NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang

Cinta Terlarang

Status: tamat
Genre:Duniahiburan / Tamat
Popularitas:815.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Clarissa icha

Semua bermula dari CINTA TERLARANG.!!!

Diselimuti ego, obsesi dan dendam, mereka tidak sadar jika semua perasaan itu yang telah menciptakan kehancuran dalam kehidupan mereka.

Kebahagiaan terenggut, mengorbankan orang-orang yang tidak bersalah di sekitar mereka. Banyak hati yang terluka, bahkan mereka yang melukai hatinya sendiri.

Seandainya saja bisa mengesampingkan ego, membuang obsesi dan menghapus dendam, mungkin kehancuran ini tidak akan mereka alami.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Liana bangun lebih awal. Wanita yang sudah pulih dari kecelakaan itu mulai melakukan aktivitas seperti biasanya. Dia menyiapkan baju sekolah anak-anak dan pergi ke dapur untuk membuat sarapan. Tadi malam Liana melarang Sinta agar tidak membuat sarapan lagi, sebab mulai hari ini Liana sendiri yang akan membuat sarapan untuk keluarga kecilnya.

Senyum di bibir Liana merekah, dia tampak menikmati kegiatan pagi ini dengan memasak makanan kesukaan Alan dan kedua anak-anak. Padahal dia hanya 1 minggu di rumah sakit dan bed rest di rumah selama 5 hari, namun Liana merasa sudah sangat lama tidak memasak untuk keluarganya.

"Selesai,," Serunya setelah mena semua menu di atas meja makan. Piring dan gelas juga sudah tertata rapi di sana. Liana benar-benar melakukan semuanya sendiri dengan perasaan bahagia.

Selesai dengan masakannya, Liana lantas membangunkan anak-anaknya untuk menyuruh mereka mandi dan bersiap.

Anak-anak bangun dengan penuh semangat pagi ini. Sudah lama mereka merindukan momen seperti ini, dibangunkan oleh Mamanya dan semua keperluan sekolah juga di siapkan. Lebih dari 1 tahun mereka merasa kehilangan peran seorang Ibu, kini mereka bisa merasakannya kembali.

Liana kembali ke kamarnya karna dia juga harus mandi dan bersiap untuk mengantar anak-anak ke sekolah. Selain mengantar anak-anak, Liana berencana mengajukan surat pengunduran dirinya sebagai sekretaris. Dia telah mempertimbangkan hal ini dengan matang dan keputusannya adalah berhenti bekerja demi bisa mengurus keluarga kecilnya.

Alan masih tidur ketika Liana masuk ke kamar. Wanita cantik itu mengukir senyum sembari berjalan ke arah ranjang. Dia mengusap sebelah wajah Alan dengan tatapan sendu. Sejak di rumah sakit Liana merasa sikap Alan berubah dingin padanya. Suaminya itu tidak seperti Alan yang dulu. Liana sempat bertanya langsung pada Alan kenapa sikapnya jadi seperti itu, namun Alan dengan tegas menjawab jika sikapnya masih sama seperti dulu.

Gerakan tangan Liana membuat Alan terbangun. Alan reflek menjauhkan wajahnya karna terkejut.

"Kamu sedang apa.?" Tanya Alan seraya mengubah posisi menjadi duduk.

"Mau bangunin kamu, sarapannya sudah siap. Aku mandi dulu, pagi ini biar aku yang antar anak-anak." Jawab Liana pelan. Ada gurat kesedihan di wajahnya karna reaksi Alan yang terlihat tidak suka ketika melihatnya.

"Kamu yakin sudah bisa menyetir.?" Alan tampak ragu dan khawatir. Dia tidak mau membahayakan keselamatan anak-anak.

"Aku baik-baik saja dan bisa menyetir. Kamu tau sendiri aku nggak ingat apapun saat kejadian, sedikitpun nggak ada trauma untuk menyetir lagi." Sahutnya meyakinkan Alan.

Alan akhirnya mengijinkan Liana yang mengantar anak-anak.

...******...

Sinta sedang mencuci baju di lantai dua. Alan bergegas menyusul Sinta setelah mobil Liana keluar dari halaman rumah untuk mengantar anak-anak.

Kedatangan Alan menghentikan kegiatan Sinta untuk sesaat. "Mas Alan butuh sesuatu.?" Tanya Sinta datar. Dia kembali melanjutkan aktivitasnya dengan memasukan baju-baju kotor ke dalam mesin cuci.

"Mas udah sewa apartemen buat kamu." Ucapnya memberi tau.

Sinta menoleh dengan tatapan tajam. "Sudah berapa kali Sinta bilang, Sinta nggak mau menuruti permintaan Mas Alan. Minggu depan Sinta memang mau keluar dari rumah ini, tapi bukan untuk tinggal di apartemen. Sinta akan tinggal di rumah Mas Galang dengan Mama juga." Tegasnya.

Sejak kemarin Alan terus menerornya dengan sederet pesan yang menyuruhnya pindah ke apartemen agar mereka bebas bertemu tanpa harus takut ketahuan. Sinta sudah menolaknya berkali-kali, tapi Alan tetap nekat menyewa apartemen.

"Mau nurut sama Mas atau Mas bongkar hubungan kita.?" Ancam Alan dengan wajah datarnya. Namun sorot mata Alan tidak main-main.

"Mas jangan gila. Sekarang Mba Liana sudah berubah, seharusnya Mas Alan nggak butuh aku lagi."

"Siapa bilang Mas nggak butuh kamu lagi.?" Alan terlihat kecewa. "Kamu sendiri yang bilang nggak mau dijadikan pemu as naf su, setelah Mas jatuh cinta, kamu malah seenaknya ingin pisah.?!" Nada bicara Alan mulai meninggi.

Sinta segera menundukkan kepalanya, dia tidak sanggup melihat kekecewaan di mata Alan. Apalagi dia juga merasakan hal yang sama seperti Alan.

Keadaan menjadi hening sesaat. Alan menghampiri Sinta yang masih tertunduk. Dia meraih tangan adik iparnya dengan kuat setelah hampir di tepis.

"Mas cinta sama kamu, tolong jangan tinggalin Mas." Ungkap Alan tanpa ada kebohongan sedikitpun di matanya. Sinta bahkan bisa merasakannya jika Alan sungguh-sungguh.

"Tapi Mas,,,"

Alan langsung memotong ucapan Sinta. "Sayang, Mas harus ngapain lagi biar kamu nggak ninggalin Mas.? Kamu tau sendiri kesabaran Mas cukup buruk. Untuk kali ini, sebaiknya kamu menurut saja." Desaknya.

"Semua orang akan membenci ku jika hubungan kita terbongkar." Ucap Sinta cemas.

"Nggak akan, selagi kamu patuh sama Mas, semuanya akan baik-baik saja." Alan mencoba meyakinkan Sinta.

Janda muda itu tampak tidak berkutik lagi, dia sebenarnya malas jika harus berdebat dengan Alan karna sudah tau akan seperti apa endingnya. Jadi dia memutuskan diam.

"Sini biar Mas bantu cuci." Alan memasukkan baju kotor yang tersisa ke dalam mesin. Sinta hanya diam di tempatnya sampai mesin cuci itu di nyalakan oleh Alan.

"Temani Mas sarapan,," Alan dengan santainya menggandeng tangan Sinta dan mengajaknya turun.

Kini mereka berdua sudah ada duduk di depan meja makan. Alan memang sengaja tidak sarapan bersama dengan Liana dan anak-anak karna ingin sarapan di temani Sinta.

"Di perusahaan sedang membutuhkan staff keuangan. Mas bisa merekomendasikan kamu agar diterima di sana. Bagaimana.?" Tutur Alan antusias. Bekerja satu perusahaan dengan Sinta adalah keinginannya sejak lama.

"Nanti Sinta siapkan CVnya."

Senyum Alan merekah, dia terlihat bahagia karna Sinta setuju bekerja di perusahaan yang sama dengannya.

Alan sudah selesai menghabiskan sarapannya. Sinta membereskan piring bekas makan Alan dan membawanya ke tempat cuci piring untuk di cuci.

Dengan jahil, Alan memeluk Sinta dari belakang. Sinta sempat memberontak, tapi Alan menyuruhnya diam.

"Sinta, bagaimana kalau Mas nggak bisa melepaskan kamu.? Mas benar-benar jatuh cinta sama kamu." Ungkap Alan dan semakin mengeratkan pelukannya.

Sinta menelan ludah dengan susah payah. Jujur dia juga takut tidak bisa melepaskan Alan. Walaupun di depan Alan sering meminta mengakhiri hubungan, tapi sejujurnya Sinta belum siap.

"Seharusnya kita bisa menahan diri sejak awal, jadi nggak seperti ini." Sesal Sinta.

"Sudah terlambat, kita sudah terlalu jauh sayang." Ucap Alan seraya mengecup curuk leher Sinta dan membuat pemilik tubuh itu menegang.

Alan mengulum senyum ketika merasakan tubuh Sinta menegang. Dia kemudian memberanikan diri menyusupkan tangannya ke balik baju tidur Sinta.

"Mas,, nanti ada yang lihat." Sinta mencekal pergelangan tangan Alan agar keluar dari balik bajunya.

"Cuma ada kita berdua disini." Jawab Alan dengan suara yang mulai berat. Dia pria normal, hampir 3 minggu tidak menuntaskan hasratnya membuat Alan tidak bisa menahan dirinya lagi. Alan langsung mengangkat tubuh Sinta dan membawanya ke kamar Sinta.

1
Nia Nara
Wah parah sih ini.. Mau apapun alasannya, tetap tidak dibenarkan
antha mom
👍
Nurul Haeni
Luar biasa
Ass Yfa
mereka saling berkhianat kayaknya....huh ..rumqh tangga macam apa yg mereka jalani...ck
silvani riskasyahputri
beda dari yang lain ..ceritanya bukan cuma mesra2 aja ..tapi byk nasehat pernikahan byk bgt pelajaran bagus disini .. semangat Thor ..sllu bkin karya bagus yaaa 🤩🫰🏻
cucu rosmalia
sinta dapat karma ga yaa.. perempuan paling ga punya hati yg tega masuk jd duri rmh tangga kka sendiri....
aku skip bacanyaaa.. aga maless..
Virgo Girl: Fuhhh untung baca komen kk jd pikir ulang mau baca. Takut ritme jantung ga teratur klo baca🤦‍♀️😭
total 1 replies
Halimah
A gemes bca Alan SM Sinta,ka apa nga bisa bikin Sinta pergi dari Alan,heemm😤🥴
Tika Sartika12
Luar biasa
Prahesti Vita masita
sudah hadir disana kak .. sedang menunggu update 😁
Ummi Yatusholiha
udah baca thor 😊
Dien Elvina
udah di sana kak 😁
Virgo Girl
Wahhh... kyknya ngeri nih endingnya... maaf tebak aj. Aku menghindar tema cerita affair antar kel spt ini. Ga kuat😭😭 tp kk Icha one of my favorite author ❤❤
Etyka Machfudyawati
Napa ga dlnjut
Bunda
nyimak lagi 😊
Larasati
lanjut dong masih gantung ceritanya
Larasati
kasihan Sinta ternyata Reyhan menikahi unsur dendam padahal kecelakaan itu tidak di sengaja
Larasati
kasihan Sinta aibnya kebongkar pengen Liana jg kebongkar berselingkuh sama bos nya
Larasati
kira" perselingkuhan Liana sama Dave ketahuan gak ya masa cuma Alan sama sinta yg ketahuan
Larasati
Luar biasa
Rahmi
up dong
dah 4 hari bolak balik mantau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!