Andre dan Indri kembali
Andrean Hadinata memiliki seorang adik angkat yg cantik dan baik hati yang bernama Indrian Hadinata. Tapi mereka terpaksa berpisah karena keluarga kandung Indri mengambilnya kembali.
Perpisahan mereka menjadi awal mula kesedihan dan penderitaan bagi Indri dan Andre.
Mereka berjanji untuk kembali bertemu ketika dewasa.
Apakah mereka bisa kembali hidup bahagia?
Lalu bagaimana dengan hubungan mereka? Apakah akan tetap menjadi kakak beradik yang saling menyayangi dan melindungi satu sama lain? Ataukah hubungan mereka akan berubah menjadi cinta yang tak dapat dipisahkan?
Ikuti kisahnya disini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan dikantor Dinata
" Riani, besok kamu harus pergi ke perusahaan Dinata untuk menemani perwakilan mereka meninjau lahan kosong yang kita miliki. Kamu harus berhasil meyakinkan mereka agar setuju untuk bekerja sama dengan membangun mall mereka diatas lahan kosong yang kita miliki didekat pusat kota. Itu akan sangat menguntungkan untuk kita "
Angga yang tiba - tiba datang menyela pembicaraab Riani dan Alexa
" Bukankah kita hanya akan bekerja sama dengan perusahaan Dinata mengenai proyek pembangunan saja? Kenapa sekarang malah akan menggunakan lahan milik kita om? "
Riani mengerutkan alis berkata pada Angga
" Kamu cukup ikuti apa yng om perintahkan! Kamu cukup menemani mereka saja meninjau lahannya dan bujuk mereka. Om dan kakek mu sudah setuju menggunakan lahan itu. Tidak usah banyak tanya! "
" Baik om, Riani mengerti! "
Riani tertunduk setuju dengan apa yang Angga rencanakana
" Sayang, bagaimana dengan sekolah aktingmu hari ini? "
Angga beralih pada Lexa yang kini menggandeng tangannya
" Baik ko pah, semua berjalna lancar. Dan Lexa akan ikut casting. Lexa akan sibuk latihan beberapa hari ini. Lexa tidak bisa ikut belajar bisnis untuk sekarang "
Lexa berkata dengan nada manja
" Kamu tenang saja. Masalah bisnis ada Riani yang urus, kamu bisa fokus pada castingmu dan menyalurkan bakatmu, tiba saatnya kamu bisa terjun keperusahaan sebagai penerus kakek dan papa! "
Angga bicara penuh perhatian dan kehangatan dengan sebelah tangannya mengusap lembut kepala Alexa. Riani terdiam memperhatikan kedekatan ayah dan anak itu, sudah cukup lama dia tidak mendapatkan belaian kasih sayang seperti itu dari orang lain.
" Andaikan saja aku tidak pernah ikut kemari, mungkin aku akan tetap hidup bahagia bersama ayah, ibu dan kakak...Aku merindukan kalian,,,"
Tanpa terasa air mata Riani jatuh membasahi kedua pipinya, dia dengan segera menghapusnya, namun ketika Riani menghapus air matanya, Angga melihatnya
" Kenapa kamu menangis Riani? Apa kamu iri dengan Alexa? "
Tanya Angga dengan nada sinis
" Tidak om, mataku hanya kelilipan saja "
Riani berusaha berbohong agar Angga tidak tahu kalau dia menangis
" Riani percuma saja kamu iri pada anakku. Dia memang pantas mendapatkan limpahan kasih sayang dari ku, ibunya ataupun kakeknya. Karena dia adalah keturunan yang sah dan diakui oleh keluarga ini, sedangkan kamu, kamu hanya anak diluar nikah yang sama sekali tidak diketahui siapa ayahnya. Jadi kamu tidak pantas mengharapkan kasih sayang dari kami "
Angga dan Lexa tersenyum mencibir penuh kepuasan mengejak Riani yang menitikan air mata
" Sekarang pergilah. Jangan sampai besok kamu terlambat! "
sambung Angga dengan nada sinisnya. Riani pun berjalan pergi meninggalkan mereka dan kembali ke kamarnya
\=======
Malam hari yang dinginpun tiba, Brian sedang duduk termenung didalam kamarnya memandangi jendela yang menampakkan kerlap kerlip bintang yang indah di langit yang gelap
" Indri, kamu kamu lihat ribuan bintang yang betaburan dilangit yang indah malam ini? Diantara ribuan bintang itu terdapat 2 bintang yang merupakan orang tua kita. Ayah dan ibu mungkin telah menemukan keberadaan my dan memperhatikan mu dari atas sana, hanya saja kita masih belum bisa mengenali satu sama lain. Ayah, ibu, bantu aku agar segera bisa bertemu dengan Indri "
Keesokan harinya, brian berangkat menuju kantor sendiri karena Dani sedang tidak bersamanya. Hari ini dia akan bertemu dengan perwakilan dari perusahaan Wijaya untuk meninjau lokasi
" Selamat pagi pak! "
Hampir semua karyawan menyapa Brian dengan sopan ketika dia tiba dikantor. Brian tidak terlalu banyak bicara, dia hanya menganggukkan kepala sebagai tanggapan dan terus melangkahkan kakinya menuju ruang kerja miliknya
" Tolong bawakan kopi untuk saya! "
Katanya keoada salah seorang office girl yang sedang membersihkan ruangan miliknya
" Baik pak! "
Office girl itu meninggalkan kantor Brian dan berjalan menuju pantri untuk membuatkannya kopi. Tak berselang lama dia kembali dengan secangkir kopi yang dibawa menggunakan nampan
" Silahkan pak kopinya! "
" Terimakasih "
Office girl itu meletakkan kopi diatas meja kerja Brian
Tok tok tok
" Masuk "
Seorang gadis melenggang cantik masuk keruang kerja Brian dia adalah Mirna, sekertaris Brian
" Selamat pagi pak, ini agenda bapak hari ini "
Dia menunjukkan tablet dimana disana terdapat daftar rencana kegiatan Brian. Brian mengambilnya kemudian melihat isi dari kegiatannya hari ini
" Apa pihak dari perusahaan Wijaya sudah sampai disini? "
Tanya Brian dengan nada dingin
" Belum pak. Pihak dari perusahaan Wijaya juga belum menghubungi kita perihal itu "
Jelas Mirna pada Brian
" Baiklah, kamu boleh pergi. JIka dia sudah datang, persilahkan untuknya agar segera masuk! "
" Baik pak, permisi! "Mirna pun meninggalkan ruangan Brian "
\=========
Sementara itu riani tengah bersiap untuk pergi menemui perwakilan Dinata. Dia mengenakan setelan kantoe berupa celana panjang, kemeja putih dan jas wanita.
" Kenapa kamu masih belum berangkat? Sudah waktunya kamu pergi keperusahaan Dinata sekarang! Om mu bilang dia pria muda yang penuh emosi dan perfectoionis. Jadi jangan membuang waktu lagi! "
Agung menegur Riani yang sedang makan sarapan miliknya
" Baik kakek, aku kan berangkat sekarang! "
Riani meninggalkan sarapan yang baru dimakan sedikit olehnya dan bergegas menuju kantor Dinata bersama dengan Bram
" Selamat pagi nona, kita berangkat sekarang?
Sapa Bram setelah Riani menaiki mobilnya
" Pagi paman,, ya, kurasa memang harus berangkat sebelum kakek melihat kira masih disini! "
Jawab Riani dengan nada bicara yang seakan menahan amarah untuk memaki orang
Bram pun bergegas mengendarai mobil menuju kantor Dinata,Riani terus menatap keluar jendela selama perjalanan. Hingga tibalah mereka disebuah gedung berkantoran yang entah berapa lantai yang anda didisini. Riani menatap gedung yang menjulang tinggi keatas itu cukup lama, hingga dia memutuskan untuk berjalan masuk ke dalam gedung. Riani berjalan di lobi mendekati meja resepsinonis
" Selamat pagi, permisi saya memiliki janji bertemu dengan pak Brian "
Kta Riani menyapa dengan sopan
" Iya, ditunggu mba. Saya akan memberitahu pak Brian terlbih dahulu "
Resepsionis menghubungi sekertaris Brian setelah Riani menganggukan kepala
" Halo mba Mirna, disini ada seorang gadis yang ingin menemui pak Brian, dia bilang telah memiliki janji sebelumnya "
Kata resepsionis kepada Mirna
" Persilahkan dia naik keruang pak Brian "
Kata Mirna kepada resepsionis
" Baik mbak "
Resepsionis menutup panggilannya setelah mendapatkan jawaban dari sekertaris Brian
" Mba silahkan naik ke atas, liftnya ada disebelah sana! "
Mata Riani mengikuti arah yang resepsionis itu tunjukkan
" Baik, terimaksih! "
Riani pun kembali melangkahkan kaki menuju lift untuk naik keruangan Brian
Ting
Lift pun berhenti di lantai ruangan Brian, Riani berjalan keluar dari lift dan tak jauh dari sana terdapat ruangan bertuliskan PRESIDEN DIREKTUR dengan satu buah meja yang terletak tidak jauh dari ruang itu. Ada seorang gadis cantik yang tengah duduk disana dengan dokumen dihadapnnya
" Permisi, saya Riani dari perusahaan Wijaya. Saya sudah memiiki janji dengan pak presdir "
Kata Riani begitu dia mendekati meja Mirna
" Oh mari saya antarkan. Pak presdir telah menunggu anda "
Mirna berdiri dan berjalan menutar mendekati Riani, lalu dia mengantarnya menuju ruang brian
" Tok tok tok
Permisi pak, perwakilan dari perusahaan Wiajya telah tiba disini "
Kata Mirna dari ambang pintu
" Persilahkan dia masuk! "
" Baik pak. Silahkan mbak! "
Mirna beralih kepada Riani
" Terimakasih "
Riani melewati MIrna dan memasuki ruangan Brian
" Permi,,, Kamu? "
" Bagaimana bisa pria tampan gila ini ada disini?
jadi penasaran
sedih sekalii....aku smpe gk sdr klo air mata ku mengalir bgtu deras😭😭