Shi jin awalnya hanya karyawan biasa bekerja dari pagi hingga malam dan bahkan masih sibuk mengejar lembur, ia hanya gadis sederhana yang berusaha keras di keramaian kota, kejadian tak masuk akal malah membuatnya terlempar pada kehidupan zaman kuno, Dalam sesaat hidupnya berubah, ia terbangun di tubuh seorang nona muda kaya, memiliki kasih sayang penuh dari orang tuanya dan sebuah kehidupan yang sempurna, ia sangat sadar akan harga yang harus di bayar dengan kehidupan yang sempurna ini, keluarganya hidup dengan gelar bangsawan yang di anugrah kan kaisar, akan tetapi berada di sisi kaisar sama halnya hidup bersama harimau, hanya menanti waktu untuk di terkam, oleh karena itu ia bertekad untuk menjadi gadis kaya-raya yang menjadi pusat lintasan perekonomian antar kekaisaran, dengan demikian, meskipun kaisar juga tak bisa menyentuh keluarganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ternyata Dia
"Yang mulia" Seorang pria masuk dan langsung memberi hormat pada pria tampan yang berada di balik meja
"Hm" Si pria hanya bergumam akan tetapi tetap melanjutkan acara menulisnya
"Hamba sudah menyelidiki prihal gadis malam itu yang mulia" Liu Ming berucap pelan, ia sudah mencari informasi mengenai gadis yang menjadi penyelamat tuanya malam itu
Setelah di selidiki ia bahkan sangat terkejut, siapa yang menyangka jika seorang gadis mampu membuat jasa nan begitu besar pada seorang pangeran Chen
"Lalu?" Ia masih sibuk dengan acara menulisnya Ia tak menyangka jika Liu Ming Mejadi begitu lamban, ia sudah meminta Liu Ming menyelidiki perihal gadis itu sejak beberapa hari lalu akan tetapi baru menemukannya hari ini
"Dia adalah nona muda keluarga Lu" Liu Ming berucap pelan
Ia tak menyangka jika nona yang di cari oleh sang tuan adalah nona nakal dari kediaman Lu, siapa yang tidak tau mengenai segala rumor dan sikap kasar yang di miliki nona Lu Yan ini, seluruh kota bahkan sampai keluar kota orang orang akan membicarakannya
mengatakannya gadis yang tak beraturan hingga bahkan tampa tau malu menganggu dan mengintili pangeran Wen
"Nona Lu?" Ia menaikan alisnya, ia tak terlalu mengikuti rumor, akan tetapi juga pernah mendengar nama ini, dan nona Lu Yan ini selalu menjadi buah bibir di ibu kota selama bertahun tahun
"Benar yang mulia, nona Lu ini terkenal kasar dan memiliki pertunangan dengan pangeran Wen, sudah bertahun tahun mengejar pangeran Wen"
"Menarik, cari kesempatan untuk mengirimi yang padanya, aku tak akan berhutang Budi dengan siapapun" Ia berucap,
Malam itu ia sial hingga sampai pada stuasi sangat terdesak, di masa yang sama ia juga ia tak menyangka jika bertemu dengan nona Lu dan malah menemukan hal menarik dari gadis yang paling di kenal di ibu kota ini
"Baik yang mulia" Setelahnya Liu Ming meninggalkan kamar sang tuan untuk kembali ke pekerjaannya semula.
Di sisi lain, Lu Yan masih begitu menikmati acara bermainnya ia memiliki banyak uang dan banyak waktu untuk memanjakan diri
"Wow, kue ini sangat enak, bibi berikan aku lima, dan kue kacang ini ini juga lima" Saat ini ia berada di depan toko camilan, ia sudah memakan banyak makanan dan sudah membeli banyak barang ia sangat senang
"Hm, Xi'ang cobalah kue ini, sangat enak"
"Benar nona"
"Eh, itu adalah toko baju?, ayo kita ke sana dan melihat lihat"
Keduanya berjalan menuju sebuah toko pakaian, dari kejauhan Lu Yan menemukan barang bagus ia hanya melihat dari kejauhan akan tetapi daya tarik barang barang indah ini sungguh membuatnya tak bisa mengelak
"Nona"
"Wow, mengapa kalian membungkukkan kepala kalian?"
"Nona, ini adalah toko pakaian keluarga Lu"
"Ha?, bukannya toko keluarga Lu di ujung jalan sana?, mengapa tiba di sini"
"Nona, keluarga Lu memiliki banyak toko di ibukota ini dan ini adalah toko yang baru saja di buka, beberapa orang memang belum mengetahui pemiliknya akan tetapi para pekerja di sini mengetahui nona mereka"
"Jika begitu maka sangat bagus, bawakan aku pakaian terbaik yang kalian miliki" Ia bercap pelan
Si pelayan mengangguk dan membawanya ke sisi kanan sembari menunggu siapa tau jika nona mereka ingin melihat lihat
"Ah, nona Lu"
"Ah ternyata nona Bai"
"Pakaian ini sangat indah, barang barang di toko Rui ini sungguh memiliki kualitas"
"Nona Bai, kau ini memiliki niat apa?, aku malas meladeni mu sekarang"
"Nona Lu saya hanya menyapa, kita bertemu beberapa kali dan bisa di katakan jika kita sudah dekat"
"Gadis ini sangat tidak tau malu" Ia membatin, sudah dekat?, siapa juga yang mau dekat dekat dengan bajingan kecil perebut ini
"Nona, ini adalah barang yang anda ingin lihat" Pelayan datang dengan beberapa pakaian terbaik milik mereka
"Wow, kalian memiliki selera dan kualitas barang yang bagus, Xi'ang, kau suka yang mana?"
"Nona Lu sungguh bermurah hati, bahkan menawarkan pelayannya untuk memilih pakaian yang akan ia gunakan"
"Nona Bai, kau salah faham, pakaian ini cukup indah, dan aku berfikir itu akan bagus untuk pelayan ku"
"Nona Lu semakin murah hati"
"Tentu saja, dan kau?, apakah kau ingin selalu mengikuti ku?"
"Bagai mana mungkin, aku hanya melihat lihat barang yang bagus, dan kebetulan aku menyukai pakaian berwarna putih itu, apakah nona Lu bisa memberikanya pada ku?"
"Tidak, Xi'ang sudah mengatakan jika ia menyukai pakaian ini, bagai mana mungkin aku berbaik hati memberikan pada mu"
"Nona, pakaian ini sangat megah dan bahkan di rancang oleh perancang terkenal Xio Qing Min"
"Nona Bai, saat pertama kali bertemu dengan mu aku berfikir jika kau gadis yang rendah hati dan tak akan membedakan status, tenyata aku salah mengira"
"Nona Lu salah faham, aku hanya merasa sangat tertarik dengan gaun putih itu, karena nona ingin membelinya untuk pelayan bukankah itu akan menghina karya terbaik perancang Xio?" Bai Huan berucap lembut, ia hanya merasa akan sangat di sayangkan jika barang bagus seperti pakaian ini di miliki oleh seorang pelayan rendahan saja
"Kau ini, selain pria kau masih ingin berebut pakaian dengan ku, akan tetapi tenang saja, baik pria ataupun pakaian juga tak akan menjadi milik mu" Lu Tan tersenyum kecil
"Antarkan pakaian pakaian ini ke kediaman Lu nanti" Lu Yan berucap sombong dan setelahnya meninggalkan toko, ia masih melanjutkan perjalanan seolah kedatangan nona Bai sebelumnya tak pernah ada
"Ayah ibu, apakah kita sudah akan kembali?" Lu Yan bertanya, mereka sudah berkeliling, sudah di luar sedari pagi, dan saat ini malam sudah hampir gelap
"Hm, apakah Yan Er bersenang senang?" Tuan Lu bertanya, awalnya ia hanya ingin menemani istrinya jalan jalan, akan tetapi siapa sangka jika lu Chuan mengajak Lu Yan ke luar
Meskipun tak ingin bersaing tetap saja tuan Lu harus membuat Lu Yan meninggalkan mereka sendiri dengan begitu barulah di sebut menikmati waktu berdua
"Hm"
"Pakah sudah selesai?, jika sudah bukankah seharunya kita kembali, Yan Er pasti sudah lelah karena berada di luar sepanjang hari" Nyonya Lu berucap lembut, mereka sudah meninggalkan kediaman sedari tadi, Lu Yan juga pasti sudah mendatangi banyak tempat, hal yang sangat normal jika merasa lelah
"Aku tidak lelah sama sekali, ayah ibu aku semakin bersemangat" Lu Yan tersenyum lebar,
"Sudah mampir gelap, kembali ke kediaman dan nikmati perayaan tahun Baru dengan penuh bahagia dan harapan terbaik di tahun depan" Tuan lu berucap dengan semangat dan setelahnya mereka kembali ke kediaman Lu dengan damai
yan er
Gonta ganti manggil terus min/Proud//Chuckle/aslinya yg mana panggilannya