NovelToon NovelToon
Lingsir Wengi

Lingsir Wengi

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Supernatural / Spiritual / Horor / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Laila Al Hasany

Ana kidung rumeksa ing wengi
Teguh hayu, luputa ing lara
Luputa bilahi kabeh
Jim setan datan purun
Paneluhan tan ana wani
Niwah panggawe ala
Gunaning wong luput
Geni atemahan tirta
Maling adoh tan ana ngarah ing mami
Guna duduk pan sirno ....

Ya, itu!
Lingsir Wengi, Rumeksa ing Wengi. Tembang yang selalu disenandungkan simbah putri setiap menidurkanku. Ketika simbah Putri meninggalkanku di kamar sendirian, lamat-lamat kulihat sesosok wanita ayu yang duduk dan tersenyum. Aroma bunga Mawar, menyeruak memenuhi ruangan kamar tidurku.

Aroma itu akan selalu muncul ketika simbah putri mulai bersenandung. Tapi malam ini, siapa? Siapa yang bersenandung? Aku juga belum sempat bertanya kepada simbah putri, tentang siapa sebenarnya sosok wanita berkebaya dan berkerudung itu ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laila Al Hasany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

Nyai Sekar duduk dengan anggunnya di depanku. Sekarang, aku benar-benar dapat melihat parasnya dengan jelas. Kecantikan Nyai Sekar bila diukur dengan kecantikan manusia, tidak kalah cantik dengan artis atau bintang film. Pembawaannya yang lembut dan berkharisma, benar-benar menakjubkan saat dipandang.

*******

Sebenarnya, dulu waktu aku masih SMA, ada seorang teman yang bisa melihat hal-hal gaib, meskipun aku tidak terlalu mengenalnya. Dia pernah sekali mengajakku mengobrol di kantin. Dia berkata bahwa ia sering melihat sosok wanita berkebaya di sekitarku. Ia juga berkata padaku, untuk tidak takut. Karena aroma dari makhluk itu harum, itu pertanda bahwa sosok itu bukanlah makhluk jahat. Akhirnya, aku tahu makhluk itu memang tidak jahat, bahkan makhluk itu, Nyai Sekar, selalu berusaha menjaga dan melindungiku.

*******

"Nduk?" suara lembut Nyai Sekar membuyarkan lamunanku.

"Iy—iya, Nyai?"

"Apa Genduk baik-baik saja?"

Aku tersenyum dan mengangguk. Nyai Sekar membalas senyumanku. Kemudian mulai berkisah,

"Dulu, ayahanda adalah salah satu jin yang menguasai Kerajaan Jin di wilayah ini, ayahanda juga seorang jin muslim yang sering hadir dalam dakwah-dakwah yang dilakukan Walisongo, ayahanda terkadang mengajakku juga. Ketika Sunan Kalijaga menggubah kidung Rumeksa Ing Wengi, hati kami semakin terhanyut pada untaian syair itu. Itu lah alasanku kenapa begitu suka mendengarkan seseorang yang menembang kidung tersebut. Kami hanya ingin hidup damai sebagai diri sendiri di alam kami. Tapi sepupuku, Dursatya. Ia sangat tamak, ia ingin menguasai dunia manusia juga. Ia selalu berfikir bahwa bangsa kami lebih unggul dari makhluk-makhluk lainnya. Ia sering mengajak manusia ke dalam kesesatan. Sedangkan ayahku sudah terikat dengan leluhurmu, Raden Mangkuwijoyo. Sebagai khodam. Pada awalnya, keluarga trah Mangkuwijoyo terlahir banyak keturunan, putra maupun putri, tapi karena kebencian Dursatya pada ikatan kami dengan manusia, Dursatya mengutuk keturunan Raden Wijaya menggunakan sihir paling jahat. Kemudian anak-anak yang terlahir dalam trah itu menjadi anak tunggal dan selalu seorang perempuan. Dengan harapan ikatan akan terputus, tapi Dursatya salah perhitungan. Ia lupa, bahwa ayahanda juga memiliki seorang putri yang bisa mewarisi kekuatan dan kekuasaannya. Karena tipu muslihatnya juga, ayahanda terluka parah dan sekarat." Sekilas aku melihat kilatan kemarahan pada mata Nyai Sekar.

Sejurus kemudian, wajah Nyai Sekar terlihat sendu, ia menarik napas sejenak lalu melanjutkan tutur katanya,

"Dursatya tidak tahu, di akhir hayat ayahanda, ayahanda memindahkan semua energi, kekuatan, kekuasaan dan tahta padaku. Semenjak itu, semua keturunan trah Mangkuwijoyo jadi terikat denganku. Aku menjalankan titah ini dengan senang dan bahagia. Karena keturunan trah Mangkuwijoyo juga tidak pernah menganggapku sebagai budak, tapi seperti saudara. Bahkan, simbah putrimu, Ndoro Putri Gantari. Begitu tahu aku suka aroma dan saripati mawar, ia menanam rumpun mawar dan merawatnya dari kecil hingga sekarang."

"Tapi Nyai, kenapa Dursatya menyerangku?" tanyaku menyela tutur kata Nyai Sekar.

Nyai Sekar menghela napas dan raut mukanya terlihat sedih.

"Aku adalah Jin yang takdirnya terikat dengan takdir manusia yang kudampingi. Adalah kelemahan terbesarku Nduk ... jika sampai terjadi apa-apa padamu, Genduk cah ayu. Kekuatanku akan melemah ketika seseorang yang kudampingi, terluka atau tiada. Dursatya tahu. Itulah kenapa dia selalu berusaha menyerangmu. Ia menginginkanku dan kekuasaanku, dengan segala cara berusaha untuk menaklukkan."

"Tapi Nyai, ibuku menolak pewarisan, lalu kenapa Nyai masih mampu menghalau Dursatya?"

Nyai Sekar tersenyum getir.

"Nduk, waktu ibumu menolak pewarisan itu, jujur dalam hatiku , aku sangat kecewa. Merasa seperti tidak dibutuhkan, terbuang. Tapi simbah putrimu datang dengan sebuah solusi. Ia mengangkat saudara dengan mbok Minten dan memasrahkanku pada mbok Minten menjelang hari-hari terakhir di hidupnya. Tapi sebelum itu, ternyata ia telah menyiapkan pewaris yang terbaik. Waktu itu, seorang bayi yang lahir di Malam Jumat Kliwon, berdasarkan perhitungan jawa, itu adalah hari yang dinaungi keberuntungan. Bayi itu secara alami dianugerahi kekuatan mistis dan supernatural yang sempurna. Kami sangat bahagia ketika tahu tentang kelahiran bayi di waktu yang tepat itu. Iya, bayi itu adalah kamu Nduk, cucu Ndoro Putri. Setelah mendengar kabar kelahiranmu, Ndoro Putri Gantari meminta tolong padaku untuk selalu melindungimu dengan tidak menampakkan diri, hingga pada waktu yang tepat. Tapi terkadang aku ingin menunjukkan keberadaanku padamu. Itu lah kenapa, mungkin kamu beberapa kali melihatku di masa kecilmu." Aku mulai melihat ekspresi wajah Nyai Sekar berubah lebih baik.

"Jadi, kalo aku menerima pewarisan itu, apakah Kerajaan Nyai dan Nyai sendiri akan bertambah kuat?"

"Tentu saja, Nduk. Tapi keputusan ada di tanganmu. Apapun hasilnya, kami pasrah."

Aku terdiam bertopang dagu lalu mulai berpikir. Apakah tidak berbahaya jika aku menerima pewarisan ini? Apakah masa depanku akan baik-baik saja? Pergolakan batin terjadi dalam diriku. Aaargh! Apa yang sebaiknya kupilih?

Sementara di sana, Nyai Sekar menatap wajahku penuh harap.

Bersambung ....

1
Nur Bahagia
Ripin 🤣
Nur Bahagia
jangan2 Sada jadi jin pendamping nya Garvi 🤩
Nur Bahagia
kubah gaib warna perak🤔
Nur Bahagia
siapa nih? 🤔
Nur Bahagia
kannn bener murni sama Rian.. 🤩
Nur Bahagia
ai mbok ga diajak kah? 🤔🥺
Nur Bahagia
sama Rian aja.. yg ketua karang taruna itu 🤗
Nur Bahagia
bisaa aja thaliaa 🤣
Nur Bahagia
Alhamdulillah pak samijan yg terpilih jadi kades nya 🤩
Nur Bahagia
wahh Pin.. Aripiinn... awakmu di senengi wong kutho ki lhoo.. wehhh bejomu lee 😅
Nur Bahagia
🥰
Nur Bahagia
🤩
Nur Bahagia
😍
Nur Bahagia
Alhamdulillah si mbok baik2 aja.. diantara semua tokoh yg ada di novel ini, cuma si mbok idolaku 🔥🥰
Nur Bahagia
ehhh begini doang
Nur Bahagia
malah ngomongin mau nikah.. iki piyee thoo.. mikir selamat aja duluu.. si mbok gimana ini si mbookkk 😭
Nur Bahagia
heettt malah ngobrol.. buruan tuh tolongin mbok Minten 🤦‍♀️
Nur Bahagia
ini lagi si kenanga.. suruh jagain 24 jam, malah ngendon aja di dalam kotak.. duhh 🤦‍♀️
Nur Bahagia
ya elaaahhh Thor aku kecewaaa.. kenapa harus mbok Minten 😭
Nur Bahagia
yesss akhirnya terbongkar semua kebusukan mu Senen 🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!