Tiara, dia gadis cantik jelita. hidupnya sederhana, tinggal bersama ayahnya.
Keseharian nya dia habiskan di binatu. tempat usahanya, walau kecil, tapi cukup lancar, pelanggannya pun sudah banyak.
Hidupnya berubah saat bertemu pria tampan, bertubuh atletis, sebut saja pria tampan itu David.
Di balik penampilannya yang macho, wajahnya yang tampan, jasnya yang mahal dan rapi, David mempunyai segudang misteri dalam hidupnya. Hingga tidak ingin berdekatan dengan wanita manapun. Kecuali Tiara.
Tiara mengingatkannya pada masa lalunya yang kelam. Tiara bagaikan secercah harapan.
Mampukah David menguak misteri masa lalunya? Apakah dia bisa menemukan apa yang sedang ia cari?
Cari jawaban cerita David di dalam novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sembilan Belas
David dan Tiara bersembunyi dalam gang kecil yang gelap. David menyembunyikan Tiara dalam kungkungan tubuh nya yang gagah dan atletis. Refleks Tiara pun juga menyembunyikan wajah nya di dada David yang bidang dan tegap. Tiara seperti anak kecil yang berusaha mencari kenyamanan di dada ayah nya.
"Kak.... cowok cowok itu....."
Tiara tidak bisa melanjutkan ucapan nya, karena telapak tangan David yang kekar menempel di bibir lembut Tiara.
"Jangan berisik!"
David berbisik pada telinga Tiara.
Tiara dan David mendengar pemuda pemuda itu mengumpat. Mereka mengumpati David. Tiara sampai ketakutan, karena mendengar ucapan mereka yang sangat kasar dan sarkasme.
Tiara bisa merasakan otot otot David di sekitar dada dan wajah David menegang. Tiara juga bisa mendengar debaran jantung David yang berlari lari cepat. David sepertinya sedang marah.
Pikir Tiara.
(Dasar Tiara bodoh, itu detak jantung grogi Tiaraa! David gugup karena sedang mendekap mu, haduh Tiara.... Tiara...)
Sepuluh menit kemudian. Suara suara gerombolan pemuda itu sudah hilang. Tapi David dan Tiara sama sama belum berani keluar dari gang sempit nan gelap tersebut.
Tiara menyadari tubuh mereka menempel ketat. Mereka menempel karena gang tersebut memang sangat sempit. Wajah David pun sangat dekat dengan wajah Tiara. Tiara mendongak dan ragu. Apakah David memang semakin mendekatkan wajah nya pada Tiara?
Tiara yang salah tingkah dengan kedekatan mereka, melengos kan wajah nya. Dia pun berjalan ke samping. Hendak keluar dari kegelapan tersebut.
Tapi sebelum Tiara berjalan lebih jauh. David sudah menghalangi tubuh Tiara dengan lengan nya.
"Tunggu lima menit lagi, bagaimana kalau mereka masih ada di sekitar sini?"
"Tapi aku harus segera pulang"
"Tunggu sebentar lagi Tiara, tunggu hingga keadaan benar benar aman"
David kembali mendekatkan wajah nya. Wajah mereka kini berjarak hanya satu jengkal tangan.
"Apa yang kau lakukan Tiara?"
Suara David pelan dan dalam. Walau dengan cahaya yang sangat minim dari temaram cahaya bulan. Mereka kini bisa saling melihat. David sedang merunduk dan menatap manik mata Tiara dalam dalam.
"Aku..... Nggak ngelakuin apa apa sama kakak"
"Maksudku, kenapa kamu keluar malam malam begini, dengan memakai rok segini? Apa kamu nggak sadar rok mu melambai lambai? Dan para cebong nggak berguna itu mengejar mu, apa kamu suka?"
"Aku.... Aku.... Nggak sadar aku sedang pakai rok segini. Ayah tadi sedang sakit jadi aku terburu buru dan tidak memperhatikan penampilan ku. Ayah? Aku harus segera pulang kak, ayah sedang sakit di rumah"
Tiara melepaskan kungkungan tangan David, dan berjalan ke luar dari gang sempit.
"Ayah mu sakit apa Tiara?"
David berjalan di belakang Tiara.
"Ayah dari kemarin sakit pilek dan panas, aku sudah memberinya obat, tapi seperti nya obat itu nggak cocok sama ayah, maka nya aku bela belain keluar malam malam, buat beli obat ayah"
"Tunggu sebentar Tiara, kita pulang ke rumah mu naik mobil ku aja"
David menggandeng tangan Tiara dan berjalan ke arah mobil David. Untung lah gerombolan pemuda tadi sudah hilang.
David lalu membukakan pintu untuk Tiara. Setelah Tiara masuk, David menutup pintu nya. David lalu masuk mobil melalui pintu di sisi yang lain. Sebelum menghidupkan mobil nya. David menelpon seseorang terlebih dahulu.
"Tunggu bentar lagi Tiara, aku akan memanggil dokter pribadi ku"
Tiara hanya diam, tapi di dalam hatinya bersyukur karena Tiara merasa, David menolong dirinya tepat pada waktu nya.
David masih menelpon dokternya ketika terdengar suara orang orang berlarian ke arah yang sama. Orang orang itu juga meneriakkan.
"Kebakaran..... Kebakaran....."
Mereka berlari ke arah ruko tempat Tiara tinggal. Tiara lalu menowel nowel lengan David.
"Hati hati kak ada kebakaran. Ayo kita cepat ke rumah ku"
Tiara jadi penasaran dan takut dengan kebakaran itu.
Ingin rasa nya, dia keluar dari mobil dan melihat di mana kebakaran itu, karena sepanjang mata memandang dia tidak bisa melihat kebakaran itu, ia hanya melihat kepulan asap hitam membumbung tinggi di langit malam yang gelap. Tapi Tiara tidak berani jauh jauh dari David, dia takut jika bertemu dengan gerombolan pemuda tadi.
"Ok, kita ke rumah mu"
David menghidupkan mobil nya. Dan dalam dua menit mobil David sudah bisa melihat rumah Tiara.
Tiara sangat terkejut, di depan kompleks Ruko Tiara, orang orang sudah ber gerombol.
Asap mengepul dari Ruko ruko di sepanjang kompleks Ruko Tiara.
"Ayah....!"
Tiara langsung teringat dengan ayah nya yang lemah dan sakit. Tiara pun bergegas turun dari mobil, dan segera menuju ke Ruko nya.
Tiara sangat terpukul, ternyata Ruko nya lah yang paling banyak mengeluarkan api.
"Ayah..... Ayah.....!"
Tiara mencari ayah nya di tengah kerumunan orang orang. Tapi ia tidak bisa menemukan ayahnya. Tiara panik, perasaan nya tidak tenang. Pikiran pikiran jelek mulai menghampiri kepala Tiara. Tanpa terasa, air mata Tiara pun berderai.
David juga ikutan mencari keberadaan ayah Tiara. Tetangga Tiara juga ikut mencari ayah Tiara. Tapi semua orang tidak bisa menemukan ayah Tiara.
"Ayah..... Ayah...... Ayah ku masih di dalam"
Tiara akhirnya memilih nekat masuk ke dalam rumah nya. Tapi sebelum Tiara masuk ke rumah nya, David memegangi tangan Tiara. Dia mencegah Tiara masuk ke rumah nya yang sedang berkobar. Api api melahap seluruh bagian rumah Tiara. Api juga terlihat berkobar di lantai atas, tempat kamar Tiara dan ayah nya berada.
"Ayah..... Ayah.... Tolong ayah ku masih ada di dalam. Tolong....."
Sayang tetangga Tiara tidak ada yang berani mendekat ke rumah Tiara. Sebagian tetangga Tiara menyirami dengan air seadanya ke rumah Tiara dan ruko tetangganya. Karena pemadam kebakaran belum datang. Tapi hanya rumah Tiara lah yang terbakar hebat.
"Ayah.... Ayah.... Tolong ayahku.... Ayah jangan tinggalkan aku sendirian.... Ku mohon ayah.... Bawa aku juga bersama mu ayah..... Aku nggak mau sendirian..... Ayah......"
Tiara menangis pilu dalam dekapan dada David. David memeluk Tiara erat, ketika Tiara hendak berlari lagi ke arah kobaran api.
"Jangan nekat Tiara, di dalam sana sangat bahaya, kita berdoa saja, semoga om baik baik saja"
"Tapi kak.....Hu....."
Tiara menangis, tidak sanggup lagi berkata kata.
25 menit kemudian pemadam kebakaran baru datang. Setelah berjibaku dengan api selama 20 menit. Para pemadam kebakaran akhirnya bisa mengendalikan api.
Tiara yang tidak sanggup melihat rumah nya hangus, dia pun pingsan. Beberapa menit kemudian, para pemadam kebakaran tersebut menemukan ayah Tiara yang terjebak di kamar mandi, dan dia sudah meninggal.
Lamat lamat Tiara yang mendengar berita itu langsung terbangun. Tiara menangis lagi, Dia hendak berlari ke rumah nya, tapi lagi lagi Tiara di larang mendekat.
Para polisi yang sudah ada di TKP pun ikut ikutan menghalangi Tiara yang berusaha keras untuk memasuki rumah nya. Api di rumah Tiara memang sudah padam, tapi keadaan di dalam masih panas dan berbahaya.
"Ayah.... Ayah..... Bangun ayah....
Bangun..... Maaf aku terlambat.
Tapi aku sudah beli obat untuk ayah. Ayah..... bangun...... Ku mohon... Jangan tinggalin Tiara sendiri Hu....."
Tiara menghampiri ayah nya yang sudah terbujur lemas di tak berdaya di tandu milik ambulans. Tiara lalu ambruk lagi, David dengan sigap menangkap tubuh Tiara yang kembali pingsan. Tubuh ayah Tiara tidak gosong maupun menghitam, karena ia sebenarnya meninggal di dalam air yang ada di kamar mandi.
Ketika kebakaran terjadi, ayah Tiara masuk ke bak air, tapi karena besar nya api. Air pun menjadi panas, dan ayah Tiara tidak bisa mengambil nafas karena ada kobaran api di atas nya. Akhirnya ayah Tiara terjebak di bak air, Dan meninggal karena kehabisan nafas. Itu lah analisis sementara dari pihak kepolisian yang di tuturkan pada David.
Bersambung.....
Tip, Vote, Rate, jempol, dan komen kalian adalah penyemangat author......💪💪💪
Boleh kritik.....
Tapi no bully.......
🙄
belum baca sampe abiss
aku lupa nama tokohnya sich, tp dulu itu ceritanya klw g'salah sicewek mau nyelidikik kasus ayahnya yg dipenjara dan dibantu sm si cowok yg mantan detektif...tp kok malah ilang ceritanya...