Dania, seorang gadis yang akhirnya melakukan perjalanan waktu dan pindah ke dalam tubuh seorang putri kekaisaran yang sangat disayang dan dicintai oleh kaisar, permaisuri dan juga saudara-saudaranya.
dia adalah Diana deniela.
kekaisaran deniela dikenal sebagai kekaisaran yang lemah, miskin, dan bahkan rakyatnya serta prajurit-prajuritnya hidup susah.
tetapi walaupun begitu, walau kekaisaran deniela ini adalah kekaisaran yang kecil, tapi kekaisaran kekaisaran besar di luar sana, tak ada yang berani mengincar kekaisaran kecil ini. tak ada yang mau merebut atau menjatuhkan kekaisaran ini, karena alasannya tanah kekaisaran ini semuanya gersang.
bahkan, kalaupun harus mendapatkan wilayah kekaisaran deniela yang tidak seberapa, juga tidak akan bisa membuat kehidupan kekaisaran lainnya menjadi makmur.
tetapi jangan salah, walaupun kekaisaran kecil ini miskin, tetapi para penduduknya sangat setia. mereka dengan senang hati memikul semua beban kekaisaran dan saling berlomba-lomba.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hayu Nissa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19. kepulangan 4 pangeran lainnya
keesokan harinya, pagi-pagi sekali, terlihat ada beberapa kereta kuda yang tidak memiliki penutup, datang mendekati gerbang kekaisaran mereka. ketika prajurit yang sudah berganti shift itu menyadari, kereta yang mendekat itu adalah kereta milik kekaisaran mereka, seketika langsung mendekat.
dan benar saja, di dalam kereta itu, ada beberapa prajurit dan sekaligus tempat pangeran yang kembali dengan kondisi yang bisa dibilang tidak baik-baik saja. mereka kembali dalam kondisi sama persis seperti pangeran Ethan dan pangeran Jasper.
"cepat bukakan pintu gerbangnya!! para pangeran harus mendapatkan penanganan segera.!! laporkan hal ini juga kepada kaisar!!" prajurit-prajurit yang bertugas di tempat itu dan mendengar kata tersebut dengan cepat bergerak.
"baiklah!!"
semua orang pun langsung mengambil tugas masing-masing. para prajurit yang bertugas di depan pintu gerbang pun hanya tertinggal 4 orang saja. selebihnya, mereka Langsung membantu mendorong gerobak yang berisi 4 pangeran dan beberapa prajurit yang terluka. para prajurit yang terluka langsung dibawa ke asrama mereka, yang sangat darurat itu dan jaraknya tidak jauh dari pemukiman. sementara 4 pangeran, mereka Langsung dibawa ke kediaman pangeran pertama dan kedua. setiap kediaman, akan diisi dua orang pangeran. hal itu dilakukan karena tempat tinggal yang terbatas.
"lapor Yang mulia kaisar!! di depan, para pangeran sudah kembali. beberapa rekan prajurit juga menyuruh untuk memanggilkan tabib.!! mungkin kondisi para pangeran tidak terlalu baik.!!" kaisar yang mendengar laporan itu langsung beranjak dengan wajah cemas. begitu pula dengan permaisuri dan selir elena.
"astaga!! kalau begitu cepat panggilkan tabib.!!" ucap sang kaisar memberikan perintah.
"baik yang mulia!" prajurit itu pun segera hengkang di hadapan sang kaisar. begitu pula kaisar dan kedua istrinya, mereka langsung bergegas pergi menuju kediaman pangeran mahkota. di mana, semua di sana ada 4 pangeran yang sedang terbaring tak berdaya.
di tempat ranjang yang berbeda, terlihat tubuh mereka dipenuhi dengan luka cambukan. tampaknya, mereka bekerja paksa, bahkan tubuh mereka semakin terlihat kering saja.
ketika kaisar dan kedua istrinya tiba di tempat itu, permaisuri jenny dan selir elena langsung meneteskan air mata dan menutup mulut mereka dengan telapak tangan untuk menahan kesedihan di dalam hati mereka.
"astaga!! anak-anakku!!" tutur permaisuri jenny. Dia mendekati ranjang pertama, di mana ranjang pertama itu adalah putra selir elena. permaisuri jenny mengusap dengan penuh rasa iba di wajah anak selir suaminya itu.
"Ibunda permaisuri.." permaisuri jenny meneteskan air matanya.
"mengapa ini bisa terjadi nak.." ucapnya dengan suara yang lirih dan nyaris tak terdengar. putra dari selir elena itupun menggenggam tangan ibu permaisurinya.
"ibu permaisuri jangan sedih.. aku baik-baik saja.." ujarnya dengan suara yang lemah. permaisuri menggelengkan kepalanya, setelah itu kembali melihat kondisi anak-anaknya yang lain. hatinya sakit melihat kondisi mereka yang tidak jauh dari kondisi pangeran Jasper dan pangeran Ethan yang pulang beberapa waktu yang lalu.
begitu pula dengan selir elena. mereka memeriksa kondisi tubuh anak-anak mereka satu persatu. sementara kaisar Sander, dia mengepalkan tangannya erat-erat, sampai kepalan tangannya itu terlihat memutih.
(anak-anakku sudah menderita seperti ini!! kurang ajar sekali mereka yang telah menyakiti anak-anakku.!!) batinnya dengan penuh amarah. tapi untuk saat ini, dia tidak bisa melakukan tindakan balas dendam, karena saat ini dirinya sedang berfokus untuk mengembangkan kekaisaran mereka dan mensejahterakan rakyat rakyatnya.
pokoknya, anak-anaknya semuanya telah kembali dengan selamat, walaupun dengan kondisi yang sangat mengkhawatirkan.
tadi pun datang bersamaan dengan Putri Dania, dan kedua pangeran lainnya. Putri Dania dan kedua pangeran itu masih berada di kem pelatihan militer, tapi ketika mendengar kabar dari para prajurit, mengenai kepulangan kakak-kakak mereka, dengan segera Putri Dania dan kedua pangeran lainnya ngacir dan langsung datang ke kediaman putra mahkota.
saat mereka sampai, Putri Dania langsung berdiri mematung tidak percaya.
(kondisi seperti ini lagi!!) batinnya sambil menahan rasa sakit. dia mengepalkan tangannya dengan kuat. tetapi, karena waktu tidak bisa ditunda, dia pun dengan cepat mengeluarkan beberapa obat-obatan herbal yang bisa meringankan luka-luka di tubuh kakak-kakaknya, sekaligus mengembalikan sedikit kekuatan tubuh mereka.
"tolong berikan ini tabib.." tabib Surya, yang memeriksa kondisi para pangeran langsung mencium aroma obat-obatan itu. seketika matanya langsung terbelalak sempurna. dan tanpa mengutaraka sepatah-kata pun, dia langsung mengoleskan obat-obatan itu di atas luka-luka para pangeran. kemudian langsung meminumkan racikan herbal yang diberikan oleh Putri Dania.
herbal yang dasarnya sudah dicampurkan dengan air spiritual yang berasal dari ruang dimensi miliknya, langsung bereaksi dengan cepat. sehingga langsung mengembalikan stamina keempat para pangeran. begitu pula dengan luka-luka cambukan di sekujur tubuh mereka.
"ini.. obat ini benar-benar ajaib sekali yang mulia!! lihatlah.. para pangeran... semuanya kondisinya sudah dipulihkan. hanya tinggal mengobati luka luarnya saja!!" tutur sang tabib dengan mata yang berbinar-binar.
kaisar Sander yang melihat hal itu langsung tersenyum bangga. begitu pula dengan permaisuri dan selirnya.
sementara tabib itu langsung beranjak dan bersujud di hadapan Putri Dania.
"tuan putri! berkah Anda sangat banyak. mungkin, langit telah merestui yang mulia dan Putri untuk memberikan jalan kesejahteraan bagi kekaisaran kita.!! salam sehat, salam kebahagiaan, dan salam kesejahteraan. semoga segala kebaikan dan ilmu yang Tuan Putri miliki, benar-benar bisa memakmurkan kekaisaran ini.!" seru sang tabib dengan rasa haru di dalam hatinya.
"bangunlah tabib.. tidak perlu bersujud seperti itu padaku." ucapnya. tadi itu mengusap air matanya.
"kalau memang seperti ini, obat-obat racikan ini bisa dijual ke apotek. dan cari tahu, harga yang pantas untuk dijadikan." tabib surya yang mendengar penuturan itu menggelengkan kepalanya.
"tidak tuan putri!! jangan sekarang. kekuatan kekaisaran kita masih belum cukup untuk menanggung tekanan nanti." kaisar dan para pangeran yang mendengar itu mengerutkan kening. dan kaisar Sander langsung mengangguk mengerti.
"sepertinya.. apa yang dikatakan tabib ada benarnya nak. kekasaran kita saat ini sangat lemah, kalau sampai kita menjual obat-obatan seperti ini, kemungkinan kita akan mendapatkan penindasan dari orang-orang yang berkuasa. atau bisa jadi, kekaisaran kita ini akan mendapatkan serangan mutlak dari kekaisaran tetangga." tutur kaisar. Putri Dania langsung menganggukkan kepalanya. tadi dia terlalu bersemangat untuk mencari uang dengan mengandalkan obat-obatan yang ia racik sendiri. tanpa memikirkan konsekuensinya.
"ah benar juga apa kata tabib dan ayah! kalau begitu, apakah tanaman-tanaman obat mentah yang belum dikelola, bisa dijual ke apotek-apotek kekaisaran lain ? kalau tidak bisa menjual obat hasil racikan sendiri, setidaknya kita bisa menjual bahan mentahnya." tutur Putri Dania. tabib itu pun kembali membungkukkan tubuhnya.
"yang mulia Putri sangat bijaksana! tetapi masalahnya, tanaman-tanaman herbal sudah mulai langka dan sulit untuk ditemukan. apalagi, kekaisaran kita baru saja memulai penghijauan kembali." Putri Dania tersenyum.
"tidak perlu khawatir tabib! aku pasti akan mengupayakannya." semua orang di ruangan itu pun terdiam. tampaknya suasananya benar-benar akan berubah.