NovelToon NovelToon
Kembali Untuk Menjerat Mu

Kembali Untuk Menjerat Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:22.6k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Tidak ada yang tahu, Ratu pergi bukan karena ingin meraih cita-cita, namun untuk lari dari perasaannya kepada sosok laki-laki yang ternyata telah memiliki tunangan.
Dia adalah Ardiansyah, putra kedua dari keluarga Suhadi, seorang CEO yang baru saja di Lantik setahun yang lalu setelah menyelesaikan pendidikannya,dan fokus memimpin perusahaan raksasa. namun fakta yang membuat Ratu pergi, Ardiansyah telah bertunangan dengan seorang gadis salehah, teman Adiknya saat berada di pesantren dan memutuskan untuk pergi ke kota dengan misi tersembunyi.
yuk ikuti kisah Ratu di sini....
kawal sampai akhir ya...
apakah sad ending, atau happy ending...

terimakasih atas dukungannya selama ini...
🥰🥰🥰🥰🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Monica memalingkan wajahnya, air mata kemarahan mengalir di pipinya. "Kamu akan menyesal, Ardi. Kamu akan memohon pada Mama untuk mengembalikan Nisya saat wanita preman itu menghancurkan hidupmu."

Ishaq, yang sedari tadi diam, menyentuh bahu Ardiansyah seolah memberikan dukungan moral yang tak terucap, sementara Najwa menatap kakaknya dengan tatapan sendu, ia tahu betapa keras kepalanya keluarga mereka jika sudah menyangkut pilihan hidup.

Ardiansyah berdiri, menatap ibunya untuk terakhir kali malam itu. "Ardi tidak akan menyesal, Ma. Karena hidup dengan pilihan sendiri, sepahit apa pun itu, jauh lebih baik daripada hidup dalam kemewahan tapi jiwanya mati."

Tanpa menunggu jawaban, Ardiansyah melangkah keluar dari ruangan itu, meninggalkan keheningan yang menyesakkan dan bayang-bayang perpecahan yang kini nyata menghantui Mansion Suhadi.

"Papa, Najwa, kek.... kenapa semuanya diam, kenapa tidak ada yang mendukungku?" tanya Monica dengan kesal.

"Najwa, sebaiknya kau selidiki siapa Ratu itu"kakek Suhadi tidak menjawab pertanyaan Monica, melainkan meminta bantuan cucu jenius nya.

Najwa tersenyum mengangguk, padahal tanpa sepengetahuan siapapun,Najwa sudah tahu tentang Ratu, bahkan siapa Vanessa itu sebenarnya, namun , ia dan kakak sepupunya, Rukayyah, sepakat untuk menyembunyikan nya pada Ardiansyah yang terlalu lemot menurut mereka berdua.

Disini, Najwa pura-pura tidak tahu, sekali-kali mengerjai kakak sendiri.

"iya kek, nanti Najwa cari tahu " lalu Najwa menoleh ke arah mamanya, mengusap bahu mamanya dengan sayang.

"yang sabar ya mah, Nisya teman Najwa, saat di pesantren, Nisya pernah mengatakan , ada laki-laki yang selalu mengejarnya, dan sepertinya laki-laki itu telah kembali"Ucap Najwa dengan lembut.

Monica menoleh ke arah putrinya, "Tapi itu dulu Najwa, sekarang sudah berbeda, mama sudah nyaman dengan Nisya, kamu tahu sendiri kan , Nisya bukan dari keluarga kaya, tapi sikap nya sangat santun, asal usulnya jelas, dan pasti dia adalah temanmu, kau pasti tahu kan kalau Nisya sangat baik" balas Monica dengan mata berkaca-kaca.

"mah, jodoh adalah takdir, serahkan semuanya kepada sang khaliq , lebih baik, tenangkan pikiran mamah, Najwa akan mencari tahu tentang Ratu" perkataan si bungsu seperti angin segar di tengah-tengah ketegangan keluarga Suhadi...

___

Keheningan di Mansion Pratama setelah Ardiansyah pulang terasa jauh lebih berat daripada suara mesin motor gede milik Pratama. Aditya tidak mengucapkan sepatah kata pun. Ia hanya melewati Ratu begitu saja, memberikan tatapan datar yang sulit diartikan, lalu naik kembali ke ruang kerjanya.

Aditya tahu betul, tidak ada gunanya menyembunyikan percakapannya dengan Ardiansyah. Ratu bukan hanya sekadar asisten, dia adalah seorang peretas jenius , didikan sang putra membuat, Ratu menjadi sangat misterius . Walaupun Aditya Menutup pintu ruang tamu , tapi tidak akan menghalangi adiknya itu untuk menyusup ke sistem keamanan rumah mereka sendiri dan mendengarkan setiap kata melalui mikrofon CCTV.

Dan benar saja , setelah makan malam, Ratu, di kamarnya yang bernuansa maskulin namun elegan, Ratu duduk terdiam di depan monitornya. Layar itu masih menampilkan rekaman ulang saat Ardiansyah berdiri dengan kaku di depan kakaknya.

Ratu menyentuh layar monitornya, tepat pada wajah Ardiansyah. "Dia benar-benar melakukannya," bisiknya pelan.

"apa itu barusan...?, Ardiansyah mencintai ku?, Ratu menggelengkan kepalanya tidak percaya.

"ini pasti mimpi "gumamnya pelan, ia mencubit pipinya sendiri...

'awwww" ,"benar, ternyata ini bukan mimpi.

Ada binar bahagia yang tak bisa ia sembunyikan. Dadanya terasa sesak oleh rasa hangat yang asing. Seorang Ardiansyah yang kaku, yang selalu mementingkan citra, berani datang ke kandang singa hanya untuk menyatakan bahwa dia sudah bebas dari pertunangan itu, dan meminta dirinya untuk menjadi istri seorang Ardiansyah....Senyum tipis terukir di bibir Ratu, ia merasa diakui, bukan sebagai asisten, tapi sebagai wanita.

Namun, binar itu perlahan meredup saat pikirannya beralih ke satu nama...Nisya.

Ratu menyandarkan punggungnya ke kursi kerja. Sebagai orang yang selama ini memantau dari balik layar, ia tahu ada sesuatu yang tidak beres.

Ratu merasa kasihan, namun juga skeptis. Ia tahu Nisya hanyalah pion dalam rencana besar ayahnya. Jika pertunangan ini batal, apakah Nisya benar-benar hancur? Ataukah wanita itu justru menemukan jalan kembali pada pangeran masa lalunya yang sempat Ratu lacak dalam pesan-pesan singkatnya? ...

"tapi, apakah Nisya tahu, kalau tadi siang, Angga menguntitku"gumamnya penuh tanda tanya.

"Dan pak Pramuji si Penipu Ulung" Inilah yang paling mengusik pikiran Ratu. Ia sangat mengenal tipe manusia seperti Pramuji, pria yang menggunakan agama dan kesantunan sebagai topeng untuk menutupi sifat haus harta.

"Pak Pramuji tidak akan tinggal diam," gumam Ratu. Jemarinya mulai menari di atas keyboard, matanya kembali menajam. "Orang seperti dia akan mencari cara untuk mengubah kegagalan ini menjadi keuntungan. Entah itu dengan memeras keluarga Suhadi dengan narasi pencemaran nama baik, atau langsung melompat ke pelukan Angga demi uang."

Ratu mengusap wajahnya dengan kasar"kenapa Aku jadi memikirkan mereka, bukankah tujuan ku kembali kesini sudah tercapai 'kembali untuk menjeratmu'" Ratu terkekeh..ia merasa, dirinya menjadi wanita jahat yang merebut tunangan orang lain.

"Tapi , aku kan tidak merebut, aku juga tidak tebar pesona, aku juga sudah mengikhlaskan Ardiansyah dari pikiran ku...ishhh" Ratu menggelengkan kepalanya karena merasa pusing.

___

Malam itu, di tengah kekacauan emosi setelah berhadapan dengan keluarganya, Ardiansyah tidak bisa lagi menahan gejolak di dadanya. Ia mengambil ponsel, mencari nama Ratu di kontak, dan langsung menekan tombol panggil.

Ratu yang akan memakai serangkaian perawatan sebelum tidur melihat layar ponselnya berkedip, disana ada nama Ardiansyah , tanpa berpikir dua kali, ia langsung mengangkatnya....

___

Dan benar saja Hanya butuh dua kali nada sambung sebelum panggilan itu diangkat. Keheningan sempat menyelimuti keduanya selama beberapa detik, hanya terdengar deru napas Ardiansyah yang tidak beraturan.

"Ratu..." suara Ardiansyah terdengar serak, "Aku tidak peduli lagi dengan apa kata dunia, atau seberapa keras Kakakmu menjagamu. Aku sudah melepaskan segalanya demi satu kepastian."

Di seberang telepon, Ratu tetap diam, mendengarkan dengan jantung yang berdegup kencang.

"Aku mencintaimu. Bukan sebagai asisten, bukan karena kamu sangat cantik, bukan karena kau keluarga Pratama, tapi karena dirimu yang sebenarnya. Aku ingin kamu ada di masa depanku, Ratu," ucap Ardiansyah dengan penuh penekanan pada setiap kata.

Namun, jawaban yang diharapkan Ardiansyah tidak kunjung datang. Ratu hanya menghela napas panjang. Walaupun wajahnya sedikit memerah karena ada kata-kata pujian yang terselip di perkataan Ardiansyah,

"Pak Ardi... saat ini, fokuslah pada badai yang baru saja Pak Ardi buat di keluarga Suhadi," sahut Ratu pelan. "Ada hal-hal yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan kata cinta dalam satu malam. Istirahatlah."

Klik. Sambungan diputus sepihak oleh Ratu.

Ardiansyah menatap layar ponselnya yang menggelap. Ratu tidak menolaknya, tapi juga tidak menerimanya. Jawaban abu-abu itu justru membuat Ardiansyah semakin merasa tertantang sekaligus tersiksa dalam ketidakpastian.

______________________________________________

Lunas ya hari ini🙏🏻

Selamat beristirahat...

Sehat selalu semua...

Terimakasih atas dukungan nya...

Terimakasih atas koreksinya...

Assalamualaikum....

🥰🥰🥰🥰🙏🏻🙏🏻🙏🏻

1
Sri Supriatin
semangat Thor, sdh mlm msh up, sehat n selamat beristirahat 🙏🙏🙏
@Mita🥰
la terus gimana nasib mu sya ...nisya🫣🫣
@Mita🥰
lanjut
@Mita🥰
kasihan nisya
Susi C
monica nggak pernah belajar dari pengalaman
Sri Supriatin
makin seru kasihan Nisya, korban keserakahan seorang ayah🤭🤭
Dewi kunti
jangan lupa ngetiknya pakai spasi biar terbaca🤭🙏🙏🙏
Cica Aretha
ahhh..tambah donk thor..ga sabar nunggu bsk d kantor suhadi🤭💪🙏
Sukarti Wijaya
gercep langsung slesaikan masalahnya ardy jangan sampe berlarut2....👍
suti markonah
tlg nisa jangan di bikin lembek dong thor..kasihan dia jadi korban ayah nya yg tamak sm angga yg tidak punya hati
@Mita🥰
wah Angga ...hati" kamu bakal hancur lo🤭🤭
Aisyah Virendra
Fix... Angga mau cari mati dengan memancing pertikaian sm Ardiansyah, secara tidak langsung dia juga mengusik Najwa. tapiiiiii Ardiansyah dan Ratu bergabung sudah cukup untuk menbuat Anggi mati kutu, Najwa dan Rukayyah hanya akan membantu dari balik layar 🤭
@Mita🥰
Bagus ratu
Aisyah Virendra
Tidak akan pernah terjadi 🤣 yg ada mama Monica akan menyesal seumur hidupnya karena meremehkan seorang Ratu Pratama 🤭
@Mita🥰
Monica kok gak kapok " ya dulu kasus siapa tuh anak angkat nya .
suti markonah: klo ga salah raisa kak
total 1 replies
Cica Aretha
ga ada kapok nya tu h tante monica..semangattt thor💪
@Mita🥰
kasihan Nisya
@Mita🥰
terimakasih update nya😍😍😍
@Mita🥰
😍😍😍😍
suti markonah
kasihan sekali kamu nisa, akibat ulah bpk mu yg serakah kamu jadi korban
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!