NovelToon NovelToon
MENIKAHI MUSUH KERAJAANKU (Seson 1 & 2)

MENIKAHI MUSUH KERAJAANKU (Seson 1 & 2)

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Action / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:623.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ekouchi Aya

Apa?!! Menikahi Musuhku? Apa itu mungkin?... Namaku adalah Demian Wulfric, yaitu raja dari kerajaan Endom, kerajaan terkuat di belahan bumi Eropa. Aku disebut sebagai raja dari kayangan, karena parasku yang sangat rupawan dan sifatku yang sangat dingin.

Selama hidupku, aku menanggung amarah yang amat dalam kepada musuh yang telah membunuh orang tuaku dan memporak-porandakan rakyat serta kerajaanku.

Namun, takdir berkata lain, aku terpaksa harus menikahi putri dari musuhku, yaitu putri dari kerajaan Alamore yang bernama Putri Aurora Delacour. Ia adalah putri yang sangat cantik jelita yang memiliki 'Mutiara Abadi' di dalam tubuhnya. Mutiara yang membuatku sangat bergantung kepadanya dan aku harus menahan rasa cinta yang mendalam kepadanya, hanya karena masa lalu yang sangat menyakitkan di antara kami.

Bagaimana kisah perjalanan cinta kami selanjutnya? Jangan lewatkan kisah kami ya...

Jangan lupa like, komen & dukung cerita ini dengan 5 Vote yaah...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ekouchi Aya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai Curiga

"Tok tok tok," terdengar suara pintu kamar Aurora.

"Ada yang bisa saya bantu, Tuan Putri?" kata Mia setelah mengetahui bahwa Putri Dania berdiri di depan pintu.

"Apakah, Aurora ada di dalam?" tanya Putri Dania.

"Ya, silahkan masuk," ucap Mia mempersilahkan Putri Dania masuk.

Terlihat Aurora yang saat itu duduk di tempat tidurnya dengan sedikit lemas.

"Aurora, apa kau sakit?" tanya Putri Dania memastikan kesehatan Aurora

"Tidak Tuan Putri. Hanya sedikit pusing kepala," jawab Aurora lemas.

"Maafkan aku. Gara-gara kau membantuku di danau, kau jadi sakit seperti ini," sesal Putri Dania kala itu.

"Saya sungguh baik-baik saja. Anda tak perlu khawatir," tutur Aurora meyakinkan Putri Dania.

Hari itu, aku pun mendengar kabar bahwa Aurora sedang sakit, sehingga aku memutuskan untuk melihat keadaannya.

"Tok tok tok," suara ketuk pintu kamar Aurora berbunyi karena kedatanganku. Mia pun membuka pintu kamar untukku.

Tak kusangka, Putri Dania sedang menjenguk Aurora yang saat itu sedang sakit. Aku pun memasuki kamar itu dan berdiri di hadapan mereka berdua.

"Yang Mulia, apa Anda ingin menjenguk Aurora juga?" kata Putri Dania sedikit canggung.

"Aku mendengar jika Aurora sakit setelah kejadian kemarin," terangku pada Putri Dania.

"Jika kau sudah merasa lebih baik, aku akan kembali," kata-kata yang kutujukan kepada Aurora yang duduk di samping Putri Dania.

"Terima kasih. Anda tak perlu khawatir," sahut Aurora seakan memintaku untuk meninggalkan kamarnya.

Aku pun tak berlama-lama di kamar itu. Setelah melihat keadaan Aurora aku pun memutuskan untuk kembali.

"Apa hubungan raja dengan Aurora? Sepertinya raja memiliki perasaan khusus kepada Aurora," kata yang terbelesit dalam hati Putri Dania.

"Baiklah kalau begitu, kamu istirahatlah. Aku ada sedikit keperluan," kata Putri Dania terburu-buru untuk pamit dan keluar dari kamar Aurora.

*****

Di lorong koridor istana, Putri Dania berlari hendak menyusulku yang berjalan kembali ke kamar.

"Yang Mulia, tunggu!" panggil Putri Dania seraya berlari ke arahku.

"Ada apa?" tanyaku dengan sikap dingin padanya.

"Saya hanya ingin meminta waktu bersama Anda, karena kemarin ketika kita di danau ada kejadian yang tak di inginkan, jadi......," kata Putri Dania sambil memegang pergelangan tangan kiriku.

"Maaf, aku ada pekerjaan yang harus kulakukan," jawabku membuat Putri Dania melepas genggamannya.

"Apa Anda benar-benar khawatir kepada Aurora?" tanya Putri Dania dengan raut wajah cemburu.

"Apa maksud pertanyaanmu?" tanyaku.

"Saya hanya tak ingin Anda menaruh perasaan kepada wanita lain. Karena bagaimanapun kita berdua sudah.." kata-kata Putri Dania dengan cepat kuhentikan.

"Sudahlah, kau tak perlu mengatakan hal hal yang tak ada hubungannya dengan semua ini," selaku membuat Putri Dania terdiam.

"Lebih baik, kau nikmati sisa waktumu di sini. Selagi kau masih di kerajaan Endom, bukankah kalian akan kembali ke Tamir tiga hari lagi?" ujarku mengingatkan Putri Dania.

"Apa Anda menginginkan kami segera kembali?" tanya Putri Dania menggenangkan air matanya.

"Bukan, bukan itu maksudku. maafkan aku," kataku merasa bersalah.

"Saya hanya ingin Anda selalu memberikan waktu untuk saya, supaya kita saling mengenal satu sama lain," ucap Putri Dania sambil memeluk tubuhku dengan erat.

Aku hanya terdiam saat itu, tak mampu untuk menolak pelukannya meski aku tak senang dengan apa yang ia lakukan.

"Baiklah, aku harus melanjutkan pekerjaanku," kataku melepas pelukan Putri Dania.

"Baiklah, kalau begitu," jawab Putri Dania sambil mengusap air matanya.

*****

Hari itu, kusempatkan untuk berlatih pedang bersama Kai dan Ken. Aku merasa jenuh sekali dan aku ingin pergi untuk meluapkan masalahku kepada paman

"Kalian berdua lanjutkan latihannya. Aku ingin menemui Paman di perpustakaan," kataku pada Kai dan Ken setelah latihan pedang.

"Baik, Yang Mulia," jawab mereka berdua dengan serentak

Setelah latihan, aku sengaja tidak kembali ke kamar pribadiku. Akan tetapi, aku ingin pergi menemui pamanku untuk membahas hubunganku dengan Aurora.

Di perpustakaan, terlihat paman sangat sibuk memilah buku kuno yang hampir berdebu karena jarang sekali di baca.

"Paman, apa Paman sudah menemukan solusinya?" tanyaku pada paman.

"Sejauh ini, belum Yang Mulia," jawab paman mulai merasa lelah dan duduk di sampingku.

"Bulan purnama akan segera tiba. Bagaimana jika sakit itu akan kami rasakan lagi?" tanyaku merasa khawatir.

"Yang Mulia, kenapa Anda begitu bingung? Anda telah tidur dengan Putri Aurora saat itu, kenapa tidak melakukan hal yang sama, supaya terhindar dari rasa sakit itu," jelas paman tak menghiraukan perasaanku.

"Aku sudah jelaskan kepada Paman. Bagaimana Paman belum mengerti perasaanku?" paparku dengan penuh emosi.

"Yang Mulia, maafkan saya. Putri Aurora memang putri dari musuh kerajaan kita, tapi keadaan ini sudah berbeda dan kematian ayah Anda tak ada hubungannya dengan Putri Aurora," kata pamanku dengan tegas.

"Cukup Paman! aku tak ingin membahasnya lagi," kataku dengan memegang kepala.

"Jujurlah pada diri sendiri Yang Mulia. Apakah Anda tidak ada rasa apa pun sama sekali kepada Putri Aurora? apalagi kalian sudah melewati malam bersama," tanya paman dengan serius.

"Aku mau kembali dan istirahat. Paman teruskan saja mencari solusinya," kataku sambil berdiri meninggalkan paman karena enggan menjawab pertanyaan itu.

"Kenapa Yang Mulia sangat keras kepala sekali?" gumam pamanku ketika aku pergi.

Ketika aku hendak kembali ke kamar, tiba-tiba aku melihat Aurora dan Pangeran Brian berjalan ke arahku.

"Selamat pagi, Yang Mulia," sapa Pangeran Brian

"Aurora, bukankah kau sedang sakit?" tanyaku kepada Aurora dan menghiraukan salam dari Pangeran Brian.

"Saya sudah lebih baik, Yang Mulia," jawab Aurora.

"Kau sedang sakit? kenapa tak bilang padaku?" tanya Pangeran Brian khawatir sambil mengecek suhu tubuh Aurora dengan memegang dahinya.

"Saya baik-baik saja. tadi malam saya hanya masuk angin biasa," kata Aurora lagi.

"Sebaiknya kau kembali ke kamarmu dan istirahat sampai kau benar-benar pulih," kataku tulus karena khawatir.

Tiba tiba,...

"Yang Mulia,,,," panggil Putri Dania langsung menggandeng tanganku dengan erat.

"Ayo temani saya latihan memanah! bukankah Anda janji akan menemani saya selama tiga hari ini?" tanya Putri Dania padaku.

"Aku baru selesai latihan pedang. Bagaimana aku harus latihan memanah sekarang? aku butuh mandi dan istirahat," jelasku ingin menolaknya.

"Sebentar saja," sahut Danie memelas di hadapanku.

"Aurora dan Pangeran Brian, mari ikut bersama kami," ajak Putri Dania kepada mereka berdua.

"Maaf tapi kami...." Pangeran Brian tak sempat meneruskan perkataannya seraya Putri Dania memegang tangan Aurora untuk mengajaknya latihan memanah.

"Aurora, apa kau mau menemaniku latihan? hanya tersisa tiga hari lagi, setelah itu aku harus kembali ke Tamir," rayu Putri Dania kepada Aurora.

"Baiklah," jawab Aurora tersenyum tanpa ragu.

"Karena Aurora bersedia ikut, apa Yang Mulia juga akan ikut denganku?" tanya Putri Dania meyakinkanku. Aku pun tak ada pilihan untuk menolaknya, karena aku khawatir dengan kondisi Aurora.

"Baiklah," jawabku singkat.

"Yang Mulia akhirnya menerima ajakanku setelah Aurora bersedia ikut denganku. Apa dugaanku benar, jika Yang Mulia Raja menyimpan perasaan kepada Aurora?" kata-kata yang muncul dalam hati Putri Dania membuat ia resah.

BERSAMBUNG....

1
snaaflh_desu
mangat thor
Fetry Nokas
aa terharu banget 🥲
Fetry Nokas
aurora cantik banget raja damian juga 👑🤩
Fetry Nokas
Raja Nuel ko gatel banget yah
seorang raja ko sifatnya seperti itu menyebalkan
Fetry Nokas
ftonya ratu aurora dong
Ika Fitri
the best
Ika Fitri
semangat up Thor
Ika Fitri
like so much
Ika Fitri
aku padamu Thor
Ika Fitri
lanjut
Ika Fitri
seru abiss
Ika Fitri
vote ku untukmu thor
Ika Fitri
up
Ika Fitri
bagus karyamu Thor
Ika Fitri
seru banget
Ika Fitri
aku mendukungmu Thor
Ika Fitri
wow bintang Korea semua Thor
Ika Fitri
lucu thor
Ika Fitri
musuh dalam selimut
Ika Fitri
like like like
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!