NovelToon NovelToon
Once Upon A Wedding

Once Upon A Wedding

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Pengantin Pengganti / Aliansi Pernikahan
Popularitas:628.5k
Nilai: 5
Nama Author: yu aotian

Alone Claney hidup dalam kesendirian seperti namanya. Ibu suri yang terpikat padanya pun menjodohkan Alone dengan putra mahkota, calon pewaris tahta. Tak seperti cerita Cinderella yang bahagia bertemu pangeran, nestapa justru menghampirinya ketika mengetahui sifat pangeran yang akan menikahinya ternyata kejam dan kasar.

Karena suatu kejadian, seseorang datang menggantikan posisi pangeran sebagai putra mahkota sekaligus suaminya. Berbeda dengan pangeran yang asli, pria ini sungguh lembut dan penuh rasa keadilan yang tinggi. Sayangnya, pria itu hanyalah sesosok yang menyelusup masuk ke dalam istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yu aotian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 : Sebuah Anomali

Gemuruh suara pukulan drum dari regu marching band kerajaan menyambut kedatangan pangeran. Ratusan prajurit berseragam militer dengan ekspresi tegas tanpa ada gerakan sedikit pun telah berdiri di sepanjang jalan yang akan dilewati pangeran. Mereka tahu betul, pangeran selalu menginginkan penyambutan yang begitu meriah seakan semua orang menanti kehadirannya.

Julian adalah keturunan pertama raja Balden. Sebagai anak pertama, sudah seharusnya dia mewariskan tahta selanjutnya. Namun, penobatannya sebagai putra mahkota masih diragukan beberapa pihak. Pasalnya, Julian dikenal memiliki sifat yang sangat jauh dari kesan seorang pemimpin. Dia lebih suka bersenang-senang, mengadakan pesta dan pertandingan dengan para bangsawan, tidak memiliki empati pada rakyat, mudah tersulut emosi, dan kerap menghukum bawahan hanya demi kesenangan semata. Dengan sifatnya yang seperti itu, kaum cendikiawan di negeri ini pun skeptis terhadap masa depan Veridia di tangannya.

Setiap kedatangannya seolah seperti sebuah momok bagi prajurit dan pelayan. Sebab, sesempurna apa pun mereka menyambutnya, pasti ada celah bagi pangeran untuk mencari-cari kesalahan mereka lalu menghukumnya.

Setelah sebulan penuh kehidupan para prajurit dan pelayan tampak damai dengan ketidakhadirannya, kini kepulangan pria itu mendatangkan kecemasan bagi mereka. Dengan langkah tegas tanpa senyum, pangeran bersama tiga pengawalnya akhirnya turun dari kuda yang ditungganginya dan berjalan di atas karpet merah yang terbentang panjang di antara tiang-tiang besar yang menjulang megah.

Para prajurit yang berpakaian serupa itu kompak menunduk dengan penuh hormat, seiring sosok yang berkharisma itu berjalan melewati mereka. Sebagai prajurit, mereka telah dilatih untuk selalu tenang dan tidak tersenyum, berbicara, maupun bergerak diberbagai situasi saat sedang berjaga. Namun, prajurit tetaplah manusia yang tak selamanya berada di kondisi prima. Dari jajaran prajurit yang berbaris rapi itu, salah satu di antaranya tampak tak baik-baik saja. Hal itu bisa terlihat dari wajahnya yang pucat. Suasana mendadak mencekam ketika pertahanan tubuhnya goyah hingga tanpa sengaja ia menjatuhkan topi di kepalanya tepat saat pangeran berjalan di hadapannya.

Tentu saja hal itu langsung menghentikan langkah pangeran. Wajah prajurit itu semakin pias saat pangeran menoleh pelan ke arahnya. Mati-matian ia menahan diri untuk tetap tak bergerak meski seluruh badannya telah bergetar hebat, entah karena sakit atau ketakutan. Apalagi, kini pangeran berjalan ke arahnya. Tepat saat tinggal selangkah, pangeran membungkuk dan mengambil topinya yang terjatuh.

Prajurit itu terus membeku sambil memejamkan mata dalam-dalam. Ia sudah membayangkan hukuman apa yang akan diberikan pangeran terhadapnya. Namun, seketika ia merasakan sebuah tepukan lembut di pundak kanannya. Saat ia memberanikan diri membuka matanya, wajah yang terkenal kerap tanpa ekspresi itu kini tersenyum padanya.

"Berdiri seharian seperti ini pasti sangat melelahkan. Kalian semua sungguh hebat!" ucap pangeran sambil memakaikan kembali topi yang sempat terjatuh itu di kepala prajurit tersebut.

Seketika, seluruh prajurit yang ada di sana terkejut. Pasalnya, ini tak seperti biasanya. Bukankah seharusnya pangeran memerintahkan tiga pengawal setianya untuk menyeret prajurit itu ke ruang hukum untuk mendapat hukuman cambuk?

Sungguh, ini sebuah anomali dari seluruh tindakan absurd yang pernah dilakukan pangeran. Seorang pangeran yang dikenal kerap berbicara dengan gaya yang meledak-ledak kepada para prajurit, kini mengeluarkan kata-kata yang terasa seperti sebuah mantel di musim dingin. Tatapan mata pria itu pun terasa berbeda. Tak sorot mata yang tajam dan mengintimidasi lawan bicara, hanya ada pancaran cahaya yang begitu hidup dari sepasang manik legamnya.

Hanya ada satu kemungkinan yang terbesit di pikiran para prajurit saat ini, yakni suasana hati pangeran pasti sedang bahagia. Tanpa mereka tahu pria yang berjalan di hadapan mereka saat ini bukanlah pangeran Julian.

***

Bright mulai masuk ke dalam istana. Kemewahan dan kemegahan langsung menyapa sejuk matanya, ketika kakinya menapaki ruang utama yang begitu luas dan megah dengan tiang-tiang besar berukiran rumit serta langit-langit yang dipenuhi lukisan artistik peninggalan dari raja-raja sebelumnya. Terdapat juga patung-patung marmer putih serta barang-barang antik berlapiskan emas.

Bright terus berjalan sembari mengingat-ingat setiap denah kerajaan yang sudah terekam baik di otaknya. Istana ini memiliki 774 kamar tidur, 188 ruang pegawai, dan 19 kabin. Dengan ruangan sebanyak itu, sama sekali tak ada petunjuk berupa papan nama di tiap-tiap pintu.

"Pangeran!"

Seseorang berjalan ke arahnya dengan senyum semringah. Beriringan dengan itu, Bright langsung mencocokkan wajah pria yang tengah menghampirinya dengan rangkaian memori di otaknya.

Dia pasti Herbert Huxley. Adik dari permaisuri Stephanie yang menjabat sebagai kanselir kerajaan.

"Selamat datang kembali ke istana, Pangeran. Anda telah ditunggu oleh Yang Mulia raja, ratu, dan ibu suri di white room." Herbert mempersilakan Bright berjalan lebih dulu.

Untuk sesaat, Bright bergeming seraya mencoba mengingat-ingat di mana letak ruangan putih yang menjadi tempat berkumpulnya anggota kerajaan. Pasalnya, ada terdapat banyak ruangan yang hanya dihubungkan oleh satu koridor utama. Sialnya, meski Theo, Ciro dan Sam masih setia mengawalnya, mereka tak boleh berjalan mendahuluinya untuk memberi petunjuk arah.

Melihat Bright yang cukup lama terpaku, kening Herbert pun mengerut. Baru saja ia hendak bertanya dengan sikap aneh sang pangeran, Bright sudah lebih dulu melangkah mendahuluinya. Dengan penuh keyakinan, ia menuju ke sebuah ruangan hijau yang seingatnya itu menjadi ruang perantara menuju ruang berkumpulnya keluarga kerajaan.

Ingatan Bright ternyata sangat tepat karena saat memasuki ruang tersebut, ia langsung menemukan sebuah ruangan di mana terdapat beberapa pengawal yang berdiri di depan pintu. Begitu melihatnya, para pengawal langsung membuka pintu tanpa menunggu instruksi.

Ketika pintu dibukakan untuknya, matanya langsung menatap lurus ke sosok pria bermahkota yang duduk di kursi utama. Kali ini ia tak perlu mencocokkan ingatannya lagi, karena sudah pasti pria itu adalah Yang Mulia Raja Balden. Sedang nyonya besar yang begitu elegan nan anggun yang duduk di sebelah kanan raja sembari melempar senyum ke arahnya itu pasti adalah ibu suri Anne.

Melihat ayah dan neneknya secara langsung untuk kali pertama, ia pun tak tahu harus memosisikan hatinya pada perasaan bahagia atau tidak.

.

.

.

like dan komeng

1
RahaYulia
WHAT yg mulia raja trnyata lupa napak ke tanah smp g sadar klo dstu msh ada makhluk bernyawa brnama manusia😭😭😭😭🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
gulali
mkin pnsran nihh ....akankah Flynn mmbuka kedok Bright?
secara dia kan baca surat dari Oscar,
tpi di sisi lain psti Flynn mmpertimbgkan akan menyelamatkan ibunya dari hukuman ato menyelamatkan veredia.
karena kalo dpimpin Julian yg asli ntah bgaimna nasib ke depanya
Susanti Santi
seru
@Tie
ny wishes
bright ttp raja cocok sm alone yg smart tp tanpa dayang ya kakyu mreka slg setia sampe maut memisahkan uhuuuy
flyn jd penasehat, julian jd rakyat bebas biasa live happy sm barbara
happy ending deh
Yos3Va
ya ampuuun, Bright...kamu sangat mencintai Alone. semoga Kak Yu tetap menyatukan kalian jadi pasangan yg bahagia kelak... gak mau bayangin yg sedih tentang mereka
Yos3Va
amankan surat itu segera, Flynn... jangan sampai jatuh ke tangan orang² jahat
Teh Mbak Sri
Kukira mau live streaming..😭
hyunity
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Putri Dhamayanti
semoga flynn gak diapa²in deh sm si herbert ini
𝗥ɏน🐉
Balas kematian Oscar Flynn...dan juga ibumu...biar si Cebret ikut juga dihukum seperti ibumu 😏
𝗥ɏน🐉
Sengkuni ngedrama lagi 😌
𝗥ɏน🐉
Ampe ga nyadar masih ada Philip disitu 🤣🤣🤣
🍃🌷Ann🌷🍃
diingatan terakhirnya waktu remaja, Julian belum kenal Alone
Y.S Meliana
Flynn, aku justru takut kamu kenapa² lg klo kamu secepat itu mengatakan hal sbnr'y 🥺
🇮🇩My_AS4🇵🇸
apa yang akan bright lakukan utk rakyat veridia🤔🤔🤔
Tri Wahyu
nah lo.. langsung gemeteran tuh herbert
Tri Wahyu
actingmu kurang bagus herbert
Tri Wahyu
bright lebih takut kehilangan alone drpd kehilangan tahtanya
Tri Wahyu
yah... g jd anu2 dong bright/Doubt/
Tri Wahyu
oh tidak...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!