Takdir adalah segala sesuatu yang telah ditetapkan oleh Sang Maha Kuasa kepada kita. Baik itu kematian, jodoh, musibah, kaya atau miskin dan lain sebagainya.
Namun dalam kehidupan seorang pengusaha muda yang sukses dan berlimpah harta, sebut saja namanya Ricky Aditya Grisham. Baginya menjalani hidup adalah menentukan sebuah pilihan. Takdir hanyalah hasil akhir dari kecermatan saat menentukan pilihan.
Ia pernah menyalahkan takdir yang tidak mewujudkan keinginannya. Ia lebih memilih untuk mewujudkannya sendiri dari pada harus menunggu.
Namun ia tersadar saat ia mulai bisa membuka hatinya dan perlahan hatinya mencair saat tanpa sadar ia telah jatuh cinta kepada seorang gadis konyol yang dijodohkan oleh kakeknya.
Bertemu dengannya adalah sebuah takdir. Menjadi temannya adalah pilihan, tapi jatuh cinta dengannya itu diluar kendalinya.
Arabella Azalea Malik adalah gadis cantik dengan kehidupan yang sangat sederhana yang telah mampu meluluhkan hati seorang Ricky Aditya Grisham.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon intanpermata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19 Kamu Sangat Beruntung
"Kamu sudah siap Nak?" Tanya ayahnya sambil mengusap puncak kepala putrinya dengan lembut dan tersenyum.
"Hmmm iya." Jawab Bella dengan malas sambil menganggukkan kepalanya pelan.
"Sayang, kenapa cemberut begitu? kamu seharusnya bahagia! ayo tersenyum, biar semakin cantik!" Ucap ibunya sambil merangkul bahu putri kesayanganya dan Bella pun mencoba untuk tersenyum mais.
"Tuan, Nyonya dan Nona Arabella mari silahkan, mobilnya sudah siap didepan!" Ucap Dion yang diperintahkan Ricky khusus untuk menjemput Bella dan orang tuanya.
"Oh baiklah ayo!" Jawab ayah Bella sambil menggiring istri dan putrinya keluar rumah dan masuk kedalam mobil Rolls Royce milik Ricky.
Di Grissham Family Hotel, Ricky dan kakeknya sedang duduk disofa didalam kamar hotel mewah yang memang dikhususkan untuk sang pemilik hotel.
Ricky yang duduk disofa panjang menatap kearah meja didepanya dengan tatapan kosong.
Sedangkan kakeknya duduk disingle sofa disebelah kirinya.
"Ricky, apa yang sedang kamu pikirkan? kenapa kamu terlihat sedih?" Tanya kakek pada cucunya yang wajahnya tampak murung.
Ricky menoleh dan menatap kakeknya lalu tersenyum.
"Aku hanya teringat daddy and mommy kek!" Jawab Ricky dengan tersenyum tipis.
Ia tiba-tiba teringat dan merasa rindu dengan kedua orang tuanya yang telah lama meninggal.
Lalu kakeknya bangkit dan duduk disamping Ricky kemudian memeluk Ricky sambil menepuk-nepuk punggungnya.
"Orang tuamu pasti akan merasa bahagia disana meliha putra kesayangannya yang sangat tampan ini akan segera memulai kehidupan baru!" Ucap kakek masih memeluk Ricky.
Ricky pun membalas pelukan kakeknya dengan mata memerah karena menahan kesedihanya.
"Sudah jangan sedih! kalau kamu sedih daddy dan mommy mu tidak akan senang disana!" Lanjut kakek yang membuat Ricky melepas pelukanya dan menatap kakeknya.
"Kakek benar!" Balas Ricky singkat kemudian tersenyum kepada kakeknya.
"Apa kamu merasa bahagia Ricky? kakek merasa sangat bersalah telah memaksa kalian untuk bertunangan, padahal kalian belum saling mengenal!" Tanya kakeknya dengan wajah bersalahnya.
"Apa kakek bahagia?" Tidak menjawab malah Ricky balik bertanya kepada kakeknya.
"Sangat..kakek sangat bahagia Ricky!" Ucap kakeknya yang kemudian tersenyum.
"Kalau begitu aku juga sangat bahagia! dan setelah ini aku akan mencoba mengenalnya lebih dekat lagi kek!" Balas Ricky dengan tersenyum kemudian memeluk kakeknya dengan erat.
Tok! Tok! Tok!
Terdengar suara ketukan pintu dari luar. Ricky beranjak dan membuka pintu.
"Ricky, Dion baru saja sampai dengan gadismu juga orang tuanya, mereka sudah berada dikamar yang kamu siapkan." Ucap Leo setelah Ricky membukakan pintu.
"Oke! apa Handoko dan Sandy sudah datang?" Tanya Ricky kepada Leo.
"Belum, tadi aku sudah menghubunginya mereka bilang masih dijalan karena terjebak macet." Jawab Leo.
"Kalau begitu kau pesankan makanan dulu untuk mereka!" Ucap Ricky memerintahkan Leo.
Setelah mengiyakan perintah Ricky, Leo bergegas pergi memesankan makanan untuk calaon tunangan juga calon mertua Ricky.
"Waaaaah kamarnya saja luas sekali ya Yah?! sangat mewah!" Seru ibu Bella yang baru saja masuk kedalam kamar hotel yang telah disiapkan oleh Ricky sebelumnya.
Sofia merasa takjub dengan kamar hotel tersebut dan tak henti-hentinya mengamati sekeliling kamar hotel itu dengan mata berbinar karena baru pertama kali ini ia masuk kedalam hotel semewah ini.
"Ibu ini, jangan bikin malu Ayah! ini hotel berbintang milik calon menantu kita dan pastinya dia yang telah menyiapkan kamar ini untuk kita menginap malam ini!" Sahut ayah Bella dengan menggelengkan kepalanya memperhatikan tingkah istrinya yang terlihat kampungan.
"Ibu masih tidak menyangka putri kita secepat ini sudah akan menjadi milik orang lain Yah!" Ucap Sofia yang berubah menjadi bersedih namun tetap memperlihatkan senyumannya lalu duduk ditepi ranjang kingsize.
"Jangan sedih Bu, kita harus berbahagia untuk putri kita, karena Tuan Ronald begitu menyayangi putri kita dan sudah menganggap putri kita seperti cucunya sendiri! dan Nak Ricky juga pria yang sangat baik, dia juga pria yang sangat bertanggung jawab, dia pasti akan selalu menjaga putri kita dengan baik nantinya!" Ujar Helmi yang kemudian duduk disamping istrinya dan merangkul istrinya.
Sofia hanya mengangguk dan tersenyum.
***
Bella yang berada dikamar berbeda tampak begitu lemas dan sangat malas. Ia hanya duduk terdiam dengan wajah tanpa ekspresi.
Ia duduk dengan menyandarkan tubuhnya disofa panjang yang empuk dan terasa sangat nyaman baginya.
Kemudian ia merogoh isi dalam tasnya dan mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya.
Ia tersenyum terlihat sangat senang mendapat pesan dari seseorang, siapa lagi kalau bukan Dimas, seseorang yang telah lama dekat denganya yang telah ia anggap sebagai kakaknya sendiri.
My Brother : 'Hai manis? selamat ya atas pertunanganmu! semoga kamu selalu bahagia!'
Pesan dari Dimas. Bella memudarkan senyumannya saat membaca pesan tersebut dengan wajah muram lalu membalas pesan dari Dimas.
Dimas yang menerima pesanan dari Bella menahan rasa sesak dan sakit dihatinya.
MySweetGirl : 'Trimakasih kak, acaranya masih nanti malam!'
Balasan pesan dari Bella dan dengan cepat Dimas membalas pesanya lagi.
Bella menerima pesan balasan dari Dimas lalu menghela nafasnya.
My Brother : 'Apa kamu tidak mengundangku?' Balas Dimas.
Bella tidak membalas pesan dari Dimas, namun ia menelepon Dimas dan langsung diangkat olehnya.
"Hai manis, ada apa?" Tanya Dimas dengan cepat karena tiba-tiba Bella meneleponya disaat hari pertunanganya.
"Kak, maaf aku tidak mengundangmu, karena memang acaranya sangat tertutup dan hanya keluarga kami saja. Banyak sekali keamanan dan bodyguard diluar juga didalam hotel ini untuk berjaga!" Jawab Bella menjelaskan pada Dimas.
"Oh jadi begitu! tidak apa-apa dan tidak perlu minta maaf! mungkin semua itu juga demi keamanan kamu untuk kedepannya!" Balas Dimas dengan tenang.
"Benar juga sih kak!" Ucap Bella.
"Kamu sangat beruntung bertunangan dengan Ricky! Kau tau..diluar sana pasti banyak sekali wanita yang menginginkan berada diposisimu Bella..hahaha!" Balas Dimas berusaha menutupi hatinya yang terasa hancur dengan menghibur Bella dan tertawa yang dibuat-buat.
Saat mereka sedang asik mengobrol terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar Bella.
Tok! Tok! Tok!
"Eh..siapa ya?" Tanya Bella lirih menoleh kearah pintu masih dalam posisi menelepon Dimas.
"Ada apa Bella?" Tanya Dimas.
"Tunggu sebentar ya kak, ada yang mengetuk pintu kamarku!" Jawab Bella yang kemudian beranjak membukakan pintu.
Ternyata dua orang pelayan hotel yang mengantarkan makan siang untuk Bella dengan mendorong troli.
"Selamat siang nona, kami diperintahkan mengantar makan siang untuk anda!" Ucap salah satu pelayan dengan sopan dan ramah kepada Bella yang juga didengar oleh Dimas dari teleponya.
"Oh silahkan masuk!" Jawab Bella kemudian membukakan pintunya dengan lebar mempersilahkan para pelayan itu masuk kedalam mendorong trolinya.
Makanan langsung ditata rapi diatas meja makan yang ada didalam kamar hotel yang ditempati Bella.
Ricky memang telah menyiapkan kamar VIP yang begitu mewah untuk Bella dan kedua orang tuanya supaya mereka merasa nyaman saat beristirahat dihotelnya karena Ricky meminta mereka untuk menginap dihotelnya setelah acara pertunangan selesai.
"Bella, kalau begitu makanlah dulu, kebetulan aku juga sedang ada pekerjaan, kita lanjut lagi nanti, sampai jumpa!" Ucap Dimas yang kemudian menutup teleponya.
Bella kemudian menaruh ponselnya dan duduk dikursi makan.
Setelah mengucapkan terimakasih kepada kedua pelayan yang mengantar makanan tadi, kedua pelayan juga segera pergi keluar dari kamar Bella.
Bella mulai memakan makanan yang tampak menggugah selera itu. Dengan lahap ia memakan hampir semua hidangan itu.