NovelToon NovelToon
Second Chance

Second Chance

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Barat
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Claudia Diaz

Giovanni El Nino adalah seorang pemuda yang berprofesi sebagai pekerja seni di dunia hiburan, namun karena kepribadiannya yang angkuh dan tak acuh terhadap sesamanya membuat sang ayah terpaksa menjadikannya seorang guru di SMA Harapan Bangsa dengan harapan anaknya mengalami perubahan sikap yang lebih baik.

Akan tetapi tetap saja, kepribadian Nino tidak juga berubah, justru ia menjadi guru yang dibenci oleh murid-muridnya.



*****




Rhodophyta Algavian seorang pemuda yang lugu namun cerdas, selalu menjadi bahan perundungan teman-temannya di SMA Harapan Bangsa.

****

Suatu ketika hal besar menimpa Nino, ia mengalami kecelakaan hebat dan diberikan kesempatan oleh malaikat untuk memperbaiki hidupnya dan berbuat baik dengan masuk ke dalam tubuh Vian dan mengubah hidup pemuda tersebut.


Apakah Nino akan berhasil membantu Vian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Claudia Diaz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa Kau Sebenarnya?

Setelah peristiwa di taman itu, Anna sedikit menjaga jarak dengan Vian. Bukan karena ia sudah tak ingin lagi berteman dengan Vian. Tentu saja ia masih berteman, hanya saja karena ada alasan khusus yang tak bisa Anna ungkapkan mengapa ia menjaga jarak dengan Vian.

Anna selalu memperhatikan gerak-gerik Vian sedari tadi, tanpa Vian sadari, untuk sementara semua baik-baik saja tidak ada hal aneh terjadi.

Beruntung Vian tidak menyadari jika Anna menjaga jarak dengannya, atau mungkin dia sedikit tidak peka kali ini.

Saat ini mata pelajaran sastra sedang berlangsung. Tugas untuk hari ini adalah membuat puisi bebas.

Mendengar tugas yang diberikan oleh guru membuat Anna berdecak tak suka. Oh sungguh Anna rela mendapat hukuman berlari keliling lapangan sebanyak sepuluh kali, daripada merangkai kata-kata puitis yang biasanya menjadi gombalan para siswa.

“Kertasmu masih kosong, kau tidak mengerjakan tugasmu?" tanya Vian.

“Aku tidak minat mengerjakan tugas," jawab Anna malas. Wajahnya ia letakan di lipatan tangan, lebih baik ia tidur saja di kelas.

“Bukankah seharusnya itu lebih mudah, tidak ada tema untuk tugas puisi hari ini, bukan?" ujar Vian.

“Aku bukanlah sosok yang romantis," jawab Anna sekenanya.

“Hidupmu sangat monoton sekali, sungguh tidak berwarna," cibir Vian.

“Kalau begitu warnai hariku dengan sebuah krayon warna," jawab Anna asal.

Kesal dengan tingkah Anna yang sedang bermalas-malasan Vian pun mencari cara untuk menarik perhatian Anna.

Ia menusuk-nusuk pipi Anna dengan jarinya, namun masih tidak ada tanggapan.

“Anna, ayo bangun dan kerjakan tugasmu, nanti kubelikan es krim favoritmu itu," bujuk Vian.

“Aku sedang tidak selera makan es krim," jawab Anna tak acuh.

Vian terus menggoyangkan bahu Anna, agar Anna merasa terganggu.

“Vian!" seru Anna kesal karena merasa terganggu.

“Aku tidak akan berhenti mengganggu sampai kau mengerjakan tugasmu," ucap Vian.

“Ah, sialan. Kau sangat menggangguku!" umpat Anna mulai kesal, namun Vian tidak peduli, ia malah mencubit pipi Anna, hingga Anna memekik kesakitan.

Mau tak mau Anna pun bangun dan meraih pulpen serta buku tulisnya, hal itu membuat senyum tipis Vian terukir di wajah tampannya.

“Jangan cemberut, atau kebahagiaanmu akan berkurang," ujar Vian.

“Itu hanya hoax, yang bisa mengukur kebahagiaan kita adalah kita sendiri, bukan orang lain," jawab Anna.

“Aku serius. Jika kau sering tersenyum, hidupmu pasti akan lebih bahagia," ucap Vian.

“Ya.. ya.. ya.. terserah. Aku ingin mengerjakan tugasku sekarang, jadi aku harap kau mengunci suaramu sejenak sebelum aku memukul tenggorokanmu!" peringat Anna. Vian hanya meneguk ludahnya kasar.

“Mengerikan sekali," batin Vian merasa merinding.

Mereka larut dalam tugas masing-masing, namun tanpa Anna sadari, sedari tadi Vian selalu memandang ke arahnya. Penanya terus menari membentuk goresan kata-kata puitis pada secarik kertas.

Gelap

Sesak

Hampa

Seolah saraf netra ini kehilangan fungsi

Aku terkurung dalam kegelapan

Hawa dingin seakan menusuk dan meremukkan tulang

Tak ada yang bisa kulihat dengan mata ini

Semua terasa kosong

Rasanya sakit sekali seakan sebuah belati menembus jantung ini

Hanya sebuah kristal bening yang selalu keluar tanpa permisi

Namun semua itu tak kurasakan lagi

Kala manik hitam, sehitam mutiara itu menatap mataku

Seolah menarikku masuk dan menyelami keindahan mutiara hitam itu

Rasa hangat menjalar kala manik itu menatap

Bulu matanya yang lentik bergerak laksana kipas sang dewi mampu menghapus rasa takut dan gelisah yang menyesakkan dada

Suaranya yang merdu seperti kidung malaikat surga mampu memberikan setitik embun yang menyejukkan dalam hati.

Senyumnya bagai pelangi serta tangan yang selembut kapas menimbulkan rasa nyaman dalam diriku.

Perhatiannya mampu membuatku mengenal apa itu cinta?

Bidadariku terima kasih kau selalu berada di sampingku dan mengajarkan aku tentang cinta

Meski hatimu tak dapat kumiliki

Namun dirimu selalu mendapat tempat terbaik di hatiku

“Wow, sangat puitis sekali!" ujar Nino dengan nada ejekan, membuat Vian mengeram kesal, “diamlah, Pak Nino!"

Nino hanya terkekeh, “Dasar, anak muda zaman sekarang!"

.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Bel istirahat telah menjerit dengan nyaring. Banyak anak berhamburan ke luar dan berlomba-lomba menuju kantin, karena mengisi perut mereka yang sudah melakukan aksi protes dan mengakibatkan otak menjadi mogok kerja.

Anna langsung keluar kelas dengan langkah seribu dan meninggalkan Vian sendirian yang merasa terheran-heran dengan sikapnya. Benar, Anna seperti tengah menghindari dirinya.

“Ada apa dengannya?" batin Vian bertanya-tanya. Tak ingin terus larut dalam pemikirannya, Vian melangkahkan kakinya menuju kantin.

Setibanya di kantin yang penuh dengan lautan siswa, Vian harus rela berdesakan dengan ribuan siswa lain, sampai dia tak menyadari bahwa tangannya ditarik seseorang hingga ia menoleh ke belakang dan—

Cup

Dea telah mencumbunya secara tiba-tiba, membuat otak dan seluruh sarafnya mengalami disfungsi sesaat. Merasa tak ada perlawanan dari mantan kekasihnya, ia mulai melanjutkan aksinya yang lebih nakal dan lebih panas.

Hal tersebut membuat tubuh Vian sedikit terhuyung ke belakang. Oh, sungguh kau bukanlah pria yang cepat tanggap, Vian!

Tiba-tiba saja ada yang menarik kerah belakang Vian dan melayangkan bogem mentah pada wajah baby face itu.

BUAGH

Tak siap dengan serangan yang ia terima, membuat Vian jatuh tersungkur.

“Bajingan, berani-beraninya kau mencumbu kekasihku?!" marah Bobby.

“Bukan aku yang memulai lebih dulu, tetapi kekasihmu," jawab Vian membela diri.

“Jangan mengelak, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, kaulah yang mencumbu kekasihku. Sadarlah kau itu sudah dibuang oleh Dea," ujar Bobby congkak sambil memandang ke arah Vian dengan tatapan meremehkan.

“Kau bisa menghadapinya sendiri atau aku yang menghadapi Bocah tengik itu?!" tanya Nino dari dalam tubuh Vian.

“Kau gila, Pak. Aku saja tidak bisa beladiri, lantas bagaimana aku bisa menghadapinya?!" batin Vian menjerit.

“Kaupikir dia mampu menguasai ilmu beladiri. Dia hanya pecundang yang menyamar menjadi jagoan di jalanan. Begitu saja tidak bisa melawan, dasar tulang lunak menyusahkan?!" jelas Nino sembari menggerutu.

Vian hanya menghela nafas pasrah. Ia sedikit heran apa yang gurunya konsumsi sehari-hari sebelum terbaring koma di rumah sakit, mengapa setiap ucapannya sangat pedas dan menyakitkan sekali?

Terlalu sibuk berdebat dengan Nino membuat Vian lagi dan lagi tidak menyadari, jika Bobby kembali melayangkan tinju padanya.

Wajah Vian sudah terluka, ujung bibirnya sobek.

Sadar akan kericuhan yang terjadi, Anna segera menengahi mereka.

“Hentikan!" seru Anna, membuat suasana menjadi membeku seketika.

“Apa yang kau lakukan pada Vian, Bobby. Jelas-jelas kekasihmu yang seperti wanita malam itulah, yang memulai lebih dulu. Apa matamu buta?!" sentak Anna.

“Kau membelanya?!" tanya Bobby tidak terima.

“Aku hanya membenarkan berdasarkan apa yang aku lihat. Lagipula banyak siswa lain juga di sini yang bisa menjadi saksi, kau tidak terima, huh?" ujar Anna sedikit angkuh.

“Dasar Ketua OSIS sialan!" umpat Bobby sambil melayangkan tinju pada Anna, tetapi dapat ditangkis dengan mudah oleh gadis itu, justru Anna yang berbalik melayangkan tinju ke wajah Bobby.

BUAGH

“Kau lupa siapa aku, Tuan Muda, huh. Berani sekali kau hendak melayangkan tinjumu ke arahku, mau kurontokkan gigimu dan membuat rahangmu bergeser?!" ujar Anna tajam.

Tatapan tajam bagai belati itu, ia layangkan pada Bobby. Tangannya sembari mengunci tangan Bobby dan mencengkeramnya kuat, seakan ingin meremukkan tulang Bobby.

“Dengar, aku tidak suka pekerjaanku sebagai ketua OSIS bertambah berat hanya karena siswa berandal dan bodoh sepertimu berulah tak penting, jadi kuharap kau menjaga sikapmu, atau aku akan membuat perhitungan padamu, kau mengerti?!" desis Anna di telinga Bobby.

Kemudian ia beralih menatap Dea dengan tajam, “Ini adalah sekolah. Jadi bersikaplah layaknya seorang siswa, bukannya menjadi wanita penghibur di sebuah klub malam. Jangan sok mencari perhatian orang lain dengan drama murahanmu yang tidak penting itu, kaupikir mengurus siswa-siswi bermasalah dan memiliki otak kosong sepertimu itu tidak lelah?!" ujar Anna menohok.

Anna lantas menyeret Vian menuju UKS tanpa banyak bicara. Sesampainya di sana ia mengompres luka lebam Vian dan mengobatinya.

Vian merasa dejavu dengan suasana ini dan kejadian ini.

“Mengapa kau tidak melawan mereka, seperti yang kau lakukan saat melawan geng anak sekolah sebelah malam itu?" tanya Anna memecah keheningan.

Anna menatap Vian sembari menggenggam erat tangan pemuda itu.

“Kau, siapa kau sebenarnya? Di dalam tubuhmu aku melihat seperti ada orang lain?" ujar Anna.

DEG

1
🎧✏📖
hadir😁
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍫⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ●⑅⃝ᷟ◌ͩαяℓєт
Oalah kirain bertukar roh.. ternyata masih dalam tubuh masing-masing semoga semuanya baik baik aja dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍫⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ●⑅⃝ᷟ◌ͩαяℓєт
pada akhirnya roh Nino yang masuk ke dalam tubuh Vian .. lalu bagaimana dengan roh Vian.. apa nanti yang akan terjadi
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍫⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ●⑅⃝ᷟ◌ͩαяℓєт
lah .. siapa yang menabrak vian apakah dia akan baik baik saja dan gimana dengan yang menabrak nya apakah mau menolong Vian
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍫⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ●⑅⃝ᷟ◌ͩαяℓєт
wah .. beruntung tuh masih di kasih kesempatan kehidupan baru yang lebih baik.. manfaatkan semuanya itu dengan baik jangan di sia siakan
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍫⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ●⑅⃝ᷟ◌ͩαяℓєт
Astaga Nino harusnya kamu itu bisa buat contoh dan panutan tp beneran kelakuan mu gk pantas untuk di tiru, jangan terlalu sombong
New Spirit
tobatlah qmu wahai kawan yg beriman😌 kalo mau smua kembali normal maka jalanmu akan di permudahkan
New Spirit
kalo di kasih kesempatan seharusnya bisa cerna lah napa kamu bisa digituin sma murid mu, ada aja lah kalo giniin🙄
New Spirit
wah di hdup kan kembali rupanya atau kualifikasi nih🤔agak lain sih. tapi ga apalah yg penting dia bisa berubah nya lagi.
New Spirit
lagi pengen ke alam barzahhhh ini si Nino nya
dah ga kuat hdup di dunia makanya buat ulah dulu sebelum ke alam lain
agak lain nih anak
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ᶦⁿᵗᵃ꙳❂͜͡✯🏡s⃝ᴿ●⑅⃝ᷟ◌
astaga Nino Nino wkwkkw 🤣
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ᶦⁿᵗᵃ꙳❂͜͡✯🏡s⃝ᴿ●⑅⃝ᷟ◌
lah kamu aja sering bikin muridmu kesell😒
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ᶦⁿᵗᵃ꙳❂͜͡✯🏡s⃝ᴿ●⑅⃝ᷟ◌
mau nyolong nih pasti 🤣
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ᶦⁿᵗᵃ꙳❂͜͡✯🏡s⃝ᴿ●⑅⃝ᷟ◌
mother is wonder Woman 🤣🤣
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ᶦⁿᵗᵃ꙳❂͜͡✯🏡s⃝ᴿ●⑅⃝ᷟ◌
julukan nya bagus pangeran tapi ada malas nya jadi anuu 🤣🤣
gapapa sih kalau mau😭🙊🙊🙊
wkwkwkwkk pede banget Nino🙊👩‍🦯
mulai sadar dan berpikir ya👩‍🦯
saling merindukan 😭😭😭
nah ini lho, bukan cuma buat yang sakit😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!