Kisah seorang gadis FITRI CHOIRUNNISSA,lulusan salah satu ponpes di kota L.Hidup selalu berputar disisinya hanya kesabaran,kesetian dan keikhlasan yang selalu menjadi pedoman dan pegangannya.Serta senantiasa selalu berdo'a.
Akankah bahagia yang didapatnya?
lanjutkan membaca...jangan lupa vote....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi k, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari kedua...
Enggan aku menatap pagi ini,sebab tidak akan ada pagi besok yang menyapaku lagi disini.Teringat lagi aku akan permintaan tuan Maulana,resah mulai muncul menelisik seluruh jiwaku.Kemana langkahku akan berakhir besok?aku pun tidak tau.Mungkin hanya keteguhan iman yang mampu menopangku kini dan hanya do'a yang senantiasa melindungiku.
Dua hari kuputuskan cuti kerja,menikmati waktu tersisa dikota ini.Keberangkatanku diputuskan nanti malam,semua sudah diatur oleh tuan Maulana.Rencananya aku dipindahkan ke luar pulau,didesa terpencil pinggir kota.Kebetulan tuan Maulana memiliki rumah sakit disana dan aku dipercaya mengurusnya.
Miris melihatku saat ini,dulu kukejar cita-cita menjadi dokter agar aku bisa menolong sesama,kini aku harus terbuang ke tempat terpencil.Jika ada yang bertanya ,apakah aku menyesal atas keputusan ini???,kujawab tidak karena dimanapun aku berada selama aku bisa menolong sesama dan berguna bagi mereka yang butuh tidak akan pernah ada kata penyesalan.
Alasan bahagiaku adalah senyum orang yang aku tolong.Kubereskan beberapa baju,kumasukkan kedalam koper.Aku tidak terlalu banyak membawa barang,karena semua barang akan aku tinggal.Aku meminta pada pemilik kost untuk rutin membersihkan tempat tinggalku masalah uang kost nanti aku kirim setiap bulan.Aku ambil ponselku,lalu aku telpon mas Dimas rencananya hari ini aku ingin bertemu dengannya.
"Assaalamualaikum mas,bisa kita bertemu di cafe XX???",tanyaku.
"…………",…
"Kalau memang tidak bisa ya sudah!!!kapan-kapan saja???",jawabku lagi.
"…………",…
"Baiklah aku tunggu,assaalamualaikum!!!,ucapku menutup telpon.Bergegas aku bersiap,kupakai gamis warna krem serta hijab warna senada.Kulajukan sepeda motor kesayangan,sebenarnya mas Dimas ingin menjemputku tapi aku tolak.Disinilah aku duduk,disalah satu pojok cafe namun masih bisa melihat keluar.
DIKANTOR...
Dalam ruang rapat terlihat para kepala divisi sedang memaparkan hasil kinerja tim masing-masing,sang pemimpin menatap tajam mengisyaratkan kata jangan sampai ada kesalahan.Saat rapat berlangsung,ponsel Dimas berdering dengan tersenyum dia mengangkatnya,"tumben telpon dulu,ada apa nie???jangan-jangan kangen ",batin Dimas.
"Andrew...saya mau keluar!!!kalian lanjutkan rapat tanpa saya,nanti saya tunggu hasilnya!!!",perintahnya pada Andrew asistennya.
"Baik tuan!!!",jawabnya.
Setelah memutuskan meninggalkan rapat Dimas bergegas menuju cafe bertemu dengan dokter Nissa.Senyum selalu terlihat diwajah tampan berkharismanya.Setelah 30 menit Dimas sampai dicafe,menoleh kanan kiri mencari sosok yang selalu dirindukannya.
Dipojok cafe dia melihat sosok calon penyempurna agamanya,sederhana namun indah,manis wajahnya mampu meneduhkan hati yang gersang haus akan kasih sayang.
"Assalamualaikum,sudah lama nunggunya sayang!!!",sapanya sambil duduk didepanku.
"Waalaikumsalam,lumayan belum 1 jam kok!!!maklumlah yang ditunggukan tuan Dimas yang sibuk!!!",kujawab dengan pura-pura marah.
"Aku tadi rapat sayang,ini aku ngebut biar cepat sampai sini!!!jangan marah ya,cantiknya ilang loh!!!",godanya padaku.
"Buat apa aku marah mas,ndak ada gunanya juga!.Nyatanya memang kamu orang sibuk kok!!!",jawabku.
"Sayang...udah ya!!!ndak sah bahas lagi!!!",pintanya padaku.
"Oh ya kemaren pas Tika pulang,aku liat ada wanita bersama kamu!!!cantik,anggun dan berkelas!!!apa dia calon mama Tika???wanita yang dijodohkan denganmu.",tanyaku.
"Kamu pengen tau banget ya???kamu cemburu???".Dia Cintya sanjaya,anak temen mama,mungkin benar dia yang akan dijodohkan denganku!!!tapi aku tidak peduli tuh!!!",jawabnya cuek.
"Tulusnya sayangku pada kamu dan Tika,tidak mengharapkan balasan,jadi tidak ada alasan aku cemburu.Sabarnya sikapku menerima penolakan dan hinaan keluargamu,bukti aku tidak akan pernah berharap pada hubungan ini.Setianya rasaku padamu,kujadikan landasan do'aku agar kamu dan Tika selalu bahagia meski tanpa diriku.",tuturku padanya.Sesak rasanya dadaku,mengingat hari ini terakhir aku melihat wajah yang meneduhkan hatiku,genggaman tangannya yang memberiku kekuatan,hembus nafasnya yang menghangatkan dinginnya jiwaku,lembut suaranya yang menyejukkan hatiku.
"Tunggu sayang,kata-kata kamu barusan seolah mengisyaratkan bahwa tidak akan pernah ada hubungan halal antara kita!!!bukankah kamu berjanji,akan berjuang bersamaku demi rasa cinta ini!!!kenapa sekarang kamu berkata seperti ini!!!ragukah kamu dengan cintaku???",tuturnya padaku.
"Bukan keraguan yang kurasakan,keyakinan yang terlalu kuat yang membuatku berfikir seperti ini,jikalau hubungan ini akan abadi kelak.Jika bukan sekarang, mungkin nanti.Waktu adalah jawaban akan keyakinanku,akankah namamu yang selalu ada dalam do'aku menjadi imam sekaligus penyempurna agamaku.",ucapku tegas.
"Jangan pernah kamu berfikir pergi dariku!!!aku nggak mungkin sanggup!!!",pintanya sambil menggenggam erat tanganku.
"Mas Dimas bukan lagi remaja,mas seorang ayah tak sepantasnya bersikap seperti ini.Lemah hanya karena wanita,mas harus tangguh bukan malah merengek cinta pada wanita seperti aku.Tika jauh lebih butuh mas,dia yang tanpa kita sadari adalah pondasi utama rasa sayang kita.Ada tidaknya aku,jangan jadikan alasan kehancuranmu tapi jadikan alasan ketangguhanmu.Kepergianku jadikan keyakinan bila kelak kita bersatu.Jika kamu tidak bisa menghapus namaku dihatimu,maka senantiasa sebutlah namaku dalam do'amu.Jika melupakanku sangatlah sulit bagimu,cobalah mengingatku dalam setiap sujudmu.Niscaya jika memang kita berjodoh,semua perbedaan akan lenyap tinggalah kebahagian yang hakiki.",tuturku padanya.
"Semakin aku mendengar ucapanmu,aku merasa yakin kalau kamu akan meninggalkanku!!!",ucapnya.
"Mas tidak ada pertemuan bila tidak pernah berpisah,tidak ada kebahagian bila belum merasakan kepedihan.Waktu akan menjawab akhir hubungan ini.",ucapku lagi.
Mas Dimas hanya diam,enggan untuk berbicara.Rasa kecewa tergurat jelas diwajahnya,senyumnya hilang ditelan kebimbangan.Aku raih tangannya,kucium punggung tangannya yang kulapisi hijabku.Kutatap lekat bola matanya,kuyakinkan dirinya ingin ku memeluknya menumpahkan kegelisahanku."Semua pasti baik-baik saja",batinku.
Pertemuan singkatku dengan Dimas,akan menjadi semangat selama hidupku.Sejak kuputuskan menyayanginya,sejak saat itu juga kupasrahkan dia pada sang KHALIK.Entah dijadikan imamku dan penyempurna agamaku atau tidak,kuikhlas menerima takdirku.
Jangan lupa vote ya...
see you...
Tunjukan pada Siska kamu yg layak. jadi istri Dimas