lantang Angel mengejutkannya
Nadira menoleh menatap ke arah suara ia menunduk tersipu-sipu saat Gilang menatapnya sambil mengedipkan mata.
Diam-diam Gilang mengeluh dalam hati kenapa gadis itu begitu imut sangat menentang untuk dimiliki.
Angel semakin jengkel melihat Gilang hanya diam berdiri dengan tersenyum seperti orang gila. dengan sudut mata Angel berdiri melirik pada siapa si gila ini tersenyum batinnya.
Matanya berbinar saat melihat Nadira memegang gelasnya sambil tertawa lepas.
"Nadira" teriaknya setengah berlari menghampiri nadira dan memeluknya erat.
"Selamat ulang tahun" tangisnya bercampur tawa Nadira yang mendengarnya tertawa bahagia Gilang hanya diam menyimak percakapan mereka
Jadi ini teman yang akan dikunjunginya boleh juga gumam gilang tersenyum.
"Boleh gabung" sambar Gilang diikuti intan dan juga Indra
Indra menatap Kevin tajam aku seperti pernah melihat pria ini berusaha mengingat.melihat tatapan itu Kevin sedikit menunduk iya masih tak habis pikir mengapa orang tua Alex ada disini.
Indra mengawasi Kevin sedemikian rupa sampai yang ditatap bukan hanya marah tetapi sekaligus terhina.
"Pulang sekarang!" tukas Indra dingin menarik tangan putrinya untuk menjauh
"Apa-apaan sih pah" Angel memberontak
"Pulang sekarang" suara Indra meninggi seumur-umur Angel belum pernah dibentak sekeras itu ia berusaha melepas cengkraman ayahnya lalu berlari ke dalam mobil intan melihat amarah suaminya sulit untuk dibantah berpamitan tak lupa mengajak Gilang ikut bersamanya.
"Sekali lagi aku melihatmu akan ku hancurkan wajah mu itu dengan tanganku " timpal Indra dingin seraya berlenggang pergi meninggalkan mereka.
Kevin mengepalkan tangannya menahan amarah dilihat nya adiknya itu seolah meminta penjelasan.
di tunggu up selanjutnya