Mila Hamid adalah seorang wanita cantik, lembut dan memiliki senyuman yang hangat. Ia juga seorang wanita yang sangat mencintai suaminya, Irsyad Mauza. Mila Hamid dan Irsyad Mauza menikah karena permintaan ibu dari Irsyad yang menderita kanker hati. Irsyad yang sebenarnya telah memiliki kekasih pun dengan patuh menuruti keinginan ibunya. Irsyad menceraikan Mila tepat setelah seminggu kematian ibunya. Pernikahan mereka hanya bertahan selama 6 bulan, dan selama itu Irsyad selalu memperlakukan Mila dengan sangat baik, namun Irsyad tidak pernah menyentuh istrinya itu.
Tepat di hari perceraiannya, Mila mengalami kecelakaan hingga membuat kaki kirinya lumpuh total. Setelah lima tahun berlalu, takdir kembali mempertemukan keduanya.
Akankah mereka bersatu kembali atau justru mereka kembali berpisah untuk kedua kalinya?
Buat yang penasaran seperti apa ceritanya, yuk ikuti kisah mereka disini 💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ragazza Belle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Meminta Maaf Pada Tempatnya
Hari ini tidak ada suara cempreng yang memanggilnya disaat sore ketika ia masih di toko, Mila hanya termenung memandangi pintu kaca tokonya yang masih tertutup tanpa jemari kecil yang akan membukanya. Sudah dua hari berlalu sejak kejadian dimana ia mengatakan semuanya dihadapan Irsyad dan putrinya, mereka tidak pernah datang berkunjung ke tokonya lagi. Rasa menyesal kini semakin kuat mengikatnya, hingga membuatnya merasa menjadi orang yang paling jahat. Mila beberapa kali menghela nafasnya, matanya tak berhenti menatap pintu tokonya.
" Sha, tante merindukanmu " Gumam Mila dengan wajah sendu. Semua yang ia katakan pasti sudah menyakiti perasaan Sha. Ia wanita yang tega dan tak berperasaan. Malaikat mungkin sudah mencatat segala dosa yang telah diperbuatnya kepada Sha. Mila dengan sedikit kasar bangkit dari kursinya berjalan cepat dengan tongkat kruknya melewati meja kasirnya
" Aku tidak tahan jika harus berdiam seperti ini. Aku sudah bersalah dan harus meminta maaf pada Sha dan juga....." Mila menelan ludahnya dengan susah payah. Satu nama itu membuatnya kesusahan untuk mengucapkannya.
" Haruskah aku meminta maaf padanya juga? " Mila melangkah menuju pintu keluar dengan wajah frustasi. Mungkin ia memang harus meminta maaf juga pada Irsyad. Bagaimana pun juga pria itu tidak pernah berkata yang buruk padanya. Dengan buru-buru Mila menutup tokonya, ia tidak ingin berpikir lebih lama lagi. Semua rasa bersalahnya tidak akan berkurang jika ia hanya berdiam diri ditoko.
Mila menaiki sebuah angkot yang akan membawanya ke tempat tujuannya. Ia sudah tahu harus kemana mencari Irsyad. Tujuan pertamanya adalah meminta maaf pada pria itu, lalu setelah itu meminta Irsyad membawanya pada Sha gadis kecil yang ia rindukan. Hampir setengah jam Mila berada di dalam angkot, hingga kini benda bergerak itu sudah berhenti di depan sebuah bangunan tinggi yang berdiri tegak menjulang dengan banyak lantai. Sebelum keluar dari dalam angkot Mila membayar sejumlah uang kepada sopir angkot. Lalu setelah itu, dengan bermodal setitik keberanian, Mila melangkah masuk ke dalam bangunan tinggi tersebut.
Dengan percaya diri Mila melangkah menghampiri dua orang wanita muda yang mengenakan seragam yang sama. Mila yakin kedua wanita itu merupakan resepsionis di kantor pria itu.
" Permisi, saya ingin bertanya....Apa Pak Irsyad ada diruangannya? " Tanya Mila dengan sopan. Ia menarik kedua sudut bibirnya dengan pelan. Kedua wanita muda itu menoleh padanya dan memandanginya turun naik.
" Maaf, anda siapa ya? " Tanya salah satu wanita yang berwajah cukup sinis.
" Mila Hamid " Jawab Mila masih dengan tersenyum sopan. Wanita yang bertanya itu tampak membuka lembar per lembar kertas didepannya seperti sedang mencari-cari sesuatu di sebuah buku kecil yang berada di atas mejanya.
" Maaf, apa anda sudah membuat janji sebelumnya dengan Pak Irsyad? " Tanya wanita muda itu sambil mendongak menatap Mila dengan wajahnya yang tidak memperlihatkan senyuman sedikit pun.
Mila menurunkan kedua sudut bibirnya sembari menghela nafas.
" Belum " Ujar Mila dengan lesu.
" Kalau begitu anda harus membuat janji dulu dengan Pak Irsyad barulah bisa bertemu dengannya " Tegas wanita itu. Mila sedikit menundukkan kepalanya.
Bagaimana caranya aku membuat janji dengan pria itu. Nomor ponselnya saja aku tidak punya.
" Hmm, bisakah kalian membantuku menelponnya dan memberitahukan padanya bahwa aku ingin bertemu dengannya? " Tanya Mila dengan pelan sembari mendongakkan kepalanya. Kedua wanita itu saling memandang satu sama lain. Dan Mila bisa melihat wanita yang memakai lipstik merah itu tersenyum miring dan sedikit mendengus.
" Maaf kami tidak bisa membantumu. Pak Irsyad sangat sibuk hari ini ! " Ujar wanita yang berlipstik merah menyala itu dengan nada yang terdengar sedikit angkuh.
" Baiklah. Terima kasih " Mila mengangguk sambil tersenyum. Ia berbalik meninggalkan kedua wanita itu yang terlihat kurang menyukainya.
Mila melangkah menuju sofa yang terletak tidak jauh dari pintu masuk dan meja resepsionis tersebut. Ia telah memutuskan akan menunggu pria itu ditempat ini. Lagipula waktu sudah menunjukkan pukul setengah 4 dan sebentar lagi kantor ini akan tutup. Jadi ia akan menemui pria itu di depan pintu masuk ini dan mengutarakan maksud kedatangannya. Kedua resepsionis wanita itu terus memandangi Mila sambil berbisik-bisik.
" Untuk apa wanita cacat itu mencari Pak Irsyad ? " Gerutu wanita berlipstik merah itu dengan rasa kesal yang luar biasa. Teman wanita tersebut mengulas senyum tipis.
" Aku rasa untuk menggoda Pak Irsyad. Kamu tahu kan kalau Pak Irsyad adalah duda keren, kaya raya lagi. Pasti akan banyak wanita yang datang mencarinya " Gumam teman wanita itu sambil merapikan mejanya. Wanita yang berlipstik merah itu menoleh dengan wajah kesal.
" Jadi kamu ingin bilang kalau wanita itu juga termasuk sainganku " Wanita yang berbibir merah itu terkekeh geli sambil menatap temannya
" Tentu saja. Bisa jadi Pak Irsyad melirik wanita berkerudung itu. Mengingat selama ini kamu sudah berdandan maksimal tapi sedikit pun Pak Irsyad tidak melirikmu " Kekehnya dengan nada mengejek.
" Itu hanya belum waktunya Via. Kamu tahu kan mantan istrinya Pak Irsyad yang datang kesini waktu itu. Lihat bagaimana wanita itu berdandan, ia terlihat seperti seorang model kelas dunia. Cantik, sexy dan begitu memikat semua orang yang memandanginya " Balas wanita berlipstik merah dengan tidak mau kalah.
" Ya aku tahu. Tapi kan dia memang model. Cuma tidak setenar Gigi Hadid atau Kendall Jenner "
" Makanya kamu paham kan sekarang, seperti apa wanita yang disukai Pak Irsyad " Wanita itu tersenyum lebar. Bibirnya yang dipolesi lipstik merah menyala itu tertarik dengan kuat hingga menampakkan gigi-giginya.
Mila sudah mendengar beberapa kali suara perutnya yang protes karena terlalu lama kosong. Ia sudah menunggu selama satu jam dan Irsyad belum juga keluar dari ruangannya. Dengan sabar Mila kembali menunggu Irsyad.
Tak berapa lama pintu lift terbuka dan memperlihatkan sosok tampan tinggi bersetelan rapi keluar dari dalam lift di ikuti seorang pria di belakangnya. Mila dengan buru-buru berdiri lalu melangkah menghampiri sosok tampan yang tidak lain adalah Irsyad. Tapi Mila justru terkejut saat langkah kaki pria itu terlihat berbelok ke arah dua resepsionis wanita yang masih berdiri dibalik meja tersebut.
" Kenapa kalian berdua belum pulang ? " Tanya Irsyad tiba-tiba kepada dua resepsionis wanita yang masih berdiri. Irsyad yakin kedua pekerjanya ini pasti sudah terkejut setengah mati. Mengingat dirinya tidak pernah bertanya atau berbicara dengan mereka kecuali jika ia bertanya mengenai janji yang sudah dibuat oleh seseorang untuknya.
" Se-sebentar lagi Pak " Jawab keduanya dengan gugup. Irsyad mengangguk pelan lalu setelah itu dengan cepat ia berbalik dan melangkah ke arah pintu. Ia menanyakan hal tidak penting itu hanya untuk menghindari Mila yang terlihat mengejarnya. Ia sebenarnya tidak tega melakukannya tapi Irsyad ingin tahu bagaimana reaksi Mila saat dirinya menghindar seperti ini. Mila semakin panik saat melihat Irsyad sudah berjalan ke arah pintu keluar.
" Irsyad tunggu ! " Teriak Mila dengan cepat. Tapi yang dipanggil tidak berhenti sedikit pun. Malik dan dua resepsionis wanita itu begitu terkejut saat mendengar bagaimana Mila memanggil atasannya dengan nama depannya.
" Boss wanita itu..."
" Anggap saja kamu tidak mendengarnya Malik " Potong Irsyad dengan cepat sebelum Malik selesai mengucapkan kata-katanya.
" Irsyad aku ingin bicara padamu! " Teriak Mila sambil berusaha mengejar langkah pria itu yang terasa begitu cepat.
Irsyad sudah hampir membuka pintu keluar dan menariknya sebelum sebuah tangan menarik jasnya dari belakang hingga membuat langkah kakinya terhenti.
" Kumohon maafkan aku " Ujar Mila sambil terengah-engah. Kedua matanya mendongak ke arah tubuh tegap yang masih membelakanginya itu. Irsyad terdiam sejenak, wajahnya terlihat melembut saat mendengar permintaan maaf dari Mila. Tidak butuh waktu lama bagi wanita itu untuk menyadari kesalahannya. Sebelumnya Irsyad pikir Mila tidak akan menemuinya dan meminta maaf.
Irsyad bisa merasakan tangan yang mencengkram jasnya terlepas begitu saja. Sebelum tangan Mila benar-benar menjauh darinya, Irsyad sudah lebih dulu berbalik menatap Mila dengan rasa senang yang berusaha ia sembunyikan.
" Akhirnya kamu menyadari kesalahanmu setelah dua hari lamanya " Irsyad tersenyum tipis menatap Mila yang terlihat menunduk. Ia sengaja berkata lama agar Mila semakin merasa bersalah.
" Maafkan aku. Aku salah sudah mengatakan semuanya di depan Sha. Aku benar-benar orang yang buruk karena telah menyakiti perasaan seorang gadis kecil yang polos " Mila semakin menunduk
" Apa kamu hanya merasa bersalah pada Sha? " Tanya Irsyad dengan suara beratnya. Mila mendongak dengan cepat padanya lalu menggeleng panik.
" Tidak! Aku juga merasa bersalah padamu " Ujar Mila dengan panik. Irsyad berusaha menahan rasa geli saat melihat ekspresi Mila yang begitu ketakutan.
" Kalau begitu meminta maaflah dengan benar "
" Hah? " Mila mengerutkan keningnya. Ia merasa kebingungan memahami ucapan Irsyad. Rasanya ia sudah melakukannya dengan benar. Irsyad berbalik kembali membelakanginya.
" Ikutlah denganku pulang kerumah. Dan kamu akan meminta maaf disana " Ujar Irsyad memperjelas ucapannya. Setelah itu dengan langkah lebar Irsyad meninggalkan Mila yang terdiam membatu. Kedua resepsionis wanita yang berdiri di belakang Mila hanya bisa ternganga lebar mendengarnya. Apalagi wanita yang berlipstik merah tersebut, ia hampir saja tersedak dengan keras.
Bersambung....
Happy reading, Love you guys😘
kok enK bgt hidupmu.... km cmpakn mila demi mnikahi kekasih sundalmu itu...
setelah perempuan idamanmu berhianat... km pungut lgi si mila.. buat mngobati luka hatimu...
km cmpakan... setelah km hncurkn hati & harapannya.... dgn entengnya km ingin mila kmbali....
laki" kucing garong km irsyad😅😅
bukankah kh km mncintai ibu dri ankmu.... 🤔🤔
Syarat dan ketentuan:
Sudah tamat dan Penulis belum di kontrak/sedang tidak terikat kontrak dengan penerbit manapun.
Jenis naskah yang dicari:
1. Novel;
2. Kumpulan Puisi;
3. Kumpulan Cerpen;
4. Naskah non Fiksi, dll.
Jika bersedia harap segera menghubungi saya via DM instagram (@dwafril) atau laman chat yang tersedia pada platform ini.
AE Publishing Cab. Gresik
*paling lambat 15 Agustus 2023
terimakasih author, ceritanya bagus , beda alur dgn yg lain 👍👍👍😍😍😍