Kisah tentang cinta dan persahabatan yang konyol..
Tentang bagaimana kehilangan lalu bangkit dan terus melanjutkan hidup...
Kita tak bisa melawan takdir.Karena sekeras apapun kita menolak takdir tetap akan berjalan sebagaimana mestinya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#19 Nonton konser
Selama libur tiga hari Nindya tinggal dirumah Deny.Nindya diperlakukan dengan sangat baik layaknya anggota keluarga.
Pagi ini Nindya berangkat dari rumah Deny.Baru saja memasuki pintu gerbang semua mata tertuju padanya.Rasanya bagai ribuan anak panah menancap di tubuhnya.
"Kayaknya umur gua gak bakalan lama dah"
"Liat aja noh fans lu yang udah siap buat ngeroyok gua" tambah Nindya
"Perlu gua samperin mereka biar gak ngeliatin lu" tawar Deny yang malah membuat Nindya melototinya lalu beranjak ke kelas.
Teman Nindya sudah tidak sabar memberondongnya dengan berbagai macam pertanyaan.Namun niat mereka urung karena guru fisika sudah berdiri diambang pintu.
Tiga jam menjadi sangat panjang bagi teman Nindya yang sudah sangat kepo dengannya.Saat bel istirahat berbunyi,mereka semua langsung mengerubungi Nindya.
"Lu ngapain aja dirumah Deny?" Rita yang pertama memberi pertanyaan
"Makan,tidur.."
"Lu tidur bareng sama Deny?" potong Rindu sembari menatap tajam ke Nindya
"Pikiran lu jorok amat" jawab Nindya
"Kata lu tidur?" Tari membuka suara
"Kita emang tidur tapi dikamar masing-masing lah" sahut Nindya
"Lu gada ngapain gitu ama dia?" Tanya Dian
"Ciuman gitu misalnya?" tanya Nana
"Apaan si lu pada.Udah hayo ke kantin laper gua"
"Bagian makan aja cepet" perkataan Dian menutup obrolan mereka.
Mereka segera berlalu ke kantin.Seperti biasa Deny dan Ervan akan bergabung ke meja mereka.Saat Deny mengajaknya pulang bersama Nindya menolak karena ingin pulang bareng Nana.
Sesampainya dikos Nindya kaget mendapati Rifan sedang duduk diteras,ia menyerahkan tiga tiket konser boyband.Nindya luar biasa senang apalagi ia bisa pergi mengajak Nana.
Tempat konser sudah penuh sesak saat mereka sampai.Jika bukan karena koneksi Rifan mana mungkin Nindya dan Nana bisa berada dibarisan paling dekat dengan panggung.
Selam konser Rifan hanya menganggukkan kepala menikmati lagu.Sedangkan Nindya sangat berantusias menonton idolanya.Nana sesekali bertanya nama para member.Karena bagi Nana semua wajah mereka hampir mirip sampai ia kesulitan untuk membedakannya.
Tiga jam yang membuat Nindya sangat senang hari ini.Setelah sekian lama akhirnya ia bisa menonton secara langsung konser idol favoritnya.
Sebelum mereka pulang Rifan mengajak Nindya dan Nana pergi makan malam,ia tahu jika Nindya sudah lapar karena tenaganya terkuras selama menonton konser.Sepanjang perjalanan pulang Nindya dan Nana tak habisnya membahas tentang konser.Bagaimana mereka berteriak histeris saat para member melempar ciuman kearah ribuan penonton.Suara merdu dari masing-masing personel.Wajah-wajah ganteng saat tersenyum manis yang membuat mereka meleleh serta masih banyak lagi.Semua penonton bagai terhipnotis oleh penampilan grup tersebut.Sampai ada yang menangis karena saking senangnya.
"Fan.Makasih banget udah ngajakin kita berdua nonton konser" ucap Nindya saat turun dari mobil
"Iya Rifan makasih" Nana menambahi
"Makasih doang nih?" tanya Rifan
"Gak mau cium apa gimana?" tambah Rifan
"Ogah banget" Nindya dan Nana kompak menjawab
"Yaudah lu berdua masuk sono" pinta Rifan
"Yaudah kita duluan,Fan" seru Nana
"Eit.Lu duluan aja deh Na.Gua mau ngmong sebentar sama Nindya" cegah Rifan
"Plin plan lu.Yaudah gua duluan" gerutu Nana.
Nindya bertanya pada Rifan apa yang akan ia bicarakan.Bukan sebuah hal penting.Ia hanya bilang jika ia sedang libur kuliah makanya ia sengaja pulang untuk mengajak Nindya nonton konser.Nindya hanya ber-oh ria mendengar penuturan Rifan.Lalu Nindya masuk ke dalam meninggalkan Rifan diluar sendirian.
"Boleh gak sih kalo gua suka sama lu Nin?" tanya Rifan pada diri sendiri
"Tapi kayaknya gua bakal lebih suka kita temenan daripada pacaran" Rifan menjawab pertanyaannya sendiri seolah Nindya yang menjawab.
Nindya merebahkan badannya kekasur.Tentu saja tindakannya itu mendapat kecaman dari Nana yang sibuk membersihkan make up.Hingga jam dua belas lewat Nindya dan Nana masih membahas tentang meriahnya konser tersebut.Lalu keduanya pun tidur setelah melihat jam sudah pukul dua.Kini tekad Nindya untuk ke Korea semakin kuat.
lagian Deny alasan sebenarnya apa sih waktu mutusin Nindya.....
nikah dulu woy...
otHoR emang bisa bikin hepi ngakak2
jd kl g ada terjemahannya nanti sulit untuk memahami...dan kl sulit paham lama2 mls bacanya...jd ntar sepi dech
semangat y
bkin skit bgt n smpe baper, nangis",, 😭😭