Fajar adalah seorang duda beranak satu yang telah ditinggal oleh istrinya yang lebih memilih pria lain.
Sedangkan Rain adalah putri tinggal dari pasangan Waiz dan Talia. Gadis manja itu sengaja dijodohkan oleh Waiz karena melihat kelakuan putrinya yang semakin hari susah diatur.
Bagaimanakah sikap Rain dalam menerima semuanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rrnsnti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
penolakan
“Bagaimana pekerjaan mu?” tanya Waiz.
“Semua baik, dan lancar, tuan besar.” Jawab Fajar.
Fajar adalah seorang pemilik di kedai kesukaan Waiz saat masih kuliah. Orang tua Fajar adalah orang yang sangat baik kepada Waiz yang membantu Waiz mendapatkan beasiswa di luar negeri dan menjadikan Waiz sesukses sekarang.
Namun beberapa bulan lalu kedua orang tua Fajar meninggal kerena kecelakaan dan menyebabkan Fajar akhirnya harus tinggal berdua saja dengan anak kesayangannya Syahara.
Fajar akhirnya harus meneruskan usaha kedua orang tuanya yang sekarang mempunyai kedai kecil yang menyediakan makanan khas korea seperti nasi goreng kimchi dan jajangmyeon.
Fajar telah tiga tahun berpisah dengan istrinya yang memilih pergi bersama pria lain dan meninggalkan Syahara anak mereka saat masih berusia satu bulan.
Syahara bahkan tidak mengetahui wajah mominya karena Fajar membuang semua kenangannya bersama mantan istrinya.
“Bagaimana Fajar?” tanya Waiz.
“Maaf tuan besar, apa maksudnya?” tanya balik Fajar.
“Tawaran ku waktu itu, saya serius Fajar.” Jawab Waiz.
“Saya akan menikah setelah Syahara menyetujui saya menikah.” Balas Fajar.
“Menikah?apa maksudnya?” tanya Rain tidak mengerti.
Waiz mulai berjalan ke arah Syahara dan berlutut di depan Syahara.
“Syahara suka dengan aunty di sana?, dia akan menjadi Mama yang baik untuk Syahara. Akan menyayangi Syahara dan akan menuruti apapun keinginan Syahara” ucap Waiz sambil memegang tangan Syahara
“Papa, apa maksudnya?” tanya Rain yang mulai bnggung.
“Keinginan apapun, termasuk menemani Syahara saat tidur dan menemani Syahara bermain saat Papa bekerja?” tanya Syahara polos.
“Tentu saja, Mama Rain akan menjadi Mama terbaik dan berjanji akan menuruti apapun keinginan Syahara” balas Waiz.
“Syahara mau” jawab Syahara singkat.
“Papa, jelaskan semuanya. Jangan membuat Rain binggung.” Ucap Rain yang langsung berdiri mulai menaikan nada bicaranya.
Syahara langsung memeluk Fajar saat mendengar Rain bicara dengan nada tingginya. Waiz langsung menggendong Syahara dan memberikannya kepada Talia.
“Sekarang Syahara pergi bersama nenek Talia dan nikmati ice cream kesukaan Syahara.” Ucap Waiz.
Syahara mengangguk dan mulai pergi bersama Talia ke taman belakang rumahnya.
“Papa, jelaskan sekarang?” tanya Rain.
“Papa mau menikahkan kamu dengan Fajar, setelah kamu lulus kuliah nanti.” Jawab Waiz.
“Papa jangan bercanda, ini tidak lucu sama sekali.” Balas Rain.
“Papa tidak sedang bercanda, Papa memang ingin menikahkan kamu dengan Fajar dan setelahnya kamu akan mengikuti Fajar kemanapun Fajar membawa kamu pergi.” Jelas Waiz.
“Papa tau Rain sudah memiliki kekasih, tapi kenapa Papa malah menyuruh Rain untuk menikah dengan pria yang sudah memiliki anak?” tanya Rain.
“Kekasih?, Deka maksud mu?” tanya balik Waiz.
Rain mengangguk tanda setujunya.
“Dia bukan pria yang pantas untuk kamu, Fajar itu baik dan Fajar akan bertanggung jawab penuh untuk massa depan mu.” Jawab Waiz.
“Jika pernikahan pertamanya saja pernah gagal, bagaimana Papa yakin jika saat menikah dengan Rain, pria ini akan membuat Rain bahagia saat Rain bersamanya?” tanya Rain lagi.
“Rain, jaga ucapan mu. Bersikaplah sopan di depan calon suami mu” tegas Waiz.
“Papa boleh mengatur semua kehidupan Rain tapi appa tidak berhak mengatur masa depan Rain apalagi pria yang akan menjadi suami Rain.” Ucap Rain yang langsung berlari masuk ke kamarnya.
“RAIN” teriak Waiz.
Saat Waiz ingin mengejar Rain, Fajar menahan tangan Waiz dan menggeleng pelan.
“Jangan di paksa, mungkin saya bukan pria yang baik untuknya.” Ucap Fajar.
“Fajar, Rain hanya terkejut dengan keputusan yang saya buat malam ini untuknya, saya akan mencoba bicara lebih pelan dengan Rain.
Dan aku mohon jangan kamu menolak perjodohan yang aku sudah kita rencanakan sebelumnya” jelas Waiz.
“Saya tetap dengan keputusan Syahara, saya akan menikah jika Syahara setuju untuk saya menikah lagi” balas Fajar.
Waiz mengangguk setuju dan mulai bicara panjang dengan Fajar. Fajar dan Syahara akhirnya pulang saat jam sudah menunjukan jam sepuluh malam.
Sementara di kamar Rain, Rain sekarang sedang menangis karena kekecewaannya dengan keputusan Waiz yang menjodohkannya tanpa memberitahu dirinya terlebih dulu
“Sayang, kamu sudah tidur?” tanya Talia yang datang.
“Papa jahat, Ma.” Ucap Rain yang langsung menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
“Sayang, Papa hanya mau yang terbaik untuk kamu. Papa mau pria yang tepat untuk menemani kamu massa depan” balas Talia.
“Tapi bagaimana Papa seyakin itu menjodohkan Rain dengan pria yang pernah gagal dalam pernikahannya bahkan memiliki anak dari hasil pernikahannya dulu” jelas Rain.
“Sayang, Papa punya banyak pertimbangan soal itu dan Mama yakin keputusan Papa untuk menikahkan kamu dengan Fajar itu adalah keputusan yang terbaik dari Papa untuk masa depan kamu dan kamu harusnya memberikan kesempatan untuk Fajar agar terlebih dulu memperkenalkan dirinya dan mendekati kamu secara langsung.” Ucap Talia.
“Bagaimana dengan Deka?” tanya Rain yang kini bersandar di kasurnya.
“Jika memang Deka adalah pria baik dan terbaik pilihan kamu, bawa Deka menghadap ke Papa dan Mama untuk menunjukan keseriusannya kepada kamu. Papa pasti akan menyetujui pilihan kamu dan membatalkan perjodohan kamu dengan Fajar jika memang Deka adalah pria yang baik dan terbaik yang bisa bertanggung jawab dan menjaga kamu dengan baik di massa depan.” Jawab Talia sambil mengusap pipi Rain.
“Rain akan segera membawa Deka ke rumah ini dan memperkenalkan Deka dengan Mama dan Papa.” Balas Rain.
Rain langsung memeluk Talia dan Talia hanya bisa tersenyum dengan keputusan Rain yang berjanji untuk membawa Deka kerumahnya dan mulai memperkenalkan Deka dengan kedua orang tuanya.
Rain akhirnya tertidur setelah selesai bicara panjang dengan Talia. Talia kembali ke kamarnya dan melihat Waiz yang sedang sibuk membaca sebelum tidur malamnya.
“Bagaimana?” tanya Waiz.
“Rain tetap menolak perjodohannya dengan Fajar dan berjanji akan sesegera mungkin membawa Deka dan memperkenalkan Deka sebagai kekasihnya.” Jawab Talia.
“Kita lihat saja, bagaimana Deka yang terkenal playboy itu menunjukan keseriusan hubungannya dengan putri kesayangan kita.” Balas Waiz.
Pagi pun tiba, Rain terbangun pagi ini dengan bunyi Hp miliknya.
“Pagi sayang” ucap Deka.
“Pagi sayang, ada apa menelpon ku sepagi ini?” tanya Rain
“Sayang, aku membutuhkan uang untuk membayar biaya perawatan motor ku yang masuk ke bengkel pagi ini. Apa kamu bisa meminjamkan uang untuk ku?” tanya Deka.
“Sayang, ini masih terlalu pagi. Aku akan memberikannya setelah aku menemui mu.”jawab Rain.
“Sayang, motor kesayangan ku harus segera di tangani. Kamu kirimkan dulu uangnya. Kita bertemu setelah makan siang” balas Deka
“Baiklah sayang, kita bertemu di kantin kampus setelah makan siang” ucap Rain.
Rain langsung mengirimkan uang untuk Deka dan kembali tidur karena masih mengantuk.