Sabrina Anastsya Nugroho seorang gadis muda yang diumurnya yang muda, ia harus melewati banyak ujian di masa SMAnya ia harus kehilangan kedua orang tuanya yang meninggal akbiat kecelakan tak berselah lama kepergian orang tuanya sabrinapun harus menghadapi adiknya kecelakaan dan koma bertahun-tanun.
Dari kejadian itu semua ia bertemu dengan sahabat lama kedua orang tuanya. Dan dijodohkan dengan anak laki-laki sahabat kedua orang tuanya.
Menghantarkannya untuk jatuh cinta pertama kalinya, diselama pernikahan mereka banyak badai yang menerpa mereka.
Seberapa besar kah? Cinta keduanya. Apakah mereka akan bertahan, dengan banyaknya badai yang akan memisahkan mereka?
Selamat Membaca💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momo30, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Setiba di kamar hotel rizky berpikir ingin tidur, setelah berbaring dan sabrina yang tiba-tiba memeluknya itu membuat dia menegang bahkan membangungkam adik kecil yang tertidur membuat dirinya kesal setengah mati.
Cewe ini berbahaya juga ternyata, menggoda juga bahaya bisa iman ku tergoda, kalo aku makan engga masalah juga sih kan dia istri sendiri. Aaaahhhh ini juga kenapa mesti bangun sih, shit !!!. Batin rizy.
Rizky berusah menormal dirinya dan tanpa dia sadari dia pun ikut tidur memeluk sabrina. Sabrina merasa sangat nyaman dia memiliki guling yang begitu sangat nyaman dan hangat memebuat memeluk erat gulingnya tersebut.
Cahaya matahari pagipun menyelinap masuk dibalik gorden kamar hotel mereka membuat sabrina merasakan kalo, matahari sudah menampakkan dirinya diluar sana.
Perlahan-lahan dia pun mencoba membuka matanya, dia sangat merasakan gulingnya begitu sangat nyaman ketika dia membuka matanya betapa terkejut dirinya yang peluk semalaman bukanlah guling melainkan rizky melihat rizky pun sabrina syok dan berteriak, mendorong tubuh rizky sehingga membuat rizky terjatuh dari tempat tidur dan terbangun.
"Aaaaaaaaaaaaaaaaa.."
"Heyyy sakittt ! Kenapa dorong aku sampai jatuh sih sakit." Rizkypun bangung sambil memegang pinggangnya yang sakit.
"Kaka juga kenapa tidur disitu peluk sabrina!."
"Ehhh dengar yaaa sabrin !. Yang peluk aku duluan itu kamu !. Aku baru aja baring kamu langsung meluk aku !."
Mendengar ucapan yang dikatakan rizky membuat sabrina malu, sehingga ia langsung berdiri dan berlari kearah kamar mandi untuk menyembunyikan malunya.
"Heeee kemana kamu !?."
"Mannddiiii."
Idih malu dia, nuduh-nuduh aku lagi padahal dia sendiri yang meluk aku duluan. Ehh tapi kalo dia kek gitu lucu. Batin rizky sambil tersenyum.
Sabrina yang didalam kamar mandi menahan malu yang sangat memalukan itu, dia tak habis pikir kenapa dia bisa kelepasan seperti itu.
"Ahhh kebiasan deh kamu sab tidur engga pernah diam, jadinya gini kan. Aku harus gimna dong dimana aku taruh muka aku ?. Ahh sudahlah mandi aja dulu." Monolog sabrina.
Cukup lama sabrina didalam kamar mandi, membuat rizky berpikir untuk menjahili sabrina.
Saat ia membuka pintu kamar mandi yang tidak dikunci dan sudah menahan ketawanya tapi saat ia melihat kearah sabrina yang hendak menggunakan handuknya rizky melihat tubuh mulusnya sabrina. Niat untuk menjahili sabrina malah dirinya yang terjebak, dia diam mematung berusaha menelah salvina yang terasa susah dan membuat dia berpikir liar dan membangunkan adik kecilnya.
Saat selesai menggunakan handuknya sabrina menoleh dan terkejut melihat rizky dia mematung sedang memperhatikan dirinya.
"Aaaaaa nga-pain kaka disitu haa ?!." Teriak sabrina.
"Eehh ma-af aku kira kamu tidur, habis lama." Ucap rizky terbata-bata dengan suara paraunya, karena menahan hasrat kelelakiannya.
Mendengar itu sabrina langsung keluar dari kamar mandi itu tanpa melihat kearah rizky, karena tidak habis-habisnya ia malu pagi hari ini.
"Aahhh sial niat mau ngejahilin dia malah gue yang kena !."
Selesai denga kejadian yang memalukam bagi sabrina dan niat untuk menjahili yang menjadi bumerang bagi rizky. Rizky pun mengajak sabrina pulang kerumah, sebelum ia pulang menyempatkan diri untuk kekantornya sebentar untuk menanda tangini berkas yang harus ia tanda tangani pada hari itu juga.
"Ayok kita pulang tapi sebelum pulang kita mampir kekantor aku sebentar."
"Iyaa ka."
...----------------...
Di perjalan mereka hening karena masih merasa malu dengan kejadian pagi tadi, tapi seketika itu sabrina mengeluarkan suaranya.
"Kaa riz ?."
Rizky pun menoleh kearah sabrina sebentar dan memandang lurus kembali. "Hmm iya ?."
"Kaa bisa tidak kalo sabrina tidak ikut kekantor kaka ?." Tanya sabrina sedikit takut.
"Kenapa memangny ?. Memang kamu mau kemana ?." Tanya rizky datar.
Mati aku datar banget lagi tanyanya. Batin sabrina.
"Ehhh iiittu kaa sabrina mau ketemu sama syran, boleh ? boleh antarin sabrina kerumah sakit xx ? sabrina kangen syran." Ucap sabrina sedikit gugup namun ia bisa menyelesaikan kalimatnya.
"Baiklah aku antarkan kesana, setelah selesai urusan ku dikantor aku jemput lagi. Jangan kemana-mana dan jangan pulang duluan, nanti aku yang dimarah sama mamah dan papah !."
"Iya kaa."
Setelah mengantarkan sabrina ke rumah sakit, rizky pun melajukan mobilnya ke kantornya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang harus ia selesaikan hari itu. Didalam ruangannya andra sudah menunggunya.
"Mana berkas yang harus gue tanda tanganin ?." Tanya rizky sambil berjalan menunju kursi singga sananya.
"Ya allah ni anak datang engga pake asalamullaikum segala bikin gue kaget aja, nihhh berkasnya." Ucap andra yag terkejut mendengar suara rizky datang.
Rizkypun asyik membaca berkas yang ada didepannya, seperti biasa andra pasti akan menggodanya.
"Ehhh riz gimana malam pertama enak ? hahahaha."
"Diam loe !."
"Mantep yaa bro niqmat banget ya hahahha."
"Sialan loe bisa diam engga ! Mantap apaan gue tidur sambil peluk aja didorong sampe jatuh !."
"Hahahhahahaaha kasian banget sih loe, ko bisa sih hahaha."
"Bisa lah paginya gue didorong sampe jatuh, padahal dia sendiri yang duluan meluk gue yaaa gue nyambut aja lah eh paginya malah gue yang disalahin."
"Hahahahahhaa kasian banget sih loe hahahahaha aduh sakit banget perut gue ketawain loe hahahaha."
Ketika mereka asik membicarakan pekerjaan mereka, tiba-tiba pintu ruangan rizky tebuka kasar dan mengagetekan mereka berdua.
"Honey aku pengen bicara sebentar sama kamu ?." Ucap chintya.
Ya selama ini chintya dibebaskan oleh rizky keluar masuk oleh rizky sehingga ia bebas datang kapanpun ia mau.
"Engga ada yang perlu dibacarakan lagi !." Sahut rizky datar tanpa melihat kearah chintya.
"Honeyyy please dengarin penjelasan aku." Udap chintya sambil memohon dengan suara yang manja.
"Aku bilang engga ada yang perlu kita bicarakan lagi dan ennga ada penjelasan lagi, semuanya udah jelas chintya !." Ucap rizky dengan tatapan mata yang sudah marah.
"Tappii honey aku.." Belum sempat chintya menyelesaikan kata-katanya rizky sudah berjalan kearahnya dan melempar semua foto-foto dirinya saat bersama laki-laki yang berbeda-beda dan memutar video panasnya dengan laki-laki lain dan terdengar desahan mereka.
"Apalagi haaa !? Aku engga butuh penjelasan lagi ! semunya udah jelas ! aku engga mau barang bekas yang udah dinikmatin banyak laki-laki lain ! Dengar chintya jangan pernah muncul didepan ku lagi aku muak melihat mu ! jangan ganggu aku lagi karena aku tidak akan pernah kembali bersamamu lagi !."
"Kenapa kamu tidak mau kembali lagi kepada ku rizky !." Teriak chintya.
"Hee sudah ku bilang kepadamu aku tidak ingin barang bekas yang sudah banyak dinikmatin laki-laki lain ! lagi pula aku sudah menikah !."
"Hahhahaa menikah katamu ! lucu sekali alasanmu rizky !."
"Alasan kamu bilang ! aku tidak sedang beralasan chintya, kamu lihat cincin ini ! aku tidak main-main chintya. Keluar sekarang chintya sebelum aku panggil keamanan untuk menyeretmu keluar !."
"Baiklah aku pergi dan tunggu saja pembalasanku !."
"Baiklah aku tunggu pembalasanmu chintya tapi ingat ketika pembalasan itu datang karirmu sebagai seorang model akan hancur ! kamu tau chintya aku tidak pernah main-main dengan ucapan ku !."
"Usir dia andra !."
Andra pun menarik lengan chintya dengan kasar untuk keluar dari ruangan rizky.
mampir juga yuk ke karya aku, kita sama2 suport rating &like ❤