Putih abu-abu alias SMA disebut-sebut sebagai masa yang paling indah. Wajar saja, SMA adalah tiga tahun terakhir merasakan duduk di bangku sekolah.
Masa-masa peralihan dari remaja menuju dewasa. Adapula yang mengatakan masa-masa pencarian jati diri.
Bahkan mungkin di sinilah tempat kita pertama kali mengenal cinta. Masa SMA memang penuh lika-liku remaja, dari cerita cinta, persahabatan, kekonyolan, hingga kenakalan.
Waktu terus berjalan, setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. Banyak cerita-cerita yang akan terus terkenang.
Banyak momen-momen keindahan yang telah tercipta di sekolah kesayangan, tentang kebersamaan, persahabatan bahkan tentang percintaan.
Semua tertuang menjadi satu cerita yang begitu indah. Inilah kisah CINTA SMA seorang siswi SMA bernama Sinta Cahaya bersama sahabatnya dan kisah cintanya.
Yuk simak ceritanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febti Sela Santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyatakan Cinta
"Tet, tet, tet..."
Bel masuk pun berbunyi para siswa langsung masuk kedalam kelas.
" Sebaiknya kamu omongin sama Dito, Sin." saran Terry, " Karena kejadian tadi itu bisa bikin kamu terancam. " bisik Terry memberi saran.
Sejenak Sinta pun diam termenung memikirkan apa yang dikatakan Terry .
Sepulang sekolah Dito mengajak Sinta pulang bersama. Awalnya Sinta tidak ingin bercerita kepada Terry , tetapi sahabatnya sudah terlanjur mengetahuinya . Kemudian Sinta bilang ke Terry untuk menyelesaikan masalahnya, dan dia pun mengerti.
" Ter, aku pulang bareng Dito ya" ucap Sinta berbisik.
"Oke" sahut Terry.
" Dit, aku mau bicara bisa kita duduk di kafe di ujung jalan..?" pinta Sinta sembari menunjuk kafe.
" Mau bicara apa Sin, sambil jalan bisakan?" ujar Dito.
" Panjang dan butuh penjelasan dari kamu langsung Dit." pinta Sinta memohon.
" Okelah.." sahut Dito mengiyakan.
Kemudian mereka pun menuju kafe di ujung jalan.
" Kamu mau minum apa Dit?" tanya Sinta menawarkan daftar menu.
" Jus jeruk aja.. " jawab Dito
" Mba, jus jeruk dua gelas ya" pinta Sinta kepada waiters.
" Apa yang akan kau bicarakan Sin?" tanya Dito penasaran
"Dit..." ucap Sinta ragu yang bingung harus menjelaskan dari bagian yang mana.
" Dito, sebaiknya kita gak usah terlalu akrab" pinta Sinta sambil memandang wajah Dito.
" Kok kamu ngomong gitu sih, Sin?" tanya Dito penasaran.
" Aku cuma ingin fokus belajar " jelas Sinta.
" Kan kita bisa belajar sama-sama" tutur Dito.
" Tapi, tapi ----" jawaban Sinta terhenti saat waiters datang.
" Sebaiknya kita minum dulu Dit " tawar Sinta yang menyodorkan segelas jus jeruk.
" Tapi kenapa Sin ?" tanya Dito penasaran sambil menyeruput jus jeruk.
" Aku takut saat mendekatimu ada yang cemburu" gumam Sinta.
" Cemburu?" ucap Dito terkejut seraya membulatkan kedua bola matanya.
" Maksud kamu Mira ?" tanya Dito yang langsung menebak.
" Tadi siang Mira menghampiriku dan bertanya hubungan kita" jelas Sinta.
" Lalu kamu jawab? " balik Dito bertanya.
" Aku bilang kita gak ada hubungan, hanya teman dekat aja" sahut Sinta.
" Kalo aku bilang suka sama kamu gimana Sin?" ungkap perasaan Dito.
Sinta pun langsung menatap ke arah Dito dengan terkejut. Dito membuatnya menjadi salah tingkah.
" Kok kamu diam aja Sin ?" colek tangan Dito ke ujung jari Sinta.
" Mm..mm..mm.." gumam Sinta seraya membetulkan jilbabnya.
" Maaf Dit, aku masih belum bisa berpacaran" ungkap Sinta.
" Aku suka sama kamu bukan berarti kita pacaran Sin " jelas Dito.
" Jadi..?" tanya Sinta
" Aku hanya ingin kamu tahu kalau aku suka sama kamu, bersama kamu membuatku merasa nyaman. Karena kamu wanita yang sopan dan pintar, membuat aku menjadi kagum " ungkap perasaan Dito.
Sinta pun tersipu malu mendengar pujian dari Dito.
" Ah masa!" canda Sinta mencoba mengalihkan suasana yang mulai serius.
" Aku serius Sin, tak apa kalau kamu tak suka padaku. Tetapi jangan kau putuskan pertemanan kita " pinta Dito.
" Tapi tadi Mira mengancam ku untuk menjauhi mu Dit" ucap Sinta mengadu.
" Nanti aku akan berbicara dengan Mira soal ancaman dia kepadamu" tegas Dito.
" Mira dan kakakmu tadi menghadangku di toilet, dan mereka mengancamku untuk menjauhi kamu. " jelas Sinta.
Dito pun terdiam dan tidak banyak bicara.
" Ada yang salah Dit dengan kata-kataku?" tanya Sinta melihat Dito hanya terdiam saat dirinya menceritakan kejadian tadi siang.
" Kamu gak usah mikirin Mira, biar Mira aku yang urus" tegas Dito
" Dit, kamu maukan menunggu jawabanku sampai kita lulus SMA..?" pinta Sinta.
" Aku hanya ingin fokus dulu dalam belajar, karena aku punya cita-cita" jelas Sinta.
" Iya, akan aku tunggu sampai kamu menjawab pertanyaanku" jawab Dito.
Sinta dan Dito kembali berbincang dan bersenda gurau dengan santai seperti biasa. Dan dari kejauhan tampak terlihat kakak Dito menghampiri mereka.
" Dito..." panggil Melly.
Dito hanya menoleh kearah kanan dan acuh melihat kakaknya memanggil. Lalu Melly pun menghampiri mereka.
-
-
Dukung terus karya author dengan cara like, vote dan berikan komentar
mari saling mendukung,
singgah di karya ku juga ya kak
"Transfer Student"
Di sini ramai bgt ya❤️❤️