'Nikmati masa mudamu selama kamu masih bisa'.
Bajingan!
Aku Nolan Farnley sangat membeci kata kata itu.
Setelah berpacaran dengan Irina selama 3 bulan, siapa sangka bahwa dia akan selingkuh dengan terang terangan di depanku?.
Tidak sampai disana, dia juga mempermalukan ku di depan banyak orang.
Hidupku kacau bukan?!
Tidak sampai disana, kesialan bajingan itu sekali lagi mendatangiku. Toko yang sudah susah payah kukembangkan malah berakhir terbakar oleh seseorang.
Apakah dewa benar benar membeciku?.
Namun, setelah aku berpikir bahwa para dewa membeciku, sebuah panel biru transparan tiba tiba muncul di depanku.
Itu adalah sesuatu yang akan berperan sangat penting dalam membuat hidupku menjadi luar biasa.
Baiklah! sekarang tidak ada cinta cinta! sekarang yang ada hanyalah Nolan Farnley dengan Bisnis nya!.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RyzzNovel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Mendengar kan perkataan Lenia, awalnya Kevlin sangat sulit untuk percaya. Namun, setelah mendapatkan beberapa bukti dan penjelasan yang masuk akal dari Lenia, Kevlin memutuskan untuk mencoba memercayainya nya.
Dan hasil dari pertaruhan itu adalah, dirinya yang saat ini berdiri dengan seringai memandangi Javier yang terjatuh duduk dengan wajah pucat.
"Ka-kau! bagaimana bisa? bagaimana kau tau tempat ini?!"
Melihat wajah menyedihkan Javier, Kevlin semakin senang dengan hal itu. Berjalan dengan langkah ringan mendekati Javier yang ketakutan, dia berkata, "Entahlah? bagaimana ya?".
Di bawah sinar bulan yang sejuk itu, Kevlin tersenyum dengan wajahnya yang cukup tua.
*
Disisi lain, beberapa jam berlalu setelah kejadian Kevlin dan Javier.
Di sebuah ruangan yang hangat, di mana sebuah dua orang manusia duduk bersebrangan.
Nolan memandangi wajah Lenia, dimana Lenia saat ini tersenyum indah dengan penuh percaya diri.
"Jadi..kenapa kamu datang kesini? apa lagi dengan membuat senyuman seperti itu.."
Yang memecahkan keheningan adalah Nolan, karena entah kenapa, Lenia tiba tiba muncul dan ingin berbicara dengannya.
"Tidak ada, aku hanya ingin bilang kalau tugas yang kamu berikan sudah selesai dengan sempurna".
Mendengarkan suara Lenia yang berkata dengan bangga pada dirinya sendiri, Nolan hanya bisa menghela nafas kasar.
"Karena hanya itu?" Tanya Nolan.
Lenia menggelengkan kepalanya, "Tidak, aku kesini karena ingin tau bagaimana rencana mu selanjutnya?"
Seperti yang Lenia katakan, alasan dia datang mengunjungi Nolan adalah karena ingin tau tentang apa yang akan Nolan selanjutnya rencanakan.
Yah, itu semua bermula ketika dia dan Nolan awalnya bertemu dan Nolan yang menawarkannya sebuah kesepakatan yang tidak akan mampu dia tolak.
Semuanya berjalan lancar hingga saat ini. Namun, Nolan tidak memberitahunya rencana selanjutnya, hal itulah yang menjadi kekhawatiran Lenia.
Memandangi Nolan yang menatapnya dengan serius, Lenia kembali berbicara, "Sangat tidak nyaman jika pergerakan ku selanjutnya adalah apa yang sudah kamu atur"
Mendengar itu Nolan melebarkan sedikit matanya, tapi segera dia kembali tenang. "Jadi begitu, yah itu hal yang wajar, jika aku mengetahui bahwa gerakan ku saat ini juga hasil manipulasi dari seseorang, sudah pasti aku akan merasa sangat jijik dengan itu" batin Nolan.
Menganggukkan kepalanya untuk merespon Lenia, Nolan kini angkat bicara, "Yah, tenang saja. kamu tidak perlu melakukan apapun hmm yah, mungkin di akhir nanti kamu hanya perlu melakukan satu langkah terakhir untuk mengakhirinya".
"Dan langkah apa yang harus kulakukan itu?".
Mencoba mengorek informasi dari Nolan, namun seperti yang diharapkan, Nolan tidak dengan mudah memberikan Lenia informasi itu.
Karena itu Nolan hanya berkata, "Kamu akan tau nantinya, dan hal itu akan menjadi titik dimana kepopuleran mu akan meningkat pesat".
Lenia mengerutkan keningnya saat mendengarkan ucapan Nolan, dia benar benar tidak bisa mengerti dengan apa yang pria di hadapannya pikirkan.
Pertama-tama, dia tidak menginginkan kepopuleran, kedua tidak ingin publik tau apapun tentang keterlibatan nya saat ini yang dimana hal ini bisa menjadi sebuah prestasi yang luar biasa, namun apa? bukannya senang dengan itu, pria dihadapannya ini malah lebih memilih untuk menolaknya?.
Semakin Lenia memikirkannya semakin bingung pula dia, tenggelam dalam pikirannya, suara Nolan segera membuyarkan dia.
"Jangan berpikir berlebihan, jika saatnya tiba, kamu akan tau sendiri nanti".
Lenia menghela nafas panjang saat mendengar ucapan Nolan, "Yah, yang dia katakan ada benarnya, sebaiknya aku dengan tenang menunggunya" Batin Lenia.
Segera dia berdiri untuk berniat pergi meninggalkan ruangan itu. Namun sebelum dia pergi, suara Nolan terdengar.
"Oh? sudah dimulai" Ucap Nolan sembari memandangi ke arah televisi lebar.
Mengikuti pandangan Nolan, tatapan mata Lenia tertuju pada televisi yang memperlihatkan sebuah berita yang baru saja disiarkan.
"Orang itu...dia adalah reporter yang sebelumnya Nolan ingin aku pekerjakan.." Gumam Lenia.
“Selamat malam para pemirsa. Bertemu lagi dengan kami di Berita Terbaru malam ini”
“Baru saja, tepatnya pukul 20:17 malam hari, di temukan seorang pria yang melakukan pelanggaran berat di sebuah gedung yang terbengkalai------”
Melihat penjelasan itu, Lenia langsung mengangkat siapa yang disiarkan, dengan tenang dia menyebutkan nama seseorang, "Javier...kan?"
Pupil mata Nolan sejenak melirik kearah Lenia kemudian segera kembali ke televisi itu, "Ya, begitulah".
Sekarang Javier akan masuk ke dalam penjara dan itu akan mengurangi satu musuh Nolan, yah itu hanya mengurangi satu musuh, Nolan belum puas dengan itu.
"Agar aku bisa bertahan, aku harus menjatuhkan seluruh musuhku" Gumam Nolan dengan suara rendah yang tidak di dengarkan oleh Lenia.
Menutup matanya sejenak, Nolan melirik ke arah Lenia sambil berkata, "Baiklah, sudah larut malam, lebih baik jika kamu pulang sekarang."
Lenia mengangguk sebagai jawaban saat melirik ke arah jam yang sudah menunjukkan pukul 23:14 malam.
"Baiklah, kalau begitu saya akan pulang duluan tuan Nolan", Tersenyum lembut, Lenia lanjut berkata "Selamat malam" lalu lekas pergi saat melihat Nolan yang mengangguk.
Melihat Lenia yang mulai menghilang dari pandangannya, Nolan kemudian melirik ke arah bagian gudang penyimpanan tokonya.
Di ruangan itu, lima wanita tua yang dulunya melakukan kerusuhan di tokonya, Nolan memutuskan untuk memperkerjakan mereka sekarang.
Berjalan masuk ke dalam gudang itu, Nolan segera mendapatkan lima tatapan dari wanita tua yang sudah dia kurung itu.
Yah, Nolan tentu saja memberi mereka makanan yang baik selama di kurung, Nolan tidak memperlakukan mereka dengan keras karena kesalahan mereka tidak fatal baginya.
Namun, demi rencananya, Nolan memutuskan untuk menahan mereka sejenak.
"Kalian berlima, aku ingin berbicara dengan kalian, jika jawaban kalian memuaskan, aku akan melepaskan kalian."
*
Keesokan harinya, tepatnya di siang hari di sebuah penjara yang gelap dan sunyi.
Di sudut ruangan penjara, Javier duduk dengan wajah muram, mengenakan pakaian dengan garis hitam putih yang menandakan bahwa dia adalah seorang kriminal.
"Mengapa?! mengapa ini terjadi?! padahal aku hanya ingin bersenang-senang..m" Bergumam dengan suara yang sangat rendah, kedua tangan Javier menutupi telinganya.
Mungkin karena di datangkan sebuah situasi yang mendadak ini, perlahan mentalnya mulai hancur.
Namun, Javier adalah seorang pria dewasa, hanya karena masuk penjara, itu tidak akan benar benar bisa menghancurkan mental mereka.
"Sial..sial..andai saja aku bisa balas dendam..!!".
Disaat Javier memikirkan hal itu, sebuah suara kemudian terdengar di telinganya.
"Tuan Javier?" Itu adalah suara seorang wanita tua yang berada di balik jeruji besi penjara.
Melirik ke tempat itu, Javier memandangi wanita tua itu lalu berteriak, "Siapa kau?! apa kau datang kesini untuk menghinaku huh?! bajingan! dasar la-".
"Aku adalah orang yang dikirim oleh pelayan Anda, Ron".
Javier terdiam saat mendengarkan nama itu, segera sekilas harapan muncul di matanya.
Merangkak dengan cepat menuju ke dekat jeruji besi itu, Javier memegangnya dengan kedua tangannya sambil berkata, "Benarkah?! apa kamu punya rencana?! rencana apapun! selama aku bisa menjatuhkan Kevlin! ya! rencana apapun tidak masalah".
Melihat Javier yang meringkuk dengan gelisah di hadapannya, wanita tua itu tersenyum tipis.
*
*
*
Baiklah kesan pertamaku pada novel ini gak sesuai judulnya less 🤣🤣... kukira bakalan toko kecil sungguhan ternyata cukup gede, dari modal aja udah keliatan ( 33 juta 🗿 bahkan bibiku yang mulai bisnis aja cuman 10 juta )
Kedua, plotnya menurutku terlalu cepat. kukira bakalan berprogres gitu dari nol atau setidaknya dari kecil ( gak terlalu paham aku )
Ketiga, keknya lebih bagus gitu barang yang dijual agak dimahalin dikit gitu dari harga pasar.... Itupun kalo misalnya MC yang kamu ceritakan gak mau menonjol menonjol banget (kayaknya gak mungkin sih melihat sifatnya 😅)
Kesimpulannya sih ceritanya gak "wah" gimana gitu tapi untuk seukuran Noveltoon mah udah cukup 😁, intinya aku enjoy.
Sekian.
Semangat less