NovelToon NovelToon
Goodboy Is Badboy

Goodboy Is Badboy

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi
Popularitas:145.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: NRH

Katanya kisah cinta masa SMA itu paling sulit dilupakan, apakah mitos itu berlaku untuk Raina?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NRH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akal-akalan Raina

Puisi ku barusan adalah puisi yang aku tulis ketika aku kehilangan Lian. Bagiku, Lian adalah bintang. Kenapa bintang? Karena Lian memberikanku cahaya yang sebelumnya belum pernah kudapatkan. Aku ini layak menjadi bulan, bagaimana tidak? Aku hanya bisa berdiam diri di posisiku. Bahkan ketika teman baikku pergi, aku tidak bisa melakukan apapun. Aku hanya menunggu sampai saat bintang yang paling dekat akhirnya datang kembali ke sampingku. Aku merasa bodoh, saat tidak bisa melakukan sesuatu ....sekalipun itu hanya menanyakan benar atau tidaknya sang bintang akan pergi.... Aku malah memilih diam....

"Lian, semalem si raina dijegat hampir kena tampar lagi sama warsgen yang sempet lu pukulin kemaren...untung gua lagi lewat daerah situ abis beli makan di cafe tempat lu kerja...Asli baru pertama kali liat badan Raina gemeteran sampe nangis gak ngeluarin suara kek semalem" kata Robi.

Aku mendengarkan percakapan Robi dan Lian tepat dibelakangku. Saat itu aku sedang beres-beres tas hendak pulang. Robi memang setengah berbisik menceritakan kejadian semalem itu kepada Lian. Tapi, aku bisa mendengarnya jelas....

Lian lalu merespon "4nJ1N9...... Plat nomornya berapa? Motornya gimana? Lu fotoin kaga?". "Iya lah ntar gua bbm ke lu ya" sahut Robi.

"Bisa panjang urusan nih" batinku. Aku kemudian pamit pulang pada Robi dan Lian yang masih duduk santai di bangku mereka. "Aku duluan ya!" kataku. Lian tidak merespon perkataanku dan malah memalingkan wajahnya dariku sementara Robi bilang "Na hati-hati ya kamu gak mampir-mampir kemana dulu kan?". Aku lalu menggelengkan kepala tanda merespon pertanyaan Robi barusan. "Yan lu kagak anterin Raina? Lu diem aja sih tadi aja lu bacot belain dia" bisik Robi. Aku meninggalkan kelas dengan keadaan hati yang kesal "gerimet banget sumpah baru aja tadi baik-baikan sekarang bisa-bisanya cuekin aku?" gerutuku kesal. Aku sangat kesal karena gak ada teman pulang ditambah Rayka dan Regen Bogen yang lain sudah pulang duluan kareba harus ikut latihan pentas angklung, sementara hanya aku saja yang tidak ikut ekskul angklung.

Tiba-tiba ketika aku baru saja mau memanggil tukang ojek didepan gerbang sekolah, suara Lian berteriak dari belakang. "Na tunggu tunggu" katanya. Aku lalu menghentikan langkahku dan berbalik kearah Lian. "Lian anterin ya!" katanya. "Apaan kamu tadi gak respon aku sama sekali pas aku pamitan, sekarang kena angin apa tiba-tiba mau nganterin aku pulang?" kataku. "Lian kesel... Kenapa kejadian sepenting malem tadi ngga kamu ceritain ke Lian dan malah Robi yang cerita?" tanyanya. "Hmmmmm....hmmmmm" kali ini aku tidak bisa menjawab pertanyaan Lian. "Tuhkan...bahkan kamu gak bisa jawab pertanyaan Lian sekarang! Lain kali kalau ada siapapun musuh Lian yang gangguin kamu dimanapun, sebisa mungkin Lian harus tau dari kamu langsung... Lian ngerti kamu emang gak mau liat Lian berantem sama orang lagi, tapi kalau ini nyangkut masalah kenyamanan kamu....Lian gak bisa tolerir itu!" jelasnya. Diam-diam aku menatap Lian sangat dalam, aku mencoba mencerna kata demi kata yang Lian sampaikan dan sepertinya Lian kali ini lebih marah dari waktu itu.

"Aku harus mengalihkan perhatian Lian hari ini! Lian gak boleh sampe datengin markas warsgen lagi" batinku.

Akupun memikirkan banyak cara untuk membuat Lian tetap didekatku sampai malam.

Raina : Lian.....aku mau kita kerjain tugas-tugas kamu yang ketinggalan kemarin karena kamu pura-pura pindah .....

Lian : Oke besok ya kan buat hari sabtu ini tugasnya, sekarang Lian anter kamu sampe rumah dulu ok!

Raina : Kayanya aku mau ke dokter dulu deh yan...Kamu bisa anterin aku gak?

Lian : Oke!

Aku menaikki motor Lian dengan perasaan tidak menentu. Jelas terlihat sekali bahwa dari jawaban Lian barusan ketika aku mengajaknya mengerjakan tugas-tugas lalu Lian menolak, pasti Lian mau merencanakan sesuatu untuk membalas komunitas warsgen. Sepanjang jalan... Aku memberanikan diri mengambil inisiatif untuk memeluk Lian.. Aku mau Lian memahami perasaanku lebih cepat...

Tangan Lian lalu menyentuh tanganku yang sekarang melingkar diperutnya. "Tangan kamu panas banget!" katanya. "Aku gak kuat yan rasanya mau pingsan" jawabku. Padahal saat itu aku hanya pusing dan demam biasa, namun aku perlu melakukan sedikit akting untuk membuat Lian khawatir agar Lian tidak mengalihkan perhatiannya kepada urusan lain. "Na kamu tahan ya nanti sampe di klinik Lian telpon Ibu kamu" katanya. "Ibu gak ada dirumah semua anggota keluarga aku lagi ada di luar kota" kataku berbohong. "Aduh berabe urusannya dong, kamu gak ada yang rawat" jawabnya.

Sesampainya di klinik....

"Dok, tolong ya temen saya ini mau berangkat nyerang kayanya dia mau berantem sama geng lain... Hmm saya mau dokter tolong bilang kalo keadaan saya hari ini gak bisa dianggap remeh dan saya harus ditemenin ya dok ya" pintaku pada dokter Andres langganan Ibu.

"Aduh Raina ada saja akalnya gimana kalo Ibu kamu tau...ya kalo kamu emang maunya begitu yaudah nanti saya coba bantu" jawabnya.

Setelah pemeriksaan....

"Raina hari ini tekanan darah kamu cuma 70/70 ini yang terendah selama kamu saya periksa beberapa bulan belakangan ini... Harusnya kamu bahkan gak bisa berdiri dan jalan karena kondisi darah rendah segitu akan buat kamu pusing hebat" jelas Dokter.

"Dok, apa Raina harus dirawat?" tanya Lian.

"Gak usah, Raina cukul dirawat dirumah aja.....Eh Raina bukannya kamu ditinggal sendirian dirumah hari ini?" kata dokter.

"Kamu ikut aku kerumah aja, disana ada Bibi yang bisa urusin kamu" kata Lian.

"Nah begitu kayanya bagus asal kalian jangan macem-macem ya!" pesan dokter.

Di lobby klinik...

"Aku aja yang tebus resepnya, kamu duduk disini tunggu" kata Lian. "Oke makasih ya" jawabku. "Maafin aku yan karena aku harus bohong sama kamu hari ini, aku cuma gak mau kamu memperpanjang masalah yang gak seberapa ini" batinku. Tak lama kemudian Lian datang dan memberikan obat serta buah-buahan padaku. "Ini dari dokter Andres keknya dia baik banget ya sama kamu" kata Lian. "Hmm dokter Andres emang tau kalo aku suka makan mangga" jawabku.

"Yan emang gak papa aku kerumah kamu?" tanyaku.

"Iya paling nanti kamu sama Bibi ya soalnya Lian ada urusan" katanya.

(Urusan kamu apa selain berantem dan kerja di cafe yan? Kamu kan kerja baru mulai jam 8 malem.. Sore begini kamu mau kemana?")

1
Risnawati 31
kenapa belum up kk
🖤리카𝘌𝘓𝘍98🖤
Author ELF kahhhh, kalo iya berarti kita sefanfom😁😁😁
NRH
hahaha iyaa nih thor baru kembali setelah setaun😂
Risnawati 31: plis jangan ngengantung cukup dia aja yg ngengantung aku🥺😂
total 1 replies
Nina Sumarni
Eh...ampe kaget,akhirnya up jg setelah sekian purnama

lanjuutttt
Drias
cerita ini akan lanjut lagi atau engga sich??? kok belum up juga...
Drias
cerita ini akan up lagi ga???
Drias
kpn up lagi dah lama nich...
🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳Simple Hayati
sudah aku boomlike 5 episod dulu ya, nanti aku mampir lagi.

ditunggu feedbacknya 😍
🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳Simple Hayati
👍👍👍👍
🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳Simple Hayati
like lagiii
🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳Simple Hayati
lanjuuut like
🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳Simple Hayati
hai thor, aku datang bawa like dan rate 5 untuk karyamu, semangat terus nulisnya yaa.

ditunggu kunjungannya di :
CAHAYA YANG HILANG
TERJEBAK DALAM PERNIKAHAN SEMU
Drias
kapan donk up lagi dah lama nich...
Drias
kapan up lagi thor??
Drias
kapan up lagi thor?
Spring
kpan up lgi Thor?
Drias
kapan update lagi ...
Drias
lanjut donk ...
Drias
lanjut donk ko ga ada aja..
Drias
kapan donk lanjutan nya???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!