Dia adalah seorang pendekar hebat du abad kejayaan, dia adalah pahlawan wanita yang selalu di agung - agungkan oleh semua orang. Jangan tanya seberapa besar kekuatan nya, dantian Qi nya sudah melampaui batas manusia. Ia memiliki banyak jenis tumbuhan obat beserta senjata tajam yang sangat legenda dan sangat di incar oleh para kultivator.
Ia berjalan dengan perlahan di antara rintik nya hujan dan jalanan yang licin, seekor kuda liar berlari dari arah hutan dengan sangat kencang. Mei Rui, gadis itu yang mendapatkan serangan secara tiba - tiba pun terkejut hingga membuat dirinya jatuh dari atas tebing.
Cahaya silau merasuk indra penglihatan nya, secara tiba - tiba ia merasa seperti di sebuah danau yang cukup dalam. Beberapa ingatan masuk ke indra pengingat nya , mata nya terbuka ia mulai naik ke atas permukaan dan menghirup udara segar sebanyak - banyak nya. .
"Terimakasih nenek " ia berucap pergi sambil membawa gelang giok pemberian nenek pengemis.
baca kelanjutan cerita nya yuk
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uyuuun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengganggu
Huang Mei berjalan ke pasar untuk mencari hadiah yang akan ia berikan kepada kaisar Wang. Masyarakat menatap Huang Mei dengan tidak percaya, benar - benar sebuah keajaiban bagaimana bisa orang yang buta dari lahir dapat melihat.
Kedatangan Huang Mei menjadi pembicaraan masyarakat, ia sudah sangat di kenal oleh masyarakat dengan sebutan si buta sampah di kediaman jenderal Huang. Huang Mei masuk ke dalam toko yang menjual banyak senjata hingga aksesoris nya.
"Wah ternyata si buta sudah busa melihat ya " ejek Ji Wei.
Huang Mei mengabaikan nya ia tidak terpengaruh dengan kata - kata sampah yang di keluarkan dari mulut orang - orang yang tidak bermutu. Ji Wei yang merasa di abaikan pun marah dan hendak menarik penutup wajah Huang Mei. Huang Mei mencegah nya dengan menahan tangan nya.
"Berhenti bersikap lancang , aku bisa menghancurkan tangan mu dalam sekali genggam " ancam Huang Mei. Huang Mei mengeluarkan aura nya membuat Ji Wei merinding begitu juga dengan teman - teman Ji Wei.
"Pergi ! " Huang Mei melepaskan tangan Ji Wei dengan sedikit mendorong nya hingga Ji Wei terjatuh di tanah.
"Aku menantang mu ! " teriak Jie Wei membuat langkah kaki Huang Mei terhenti.
"Aku menantang mu untuk bertarung di acara ulang tahun kaisar , kalau kau merasa hebat kau akan menerima tantangan ku ! ".
Huang Mei tersenyum sinis, bukan kah dia sedang menggali kuburan nya sendiri, dengan senang hati Huang Mei menerima tantangan tersebut.
"Aku menerima nya " Huang Mei tidak jadi masuk ke dalam toko itu ia memilih pergi dari sana dan memikirkan kado yang sangat cocok untuk kaisar Wang.
Tidak sengaja ia bertemu dengan pangeran ke empat , entah mengapa hari ini merupakan hari kesialan untuk nya.
"Nona muda Huang " panggil pangeran ke empat.
Huang Mei membungkuk dan memberikan penghormatan, hanya sebatas formalitas itu lah yang ia lakukan. Jika bukan karena tata krama ia juga tidak sudi untuk hormat kepada pria bajingan itu.
"Wah ternyata yang di katakan rumor itu memang benar, bagaimana menurut mu apakah aku terlihat tampan ? kau pasti sudah bisa menilainya. Wajar saja kau menyukai ku dan menggemari ku " ucap pangeran ke empat terlalu percaya diri.
"Tidak pangeran, tetap pangeran mahkota yang nomor satu di hati ku. Ketampanan pangeran mahkota tidak akan pernah tergantikan bahkan ketampanan nya melebihi pikiran ku. Dia sangat tampan sekali " puji Huang Mei dengan berlebihan membuat pangeran ke empat kesal.
"Sepertinya aku ada urusan lain , kalau begitu aku pergi dulu sampai jumpa lagi nona muda Huang " Pangeran ke empat pergi dengan sedikit mengumpat.
"Kau menyukai ku ? " Huang Mei kaget melihat pangeran mahkota yang ada di hadapan nya. Entah kapan ia datang bahkan langkah kaki nya sama sekali tidak ia dengar .
Pendengaran nya sangat tajam tapi mengapa ia tidak bisa mendengar langkah kaki pangeran mahkota , sangat aneh pikirnya.
"Kau melamun .... ".
"Tidak ! aku hanya sedang berpikir saja " ucap Huang Mei sambil menatap wajah pangeran mahkota.
Huang Mei meneguk ludah nya secara kasar, wajah pangeran mahkota sangat tampan bahkan di kehidupan lama ia tidak pernah melihat pria setampan pangeran mahkota.
"Sepertinya kau sedang terpikat dengan wajah tampan ku " perkataan pangeran mahkota membuat Huang Mei salah tingkah.
"Pangeran datang darimana ? "tanya Huang Mei yang mencoba mencairkan suasana.
"Tentu saja aku datang dari depan, aku melihat mu dengan pangeran ke empat dari kejauhan jadi aku datang untuk menyapa mu. Tidak ku sangka kau masih mengagumi ku ya " jawab pangeran mahkota.
"Maaf pangeran aku hanya sedikit berbohong , aku mengatakan hal itu karena aku tidak ingin pangeran ke empat terlalu percaya diri di hadapan ku " balas Huang Mei dengan tidak enak hati.
"Tidak apa mengagumi ketampanan ku saja sudah lebih dari cukup ". perkataan Huang Mei membuat nya ternganga.