NovelToon NovelToon
Dendam Flora

Dendam Flora

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sayong

Flora, putri sulung keluarga Amor, kehilangan ibunya saat usianya baru 17 tahun—sebuah luka yang tak pernah benar-benar sembuh. Kepergiannya ke luar negeri untuk kuliah menjadi pelarian, hingga tanpa ia sadari, hidupnya berubah.
Di sana, ia bertemu seorang pria yang membuatnya bisa melupakan kesedihan nya.

Namun kedua nya hanyalah hubungan Tampa status.lebih tepat nya keduanya hanya teman tidur saja.mereka tidak tahu identitas masing masing.
hubungan mereka berakhir dengan damai.
Flora kembali ke tanah air, bersiap mengambil alih perusahaan peninggalan ibunya. Tapi hidup tak pernah sesederhana rencana. Ayahnya telah menikah lagi, dan dunia yang ia tinggalkan kini terasa asing.
Di sisi lain, pria yang pernah mengisi malam-malamnya—Evan—terpaksa menerima perjodohan demi kepentingan politik keluarga.
Keduanya melangkah ke masa depan masing-masing… tanpa tahu bahwa takdir belum selesai mempermainkan mereka.
Karena ketika rahasia mulai terungkap, dan masa lalu kembali .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sayong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku jatuh cinta pada mu.

Malam sudah larut.Namun Evan tidak pulang.

Mobilnya justru berhenti di depan apartemen Flora.

Beberapa detik dia hanya diam di dalam mobil.Tatapannya kosong…namun pikirannya penuh Flora.Selalu Flora.

Tanpa berpikir panjang lagi, Evan keluar dari mobil dan berjalan cepat masuk ke dalam gedung.

Di depan pintu apartemen Flora baru saja sampai.Dia membuka tasnya, mencari kunci.

Klik

Belum sempat pintu terbuka sempurna Tiba-tiba sebuah tangan menariknya dengan kasar.

“Ah—!”

Tubuh Flora terdorong ke dalam.Pintu tertutup keras di belakangnya.

BRAK!

Sebelum dia sempat bereaksi tubuhnya sudah terpojok ke dinding.

Dan Evan Tanpa memberi ruang langsung menunduk dan mencium Flora dengan ganas.

Flora membelalak.Terkejut.Beberapa detik dia membeku lalu langsung mendorong Evan.

“Lepas—!”

Dia berusaha menjauh, bahkan tangannya terangkat hendak menampar.

Namun Evan lebih cepat.

Dia menangkap pergelangan tangan Flora.

Menahannya di atas.Dan kembali menekan bibirnya.

Kali ini lebih kuat.Lebih memaksa.

Flora berusaha melawan.Tapi tenaga Evan terlalu besar.Napasnya mulai tidak teratur

emosinya meledak.

Dengan sisa tenaga, Flora mendorong Evan sekuat mungkin.

Evan sedikit terhuyung.Dan di saat itu

Flora langsung menggigit bibirnya.

“—Sial!”

Evan mundur, menyentuh bibirnya yang terasa perih.Tatapannya tajam ke arah Flora.“Kamu gigit lagi?” katanya kesal. “Benar-benar seperti anjing.”

Flora menatapnya marah, napasnya masih memburu.

“Untuk apa kamu ke sini?” balasnya tajam. “Bukannya kamu harusnya pergi dengan tunanganmu?”

Evan mendekat lagi, wajahnya menggelap.

“Kenapa?” suaranya rendah. “Kamu tidak suka aku di sini?”

Dia menatap tajam.“Atau… kamu lebih suka berduaan dengan Garvin?”

Flora tertawa sinis.“Iya,” jawabnya tanpa ragu. “Memangnya kenapa kalau itu Garvin?”

Jawaban itu seperti menyulut api.Evan semakin marah.Namun kali ini Flora tidak mundur.

Justru dia melangkah maju.Matanya memerah, emosinya akhirnya meluap.

“Kamu pikir kamu siapa, Evan?” suaranya bergetar, tapi penuh amarah. “Datang seenaknya, mencium ku, lalu bertanya seperti itu?”

Evan terdiam.

Flora melanjutkan “Bukannya kamu sudah bertunangan?” suaranya semakin tajam. “Untuk apa kamu ganggu aku lagi?!”

Setiap kata penuh luka.“Dulu kamu mengatakan untuk tidak menganggu mu.tapi sekarang lihat.kamu datang seperti anjing gila kesini."

Napasnya mulai tidak stabil.

“Flora.Aku akui aku cemburu melihat kamu bersama Garvin.Aku benar benar sudah jatuh cinta sama kamu."

Flora tertawa Sinis.“Serius?”

Evan melangkah mendekat.Hingga jarak mereka kembali dekat.“Aku bilang aku jatuh cinta sama kamu,aku akui dulu memang tidak ada perasaan di antara kita.tapi sejak saat kamu pergi aku baru sadar kalau aku sudah jatuh cinta sama kamu.flora aku benar benar jatuh cinta sama kamu." ucapnya tegas.

Flora menatapnya.Matanya merah, tapi tidak ada air mata yang jatuh."Kamu jatuh cinta dengan ku tapi kamu bertunangan dengan wanita lain.”

Evan menghela napas kasar.“Aku tidak bisa lepas dari pertunangan itu sekarang.”

“Lalu aku harus apa?” potong Flora cepat. “Menunggu kamu? Diam di belakang? Jadi pilihan kedua?”

Nada suaranya meninggi.Penuh emosi yang selama ini dia tahan.

Evan diam.Dan diamnya adalah jawaban.

Flora tersenyum pahit dan berbalik.

“Jangan pergi,” suaranya lebih rendah hampir seperti menahan sesuatu.

Flora berusaha melepaskan diri.“Lepas—”

Namun Evan tidak melepaskan.“Aku tidak mau kamu bersama orang lain,” ucapnya jujur.

Kalimat itu membuat Flora terdiam sesaat.

Namun hanya sesaat.“Lucu,” balasnya dingin. “Kamu tidak mau aku dengan orang lain, tapi kamu sendiri memilih wanita lain.”

Evan tidak bisa menjawab.Flora mendorongnya.Kali ini lebih kuat.Dan Evan benar-benar mundur.

Suasana terasa menekan.Flora mengepalkan tangannya.Matanya berkaca-kaca tapi dia menahannya.

“Aku ini apa buat kamu, Evan?” suaranya melemah… tapi justru lebih menyakitkan.

Tidak ada jawaban Evan.Dan itu membuatnya semakin marah."cepat atau lambat aku juga akan menikah.dan Garvin adalah pilihan yang tepat."

" kamu tidak bisa bersama nya." ucap Evan marah.

“Kamu itu dingin! Tidak punya hati! Tidak punya perasaan!”

Setiap kata seperti menghantam langsung ke dada Evan.

“Pria seperti kamu…” Flora menatapnya dengan penuh luka, “tidak akan pernah mendapatkan cinta yang tulus.”

Tidak ingin melihat wajah Evan lagi. Flora mendorong Evan keluar dan segera mengunci nya.

Evan yang berhasil di dorong keluar masih berdiri di tempatnya. Dia terdiam,Terpaku.

kata-kata flora benar-benar menembus pertahanannya.

Dingin ,Tidak punya hati.Tidak punya perasaan.Kata-kata itu terus terngiang di kepalanya. Apakah dia benar benar pria seperti itu?

Keesokan harinya.

Flora datang ke kantor Garvin.

Hari ini mereka sudah memiliki rencana menghadiri acara amal di sebuah yayasan panti asuhan.

Flora menunggu di lobi bawah.

Sementara itu di lantai atas,Garvin sedang rapat bersama beberapa klien penting.

Dan di dalam ruangan itu ada Evan.

Suasana rapat serius, penuh tekanan.Namun bagi Evan, fokusnya tidak sepenuhnya di sana.Pikirannya…masih tertinggal pada kejadian semalam.

Tak lama, rapat selesai.Satu per satu orang mulai keluar dariruangan.Saat itulah ponsel Garvin bergetar.

Sebuah pesan suara masuk.Garvin menekannya tanpa ragu. Dan suara seorang wanita terdengar lembut dari sana.

“Aku sudah di bawah.”

Evan yang berdiri tidak jauh langsung mengenali suara itu.Flora.Tatapannya langsung berubah.

Sementara itu, Garvin tersenyum tipis.

Dia memasukkan ponselnya ke saku, lalu berdiri.“Aku duluan,” katanya santai, melirik Evan. “Wanita ku sudah menunggu.”

Nada suaranya jelas provokatif.

Evan menatapnya dingin.Beberapa detik.

Lalu“Aku juga akan pergi.”Tanpa menunggu respon, Evan langsung berjalan keluar.

Keduanya masuk ke dalam lift.Suasana hening.Tapi penuh tekanan.Angka demi angka turun.Tak ada yang bicara.Namun aura persaingan di antara mereka terasa jelas.

Ding.

Pintu lift terbuka.Dan Flora Dia berdiri di sana.

Dengan Anggun,Tenang.Seolah tidak terjadi apa-apa semalam.

Garvin langsung melangkah keluar, menghampirinya.“Maaf sudah menunggu,” ucapnya ringan.

Flora tersenyum tipis.“Tidak apa-apa. Aku juga baru sampai.”

Interaksi mereka terlihat natural.Evan keluar dari lift.Tatapannya langsung tertuju pada mereka berdua.Lalu dengan suara rendah,

dia berkata pada Garvin“Jauhi dia.”

Garvin melirik sekilas, lalu tersenyum miring.

“Kenapa?” balasnya santai.

Evan berkata." Apa kamu pikir dia benar benar menyukai mu? Dia hanya memanfaatkan kamu." ucap Evan melirik flora.

“Aku rela dimanfaatkan oleh wanita secantik dia.”Kalimat itu jelas menyindir.

Flora yang mendengar hanya tersenyum.

Namun kali ini senyumnya berbeda.

Dia menatap Evan.Lalu berkata pelan“Maaf.”

Lalu lanjutnya dia berkata.“Garvin sangat mencintaiku.”

Kalimat itu seperti sengaja ditekan.Agar Evan mendengar dengan jelas.Tanpa menunggu reaksi Evan,Flora menggandeng tangan Garvin.Dan mereka berjalan pergi.

Seolah dunia hanya milik mereka berdua.

Evan hanya berdiri di sana.Diam.Menatap punggung mereka yang semakin menjauh.

Hingga akhirnya menghilang dari pandangannya.

1
Himna Mohamad
lanjut kk,,ceritanya bagus👍👍👍👍👍
Laar Ani
cerita hebat
Fulayah Haddad
Good , keren & menarik alur ceritanya bagus
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!