NovelToon NovelToon
When Jerk Billionaire Want Me

When Jerk Billionaire Want Me

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: RA

Adeeva harus rela menikah dengan pria yang bernama Arion demi membantu perusahaan ayahnya yang sedang di ambang kehancuran.

namun di balik itu Adeeva bisa bernafas lega karena biaa keluar dari tempat yang di bakalan rumah namun menurutnya adalah neraka.

akankah Adeeva biaa mendapatkan kebahgiaannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

019

Typo masih bertebaran di setiap sudut cerita.

Harap maklum.

__,,,,,___

Arion segera keluar kamar setelah menunggu Adeeva tidur, wajahnya kembali mengeras. Apa yang terjadi pada Adeeva harus terjadi pula pada orang yang melakukannya.

Dengan langkah lebar Arion berjalan menuruni tangga menuju ruang tamu. Di ruang tamu ternyata bukan hanya ada Vano melainkan Jonathan pun sudah ada di sana.

"Tuan" Jonathan membungkuk ketika Arion berjalan kearahnya.

"Apa kau sudah melakukan apa yang aku perintahkan" tanya Arion.

"Sudah saya laksanakan, jika mereka berani mengganggu Nona muda, mereka tidak akan bisa bangkit lagi" seru Jonathan.

Vano hanya menatap Kakanya, baru kali ini setelah sekian lama Vano menatap kakanya seserius ini.

"Bagus, kau boleh pulang" seru Arion.

Jonathan berpamitan pulang, Arion mentap Vano yang mantannya.

"Apa kakak Deva baik-baik saja" raut wajah Vano terlihat khawatir.

"Dia baik-baik saja" seru Arion.

"Aku harap kau tidak melakukan apapun pada orang yang menyelakai Adeeva" seru Arion. Kata-kata Arion mempunyai makna tersendiri Untuk Vano.

"Aku akan berusaha, namun jangan salahku aku jika satu atau dua luka akan terpampang di wajahnya" seru Vano dengan senyum yang misterius.

Ada sesuatu yang di sembunyikan tentang adik laki-lakinya ini. Baik itu dari keluarganya maupun orang luar sekalipun.

Arion hanya menghela nafasnya lelah. "di mana Fera" tanya Arion pada Vano yang sekarang sedang duduk di sofa.

"Dia pergi berlibur dengan wanita ular itu" seru Vano. Siapa lagi jika bukan Sandra yang di bicarakannya.

"Wanita ular yang kau maksud mempunyai nama" seru Arion dingin.

"Aku tidak mau menyebutnya" lanjut Vano.

Arion duduk di hadapan Vano, menatap lurus pada adik laki-lakinya.

"Apa sekolahmu menyenangkan" tanya Arion dengan suara yang lembut.

Vano menatap Arion dengan pandangan sedikit heran, namun langsung di tutup dengan wajah datarnya.

"Tentu, mereka menyenangkan selama merek tidak mengusikku" seru Vano.

"Lalu kapan kau akan berubah"

"Entahlah" jawab Vano datar. Vano berjalan meninggalkan kakanya di ruang tamu.

"Aku harap kau memperlakukan Kak Deva dengan lembut, jika kak Deva tersakiti aku adalah orang pertama yang akan maju" seru Vano, dan kembali melangkahkan kakinya meninggalkan Arion.

Arion hanya menghela nafas, Arion tidak takut pada ancaman Adiknya, namun satu yang harus di ketahui tentang Vano, seorang Devano bisa melakukan apapun untuk orang yang sangat di cinta atau di lindunginya bahkan membunuh orang sekalipun.

"Sepertinya kau sudah meluluhkan hati Vano yang keras" seru Arion.

Adeeva terbangun di malam hari karena tenggorokannya terasa kering, menatap sekeliling Adeeva tidak melihat keberadaan Arion di kamar Utama. Adeeva berjalan menuju kamar rahasia dan di sana Adeeva melihat Arion sedang tertidur dengan pulasnya.

Hatinya terasa hangat melihat wajah dami Arion yang sedang terlelap.

"Sepertinya kau lelah" seru Adeeva. Adeeva segera kembali ke kamar Arion setelah minum, namun Adeeva kehilangan rasa ngantuknya, pikiran Adeeva masih berputar pada kejadian tadi siang di mana Adeeva kembali di sakiti oleh ibu dan saudara tirinya.

Air mata kembali menetes si pelupuk matanya, Adeeva merindukan sang ibu walaupun Adeeva tidak tahu bagaimana rupnnya, namun adeeva yakin ibunya tidak akan melakukan kekerasan pada Adeeva.

"Aku merindukanmu Ibu" Adeeva terisak, Arion yang mendengar isakan Adeeva langsung menghampiri istrinya dan langsung membawa tubuh Adeeva pada dekapannya.

"Tenang ada aku di sini" seru Arion.

Arion berencana melihat kondisi Adeeva ketika memergoki Adeeva sedang menangis sendirian.

"Aku ingin Ibu"

"Tenanglah Deva" Arion mengelus kepala Adeeva dengan lembut.

P.s

Maaf up agak telat, semoga kalian suka jangan lupa like vote sama comment ya.

See u

1
Windy Hapsarini
Luar biasa
COOL_I4N
thor kalau pakai kata "seru" kita reader bayanginnya mereka omong nya sambil agak teriak. alangkah baiknya diganti kata nya thor. biar reader feel nya dapat
1
.... .
Aprina Laura Putri
bagus
zahro tinisya
bagus, jalan ceritanya tdak bertele2
Risnha Isnhaa
pertanyaan ku adalah knpa deva tidak mau membalas nya sama sekali
Risnha Isnhaa
knpa adiveeva selalu tidak pernah membalas pukula
Diana Budhiarti
lanjutttt
Risnha Isnhaa
akuu suka akuu suka
Alfi Rizqia
kok lum lanjut thor,lama banget
Diana Budhiarti
siapa sich thorr yg senyum nya kayak Kt
Diana Budhiarti
baiknya adik ipar ya...bikin Arion gerah
Diana Budhiarti
thorr ak suka cerita kalo ada gambarnya ,suka banget
Alfi Rizqia
lanjut thor yg bnyk,bagus cerita y seru
minyoongi
laaaah
fi aja
👌👍👍👍👍
RinNi
👍🏻👍🏻
Asyatun 1
lanjut
RinNi
ayo lanjut donk tor...👍🏻🙏
RinNi
kpn up nya lagi tor..🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!