Nawang sangat mencintai Rafli namun karena suatu hari Nawang tidur seranjang dengan Aiden kakak dari Rafli membuat kedua orang tua Aiden menikahkan dengan Nawang sering cekcok apakah rumah tangga keduanya akan bertahan atau akan cerai di tengah jalan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa sangat cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sudah Resmi Menjadi Tunangan Aku
Rafli baru sampai rumah namun saat Rafli akan masuk ke kamarnya dirinya melihat kedua orang tua Rafli yang ada di ruang tamu, sehingga Rafli langsung menghampiri kedua orang tuanya.
Rafli menyapa Stella dan Marcel terlebih lalu setelah itu Rafli menyalami kedua orang tuanya secara bergantian, lalu Rafli menjatuhkan tubuhnya di sofa yang terletak di depan Stella.
Rafli mengatakan bahwa besok akan melamar Aisyah, bahkan Rafli juga sudah mengatakan bahwa dirinya sudah membeli cincin untuk acara pertunangan dirinya dan Aisyah, mendengar omongan Rafli membuat kedua orang tua Rafli langsung menerbitkan senyum lebar di wajahnya.
Mereka berdua tak menyangka bahwa anak bungsunya akan melamar seorang wanita, Stella pikir bahwa Rafli itu pria tidak normal karena dari dulu selalu di kejar oleh Nawang, namun Rafli selalu menolak Nawang, malah ternyata Rafli sudah punya gebetan yaitu Aisyah.
Setelah Rafli berpamitan akan ke kamar kepada kedua orang tuanya, membuat Stella langsung beringsut berdiri dan bersiap untuk ke supermarket membeli pernak pernik dan oleh oleh untuk di bawa ke rumah Aisyah.
Tentu saja Stella sudah meminta Marcel untuk mengantar ke supermarket, dengan senang hati Marcel mau mengantar sang istri ke supermarket.
Rafli sebenarnya akan memberi kabar tentang rencana pertunangannya dengan Aisyah kepada Aiden, namun kata Stella dari pagi Aiden belum pulang dari perusahaan, bahkan Nawang yang berpamitan akan ke perusahaan Aiden juga belum pulang ke rumah.
Keesokan harinya
Pagi ini Rafli sudah rapi dengan setelan jas berwarna biru, warna tersebut senada dengan pakaian yang di kenakan oleh Stella, dan jas yang di pakai oleh Marcel, Stella memang sengaja memilih warna yang sama supaya serasi.
Tiga puluh menit kemudian Rafli, Stella, dan Marcel sudah sampai di rumah miliknya Aisyah, kedua orang tua Aisyah menyambut kedatangan Rafli dan kedua orang tua Rafli dengan ramah, sementara Aisyah masih di kamar untuk berdandan memantaskan diri akan bertemu dengan kedua orang tua Rafli.
Hafiza dan Ramond merasa tak enak hati karena kedua orang tua Rafli membawa banyak oleh oleh, Hafiza menyuruh asisten rumah tangga miliknya untuk membuatkan minuman untuk Rafli dan kedua orang tua Rafli, bahkan Hafiza juga menyuruh membawa semua oleh oleh yang di bawa kedua orang tua Rafli ke dapur.
Mamanya Aisyah menyuruh asisten rumah tangganya untuk membuatkan minuman dan membawakan camilan untuk Rafli dan kedua orang tua Rafli, setelah minuman dan camilan tersaji di atas meja, kedua orang tua Aisyah menyuruh Rafli dan kedua orang tua Rafli untuk meminum dan mencicipi camilan yang tersaji.
Kedua orang tua Rafli dan Rafli langsung meminum minuman tersebut, setelah Marcel berbasa basi mengobrol tentang perusahaan masing masing, Marcel langsung mengatakan niat kedatangan dirinya, Rafli dan Stella, ke rumah Hafiza dan Ramond untuk menjadikan Aisyah calon istri Rafli.
Kini Rafli dan Aisyah resmi bertunangan setelah Aisyah Rafli saling menyematkan cincin, kedua orang tua Reihan juga membahas rencana pernikahan antara Reihan dan Aisyah yang akan di gelar satu minggu lagi dari sekarang.
Jujur kedua orang tua Aisyah dan Aisyah kompak kaget mendengar usulan dari kedua orang tua Rafli, menurut mereka bertiga itu terlalu terburu buru, berbeda hal dengan Rafli yang malah menerbitkan senyum lebar di wajahnya setelah mendengar usul dari Stella dan Marcel sang papa.
Awalnya kedua orang tua Aisyah dan Aisyah protes karena pernikahan Aisyah dan Rafli di gelar satu minggu lagi dari sekarang, namun kedua orang tua Rafli mengatakan ingin secepatnya mendapatkan cucu dari Rafli, bahkan Stella menggoda kedua orang tua Aisyah supaya ingin cepat punya cucu.
Apalagi Aisyah anak pertama, kalau sudah menikah Aisyah dan Rafli bebas bikin cucu dimana saja, karena godaan dari setan, maksudnya karena godaan dari Stella membuat kedua orang tua Aisyah tergiur dan setuju dengan saran yang di berikan calon besannya, sementara Aisyah menundukkan kepalanya untuk menyembinyakan rona merah seperti kepiting rebus di kedua pipinya.
Kedua orang tua Rafli dan Rafli meminta izin pulang, hal itu membuat Hafiza, Ramond, dan Aisyah mengantar mereka bertiga sampai halaman rumah, dalam kesepakatan kedua orang tua Aisyah terima beres, karena kedua orang tua Rafli yang akan mengurus pernak pernik acara pernikahan Aisyah dan Rafli.
Stella akan menyiapkan semua kebutuhan pernikahan Rafli dan Aisyah yang akan di laksanakan satu minggu dari sekarang, mulai dari hotel, cathering, fotografer, souvenir untuk para tamu, jas pengantin dan gaun pengantin, MUA pengantin, kartu undangan, tempat foto pre wedding untuk Aisyah dan Rafli semua di siapkan Stella.
Aiden dan Nawang sudah ada di rumah saat kedua orang tua Rafli dan Rafli pulang ke rumah, Aiden bertanya kepada Rafli yang masuk ke rumah terlebih dahulu, karena kedua orang tuanya langsung tancap gas pergi lagi ke supermarket.
''Rafli, kamu sama mama dan papa habis dari mana ?'' tanya Aiden yang kini ada di teras rumahnya, dengan santainya Rafli langsung menjawab.
''Aku, mama, dan papa habis melamar Aisyah, dan sekarang Aisyah sudah resmi menjadi tunangan aku'' jawab Rafli dengan nada keras supaya Nawang mendengar jawaban Rafli.
''Apa'' teriak Nawang dengan kencang dan keras, bahkan Aiden yang duduk di samping Nawang sampai terlonjak kaget mendengar teriakan Nawang.
''Kak Nawang, jangan pernah ganggu Aisyah lagi, dan jangan melakukan kekerasan apapun sama Aisyah calon istri aku, kalau sampai aku dengar kak Nawang melakukan kekerasan lagi sama Aisyah, aku ngga bakal menganggap kamu sahabat lagi'' ancam Rafli lalu tanpa menunggu jawaban dari Nawang, kini Rafli masuk ke dalam rumah.
''Rafli, maksud kamu apa ?'' tanya Aiden berteriak, namun Rafli tetap melangkah dan tak menghiraukan teriakan Aiden.
''Nawang, maksud Rafli apa ? apa lo pernah melakukan kekerasan kepada Aisyah sampai Rafli mengancam kayak gitu'' cerca Aiden sambil menatap tajam ke arah Nawang, sementara Nawang hanya diam saja tak menjawab pertanyaan Aiden.
''Nawang, kenapa lo diam saja ? apa jangan jangan lo benar benar melakukan kekerasan sama Aisyah cuma gara gara Aisyah dekat dengan Rafli, dan Rafli lebih memilih Aisyah'' bentak Aiden dengan suara meninggi, Nawang terlonjak kaget karena baru pertama kali Aiden membentak dirinya.
''Aiden, lo tega membentak istri lo sendiri, cuma gara gara lo membela Aisyah, jangan jangan lo juga mencintai Aisyah seperti Aisyah, gue ngga nyangka Aisyah itu seperti jalang yang menggoda banyak pria'' teriak Nawang dengan suara keras.
Aiden mengangkat tangannya hendak menampar pipi mulus Nawang, namun mendengar suara yang sangat familiar membuat Aiden mengurungkan niatnya.
''Aiden, lo mau nampar gue gara gara mengatai Aisyah itu wanita jalang'' bentak Nawang sambil melotot ke Aiden, sementara Aiden berjalan lesu masuk ke dalam rumah.
satu ranjang tidur bareng atuhh 🤭
nawang juga maksa banget minta antar rafli
aman kan bangg rambutnya /Facepalm/