NovelToon NovelToon
Keila

Keila

Status: tamat
Genre:Komedi / Nikahmuda / Spiritual / Romansa / Tamat
Popularitas:193.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Aidahlia

[Trailer sudah tersedia di you tube author]

Mereka sama-sama mencintai, sama-sama tidak mengetahui, merasa kalau mereka hanya mencintai sepihak tanpa balasan.

Berani melanggar aturan Allah hingga akhirnya ditikam harap yang menyesakkan. Perpisahan, pertemuan, semua itu menyatu dalam sebuah kisah cinta mereka yang selalu mereka harapkan berakhir bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aidahlia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter | 18

Kamu itu seperti candu, bila kutatap sekali akan menagihkan di kemudian hari, yang apabila tak kulakukan lagi akan membuatku tersiksa sendiri.

__________

Setelah melewati libur panjang, tibalah saatnya sekarang menghadapi kembali yang namanya sekolah, yang di dalamnya terdapat ladang ilmu, yang selalu disirami setiap waktu dengan guru-guru tercinta.

Suara alarm terdengar melengking-lengking di kamar Keila.

"Duh, berisik banget sih," gerutu Keila sambil menggeliatkan badannya lalu mematikan jam beker yang sudah diatur untuk berbunyi, tetapi ketika ia berbunyi malah dibentak.

Setelah diam sejenak, mengumpulkan nyawa-nyawanya, Keila mulai beranjak dan menuju kamar mandi. Semangat memulai hari pertama masuk sekolah sebagai anak SMA.

Setelah mandi, Keila langsung mengerjakan salat sunnah Tahajud karena jam yang masih menunjukkan pukul tiga, setelah menyelesaikan salat Tahajud, Keila melanjutkannya dengan bertadarus Al-Qur'an sampai azan subuh berkumandang.

Lagi-lagi degupan jantungnya berdetak tidak normal saat suara azan berkumandang dengan suara khas yang dimiliki seseorang.

"Ya Allah, mengapa setiap hamba mendengar suaranya, hati hamba terasa berdesir, dan jantung hamba berdetak lebih cepat."

***

Selesai salat Subuh, Keila memilih untuk membuka buku-bukunya yang sudah lama ia tidak buka. Keila tergiur dengan buku yang berjudul Jatuh Cinta Adalah Fitrah. Keila langsung mengambilnya.

Jatuh Cinta Adalah Fitrah

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." (QS Ar Rum : 21).

Cinta seorang lelaki kepada wanita dan cinta wanita kepada lelaki adalah perasaan yang manusiawi yang bersumberkan dari fitrah yang diciptakan Allah SWT di dalam jiwa manusia, yaitu kecenderungan kepada lawan jenisnya ketika telah mencapai kematangan pikiran dan fisiknya.

Cinta pada dasarnya bukanlah sesuatu yang kotor, karena kekotoran dan kesuciannya bergantung kepada kita. Jika kita mengarah cinta itu kepada kebaikan, maka terbitlah cinta yang suci dan halal. Jika kita mengarahkan cinta kita berlandaskan hawa napsu, maka terbitlah cinta yang kotor dan haram.

Cinta mengandungi segala makna kasih sayang, keharmonisan, penghargaan dan kerinduan, di samping mengandungi persiapan untuk menempuh kehidupan di kala suka dan duka, lapang dan sempit.

Cinta bukanlah hanya sebuah ketertarikan luaran saja. Ketertarikan secara luaran hanyalah permulaan cinta, bukan puncaknya. Dan sudah fitrah manusia untuk menyukai keindahan. Tetapi di samping keindahan bentuk dan rupa harus disertai keindahan keperibadian dengan akhlak yang baik.

Islam adalah agama fitrah. Karena itulah, Islam tidaklah membelenggu perasaan manusia. Islam tidak mengingkari perasaan cinta yang tumbuh pada diri seorang manusia. Akan tetapi, Islam mengajarkan pada manusia untuk menjaga perasaan cinta itu, dirawat dan dilindungi dari segala kehinaan dan apa saja yang mengotorinya.

Islam membersihkan dan mengarahkan perasaan cinta. Kita harus ingat juga, cinta itu tidak harus memiliki seseorang tersebut. Jika memang kita cinta kepada seseorang jaganlah kita mengotori hatinya dan menodai dirinya, dan kita juga harus rela berkorban agar orang tersebut itu bahagia bersama orang lain. Walaupun tidak dengan diri kita, Insyaallah pahala yang akan kita dapatkan, bukan malah memaksakan keinginan kita untuk memilikinya.

Ingat, kadang setan mengeluarkan berbagai cara agar kita ikut menjadi golongan mereka jika kita memang sayang dengan orang tersebut. Terutama buat laki-laki, mintalah wanita tersebut dengan baik-baik untuk menjadi istrimu, bukan pacarmu. Jika memang wanita tersebut tidak bisa menerimamu, maka jangalah kamu memaksakan kehendakmu untuk memilikinya hingga berbagai cara kalian tempuh agar mendapatkan hatinya.

Ingat, rasa cinta itu tidak bisa dipaksakan. Semakin kalian memaksakan rasa tersebut, yang ada orang yang kalian cintai itu akan sangat menderita, bukan malah bahagia. Jika memang kalian cinta kepada orang tersebut, janganlah membuat ia susah bahkan doakan agar ia bahagia walapun tidak bersama kalian.

Begitu juga buat wanita jika kalian mencintai seseorang, jagalah baik-baik rasa cinta itu dan jangan sampai gara-gara cinta jadi mengorbankan harga diri kita sebagai wanita.

Ingat, kehormatan wanita itu sangat berharga. Jadi, jagalah dengan baik. Jika memang kita mencintai seseorang tersebut karena Allah, cukuplah kita berdoa. Jika memang dia jodoh kita, pasti akan dipertemukan Allah.

Keila terkejut saat melihat jam sudah menunjukan pukul setengah enam lewat, Keila harus bergegas membantu uminya di dapur dan pekerjaan lainnya. Di saat itu juga Keila melepas buku dari genggamannya dan segera turun ke bawah untuk membantu uminya.

***

Di dapur sudah ada umi dan Dhira yang sudah sibuk dengan alat-alat dapur. Keila semakin merasa bersalah.

"Assalamu'alaikum, Mi, Kak?"

"Wa'alaikumussalam warrahmatullah."

"Maaf ya, Mi, Kei baru dateng, tadi kebablasan baca buku."

"Udah enggak apa-apa, mari bantu Umi menaruh piring-piring ini ke meja makan, setelah itu kalian berdua ganti pakaian seragam lalu sarapan, oke?"

"Oke, Mi!" jawab Keila dan Dhira bersamaan.

Setelah membantu uminya, Keila dan Dhira bergegas menuju kamar mereka masing-masing untuk mengganti pakaian santainya menjadi seragam sekolah.

"Itu yang kemarin ke sini siapa namanya? Heri atau Fahri?" tanya Dhira tiba-tiba, memotong jalan Keila.

"Fahri, Kak."

"Oh," ucap Dhira seraya memanggut-manggutkan kepalanya.

"Ada apa, Kak, kok nanyain dia?"

"Enggak! Oh ya, ingat, jangan deketin Al-Kahf, dia pangeran aku dududu ...," ucap Dhira lalu pergi begitu saja meninggalkan Keila.

Keila hanya beristighfar dalam hati seraya menggelengkan kepalanya. Kakaknya itu tidak pernah lelah mengganggunya.

***

Selesai mengganti pakaiannya, Keila langsung berbegas menuju ruang makan untuk melaksanakan sarapan pagi bersama keluarga. Saat Keila hendak menekan kenop pintu, pintu malah sudah terbuka, Keila memicingkan matanya heran. Ia celingak-celinguk mencari siapa pelakunya, saat menoleh ke belakang, matanya langsung membulat dan berlari ke arah kasur,  ia langsung meringkuk di atasnya, ia tutup matanya dengan tangan.

"Ya Allah, Sayang, ini Abi, Nak. Abi langsung masuk karena kamu enggak buka-buka pintunya, kamu lagi pakai kerudung pun Abi sudah di perpustakaan pribadi kamu."

"Hei, kamu mah setiap kaget pasti kayak gini, maafin Abi, Sayang. Abi cuma mau bikin suprise aja buat kamu," ucapnya lagi seraya mengelus punggung Keila yang gemetar.

Sejak seminggu yang lalu Abi memang tidak ada di rumah karena ada meeting di luar kota, niat Abi memasuki kamar Keila tanpa izin, supaya menjadi suprise saja sebenarnya. Apalagi saat Abi mengetuk pintu tetapi tidak segera dibukakan, sekalian saja dia buat suprise, pikirnya.

"Abi ...," teriak Keila tiba-tiba sambil bangkit lalu memeluk Abinya.

"Kenapa, Sayang? Maaf, ya, Abi ngagetin kamu," ucap Abi sambil membalas pelukan Keila.

"Kei kangen Abi."

"Abi juga kangen kamu, kan kita udah ketemu sekarang, udah, ya, Sayang, jangan sedih dong, ayo ke ruang makan, umi dan kak Dhira udah menunggu lho."

***

Selepas malahap habis sarapannya, Keila bergegas merapihkan alat-alat sekolah yang mau ia bawa. Setelah itu ia turun ke bawah, umi dan abi pasti sudah menunggunya di ruang tamu.

"Umi, Abi, Kei berangkat ya," ucap Keila seraya mengecup punggung tangan Abi dan Uminya.

"Sekolah kamu yang baru kan jauh, Nak, biar Abi antar," ucap Abi saat Keila mengecup punggung tangannya.

"Enggak apa-apa, Abi, sebentar lagi 'kan Abi udah harus ke kantor."

"Udah enggak apa-apa, lagi pula, kan, Abi habis meeting ke luar kota satu minggu, baru pulang pagi ini, dan Abi ini CEO, orang kantor pasti ngertiin kok."

"Hm ... oke deh, terima kasih, ya, Abi."

Saat Keila dan Abinya hendak menuju pintu, bel rumah berbunyi, Keila langsung bergegas berlari menuju pintu depan meninggalkan Abinya. Saat ia membuka pintu, dia malah menaikkan sebelah alisnya.

"Ari, ngapain?"

"Hai?" sapa Fahri tanpa menjawab pertanyaan Keila yang terkesan to the point.

"Ada apa, Ri?"

"Jemput kamu."

Mulut Keila sudah menggangga, tapi terurungkan mengeluarkan suara saat suara bariton Abi memotongnya.

"Eh ada kamu Fahri."

"Iya, Om," ucap Fahri seraya mengecup punggung tangan Abi.

Berpapasan saat itu suara nada dering pertanda telepon masuk terdengar melengking-lengking dari balik saku celana depan Abi.

"Sebentar, ya," ucap Abi seraya melangkah ke lain tempat.

Cukup lama Keila dan Fahri menunggu, hingga akhirnya Abi keluar kembali. Namun ada yang berbeda, kini pakaian Abi jauh lebih formal, pakaian kerjanya sekarang melekat indah di tubuhnya.

"Em, maaf ya, Sayang. Abi enggak bisa antar, di kantor tiba-tiba didatangi tamu mendadak, kamu sama Fahri, ya." Abi langsung menatap Fahri. "Fahri, Om titip Kei, jangan diapa-apain," ucap Abi sambil mengelus puncuk kepala Keila, lalu pergi meninggal kan Keila dan Fahri.

"Iya, Om, tenang aja!" ucap Fahri sedikit berteriak, karena Abi sudah cukup jauh melangkah.

"Yaudah, yuk, Kei, berangkat, nanti telat, masak murid baru telat sih," ucap Fahri sambil berjalan mendahului Keila. Itulah kebiasaannya, lebih suka berjalan lebih dulu, meninggalkan sambil terus mengeluarkan kata-kata aneh.

"Naik ini?" ucap Keila saat melihat Fahri mulai menaiki motor ninjanya.

"Ya."

"Tapi ...."

"Ayolah! cepat! nanti telat!" Sepertinya Fahri sudah mulai geram dengan Keila ini.

Sebenarnya Keila ingin menolak, tapi, jika ia berpikiran baik bis atau angkutan umum, dia bisa masuk data point di awal masuk sekolah. Akhirnya, mau tidak mau, ya harus mau. Setelah menghembuskan napas berat dia pun menaiki jok bagian belakang motor Fahri.

***

Keila sudah turun dari jok bagian belakang Fahri. Mereka sudah berada di parkiran. Sebenarnya Keila ingin berjalan lebih dulu, dan lagi-lagi keadaannya memaksa untuk menunggu dan melakukan hal yang tidak ia mau.

"Yuk!" ucap Fahri yang tiba-tiba ada di samping Keila.

"Udah kamu duluan aja!"

Batin Keila berteriak, jangan ... aku takut keramaian ....

"Aku tau, Kei, kamu itu takut sama keramaian, ditambah, kamu enggak ada teman kenal, lagi juga abi kamu nitipin kamu sama aku, udah ayo cepet nanti keburu bel masuk berbunyi, masuk data point lu!"

"Ih kok jadi dia yang maksa, sih!" gerutu Keila dalam hati.

"Jeh, malah bengong, ayo, Mikeila!"

"Dasar!" ucap Keila seraya berjalan lebih dulu.

"Kamu jalan di samping aku, jangan di belakang, nanti aja ketinggalan, kamu 'kan belum tau dimana kelas baru kamu, ya, kan?" ucapan Fahri berhasil menghentikan langkahnya.

"Ayo, Keila! Udah jalan nunduk! Nanti nabrak cogan baru tau rasa!"

"Cogan apa, Ri?" tanya Keila polos.

"Polos banget sih kamu, bikin gemes!"

"Aku enggak tau, serius, Ari!"

"Cogan itu cowo gateng, Sayang," ucap Fahri sambil terkekeh.

Apa? Sayang? Seketika Keila terdiam. Bibirnya terasa kelu, jujur saya, baru kali ini ada laki-laki yang berani mengatakan itu. Pipi Keila memanas, dia yakin, saat ini pasti pipinya sudah blussing.

"Cie, Humairah, pipimu kemerahan." Fahri puas mentertawakan Keila.

"Ihh ... Ari ...."

Melihat wajah Keila yang lucu di matanya, dia malah tambah terbahak. Sungguh, ternyata sahabat kecilnya tidak pernah berubah, pemalu dan menggemaskan.

"Yaudah, yuk langsung cari kelas baru, bentar lagi pasti bel," ajak Fahri, dia kasihan melihat Keila malu seperti itu.

Saat langkah mereka baru saja terangkat dan menapak kembali di tanah, di saat itu juga teriakan seseorang menghentikan langkah kedua mereka.

"KEI, TUNGGU ...."

Keila dan Fahri memutar tubuhnya 180 drajat. Keila langsung tersenyum dan bernapas lega.

"Eh, Intan."

"Kok, lo tumben berdua?"

"Iya, tadi si Ari jemput, yaudah aku bareng dia."

"Biasanya kalian barengan sama Al-Kahf?"

"Al, Ya Allah, pasti Al masih nunggu aku di halte." Bagaimana dia bisa melupakan perjanjiannya sendiri.

"Emang biasanya gitu?" tanya Fahri.

"I ... iya, sebenarnya bukan aku sih yang mau, bundanya Al-Kahf. Duh gimana, ya, jangan sampe dia telat gara-gara aku."

"Terus gimana? Kalo kamu balik lagi, kan, enggak mungkin, udah lah dia kan laki laki, tenang aja."

"Tapi ...."

"Udah ayo cepet!" Tiba-tiba nada bicara Fahri malah terdengar ketus dan dingin, raut wajahnya pun seketika berubah datar.

Fahri berjalan mendahului Keila, dengan perasaan campur aduk Keila mengikuti langkah Fahri bersama Intan.

"Tan, aku takut Al telat dan dihukum gara-gara aku ...."

"Udah lo positive thingking aja, kali aja si Al-Kahf udah ada di kelas."

"Semoga aja."

***

"Ini kelas kita, ayo masuk!" ucap Fahri tepat di sebuah kelas yang pintunya sudah terbuka lebar.

Keila sedikit terkejut saat melihat Fahri duduk satu baris dengannya. Dia dan Intan di barisan pertama, sementara Fahri di barisan ketiga.

Keila langsung memutari setiap sudut ruangan, berharap satu laki-laki yang ada di otaknya saat ini segera hadir di matanya.

"Lo masih cemasin Al-Kahf kali, Kei? Udah lah jangan terlalu gini juga," ucap Intan, dia sedaritadi memperhatikan mata Keila yang terus berputar-putar.

"Aku enggak enak hati, Tan."

Berpapasan saat itu, bel pertanda masuk berbunyi. Keila semakin cemas, sampai ruangan ber AC pun berhasil mengeluarkan keringat di kening Keila.

Tiba-tiba, datang seorang guru memakai baju PGRI berwarna abu-abu, baju lengan panjang sementara rok selutut, kacamata bulat menyangkut di hidung mancungnya. Wajahnya menampakkan kalau dia itu seorang perempuan non-muslim.

"Pagi, anak -anak."

"Tan, gurunya udah dateng, gimana dong si Al?" Keila semakin cemas.

"Duh, gue juga enggak tau, Kei." Intan jadi ikut kebingungan.

"Perkenalkan, nama Ibu, Inggrid Fransiska, kalian bisa panggil Ibu dengan sebutan Bu Inggrid." Ucapan guru itu terhenti saat suara ketukan pintu terdengar.

"Assalamu'alaikum. Maaf, Bu, saya telat."

Seketika ruangan hening. Seluruh sorot mata menatap ke arah pintu tanpa ada satu pun orang yang membalas salamnya.

"Wa'alaikumsalam."

Kini, seluruh sorotan mata beralih ke arah laki-laki yang duduk di barisan satu bagian ketiga, Fahri.

"Kenapa pada liatin gue? Kalau menurut agama gue, ucap salam itu sunnah dan jawabnya itu wajib!"

"Ya Allah, Ari, belum apa-apa udah jadi bahan lihatan banyak orang," desis Keila seraya menepuk pelan keningnya.

"Siapa kamu?"

"Mohammed Al-Kahf, Bu."

"Itu beneran Al-Kahf?"

"Iya, itu si Al-Kahf, Kei," jawab Intan.

"Alhamdulillah." Akhirnya ia bisa bernapas lega.

"Kenapa telat?!"

"Maaf, Bu."

"Kamu ini! Ibu memaafkanmu kali ini, lain kali, kalo kamu mengulangnya, Ibu akan menghukum kamu, membersihkan kloset kamar mandi perempuan!"

Seketika kelas menjadi riuh dengan suara bahakan tawa.

"Jangan ada yang tertawa! Kamu, cepat duduk."

Al-Kahf menghembuskan napas lega, ia langsung berjalan mencari tempat kosong.

"Kahf, sini samping gue!" Teriakan Fahri tidak hanya membuat Al-Kahf menoleh, seluruh kelas menoleh ke arahnya.

Lagi-lagi Keila menepuk keningnya.

***

Bel istrirahat terasa sangat lambat, mungkin karena mereka masih menjadi murid baru.

"Ah, akhirnya!"

"Fyuh ...."

Dan segala macam gumaman aneh para kids zaman now saat bel istirahat berbunyi.

"Ke kantin yuk, Kei," ucap Intan seraya bangkit dari duduknya.

"Yuk!"

"Cie elah, yang prince-nya udah dateng mah, semangat pisan euy," ledek Intan.

"Apa sih, Intan!"

Intan terkekeh kecil. "Yaudah, yaudah, ayo cepet ke kantin, perut gue udah laper berat nih."

***

Memang namanya kantin, pasti setiap sekolah akan ramai pas waktu istirahat. Ah rasanya Keila ingin memiliki kantin pribadi.

"Aku kangen banget nih makan-makanan sekolah kayak gini, apalagi sama sahabat-sahabat aku," oceh Keila saat makanannya sudah ada di depan mata.

"Lo punya sahabat?"

"Ya iyalah, emang kamu enggak punya kali?"

"Enggak, gue enggak punya sahabat waktu di SMP," ucap Intan ketus seraya melahap makanannya banyak-banyak, sehingga membuat pipinya kembung dengan makanan.

"Kok bisa?"

Intan hanya bergumam tidak jelas karena makanan di mulutnya terlalu banyak.

"Yaudah, yaudah, habisin dulu makanannya," ucap Keila sambil terkekeh.

Setelah menatap piring yang sudah kosong, Intan menatap arah tempat pembayaran, dia belum bayar, sedikit menyesal tidak langsung bayar saat pemesanan makanan.

"Males banget deh antre lagi," ucap Intan seraya menyenderkan kepalanya di bangku kantin.

"Sini biar aku aja," ucap Keila seraya mengambil uang di tangan Intan.

Intan langsung tegap. "Eh ... eh, emang berani?"

"Berani kok."

Keila langsung bangkit dan berjalan menuju tempat pembayaran. Langkahnya langsung terhenti, bahkan berhenti dalam posisi menyakitkan.

"Astaghfirullah," desis Keila sebagai ganti ringisannya. Bahu Keila ditabrak oleh seseorang yang tidak dia kenal. Dan sungguh, kakinya terasa sakit.

"Ups, sorry."

Ternyata yang menabrak Keila seorang perempuan tidak berjilab yang kemarin mencegat Fahri. Dan kini, Keila dikelilingi teman-temannya. Bagaikan maling yang sedang dikroyok masa.

"Makanya, kalau jalan pake mata! Jangan pake dengkul!"

Mereka semua terus mengeluarkan sumpah serapah mereka bergantian. Keila merasa benar-benar malu.

Tiba-tiba Intan menerobos masuk, dia segera membangunkan Keila.

"Udah salah, bukannya minta maaf, malah ngatain, enggak punya otak ya lo pada?" gentak Intan.

"OH JADI MAU JADI JAGOAN?"

"JAGOAN KESIANGAN, GUYS"

"Kok lo ngenges sih?"

"Wah Anda kepancing, ya? Ih dasar ikan abal-abal."

Intan benar-benar geram. Saat ia ingin maju, tangannya malah dicekal kuat oleh tangan Keila.

"Sekolah tempat belajar, bukan tempat cari masalah."

"Al?"

Merasa namanya dipanggil, Al-Kahf langsung menoleh ke arah Keila. Tidak lama, dia langsung menunduk lagi.

"Cogan," bisik salah satu mereka kepada temannya.

"Hello, Mister, what is your name?"

"Wanita itu dikasih kelebihan, bahkan disebut perhiasan, dan kamu, kamu malah merendahkan apa yang sudah Tuhan berikan."

"Perhiasan? Gue udah make nih, ada anting, cincin, kalung."

Al-Kahf menghembuskan napasnya pelan. Menghadapi wanita seperti ini sama saja menggali lobang masalah sendiri.

"Oh, Sisil, ya?" Dan lagi-lagi ada yang datang tiba-tiba.

Grombolan perempuan itu langsung membulatkan matanya.

"Itu yang lo cari, kan?"

"Diam lo bodoh!" gentak Sisil.

"Ada apa nih?" tanya Fahri seraya berjalan mendekat ke arah Keila.

"Enggak ada apa-apa kok, Fahri." Seketika nada bicara Sisil langsung melembut.

"Jijik gue," celetuk Intan seraya membuang pandannnya, jengah.

"Lo kenapa sih?" Nada lembut itu masih dia gunakan, bahkan terkesan saat ini dia yang tersalahkan.

"Ih najis, baru pertama ketemu aja, gue udah kenalan sama dua muka lo, banyak juga ya mukanya, sumbangin dong sama orang yang enggak punya muka!"

"Astaga, lo tuh enggak jelas banget deh!"

"Cih!"

"Dia tuh udah buat Keila jatuh, udah salah bukan minta maaf malah bully Keila. Dempul, banci Thailand, ih, pengen gua rebus aja muka lo!"

Baru saja Sisil hendak membalas cibiran Intan, namun dipotong Fahri.

"Kok lo jahat si sama, Kei?"

"Enggak gitu, Ri."

"Baru kenalan aja udah jahat, ih serem!"

"Fahri, kok lo gitu? Ish!"

"Dasar!" Di saat itu juga Sisil pergi bersama teman-temannya.

"Kamu enggak papa, kan, Kei?" tanya Fahri.

"Enggak kok."

"Aku duluan ya," ucap Al-Kahf, tanpa menunggu tanggapan lain, dia langsung pergi begitu saja.

1
Uswatun Khasanah
walupun jadi istri y kaf kan halal sah2 aja pegang atw peluk. sama2 masih canggung dan malu. bner2 suami y kaf ga berani pegang maksa keila istri y 😍😍😍😍😎
Uswatun Khasanah
masya allah baperrrr romantis syahduuuu y. alhmdulilah sah penantian terpajang terpisahkan oleh waktu dan negara. ketemu lg pas kuliah sama lg cinta dlm doa dan diam. minta sama allah langsung
kabuliin doa y sama authoor berjodoh dgn sang pujan hati al kahfi dan keila y. semoga pernikahan y samawa langgeng janah allah amin 🤗🤗🤗😇😍😘😘😘😘
AwanMendung26: Assalamu'alaikum. 🌻
Halo, kak. Jika berkenan mampir di cerita aku juga, yuk! Judulnya Jodoh Untuk Syakayla. 🌻

Terima kasih. 🌻
total 1 replies
amalia
gk jelas bgt keila tu
amalia
psikopat
Almera Al-Farizi
waalaikumsalam ka ai, udah baca dong
Lisa Munzila
kakak author......gita dan seira jodohin Ama kakak nya Al kahf dan farel ya ..😊😊
Rezvi Amalia Rahmah
kak, Gita Sama seira apa kabar? kok di hari pernikahan keila gaada😂 aku nungguin mereka, eh sampai part akhir ga ketemu
istrijongin
mulai baca
Firga
Good novel
dev
udah lama ga dapet notif dari ka ay di nt 🙃
Nara
Bismillahrirrohmanirrohim
jangan lupa mampir dinovel pertamaku judulnya Bidadari Bumi
Lala cantik...
di tunggu ka kelanjutan nya....
semangat kaka....
Nara: Bismillahrirrohmanirrohim
jangan lupa mampir dinovel pertamaku judulnya Bidadari Bumi
total 1 replies
Lala cantik...
ngeri😫
Uswatun Khasanah
nambah ank kei sama Al y kembar. cpt bgt tamat y .S 2 y tunggu bgt. 😘😘😘😘😘😘😘😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
Uswatun Khasanah
bisa2 jodoh y fahri dira GA relaaaaa bgtt authooor sumpahhhh. 🤪🤪🤪😡
Walupun udh tobat juga.
knpa ga Sama gita, atw serina sahabat y kie
Uswatun Khasanah
rencana km kerennnn bgt memperjuangakan cinta karna Allah 😘😘😘😘😘😘
Semangatt Al.
Uswatun Khasanah: OK 🤗🤗🤗😍
total 2 replies
Uswatun Khasanah
authooor bikinnnnn nyesekkkkkk bgttt bgtttt 😭😭😭😭😭😭😭
Uswatun Khasanah
emng bisa tivi bioskop d matiin 🤣🤣🤣🤣🤣ngakakkk penakut tapi maksaiin Nonton hsntu 😁😁😁😁🤣🤣🤣
Uswatun Khasanah
ya Allah bner2 gita kurang akhlak bgt shabatan tuh. jahilin keterlaluan km git🤣🤣🤣🤣🤣🤣
nagis2 tw org sadar GA koma
Uswatun Khasanah
ngakak Seru bgt cerita Masya Allah 🤣🤣🤣🤣🤣🤣😅😅
gatek y kebalik masuk air semua tuh🤣🤣🤣🤣bencandan mulu nih
Uswatun Khasanah: 🤣🤣🤣🤗🤗🤗 jdi hot komen. getek perahu kecil. kak halo tmn semua y
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!